
Elden Segera menghubungi dokter pribadinya setelah Sampai di kamar yang sedang Sherena huni.
"Tuan,saya minta izin untuk tidak masuk kantor hari ini.saya akan menjaga Sherena " ujar Meta yang datang dengan sedikit berlari.
"kau tetap kekantor hari ini .Billy akan pergi bersamamu " perintah Elden sembari melihat jam di pergelangan tangannya.
"tapi bagaimana dengan Sheren? saya tidak mungkin meninggalkannya sendiri dalam keadaan seperti ini tuan" ujar Meta yang mengkhawatirkan sahabatnya itu.
"Saya akan menjaganya " sambung Elden yang terlihat gelisah.karena dokter yang ditunggu-tunggu masih belum datang juga .
"Baiklah tuan ,saya akan bersiap-siap " Meta meninggalkan Elden yang sedang duduk dipinggir ranjang .
Sepuluh menit kemudian,dokter AL datang dengan membawa tas jinjing ditangannya.
"Lama sekali" Protes Elden .kemudian berdiri dan mempersilahkan dokter memeriksa Sherena .
Al adalah Anak dari sahabat mamanya.Al sudah menjadi dokter pribadi disaat kedua orang tua Elden masih hidup.
Usia Al dan Elden hanya bertikai 2 Tahun.
"Bagaimana ?" tanya Elden setelah dokter Al memeriksa Sherena.
"Siapa dia ? " tanya dokter Al yang tidak menjawab pertanyaan Elden.
" Jangan banyak tanya " Elden menggertak Al yang sedang memasukkan perkakas medis kedalam tas jinjingnya.
Al memahami sikap temannya itu.dari dulu Elden memang banyak bicara, banyak tanya dan banyak tingkah .
" Dia hanya demam,penyakit asam lambungnya juga kambuh" ungkap dokter Al mengeluarkan beberapa obat dari dalam tas nya.
"hanya itu?" tanya Elden masih penasaran .
Al hanya menganggukan kepalanya .
"Siapa dia ? " tanya Al Kembali.
"Dia calon istriku " Elden berbisik ditelinga Al.
Bukannya senang mendengar temannya punya calon istri ,Al malah tertawa mengejek .
" Sejak kapan kau menyukai perempuan ?" Al tertawa geli dengan pengakuan Elden.
selama ini dia tahu kalau temannya itu tidak pernah pacaran.dijodohkan pun dia menolak.
" Brengsek ,pergi Sana" Elden mengusir Al yang masih tertawa .
Saat dokter Al keluar dari kamar tempat dia memeriksa Sherena,dia berpapasan dengan seorang gadis yang berjalan tergesa-gesa.
"Ehemmmmm...." Dokter Al berdehem keras untuk menarik perhatian gadis yang sedang mengenakan blazer abu dengan rok mini itu.
__ADS_1
Meta menghentikan langkahnya .kemudian menoleh kesamping dimana nampak seorang laki-laki berjas putih berdiri sembari tersenyum ." Anda dokter yang memeriksa Sherena bukan?" tanya Meta sembari melihat jam dipergelangan tangannya.
"Benar ,kamu teman gadis itu?" tanya dokter Al dengan senyum dibibirnya.
" Ma'af,saya buru-buru" Meta menundukkan kepalanya sopan.
"AL " menyodorkan tangan berkenalan.
"Meta " membalas dengan menjabat tangan dokter Al.
Meta dan dokter Al berjalan keluar dari apartemen tersebut.
"Buruan "tiba-tiba Billy menarik tangan Meta .
"Isshh sakit tuan" ujar Meta kesal dengan sikap Billy.
"Kita ada meeting " Billy masih terus menarik tangan Meta sehingga gadis itu melangkah terseok-seok mengikuti langkah jenjangnya.
"Jangan kasar sama perempuan " protes dokter Al yang tidak suka melihat perlakuan Billy kepada Meta.
Billy tetap berjalan , tidak mempedulikan ucapan dokter Al yang terus mengikutinya dari belakang.
"Tuan lepaskan tangan saya.sakit tau" ujar Meta merengek .
Billy menghentikan langkahnya,kemudian menatap gadis disampingnya .ada rasa iba saat melihat pergelangan tangan gadis itu karena ulahnya.
dokter Al mendekat saat Meta sedang mengusap pergelangan tangannya.
"Terimakasih dok ,tapi saya harus segera pergi" ucap Meta sopan, kemudian berjalan menuju mobil yang sudah terparkir diluar apartemen.
Billy melirik dokter dengan sudut matanya saat Meta sudah berjalan lebih dulu .
"Jangan pernah bermain-main denganku " ucap Billy tanpa menoleh ke arah lawan bicaranya.kemudian melangkahkan kakinya menyusul Meta yang sudah lebih dulu masuk kedalam mobil .
*
Sementara itu Elden menyuruh Sherena untuk minum obat Yang tadi diberikan oleh dokter Al .
"Sekarang istirahatlah " ucap Elden tulus sembari membuka selimut yang menutupi sebagian tubuh gadis itu.
"kamu mau apa?" pekik Sherena .kemudian menarik kembali selimut sampai batas dadanya.
"Tenanglah ,badanmu panas.jadi tidak baik untuk memakai selimut " ujar Elden meyakinkan gadis itu supaya tidak salah paham.
Sherena menundukkan wajahnya karena malu, sudah menyangka Elden akan berbuat yang tidak-tidak padanya.
Elden merapikan rambut Sherena yang sedikit menutupi wajah cantiknya.semakin hari rasa cintanya kepada gadis itu semakin bertambah.dia tidak pernah menyangka, hatinya berlabuh pada perempuan yang berstatus istri orang itu.
"Ma'af " Sherena tersenyum malu .
__ADS_1
"Untuk apa?" tanya Elden membalas senyum Sherena .
"Aku sudah berprasangka buruk terhadapmu" ucap sherena menyesal.
Elden hanya tergelak mendengar penuturan Sherena.
"Aku akan melakukannya jika kamu sudah menjadi istriku" bisik Elden di telinga Sherena.
Sherena bergidik ngeri melihat senyum dari bibir Elden. tapi dia bisa melihat ketulusan dari sorot mata laki- laki yang sudah ada dalam hatinya.
dia bisa melihat Elden benar-benar tulus menyayanginya .baru kali ini dia merasakan kebahagiaan saat bersama seorang pria.berbeda dengan Radit yang selalu membuat dia merasa tidak berharga .laki-laki yang berstatus suaminya itu malah menyia-nyikannya,menghina dan meremehkannya .
" Tidurlah ,aku akan menjagamu " ucap Elden lalu naik keatas ranjang.
" Kamu mau apa?"Sherena terkejut saat Elden sudah berbaring disebelahnya .
" Aku hanya menemanimu tidur ,percaya padaku.lagi pula berlama-lama duduk seperti tadi, membuat pinggangku encok" Elden terkekeh mendengar ucapannya sendiri .dia masih muda,tapi sudah merasakan penyakit yang sering diderita kaum lansia.
Sherena tidak bisa memejamkan matanya .dia merasa risih berbagi ranjang dengan pria yang bukan suaminya.lain hal jika pria yang sudah tertidur itu sudah sah menjadi imamnya .mungkin Sherena akan senang.
Tiba-tiba bayangan Radit yang ingin memperkosanya terlintas dibenaknya.dia tidak yakin Radit menaruh hati padanya .Radit hanya menginginkan tubuhnya .Sherena menghembus nafas kasar.kemudian menoleh ke samping kanan.bibirnya tersenyum melihat bos mesumnya sudah terlelap .
"Tampan" bathin Sherena masih terus memandangi wajah Elden.kemudian ia ikut memejamkan matanya untuk mengistirahatkan semua rasa lelahnya.tak butuh waktu lama,gadis itupun ikut terlelap .
Hujan deras mengguyur bumi yang sudah cukup lama tidak terjamah air.suara petir menggelegar membangunkan dua insan yang baru tertidur.
"Aku takut" ucap Sherena menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya.
Elden tersenyum ,kemudian merapatkan tubuhnya untuk memeluk gadis yang berada dalam selimut itu .
Sherena menurunkan selimut hingga batas leher.tatapan mata mereka bertemu .saat ini sudah tidak ada jarak diantara mereka.
"Dia bangun " bisik Elden dengan nafas berat.
"Siapa?" tanya sherena pelan .
"juniorku "sembari menggerakkan mata ke bawah .
Dengan cepat Elden menyambar bibir Sherena,********** dengan lembut.sherena sudah semakin susah untuk bernafas .karena Elden tidak memberinya jeda.kemudian Elden menghentikan aksinya.lalu menatap Sherena dengan hasrat yang sudah ke ubun-ubun
Sherena menggelengkan kepalanya sebagai kode yang bisa dipahami oleh Elden.
"Aku janji tidak akan melakukannya" ucap Elden dengan nafas seperti orang habis lari marathon.
Elden turun dari ranjang dan menyambar ponsel yang tadi di letakkannya diatas nakas .
" Aku akan pesan makanan untuk makan siang kita" ujar elden.
Setelah itu ia berjalan menuju kamar mandi . Kiraa-kira apa yang dilakukan Elden dikamar mandi? 😜😀
__ADS_1
Jangan lupa like ,komen 🙏🙏🤗🤗😘