
Disebuah ruangan luas yang bercat cream ,seorang pria tampan tengah sibuk dengan setumpuk berkas.sesekali ia melihat layar laptop yang masih menyala.
tok...tok...tok...
"Masuk" ujar Erix saat mendengar suara pintu di ketuk dari luar .
"Ma'af tuan,di luar ada nona Gracia ingin bertemu dengan anda". Andini sang sekretaris memberitahukan kedatangan Gracia ke kantor Erix.
Erix menghentikan gerakan pulpennya saat mendengar nama Gracia.kemudian mengangguk tanda memperbolehkan wanita yang tengah menunggunya diluar itu kepada sekretaris nya setelah sebelumnya ia sempat berpikir akan cara menghadapi Gracia.
*
" Wah...wah ..wah...kamu ternyata sedang sibuk sayang " ucap Gracia saat sudah berada dalam ruangan.ia berjalan dan duduk disisi meja dan menyilangkan satu kakinya ke atas.
"Aku merindukanmu " bisik Gracia di telinga Erix sembari menarik dasi Pria yang mengabaikan nya beberapa Minggu itu.
" Katakan " ujar Erix melepas tangan Gracia dari dasinya.
" Sabar sayang ,jangan buru-buru .kita main-main dulu .sudah lama kita tidak melakukannya bukan ?" sahut Gracia mendekatkan wajahnya ke wajah tampan Erix.
"Lepas" kembali Erix menarik kasar tangan Gracia yang berusaha merayu dirinya.
Terlihat jelas raut wajah Gracia heran dengan sikap dingin Erix akhir-akhir ini .pria yang biasanya selalu bernafsu dengan tubuh indahnya ,tapi sekarang pria itu sama sekali tidak tertarik dengan gerakan eksotisnya. namun ia tidak kehilangan akal.tangan kirinya dengan berani mere*mas lembut bagian bawah milik Erix.kemudian dengan gerakan cepat membuka resleting celana yang dikenakan pria tampan itu .kemudian ia jongkok dan memulai aksinya.
akh...
__ADS_1
Suara ******* lolos dari bibir Erix.sebenarnya ia juga menginginkan persatuan .namun mengingat ia akan segera melancarkan aksinya dan akhir-akhir ini ia memang ingin menjauhi wanita yang sudah menjadi targetnya itu.
Erix mengangkat tubuh Gracia ke dalam ruang pribadi miliknya karena sudah tidak bisa menahan hasratnya lagi.ia membaringkan tubuh Gracia di atas tempat tidur berukuran big size itu.kemudian mulai melepas atau persatu kancing kemejanya.
Irama suara kenikmatan memenuhi ruangan tersebut.keduanya tergeletak di atas tempat tidur setelah masing-masing mendapat pelepasan.
"Tunggu " ucap Gracia saat melihat Erix berjalan menuju bathroom yang ada diruang pribadinya itu.
dan Erix pun mengentikan langkahnya,kemudian menoleh kebelakang .
"Pakai pakaianmu dan pulanglah " ucap Erix kemudian berbalik badan dan langsung menarik handle pintu .ia masuk kedalam ruangan tersebut untuk membersihkan dirinya.
Gracia terdiam sesaat melihat perubahan sikap Erix terhadapnya .ia tidak mengira setelah ia melayani libido Erix yang tinggi ,ia akan mendapat perlakuan yang sama seperti dulu.tapi ternyata tidak seperti yang ia bayangkan.pria itu justru semakin dingin,hanya di atas ranjang saja ia terlihat hangat dan ganas.
"Apa dia punya wanita lain diluar sana ?" gumam Gracia dalam hati. " aku harus cari tahu " .Gracia mengenakan pakaiannya dan segera meninggalkan gedung tersebut tanpa menunggu Erix selesai membersihkan diri terlebih dahulu.
" ternyata kamu patuh juga " gumam Erix sembari mengenakan pakaiannya yang tadi berserakan di lantai .
Raut wajah Erix berubah lebih segar.bagaimana tidak,sudah beberapa hari dia tidak merasakan pelapasan .namun hari ini Gracia datang sendiri kekantornya untuk mengantarkan tubuh sexy nya yang selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi pria-pria diluar sana.karena memang Gracia suka berpakaian sedikit terbuka.sehingga mudah memancing gairah para pria hidung belang.
Dengan semangat Erix Kembali melanjutkan pekerjaannya memeriksa satu persatu berkas-berkas yang akan ia tanda tangani dengan teliti.sesekali ia melirik layar laptop yang menyala.
" Aku senang kamu bahagia " gumam Erix tersenyum menatap video yang ada dalam laptopnya. " berbahagialah " .sambungnya lagi.
kemudian mematikan layar laptopnya dan bersiap-siap meninggalkan ruang kerjanya.
__ADS_1
Dengan gagah Erix melangkah keluar dari gedung yang dulunya milik Radit sekarang berpindah tangan jadi miliknya.dengan mengenakan kacamata hitam menambah ketampanan pria misterius itu.
" Pulang pak " ujar Erix kepada supirnya saat sudah sampai di dalam mobil.dengan kecepatan sedang ,mobil yang ditumpangi Erix membelah jalan raya.demgan menempuh waktu dua puluh menit,mobil hitam milik Erix pun sudah terparkir dihalaman rumahnya yang luas.
"Akhirnya kamu pulang juga " tiba-tiba Gracia berhambur kepelukan Erix yang baru saja masuk kedalam rumahnya." jangan pergi lagi please !". sambung Gracia sembari mengalungkan kedua tangannya di leher pria yang masih mengenakan kacamata hitam itu.
"Aku mau ke kamar " .ucap Erix melepas kedua tangan Gracia pelan.namun dengan cepat Gracia kembali memeluk Erix dari belakang.seolah tidak merasa puas setelah apa yang mereka lakukan tadi siang.
Melihat bahasa tubuh Gracia yang terlihat sangat merindukannya,Erix menjadi iba.ia menghembuskan nafas pelan.kemudian tersenyum kecil kepada wanita yang tengah berbalik badan dimana mereka saat ini tengah berdiri berhadap-hadapan.ia menarik tangan Gracia untuk melangkah menaiki anak tangga menuju kamar pribadinya.
" Sekarang istirahatlah " pinta Erix yang melihat mata panda menghiasi mata Gracia.
"Aku tidak akan kemana-mana" sambung Erix saat paham atas tatapan Gracia kepadanya.
ia mendorong tubuh Gracia pelan kemudian menyelimuti tubuh wanita itu .sedangkan ia mulai mengganti pakaian formalnya dengan pakaian rumah dan ikut merebahkan diri di samping Gracia yang masih belum tidur.
husssstttttt
Erix menempelkan jari telunjuknya di bibir Gracia pada saat wanita itu akan berbicara.ia tahu Gracia pasti akan menanyakan tentang kepergiannya beberapa hari ini.sebenarnya ia tidak tega melakukan itu pada Gracia.namun ia merasa sakit hati atas perlakuan Gracia terhadap adiknya.sehingga membuat sang adik tidak mendapatkan kasih sayang seorang suami dari suaminya.meskipun sang adik saat ini sudah berbahagia dengan pria baik yang telah menjadi pendamping hidupnya saat ini.namun rasa dendam itu masih terus melintas dipikirannya.
Gracia yang paham maksud Erix,memilih untuk diam.ia tidak mau terlalu banyak bertanya yang mungkin membuat Erix kembali pergi meninggalkannya.
Mata mereka saat ini saling tatap dalam diam.tak ada seorang pun yang berani berbicara.apalagi Gracia.ia tidak menyia-nyiakan kesempatan emas itu.ia berusaha mendekati wajahnya agar lebih dekat dengan wajah Erix.nanun Erix justru mendorong pelan tubuh wanita itu.
" jangan lakukan apapun selain tidur ,kamu kurang istirahat bukan? " ujar Erix sembari menarik selimut menutupi tubuh mereka berdua.
__ADS_1
Mendengar ucapan yang barusan keluar dari bibir Erix ,membuat Gracia tersenyum.ia merasa senang karena Erix masih peduli terhadapnya.karena rasa kantuk yang sudah tidak bisa dibendung lagi,Gracia memejamkan matanya dan tidak lama ia pun terlelap.sementara Erix mencuri pandang menatap wajah Gracia yang sudah tertidur.dan ia pun memilih untuk tidur karena rasa lelah yang ia rasakan setelah seharian bekerja dan melakukan pekerjaan extra dengan Gracia tadi siang di ruang pribadi kantornya.