Aku Si PEBINOR

Aku Si PEBINOR
EPISODE 62


__ADS_3

"Kenapa menatap ku seperti itu ?" . tanya Elden saat Sherena menatapnya dalam.


"Tidak apa " . Sherena mulai meneguk susu yang tadi dibawa Elden.


"Mmmm, aku boleh tanya sesuatu ?". Tanya Sherena saat sesuatu dibenaknya yang mulai meronta ingin tau.


"Apa ?"


" Kenapa kamu bisa terjerumus ke sebuah perselingkuhan ?"


"Apa harus di bahas lagi ?".Elden memutar matanya jengah karena keberatan istrinya menanyakan hal yang sudah berlalu.


"Ma'af.seharusnya tidak.tapi semua itu masih belum bisa aku lupakan dan mungkin tidak akan pernah bisa ku lupakan.karena terlalu sakit dan terbunuhnya mentalku akibat pengkhinatan itu " ucap Sherena berusaha tegar.karena setiap kali masalah itu terlintas dibenaknya selalu membuat hatinya sakit .karena jujur saja sampai saat ini ia belum bisa melupakan kejadian yang tidak pernah ia duga itu.


" Sudah lah sayang ,aku tidak mau membahasnya .itu juga bukan sepenuhnya salah aku .aku hanya ikut-ikutan dengan klien yang lain yang seperti itu saat kami nongkrong " ucap Elden jujur .memang benar semua itu terjadi akibat mengikuti gaya hidup kliennya yang selalu gonta ganti wanita saat butuh hiburan.berbeda dengan dirinya yang hanya berkencan dengan Rhanie saja.


Jawaban yang Elden berikan sangat tidak masuk akal menurut sherena.jika Elden memang terpengaruh dengan beberapa kliennya ,seharus nya ia bisa membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik.yang paling mengganjal dalam pikirannya adalah kenapa Elden tidak seperti Klien nya yang lain yang bergonta ganti wanita.tapi kenapa justru hanya dengan satu wanita saja.sehingga Sherena menyimpulkan bahwa suaminya memang menyukai wanita itu .


Ia akan berusaha untuk tidak membahas masalah itu lagi dengan suaminya.ada hal yang lebih penting dari itu yaitu menjaga buah hatinya yang masih berada dalam rahimnya.


"Aku akan melakukan sesuatu jika itu membuatmu percaya lagi sama aku " ujar Elden saat menangkap manik mata istrinya yang belum bisa move on dari masalahnya.


Elden mengeluarkan hp nya dan mencari nomor yang sudah pernah ia blokir sebelumnya.


"Halo " suara wanita terdengar karena Elden menyalakan loudspeakernya agar sherena bisa mendengarnya.


" Ya halo ,ini aku Elden.mulai sekarang aku minta sama kamu jangan pernah menghubungi aku lagi.nomor kamu yang lama dan yang baru sudah aku blokir dan aku hapus.kamu sebaiknya juga begitu.karena semenjak aku sama kamu dan semua yang aku lakukan dengan mu,istriku selalu tau .dan karena kejadian itu aku dan istriku selalu bertengkar" ucap Elden datar .


" Iya...iya ..nomor kamu juga udah tidak ada kok sama aku " . balas wanita yang bernama RHANIE itu.

__ADS_1


"Memang sebaiknya begitu.kamu tau kan aku dan kamu hanya untuk happy-happy saja diluar sana.dan perlu kamu ketahui aku tidak pernah ada rasa suka sama kamu ,jadi aku minta sama kamu anggap kita tidak pernah kenal ,Ok ?" ujar Elden.


"Oke " balas Rhanie dengan suara yang biasa saja tanpa ada beban.


Setelah panggilan telpon terputus ,Elden kembali mendekati istrinya dan merangkulnya dengan mesra.


Merasa puas dengan tindakan tegas Elden Yang seharusnya dari dulu ia lakukan saat bersama wanita itu,membuat sherena ikut membalas pelukan sang suami.ia berdo'a kepada Tuhan agar masalah seperti itu tidak terulang lagi.apalagi saat ini ia tengah mengandung buah hatinya dengan Elden sebagai pelengkap kebahagiaanya.


*


*


Hujan deras mengguyur ibukota yang membuat penghuni dikota tersebut semakin menarik selimutnya keatas.namun berbeda dengan Elden ,perlahan ia menurunkan selimut yang ia dan istrinya pakai saat tidur.cuaca yang mendukung membuatnya di puncak gairah. perlahan ia mengusap lembut pipi putih sang istri.kemudian mengecup singkat kening ,hidung dan pipi Sherena .perlahan turun ke leher jenjang yang semakin membangkitkan gairahnya.


Merasa sesuatu yang hangat bercampur dingin dibagian bukit kembarnya , membuat Sherena terbangun.melihat Elden tengah bermain


Namun ada yang berbeda dari biasanya.tanpa disuruh Sherena langsung bergerak naik ketubuh Elden setelah sebelumnya ia mendorong tubuh kekar itu.ia mencumbu tubuh sang suami dengan lihai yang membuat Elden semakin berkabut dan ingin sekali memuntahkan larva hangatnya di mulut sherena yang saat ini miliknya dimainkan dengan lincah oleh sang istri.tapi mengingat ia harus terlebih dahulu membuat istrinya mencapai kenikmatan sehingga ia menahan hasrat ingin muntahnya.


Dengan lincahnya Sherena meliuk-liukan tubuhnya di atas tubuh Elden dengan ekspresi yang belum pernah Elden lihat sebelumnya.ia sedikit heran dengan keagresifan istrinya diranjang seperti sekarang ini.entah karena Perubahan hormon yang ada dalam tubuh Sherena saat ia tengah hamil.


Gerakan itu semakin lama semakin menuntut sehingga membuat Elden tidak tahan lagi untuk menahan sesuatu yang kan keluar dari miliknya.tadinya ia berpikir akan memberikan kenikmatan lebih dulu kepada istrinya ,namun saat ini ia benar-benar tidak bisa berkutik lagi.gerakan indah yang berirama namun menuntut itu membuat sesuatu disana berpacu untuk keluar didalam rahim istrinya.pada saat bersamaan Sherena juga menggelinjang hebat dengan erangan panjang.melihat hal itu Elden yakin ia dan Sherena sama-sama telah mendapatkan kenikmatan secara bersamaan.dan rasanya sangat sulit untuk diceritakan karena terlalu nikmat.


"Terimakasih Sayang ". bisik Elden ditelinga Sherena saat Sherena terkulai lemas diatas tubuhnya.


Sherena tidak menjawab ,ia hanya tersenyum malu tidak percaya apa yang telah ia lakukan barusan.


Kedua insan yang baru saja mereguk nikmatnya dunia itu terlelap karena kelelahan setelah melakukan olahraga malam yang menguras tenaga.Elden merangkul tubuh Sherena dari belakang sehingga membuat Sherena merasa nyaman.karena paa yang dikatakan orang-orang itu benar adanya.bahwa guling Ter enak itu adalah suami.


Pagi memancarkan sinarnya dengan gagah.membuat Sherena terbangun karena sesuatu di perutnya bergejolak ingin keluar.

__ADS_1


Hoek...Hoek...


Elden mendengar suara istrinya langsung menuju kamar mandi.


"Kamu kenapa sayang ?" .tanya Elden panik saat melihat Sherena menunduk di wastafel.


" Aku mual,mungkin karena kehamilan ini ". ujar Sherena membersihkan mulutnya dengan air dan mengusap air mata disudut matanya akibat perutnya yang bergejolak tadi.


"Kita harus kedokter " . sahut Elden panik melihat wajah istrinya yang pucat.


Namun tiba- tiba Sherena tersenyum yang membuat Elden mengerutkan keningnya.


"Kenapa senyum-senyum begitu ?" tanya Elden yang aneh melihat sikap istrinya.karena wajah istrinya yang tadinya pucat sekarang berubah merah.


Sherena tidak menjawab ,tapi bola matanya menatap Elden dari ujung rambut sampai ujung kaki. Elden mengerti maksud Sherena.sehingga ia mengendong istrinya ala bridal style.


" Turunkan aku " .teriak Sherena saat menyadari tubuhnya sudah melayang sempurna dan diturunkan saat sudah berada ditempat tidur.


" Aku akan memakanmu " ucap Elden yang masih tidak mengenakan apapun setelah pergulatan panas tadi malam.


"Aku lelah " .ucap Sherena memohon .


"Terlambat sayang kamu sudah membangunkan singa lapar ".sambung Elden langsung me***** bibir istrinya dengan rakus.dan pergulatan itu tidak dapat dihindari lagi.


*


*


Untuk menambah semangatku dalam menulis ,jangan lupa tinggalkan jejak .Like ,vote , komen 🙏🤗💕

__ADS_1


__ADS_2