Aku Si PEBINOR

Aku Si PEBINOR
EPISODE 9


__ADS_3

Meta Kembali dibuat bingung oleh bosnya .untuk kedua kalinya dia dipanggil keruangan Presdir .bukan masalah pekerjaan ,tapi masalah yang semakin membuat dia heran .


" kamu tinggal dimana ?" .tanya Elden sembari menutup berkas- berkas yang ada di mejanya .


" saya tinggal bersama Tante saya di perumahan anggrik tuan " .jawab meta jujur.


"mulai sekarang kamu tinggal di apartemen persis disebelah apartemen Billy " . Elden menimpali sambil melirik Billy .orang di lirik hanya diam .


" ma..maksud tuan? " tanya meta dengan kadar kabingungan 95 persen.


Elden menoleh kearah Billy ,kemudian memberikan sebuah kode dengan gerakan mata dan kepala .


" tuan Elden membelikan kamu apartemen " . sahut Billy .


" tapi Tuan,saya tidak mau gaji saya dipotong ". Meta panik karena tidak mungkin bos nya memberikan apartemen secara cuma-cuma.


" saya tidak bilang gaji kamu akan di potong ,saya akan memberikan kamu sebuah apartemen secara GRATIS " . Elden semakin memperjelas kata-katanya.


"terimakasih Tuan,tapi itu tidak perlu.saya sudah sangat nyaman tinggal dirumah Tante saya " .sahut meta dengan sorot mata jujur.karena meta memang merasa bahagia tinggal dirumah Tantenya.sembari menjahili anak-anak tantenya yang lucu.membayangkannya saja sudah membuat dia tersenyum .


" tidak ada penolakan " .timpa Billy sambil berjalan mendekati meta.


" karena kamu sudah setuju,kamu boleh keluar " .perintah Elden sambil berdiri,kemudian duduk di sofa yang ada diruangan itu.


" tapi saya ti......" ucapan meta terhenti ,karena jari telunjuk Billy sudah menempel dibibirnya


seketika pandangan mereka bertemu.jantung meta sudah tidak bisa dikondisikan lagi . tiba-tiba meta menyandarkan kepalanya ke dada bidang Billy .


sontak membuat Elden dan Billy terkejut.


" apa yang kamu lakukan hah?" Billy menjauhkan tubuh meta dari tubuhnya .namun ada sedikit perasaan berbeda saat gadis itu menyandarkan kepala di dadanya.tapi Billy berusaha menyembunyikan perasaan aneh itu.karena jika Elden tahu,sudah pasti dia jadi bahan tertawaan sampai delapan bulan kedepan.


" ma...ma'af tuan.saya reflek" .jawab meta sambil menundukkan kepalanya .karena dia baru sadar dia berada di ruangan Presdir .dia benar-benar khilaf melakukannya .tiba-tiba pikiran dan hatinya tidak sejalan saat berada terlalu dekat dengan asisten bosnya itu.


kemudian dia mundur beberapa langkah agar tidak terlalu dekat dengan Billy.


"dia yang sentuh bibir aku pake jari telunjuknya ,kenapa dia yang marah saat aku bersandar didadanya ?" bathin meta menggerutu sambil melirik Billy .


menyaksikan interaksi antara mata Billy dan mata meta yang saling lirik ,membuat Elden tersenyum sambil menoleh ke Billy .seketika ide gila muncul di pikirannya .kemudian Elden mendekat ke arah billy sambil berbisik.


"sepertinya dia menyukaimu " .wajah Billy seketika merah mendengar ucapan Elden.


"kamu boleh keluar" .pinta Elden kepada Meta dengan senyum mengembang di bibirnya.


" baik Tuan" . sang sekretaris cantik berjalan meninggalkan ruangan yang penuh teka teki itu.

__ADS_1


Setelah menghilangnya sosok Meta dari ruangan ,Elden meninju perut Billy dengan tenaga lemah.


"kenapa memukul saya tuan?" protes Billy sambil memegangi perutnya yang tidak sakit.


"karena kamu tidak peka,dia menyukai kamu heii" Elden menunjuk jarinya ke arah luar ruangan.


"tapi saya tidak berpikir kesana tuan" .sambung Billy dengan gaya datarnya.namun saat ini jantungnya berdegup kencang.


"mulai sekarang kamu harus memikirkannya,sambil menyelam minum air" .kemudian Elden tergelak .


------------_____-------------


"dia kenal meta?" Sherena berperang pertanyaan dengan pikirannya.


kemudian mengambil ponsel dari dalam tasnya.


"hai met,sibuk ga?" tanya Sherena saat panggilan telpon sudah dijawab dari seberang sana.


"begini ,kamu kenal dengan laki-laki bernama Elden ?" Sherena menunggu jawaban Meta.


"apa?" spontan Sherena menutup mulut dengan tangannya.


Sherena meletakkan kembali ponsel kedalam tasnya.


" ya ampun,jadi dia bos SJY group itu?" gumam Sherena .


" mba Sherena sudah mau pulang?" tanya seorang staff membuyarkan lamunan Sherena.


" eh iya,ini mau pulang kok ".balas sherena ramah .


" ya udah ,saya duluan ya mba" kemudian staff itu berlalu meninggalkan Sherena.


Sherena pun ikut melangkahkan kaki untuk pulang kerumah.


*


*


Sherena melihat mobil Radit sudah terparkir di halaman rumah.lalu dia melangkah sedikit lebar karena sudah tidak sabar ingin bertemu dengan suaminya itu.


"mas" .Sherena menghampiri suaminya di ruang keluarga.namun seketika Sherena terdiam saat manik matanya melihat perempuan yang merusak rumahtangganya datang dari arah dapur membawa minuman.


"Gracia" .gumam Sherena sambil terus melihat perempuan itu yang berjalan semakin mendekat kearah Radit.


"diminum mas".Gracia memberikan gelas berisi air kepada Radit dengan senyum manja yang sengaja dibuat-buat.Raditpun membalas dengan menoel hidung Gracia ,semakin membuat perempuan itu banyak gaya .

__ADS_1


" aku sebentar lagi akan menikah dengan Gracia " .


Radit bersuara setelah air didalam gelasnya kosong.kemudian memberikannya kepada Gracia


"tapi mas,aku belum kasih izin kamu untuk menikah lagi" .protes Sherena sambil melirik Gracia yang tersenyum seperti sedang mencemoohkannya.


" kamu mengibarkan bendera perang ya ?" gertak Sherena kepada Gracia .


" cukup " .bentak Radit yang membuat kedua perempuan itu kaget .


" kamu kemasi barang-barang kamu sekarang juga.aku akan segera memberitahu papa" .


Radit merangkul pinggang perempuan yang berada disampingnya yang dibalas senyum genit oleh Gracia.


"aku tidak mau pergi dari rumah ini ,TITIK".suara Sherena kali ini tidak kalah kerasnya dibanding suara Radit yang membentaknya barusan .


"ini rumah mas Radit,kamu hanya benalu di rumah ini " .Gracia menimpali sambil berjalan ke arah Sherena dengan menyeringai .


"aku istri sah mas Radit,berarti kamulah benalu yang sebenarnya " .sherena semakin berani melawan Gracia.


"istri yang tidak dianggap maksudmu? " Gracia tertawa mencemoohkan Sherena.


"kamu hanya istri status,tapi tidak pernah berada di hati mas Radit ". kembali Gracia bersuara menunjuk-nunjuk Sherena .


Sherena menepis tangan Gracia secara kasar.


"kasihan banget kamu ya , merebut suami orang sampai segininya.padahal kamu cantik loo.apa jangan-jangan kamu ga laku? uppsss...." Sherena menutup mulutnya sambil tersenyum .


Saat tangan Gracia akan menyambar pipi Sherena,dengan cepat Sherena menangkis.


" kamu jangan anggap aku lemah. mentang-mentang aku tidak dapat cintanya mas Radit ,kamu sudah menanggap kamu pemenangnya ?" Sherena menatap Gracia tajam .


" hentikan" Radit berjalan mendekati Sherena.


"aku memintamu untuk segera meninggalkan rumah ini." perintah Radit sembari berlalu meninggalkan Sherena .


" aku ga mauu " .Sherena berteriak sehingga membuat Radit menghentikan langkahnya .


Radit kembali berjalan mendekati istrinya itu.


" kamu sadar kedudukanmu ? gadis kampung yang hanya ingin hidup enak mengandalkan pertemanan antara ayah kamu dan papaku" .bentak Radit .


" oh yaa...aku memang gadis kampung mas.tapi aku punya harga diri,tidak seperti dia ".Sherena menunjuk Gracia.


"satu lagi ,aku tidak pernah numpang hidup enak .kamu sadar ga sih mas,aku ga pernah meminta uang kamu sepersenpun.begitupun sebaliknya.kamu ga pernah kasih aku uang .tapi itu tidak Masalah.karena aku masih punya uang untuk membiayai hidupku sendiri " .sambung Sherena ,kemudian dia meninggalkan pasangan tidak halal tersebut dengan hati hancur.

__ADS_1


Mohon dukungannya teman-teman,ini karya pertamaku .masih banyak typo dan eyd yang berantakan .jangka lupa like vote yaaa......🙏🙏🙏


__ADS_2