Aku Si PEBINOR

Aku Si PEBINOR
EPISODE 76


__ADS_3

Sementara itu dirumah utama milik Elden ,Sherena tengah asyik menemani anaknya dan anak Meta bermain.karena Aaron sudah mulai bisa melangkahkan kakinya meski sering terjatuh.sedangkan Syauqi sudah bisa duduk sendiri.Sherena tidak membeda-bedakan antara Aaron dan Syauqi.ia sangat menyayangi keduanya.


" Halo cucu Opa " tiba - tiba suara seorang pria terdengar saat Sherena tengah asyik menyusun puzzle untuk membantu Syauqi bermain.


"Ayah " . Sherena kaget atas kedatangan ayahnya yang tiba-tiba.


" Ayah kenapa tidak bilang aku kalau mau kesini ? kan aku bisa jemput ayah ". sambung Sherena menyalami ayahnya.


" Ayah kangen cucu ayah yang ganteng " . ucap ayah Sherena yang berjalan mendekati putra sulung Elden dan Sherena itu.


Pria tua itu menggendong Aaron dengan menghujani anak laki-laki itu dengan ciuman.sehingga membuat Aaron merasa geli dengan kumis ayah Sherena itu.


"No...no...Mommy..." ucap Aaron menolak ciuman opa nya dan meminta bantuan kepada Sherena dengan mengangkat kedua tangannya kepada Sherena.


Sherena hanya tersenyum melihat tingkah putranya yang berusaha melepaskan diri dari gendongan ayahnya.


Akhirnya Aaron diturunkan dari gendongan sang opa karena anak kecil itu terus bergerak sehingga ayah Sherena kewalahan saat menggendong cucunya itu.


" Ayok duduk yah ".Ajak Sherena kepada ayahnya untuk duduk di ruang tengah. sementara itu Aaron dan Syauqi di temani oleh mba Titi.


"Aku buatkan minum sebentar ya yah ". Sherena berjalan ke dapur dan membuatkan secangkir teh hangat untuk ayahnya.


"Ayah kapan datang ?" tanya Sherena setelah sampai di ruang tengah dan menyajikan teh hangat dengan beberapa toples cemilan yang juga ada di atas meja tersebut.


"Sudah satu Minggu ". jawab ayah Sherena santai.


Sherena terlihat bingung dengan jawaban sang ayah.ia masih belum percaya kalau ayahnya sudah dari satu Minggu yang lalu berada dikota tempat ia tinggal.


" Lalu kenapa ayah tidak memberitahuku dan ayah tidur dimana ?. deretan pertanyaan keluar begitu saja dari bibir Sherena.karena ia tahu ayahnya tidak punya teman ataupun kerabat di kota ini.


"Nak ,Ayah ingin berbicara".ucap Ayah Sherena serius.

__ADS_1


"Ayah mau berbicara apa ?" tanya Sherena tidak kalah serius dari ayahnya.


Ayah Sherena menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya pelan. kemudian mengambil teh yang tadi di taruh Sherena di atas meja.


" Ayah ada apa ?"tanya Sherena panik karena ayahnya belum juga mengatakan apapun.


"Nak ,kamu itu anak ayah.namun bukan kamu saja". ujar ayah Sherena menjeda ucapannya karena Sherena menatapnya dengan kening yang berkerut dan mulut yang ternganga.


" Maksud Ayah ?" tanya Sherena curiga.ia berpikir ayahnya akan mengatakan kalau ayahnya punya istri lagi selain ibunya,dan mempunyai anak dari istrinya yang lain itu.


"Kamu jangan seperti itu wajahnya.tidak cantik ".ucap sang ayah membuat Sherena mengkondisikan ekpsresinya seketika.


"Jadi begini , kamu sebenarnya anak kedua ayah ".


"Astaga " Sherena menutup mulutnya dengan telapak tangannya.


"Kenapa ayah tega menjadikan ibu yang kedua ?" pekik Sherena histeris karena mengira ayahnya telah berselingkuh dari istri pertama ayahnya dan menikah kembali dengan ibunya.


Ayah Sherena menggelengkan kepala cepat karena ucapan Sherena yang menyudutkannya.


"Kamu anak kedua ayah dan kamu punya kakak laki-laki dengan ibu dan ayah yang sama" ayah Sherena mengangkat satu tangannya menyuruh Sherena diam karena putrinya itu tengah membuka mulutnya ingin berbicara.


"Jadi kalian berpisah disaat kamu masih sangat kecil.ada masalah yang membuat ibumu pergi meninggalkan ayah.lalu ibumu membawa kakakmu bersamanya.sedangkan kamu tinggal bersama ayah.dan kamu sudah pernah bertemu dengan kakakmu ".ucap ayah Sherena panjang lebar.


"Ja...jadi...aku punya kakak ". tanya Sherena kaget.


"dan aku pernah bertemu dengannya? sambung Sherena lagi.


" Ya, bahkan kakak mu itu juga kenal dengan suamimu.dan mereka parthner bisnis". ayah Sherena tersenyum geli melihat ekspresi putrinya dengan mulut menganga dan mata melotot.


" Ayah serius? Siapa ? kakak ku itu siapa namanya". Tanya Sherena tidak sabar ingin tahu.

__ADS_1


"Nanti kamu juga tahu.nanti kamu datang ke restoran xxx .ajak Elden sekalian .kita makan malam bersama" ujar ayah Sherena kemudian berdiri.


" Ayah mau kemana ? jangan bilang mau pergi setelah hampir saja buat aku pingsan ". Sherena menarik tangan ayahnya agar ayahnya tetap dirumahnya.


"Ayah mau kerumah kakak mu dulu.nanti malam kita juga akan bertemu". ayah Sherena menepis pelan tangan putrinya yang masih bergelayut ditangannya.


Setelah mengiyakan ucapan ayahnya, Sherena berjalan mengikuti ayahnya yang berjalan keluar meninggalkan ruangan besar itu.


Setelah ayahnya berlalu meninggalkan rumah utama , Sherena bergegas masuk kedalam dan menaiki anak tangga untuk menuju kamarnya.setelah sampai dikamar ia mengambil ponselnya karena ia berniat untuk menghubungi Elden.


"Ya Sayang ". ucap Elden saat panggilan telpon Sherena ia angkat.


"Nanti malam kamu ada acara tidak ?. Tanya Sherena kepada Elden.


" Tidak, kenapa sayang ?" tanya Elden.


"Ayah mengajak aku dan kamu ke restoran xxx untuk makan malam ". ujar Sherena.


"Ayah ? ayah kamu di sini ?" tanya Elden memastikan.


"Iya , nanti aku ceritakan saat kamu sudah sampai dirumah ". ucap Sherena kemudian menutup telponnya setelah selesai berbicara dengan Elden.


*


Sementara Elden merasa ada yang aneh dengan ucapan istrinya tadi. apalagi saat istrinya mengatakan mertuanya ada dikota ini.padahal setiap mertuanya ingin datang kekota ini,ia dan Sherena lah yang menjemput sang ayah mertua.tapi tadi Sherena bilang ayahnya sudah ada dikota kini.


Setelah cukup lama berperang dengan pikirannya ,Elden kembali melanjutkan pekerjaannya.setelah kepergian Billy ia sudah mempunyai asisten pribadi yang baru.


"Ada apa tuan ?" tanya Roger saat melihat Elden memainkan pulpen.


Ya, Roger adalah asisten pribadi baru Elden sejak tiga bulan yang lalu.ia tidak mungkin bisa sendiri melakukan pekerjaannya tanpa ada asisten pribadi yang akan membantunya dalam segala hal.

__ADS_1


Sebetulnya Roger adalah teman satu kampusnya dulu .ia tahu kalau Roger adalah mahasiswa berpretasi .bahkan Roger mendapat beasiswa untuk kuliah di fakultas ternama dikota ini. ia mengajak Roger untuk bekerja padanya saat tidak sengaja bertemu di salah satu perusahaan temannya.dimana Roger saat itu tengah melamar pekerjaan di perusaan milik temannya. sebelum Roger memberikan surat lamaran ,Elden lebih dulu mengajak pria itu untuk bekerja padanya sebagai asisten pribadinya sekarang.


Roger dan Billy mempunyai kesamaan yaitu tidak mudah di ajak kompromi .sorot matanya yang tajam dan dingin membuatnya mengingat Billy.sampai saat ini Roger melaksanakan tugasnya dengan baik tanpa ada kesalahan sedikitpun. bahkan ia juga pernah memimpin rapat saat Elden tidak bisa hadir.


__ADS_2