Aku Si PEBINOR

Aku Si PEBINOR
EPISODE 77


__ADS_3

Saat ini Sherena dan Elden tengah bersiap untuk pergi makan malam di restoran xxx seperti yang sudah dikatakan oleh ayah Sherena tadi.sebelumnya Sherena juga sudah mengatakan kepada Elden apa yang ia bicarakan tadi siang


dengan ayahnya.


Elden mengendarai mobil sendiri tanpa asisten pribadinya menuju restoran xxx.saat mereka telah sampai di pintu masuk seseorang sudah menyambut kedatangan mereka.


"Silahkan masuk Tuan Elden dan Nyonya Sherena ,kalian sudah ditunggu disana ". ucap seseorang sembari memandu Elden dan Sherena menuju meja yang telah dipesan .entah siapa yang memesan tapi ayah Sherena sudah memberitahu kepada mereka.


"Selamat malam tuan Elden" . Erix berdiri dan menyalami Elden yang sudah sampai di meja tersebut.


"Tuan Erix ? Anda ? " Elden menoleh ke kiri dimana ayah mertuanya duduk disana.


"Ayah ?" . Elden sedikit merasa bingung dengan adanya Erix bersama dengan ayah mertuanya.memory nya kembali mengingat saat ia melihat mertuanya bersama dengan Erix di jalan pada saat keduanya akan masuk kedalam mobil.


"Duduklah nak ". ucap ayah Sherena memecahkan kebingungan Elden.


Elden dan Sherena duduk di kursi yang sudah di sediakan.


Pada saat makan malam datang. merekapun memulai menikmati hidangan tersebut dengan sesekali mengobrol tipis.sedangkan Sherena sesekali mencuri pandangan ke arah Erix yang masih serius menikmati makan malamnya.


Setelah acara makan malam selesai ,ayah Sherena memulai pembicaraan.


"Sherena ,kamu masih ingat kalau tadi siang ayah bilang kalau kamu punya kakak kandung ? " tanya ayah Sherena menoleh ke arah Sherena yang masih terlihat bingung.


Sedangkan Sherena hanya mengangguk sambil menunggu apa yang akan disampaikan oleh ayahnya.


"Dia adalah Erix , suamimu mengenalnya juga .benar begitu nak Elden ? " tanya ayah Sherena kepada menantunya.


"Iya ayah ".jawab Elden singkat.


"Dia lah kakak mu nak ,yang selama ini terpisah karena ke egoisan ayah dan ibumu ". ucap ayah Sherena.


"Kakak?...benar kah ?" Sherena masih ragu dengan pria tampan yang tidak kalah tampan dengan suaminya itu.

__ADS_1


"Hai Sherena , aku merindukanmu ". ujar Erix berdiri kemudian berjalan ke kursi tempat Sherena duduk.kemudian ia merangkul tubuh mungil itu kedalam dekapannya.


"Kakak,benarkah kau kakakku ?" tanya Sherena dengan suara bergetar menahan tangis.


"Ya aku kakak mu.aku akan menjagamu ,melindungimu dan akan selalu ada untukmu ". Erix mengusap lembut pucuk kepala Sherena.


" Tuan Elden, apakah aku tidak boleh memeluk istrimu ini?" tanya Erix saat ia melihat raut wajah Elden yang tidak bersahabat.


"Bukan begitu , hanya saja..." ucapan Elden terjeda saat pundak Elden di tepuk oleh ayah mertuanya.


"Dia kakak ipar mu nak " ucap ayah Sherena tersenyum kepada Elden.


Elden hanya diam menyaksikan pertemuan kakak dan adik itu.sebenarnya iya tidak begitu suka melihat Erix memeluk tubuh istrinya erat. yang boleh menyentuh istrinya hanya dia saja.


" Saya pernah melihat ayah dengan tuan Erix beberapa bulan yang lalu " . ucap Elden memberitahu apa yang ia lihat tiga bulan yang lalu.


"Benarkah adik ipar ?" ujar Erix melepas pelukannya.kemudian kembali duduk di kursinya.


Setelah perbincangan hangat itu selesai, mereka keluar dari restoran itu untuk menuju parkiran.


"Apa ayah tidak ingin menginap dirumah kami?" tanya Elden kepada ayah mertuanya saat sang ayah sudah membuka pintu mobil milik Erix.


"Ah iya ,ma'afkan ayah nak.ayah dirumah Erix saja.nanti ayah akan kerumah kalian untuk bermain dengan cucu ayah ".ucap ayah Sherena kemudian masuk kedalam mobil Erix.


Begitupun dengan Elden dan Sherena ,mereka masuk kedalam mobil meninggalkan parkiran restoran xxx.


"Kamu bahagia ?" tanya Elden kepada Sherena.


"Tentu , akhirnya aku punya seorang kakak laki-laki .jadi tidak ada yang bisa menyakiti ku lagi . apalagi mengkhianatiku .karena kakak ku tidak akan membiarkan itu terjadi " ucap Sherena yang membuat Elden merasa tersindir dengan ucapan sang istri.


Elden memilih untuk diam dari pada terus berbicara dengan istrinya.karena ucapan Sherena mengingatkan ia akan kesalahan yang pernah ia lakukan sebelumnya.


"Kamu mau mandi dulu ? " tanya Sherena sembari melepas resleting dress-nya saat mereka sudah sampai di kamar utama.

__ADS_1


"Apa kamu menggodaku sayang ?" tanya Elden saat melihat punggung putih mulus istrinya yang terpampang jelas di depan matanya.seketika naluri laki-lakinya keluar .


"Oh My God ...bukan begitu sayang , aku hanya mmmmm..." belum selesai Sherena melanjutkan ucapannya,Elden sudah melahap bibirnya dengan rakus.


"Kamu mau membunuhku ?". tanya Sherena saat Elden melepas ciumannya.


"Aku hanya ingin memakan mu, aku tidak tahan lagi sayang " . ucap Elden yang tengah berkabut gairah karena dress yang tadi dipakai Sherena sudah tergeletak dilantai menyisakan penutup bukit kembar dan penutup gua lembab milik sang istri.


"Aku mau mandi dulu sayang ". Sherena mendorong pelan tubuh Elden.


Namun Elden mengangkat tubuh Sherena dan meletakkannya ke atas kasur.tanpa mempedulikan Sherena yang berusaha untuk bangun.ia terus mengukung tubuh Sherena dengan kedua tangannya.


Tak mau berlama-lama,Elden melepas penutup yang menghalangi bukit kembar Sherena. benda kenyal yang semakin membuat gairahnya sudah sampai ke ubun-ubun terpampang jelas di depan matanya.


Suara ******* keluar dari mulut Sherena saat Elden bermain - main dikedua benda kenyal milik istrinya .sedangkan tangan kanan nya menyentuh area sensitif Sherena yang sudah mulai basah.


Elden melepas pakaiannya , kemudian membalikkan tubuh Sherena.karena ia ingin bermain ala **** *****.


Sedangkan Sherena ikut mengikuti permainan Elden karena ia pun menikmati setiap sentuhan yang diberikan suaminya.


Entah apa yang dilakukan Elden , seharusnya ia sudah mendapat pelepasan namun saat ini ia masih terus bergerak maju mundur.padahal Sherena sudah mendapat pelepasannya.


Tidak puas dengan gaya **** ***** ,Elden membawa tubuh Sherena ke pelukannya .kemudian ia mengangkat tubuh Sherena yang sedang berhadapan dengan tubuhnya.


"Astaga , gaya apa lagi ini ".gumam Sherena namun tetap menikmati milik Elden yang bergerak maju undur di area sensitif nya.


"Sayang aku mau keluar lagi " . ucap Sherena dengan suara berat.namun Elden tersenyum dengan tatapan penuh gairah kepadanya tanpa ikut membalas bahwa ia juga akan keluar bersamaan dengan Sherena.


Aargggghhhhh


Teriakan kenikmatan dari mulut Sherena saat ia sudah mendapat pelepasan untuk kedua kalinya. sedangkan Elden masih bergerak dengan posisi yang sudah berubah.saat ini Sherena berbaring miring dan Elden ikut berbaring di belakang Sherena sambil terus bergerak maju mundur.sampai pada akhirnya Elden mengerang karena merasakan sesuatu akan keluar dari miliknya.


Nafas Elden terengah setelah melakukan olahraga malam.tubuhnya ambruk di samping tubuh Sherena.keringat masih saja bercucuran padahal pendingin udara masih menyala dan berfungsi dengan baik.

__ADS_1


__ADS_2