
Sementara itu didalam mobil sedan hitam mewah, Elden dan Sherena sedang terlibat pembicaraan serius.
" Untung Ayahku tidak kenapa-napa". ucap Sherena menoleh kesamping kemudi.karena laki- laki penguasa yang berada disebelahnya sudah berani mengatakan Maslah rumah tanggana kepada ayahnya . Sherena ingin ayahnya tahu dari mulutnya.
"buktinya ayahmu tidak kenapa -napa bukan?"
jawab Elden santai sambil terus melajukan kemudi dengan kecepatan sedang.
Sherena membenarkan pernyataan elden.memang benar ,sampai saat ini ayahnya tidak kenapa-napa.malahan ayahnya mendukung hubungan nya dengan laki-laki pebinor yang tidak tahu malu itu.
*
"Mau mampir kekamar ku?" ajak Elden sengaja menggoda wanita yang saat ini sudah berada di depan pintu apartemennya.
"Kau sudah gila " Sherena meneruskan langkah ke apartemen sebelah meninggalkan si pebinor dengan tawa jahilnya.
Sherena merebahkan tubuhnya ke ranjang .tubuhnya benar-benar lelah.namun kemudian dia berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri..
setelah mengenakan pakaian,seperti biasa Sherena menuju dapur untuk memasak makan malam.
" Hai Sher" Sapa Meta yang nampak baru pulang.
Sherena menoleh sebentar ,kemudian melanjutkan kegiatan memasaknya kembali .
"Sudah pulang met?" tanya Sherena balik.
" iya nih ,aku harus beres-beres.besok pagi aku pergi keluar kota " terang meta sembari mengambil air minum.
"berapa hari?" tanya Sherena ingin tahu.kemudian mematikan kompor karena nasi goreng untuk makan malam sudah matang.
"belum tahu sih,aku maunya ga lama .takut khilaf barengan terus sama tuan billy " Meta cengingisan sendiri dengan perkataannya.
Saat kedua gadis itu memulai makan malam,terdengar suara pintu diketuk dari luar.
"siapa sih? ganggu orang lagi makan aja " Meta masih terus menyendokkan nasi goreng ke dalam mulutnya.
"biar aku yang buka ". Sherena beranjak duduknya.
"Tuan Billy " sapa Sherena saat pintu sudah terbuka.
"Ada apa tuan?" tanya Sherena heran.karena tidak biasanya pria itu datang malam-malam ke apartemen.
"Saya ingin berbicara dengan Meta nona,apa Meta ada?"ujar Billy sembari mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan.
Meta yang menyusul Sherena keheranan dengan kedatangan Billy ke apartemennya.
"Tuan ..." sahut Meta mengerutkan keningnya dan saat itu pula Billy menoleh ke arah gadis yang sedang mengenakan piyama dengan rambut yang di roll.
__ADS_1
Meta yang menyadari Billy sedang memperhatikan penampilannya merasa canggung.
"kita berangkat sekarang " ujar Billy sambil menatap jam di pergelangan tangannya.
"sekarang ?kenapa mendadak tuan?" tanya Meta heran dengan keputusan yang mendadak.
"semakin cepat semakin baik " sahut Billy datar.
"Ok Tuan Billy terhormat ,aku mengganti pakaian dulu " Balas Meta merungut sambil berjalan menuju kamarnya .
*
Lima belas kepergian Meta dan Billy, terdengar lagi suara pintu diketuk.
Sherena berjalan dengan malas,karena jam sudah menunjukkan pukul 21.00.tapi dia terpaksa membukakan pintu karena berpikir Meta yang datang untuk mengambil sesuatu yang tertinggal.
namun dugaannya salah.bukan Meta yang datang.melainkan Si PEBINOR mesum .
" Sudah malam begini ada apa ?" Tanya Sherena menggerutu melihat pria yang di hadapannya tersenyum seolah tidak bersalah berkunjung ke apartemen orang malam-malam.
Orang yang ditanya tidak menjawab ,Elden justru masuk tanpa disuruh.kemudian duduk di sofa yang tidak terlalu besar itu .
" Eh...Eh...kenapa main masuk-masuk aja sih ?" tanya Sherena panik dengan kelakuan Elden .
"aku ga bisa tidur" jawab Elden singkat tapi sorot matanya ingin menerkam perempuan didepannya.
"aku mau tidur " .ujar Sherena berjalan meninggalkan Elden sendirian di sofa .namun tangan Sherena di tarik Elden sehingga tubuh sherena ambruk kedalam pangkuan Elden.
Elden tidak menyia-nyiakan kesempatan.Bibir ranum Sherena sudah menjadi candu baginya.dengan lembut Elden menyesap bibir perempuan yang dicintainya itu.saat melihat Sherena sudah mulai susah bernafas Elden menghentikan ciumannya.
"Kamu harus banyak-banyak berlatih " ujar Elden memeluk erat gadis itu.
Sherena hanya diam.detak jantungnya semakin tidak beraturan.
Sherena mengalungkan tangannya di leher Elden.kemudian memberanikan diri menatap mata indah di hadapannya.
"Benarkah kau mencintaiku?" tanya Sherena dengan malu-malu.
" Sangat....aku sangat mencintaimu.aku ingin menikahimu sekarang juga " .jawab Elden kemudian merebahkan tubuh sherena si atas sofa.
sherena yang diperlakukan seperti itu bergidik ngeri.dan Elden menyadari ketakutan Sherena .
" Aku tidak akan melakukan lebih dari ini " sahut elden menyentuh bibir Sherena dengan ibu jarinya.
"tapi aku tidak membiarkan kau tidur seharian jika kau sudah berstatus istri sah Elden Sanjaya ".sambung Elden .kemudian menyatukan kembali bibirnya.namun Sherena mendorong tubuh Elden .
"kenapa ?" tanya Elden heran.dia merasa Sherena sudah terbiasa dengan ciuman yang dia berikan.bahkan Sherena membalas ciumannya.
__ADS_1
" ada yang tegang tapi bukan kabel listrik " ujar Sherena malu.
Elden yang mengerti maksud Sherena segera bangun dari duduknya.kemudian melirik sherena dengan tatapan menggoda .
"Kamu tidak menginginkannya ?" tanya Elden sengaja menyelidik.
Sherena berdiri dan membukakan pintu apartemen .
"silahkan keluar tuan" ujar Sherena mengayunkan satu tangannya keluar .
Elden berjalan menuju pintu keluar.dia tidak mau membuat gadis itu marah kepadanya.saat tubuh Elden sudah berada diluar , sherena menutup pintu dengan sedikit kasar .
"Dasar mesum " gerutu Sherena.
*
*
Billy dan meta masih dalam perjalanan menuju kota B. sesekali Meta menguap karena mengantuk.
"kalau ngantuk tidur saja " .ucap Billy yang menoleh sekilas perempuan di sampingnya.
" tapi tuan harus janji. saat saya tidur,tuan jangan mengambil kesempatan " ancam meta .
Billy hanya mengehela nafasnya .
"saya tidak berselera dengan tubuh kurusmu". ujar Billy datar.
Meta melototkan matanya.kemudian memukul-mukul lengan pria di sampingnya.
" saya tidak kurus tuan ,tubuh saya ini idaman para wanita gemuk" .jawab meta yang geram dengan ucapan Billy.
Billy hanya melirik sekilas .tidak berniat untuk membalas amukan Meta.
*
Mobil yang di tumpangi Meta dan Billy sampai disebuah Hotel .keduanya berjalan kekamar masing-masing .karena sebelumnya Billy sudah booking kamar untuk 2 orang .tentunya dengan kamar terpisah.
"Istirahatlah ,besok kita akan disibukan dengan pekerjaan " ujar Billy kepada Meta yang masih memasang wajah jengkel.
Meta tidak menjawab ,gadis itu terus berjalan dan membuka pintu kamarnya .kamar meta dan kamar Billy bersebelahan.saat meta ingin menutup pintu ,Billy menahan daun pintu dengan cepat.
Cup...
satu kecupan mendarat dibibir Meta .membuat gadis itu terpaku ditempatnya.
"tidur sana " .ucap Billy menyadarkan meta yang diam terpaku .kemudian dia berjalan menuju kamar sebelah.
__ADS_1
Meta menyapu bibirnya dengan jari kanan.dia masih shock dengan kecupan mendadak dari Billy .tapi dia merasa senang.baru kali ini dia dicium oleh laki-laki.lebih tepatnya bukan ciuman, tapi kecupan.