
Seperti biasa Sherena bangun subuh dan membersihkan diri.hari ini dia tidak ingin masak,karena dia hanya tinggal sendiri.
Drt...Drt....
Sherena Segera menjawab panggilan dari ponselnya.
" Iya Pa.Oke Sherena kesana sekarang ya pa" ucap Sherena dan bersiap-siap kerumah sakit untuk menemui Radit dan papa mertuanya.
*
*
Sherena yang sudah berada dirumah sakit tempat Radit di rawat,menanyakan hal apa gerangan yang membuat mertuanya menyuruhnya untuk datang sepagi itu.
" Papa...." Sapa Sherena saat sudah berada di pintu ruang perawatan Radit .lalu gadis itu mencium punggung tangan mertuanya.
"Ayo masuk " Ajak papa mertua Sherena dengan senyuman mengambang dari bibirnya.
Sherena terkejut melihat pemandangan yang ada di depan matanya saat ini.
" Mas " ucap Sherena yang berjalan terus mendekati Radit .
"syukurlah kamu sudah sadar , aku takut kamu kenapa-napa". sambung Sherena menggenggam jemari tangan Radit.
Radit hanya diam,kemudian melempar pandangan ke arah papanya.yang di pandang menggelengkan kepada seolah-olah memberikan kode apa yang dilakukan Radit terhadap Sherena tidak pantas .karena memang Sherena yang selalu berada di sisi Radit saat dia sakit.namun Radit tidak peduli dengan kehadiran calon mantan istrinya itu .
"Kenapa Gracia tidak ada disini pa?" tanya Radit dengan suara yang masih lemah .
sedangkan papanya justru menoleh ke arah Sherena .mencoba memastikan ekspresi menantunya saat Radit menanyakan wanita lain.
kemudian pria paruh baya itu berjalan menghampiri putranya yang masih tidur di ranjang.
"Kenapa kamu menanyakan wanita lain?sementara istrimu ada di sampingmu" Ujar Papa Radit yang menautkan alisnya.
Sherena yang merasa suasana sudah mulai tidak kondusif ,mendekati papa mertuanya.
"Sudahlah pa, Mas Radit baru saja bangun dari komanya.kalau kita bicara yang berat-berat,takutnya memperburuk keadaan mas Radit lagi" ucap Sherena meyakinkan mertua Yang sangat baik kepadanya itu.
"Kamu beruntung mempunyai istri seperti Sherena ,dia mempedulikanmu.sementara kamu memikirkan wanita lain" sambung papa Radit karena tidak habis pikir dengan pola pikir putranya .
__ADS_1
"Ma"af Pa, aku hanya ingin Gracia disisiku.
bukan dia ". jelas Radit melirik sherena dengan tatapan dingin.
Sherena memijit pelipisnya .dia semakin bingung berada dalam situasi seperti sekarang ini.
"Aku ingin jujur sama papa" sambung Radit menghentikan ucapannya.
" aku sedang dalam proses cerai dengan Sherena " Radit melanjutkan ucapannya .sementara papa Radit terlihat shock mendengar penuturan putranya .
"Apa yang kau katakan hah? hardik papa Radit dengan lantang.dia tidak menyangka ,perjodohan yang dia inginkan tidak berjalan sesuai harapan.padahal dia sangat senang mempunyai menantu seperti Sherena.
"Pa ,coba dengarkan alasan mas Radit dulu" ujar Sherena berusaha meredakan amarah mertuanya.
"kau lihat...dia istrimu.yang tidak hanya peduli padamu .tapi juga peduli pada papamu yang sudah tua ini" emosi Papa Radit semakin memuncak.
" Pa,aku mohon papa jangan marah sama mas Radit .aku dan mas Radit tidak saling cinta .padahal kami sudah berusaha tapi rasa itu masih begitu-begitu saja .mas Radit mencintai Gracia, biarkan mas Radit bersama dengan wanita yang dia cintai pa" .ujar Sherena menjelaskan dengan sebaik-baiknya.dia berharap mertuanya tidak lagi marah-marah .memang sebelumnya Sherena ingin mempertahankan rumah tangganya dengan Radit.Namun sekeras apa pun usahanya , Sherena tidak berhasil membuat Radit untuk jatuh cinta padanya.apalagi saat ini sudah nama seseorang menempati hatinya.
"Apa yang dikatakan Sherena benar pa.aku mohon papa jangan egois mengorbankan kebahagiaanku dan Gracia" .Radit meyakinkan papanya.berharap papanyamenerima semua keputusannya.
"Papa benar-benar tidak habis pikir dengan jalan pikiran kalian.apa karena itu ayah kamu pulang mendadak ke kota Y nak?" tanya papa Radit meminta penjelasan.
*
*
Dikota B di sebuah anak perusahan SJY group, Meta dan Billy disibukkan dengan tugasnya masing-masing .bukan Meta namanya jika tidak berkerja dengan baik.dia selalu fokus dengan pekerjaannya .tanpa dia sadari sepasang mata terus memperhatikannya dari jarak 2 meter .
" jangan terlalu di forsir.ayo makan siang" .Ajak Billy tiba-tiba yang tentunya mengangetkan Meta .
namun Meta tersenyum manis melihat laki-laki tampan yang sudah berada disampingnya.meta merasa diperhatikan.
" Ayo " meta mengiyakan ajakan Billy kemudian berdiri.
Mereka berjalan beriringan.sesekali Billy melirik gadis unik disebelahnya.namun naas nya ,Meta menyadari bahwa Billy sedang memperhatikannya.
"Mencuri itu dosa " ucap Meta tiba-tiba .membuat Billy menautkan alisnya .karena tidak paham dengan maksud gadis yang sedang berjalan disebelahnya.
"Siapa yang mencuri ?" tanya Billy heran.
__ADS_1
"Anda ". ujar Meta singkat dengan mata tetap fokus ke depan.
Billy semakin dibuat bingung.dia merasa tidak pernah mencuri. kalau pun pernah ,itu dulu saat dia masih duduk di sekolah dasar.yang membuat dia dapat hukuman dari orang tuanya,karena telah mencuri pensil teman sebangkunya .
"Apa dia tau cerita aku pernah mencuri waktu masih kecil ?" bathin Billy menyelidik dari raut muka Meta.
"apa maksudmu?" tanya Billy datar dan menghentikan langkahnya .sehingga mau tidak mau ,Meta juga menghentikan langkahnya.
Meta tersenyum jahil melihat sosok didepannya.saat ini mereka sudah berhadap-hadapan.
" Bukankah tadi anda terus melirik saya .berapa kali tadi itu ya ?" meta menghitung jarinya sambil mengangkat kepalanya seperti orang sedang berpikir.
" 7 kali.iya 7 kali anda melirik saya" ujar Meta dengan yakin.
Billy yang mendengar itu merasa malu .dia tidak habis pikir Meta mengetahui saat dia melirik gadis itu beberapa kali.namun yang membuat Billy lebih tidak habis pikir adalah dia melirik gadis itu sampai 7 kali.tapi dia berusaha untuk tetap tenang.agar Meta tidak menyadari rasa malunya saat ini.
"Kenapa anda diam ? malu ya? lain kali anda tidak perlu mencuri - curi pandang .anda bisa langsung menatap mata saya .atau boleh juga menatap soflen yang baru saya beli ini .atau ...." meta menjeda ucapan nya sambil melirik Billy dengan senyum menggoda .
"Atau apa ?" tanya Billy penasaran dengan apa yang akan dibicarakan gadis unik itu.
"Atau anda juga bisa langsung mencium saya " sambung Meta malu-malu.lalu mencubit perut pria kekar di depannya.
jedak.....
Billy menjitak kening meta lambat.namun tetap membuat Meta meringis.
" anda kasar sekali ,masa iya sama pacar sendiri kasar" ujar meta mengusap keningnya yang sedikit merah.
" Sejak kapan kamu jadi pacar saya ? you're not my type". Billy berbicara sambil kembali berjalan .
"Sekarang saya tahu type anda" Meta sedikit meninggikan suaranya.yang membuat Billy menghentikan langkahnya.
" Anda suka type perempuan yang jarang mandi bukan? trus anda juga suka perempuan yang jarang sikat gigi" . ujar meta tertawa .namun buru-buru dia menghentikan tawanya karena tanduk di kepala Billy sudah mulai keluar.
*
Mereka sudah sampai di sebuah restoran,Billy tetap diam.dia tidak habis pikir dengan tuduhan Meta terhadap dirinya.mana mungkin dia suka dengan perempuan jarang mandi .apa lagi jarang sikat gigi .membayangkan saja membuat selera makannya hilang.
"Ayo makan tuan ,habis ini kita kembali ke perusahaan " ujar meta tanpa merasa bersalah kemudian menyantap makanan nya dengan lahap.
__ADS_1
*