Aku Si PEBINOR

Aku Si PEBINOR
EPISODE 22


__ADS_3

tok...tok...tok...


" Sial " umpat Radit kemudian berjalan untuk membukakan pintu.


" Ma'af tuan, makan malam nanti diantar kekamar atau bagaimana?" Mba Ella asisten rumah tangga Radit bertanya saat pintu kamar sudah terbuka .


"Antar kekamar saja" Radit menutup pintu begitu saja .kemudian kembali ke tempat tidur.Radit mengedarkan pandangannya karena tidak mendapati Sherena diruangan itu .saat melangkahkan kaki di depan kamar mandi,terdengar suara gemircik air.Radit berusaha untuk masuk,sepertinya Sherena menguncinya dari dalam.


" Buka pintunya " pekik Radit menggedor-gedor pintu kamar mandi .namun belum ada tanda -tanda seseorang berjalan untuk membukakan pintu.


Sherena ketakutan mendengar pintu terus digedor keras dari luar.ia takut Radit melakukan sesuatu terhadapnya.ia berusaha untuk tetap tenang.perlahan Sherena memutar anak kunci,sehingga pintupun terbuka menampakkan sosok tinggi dengan seringai dibibirnya.


"Aku datang bulan" ucap Sherena berbohong lalu pergi meninggalkan Radit dan menuju sofa untuk membaringkan tubuhnya.


" kamu bohong kan?" Radit tidak percaya dengan apa yang Sherena katakan.bisa saja Sherena sengaja mengatakan dia sedang datang bulan untuk menghindari permintaannya.


"ga percaya ? nih lihat " saat Sherena ingin melepas kancing roknya,Radit menepis tangannya kasar.


" Tidak perlu" sahut Radit ketus kemudian kembali ke tempat tidur merebahkan tubuhnya.


"kena kau " bathin Sherena.kemudian tangan kanannya mengusap dadanya pelan.pertanda dia lepas dari amukan singa yang sedang dilanda hasrat.


Sepertinya Radit sudah tertidur ,terlihat dari bahunya yang naik turun beraturan.


Sherena tidak mau menyia-nyiakan kesempatan,dia berjalan keluar dari kamar menyelamatkan dirinya.saat sherena sudah sampai ditangga paling bawah,dia melihat mertuanya masih duduk diruang keluarga.


" Pa,kenapa tidak istirahat ?" tanya Sherena sembari berjalan mendekati papa Radit.kemudian duduk di dihadapan mertuanya.


" kamu mau kemana " papa Radit balik bertanya karena melihat Sherena membawa tas selempangnya.


" Aku....aku ingin pulang ke apartemen pa " jawab Sherena gugup ,karena merasa tidak enak dengan mertuanya.


" Papa mengerti apa yang kamu rasakan.tapi apakah kamu tidak bisa memulainya dari awal untuk terus bersama Radit ?" sambung papa Radit. berharap Sherena menyetujui permintaannya.


" Ma'af pa,mas Radit sudah memiliki tambatan hatinya.aku tidak mungkin bisa masuk kehati mas Radit" ucap Sherena meyakinkan mertuanya agar tidak terus-terusan menyuruhnya bertahan bersama Radit.


Sherena tidak ingin berlama-lama berada disituasi seperti sekarang.dia ingin menjemput kebahagiaan dengan orang yang telah masuk keruang khusus hatinya.


" Papa tidak bisa lagi memaksa kamu nak ,semua salah Radit.sudah menyia-nyiakan istri sebaik dan sesabar kamu" ucap papa Radit sendu membayangkan harus berpisah dengan menantu kesayangannya.


" aku masih anak papa,bukankah ayah dan papa sesudah berteman sejak lama?jadi aku akan tetap jadi ank papa" Sherena meraih tangan yang mulai keriput itu.lalu mencium punggung tangan mertuanya.


" aku pamit ya pa" Sherena menatap mertuanya dengan perasaan sedih.seandainya dulu Radit bersabar untuk menumbuhkan cinta di hati masing-masing,mungkin saat ini Sherena bertahan menjadi istri Radit.tapi nasi sudah jadi bubur.


Sherena berjalan melangkahkan kaki keluar,lalu masuk kedalam taxi online yang sudah dia pesan.dalam perjalan ,wajah Elden selalu terbayang- bayang .sudah dari kemaren dia tidak bertemu dengan pria tampan dan mesum itu.


" kemana sih dia? " gumam Sherena mengambil ponsel dari dalam tasnya .kemudian menekan nomor kontak Elden. lagi-lagi tidak tersambung.sherena menyuruh supir taxi untuk sedikit mempercepat laju mobil.karena dia sudah tidak sabar untuk sampai di apartemen.


Sherena berlari kecil saat sudah sampai di gedung apartemen.langkah kakinya terhenti saat berada tepat di depan pintu apartemen Elden.


sejenak dia mengatur nafasnya yang sedikit ngos-ngosan.


tok...tok..tok...


Sherena mengetuk pintu apartemen Elden .1 menit, 2 menit 3 menit ,sampai 15 menit ia menunggu pintu dibuka dari dalam .namun tidak ada tanda-tanda orang akan membuka pintu apartemen tersebut.


Sherena Kembali berlari keluar dari gedung apartemen .kali dia mencoba untuk pergi menemui Elden ke kantornya.

__ADS_1


*


Sherena mengangkat kepalanya melihat gedung tinggi dan megah dihadapannya.kemudian mengambil ponselnya berniat untuk mengubungi Meta .


📞" Halo met,kamu dimana? "tanya Sherena ingin tahu.karena saat ini butuh bantuan sahabatnya itu.


📞 " aku masih di kota B ,nanti sore aku pulang " jawab Meta terdengar seperti sedang mengerjakan sesuatu .


📞 " aku di kantor kamu nih,aku mencari siapa dulu untuk bisa bertemu dengan Elden ?" ucap Sherena segera ingin mendapatkan informasi.


📞" kamu temui Gery dulu.kamu tanya sama siapa saja yang ada di kantor itu .mereka pasti tahu " sahut Meta tergesa -gesa.


" oke ,makasih met " balas sherena sembari menutup sambungan telponnya.kemudian dia berjalan mencari seseorang yang bernama Gery sesuai perintah Meta.


" Ma'af mba ,saya mau ketemu Pak Gery .bisa tunjukkan saya yang mana orangnya?" tanya Sherena setelah sampai di dalam gedung.


" Pak Gery ada di lantai 8 ,silahkan temui beliau " sahut seseorang yang ditemui Sherena.


Sherena berjalan setelah mengucapkan terimakasih kepada orang yang telah memberikan informasi kepadanya.


tok..tok....tok....


" masuk " terdengar suara dari dalam ruangan .


Sherena membuka pintu perlahan.kemudian kembali menutup pintu saat tubuhnya sudah masuk kedalam ruangan tersebut.


" Ma'af Pak Gery,saya ingin bertemu dengan tuan Elden.apakah bapak bisa menunjukkan dimana ruangan tuan Elden ?" tanya Sherena sopan.


" Anda siapa? apakah sudah ada janji ?" tanya laki-laki gemuk Yang sedang berada di hadapannya Sherena.


"Mari ikut saya " Gery berjalan membuka pintu ruangannya, kemudian berjalan keruangan Presdir beriringan dengan Sherena .


saat mereka sudah sampai didepan pintu yang bertuliskan PRESDIR ROOM ,Gery mengetuk pintu dan masuk ke dalam setelah mendapat izin masuk dari seseorang didalam ruangan tersebut.


" Ma'af Tuan,ada yang ingin mencari anda diluar " ucap Gery kepada Presdir yang tengah duduk di kursi kebesarannya.


" Siapa ?" jawab Elden sambil terus membubuhi tanda tangan di atas berkas- berkas yang menumpuk dimejanya.


" Sherena " jawab Gery singkat .


Elden menghentikan gerakan tangannya.kemudian nampak seperti sedang berpikir.


" suruh masuk " perintah Elden .lalu beranjak duduk menuju sofa yang ada dalam ruangannya itu.


tok...tok...tok...


"masuk " Sherena membuka pintu perlahan.kemudian masuk kedalam ruangan besar tersebut.matanya langsung menatap sosok laki-laki tampan yang dirindukan sejak kemarin.


Sherena hanya diam,lalu menelan salivanya .sementara Elden terus memperhatikan dan belum bersuara .


"Hai ..." sapa Sherena canggung saat berhadapan dengan laki-laki dengan sejuta pesona itu.


Elden menepuk sofa yang ia duduki .menyuruh Sherena untuk duduk disebelahnya.


Sherena melangkah pelan, kemudian mendudukkan bokongnya di sofa yang diduduki Elden.


bertemu Elden kali ini membuat jantungnya berdegup kencang .padahal biasanya tidak seperti ini.

__ADS_1


" Ada perlu apa kesini?" tanya Elden datar .tidak biasanya laki-laki itu berbicara seperti itu kepada sherena.


Sherena kembali menelan salivanya .dia merasa canggung berhadapan dengan Elden.


"Sepertinya kamu sibuk ,Ma'af mengganggu "ucap Sherena .kemudian berdiri hendak meninggalkan ruangan itu .entah kapan Elden menarik tangannya ,Sherena tidak menyadari.mungkin karena terlalu gugup.


yang dia tahu saat ini ,sherena berada di pangkuan Elden .


Mata mereka bertemu ,tidak ada yang mengeluarkan suara sepatah katapun.tiba-tiba Sherena merasakan bibirnya panas karena Elden menyesap dengan sedikit kasar.sherena berusaha melepas pagutan bibirnya.namun tangan Elden terus menangkup tengkuknya


sherena menarik nafas dalam,saat pagutan bibirnya sudah di lepas.


"Dasar Mesum " umpat Sherena memukul lengan Elden.


Elden tersenyum melihat wanita dipangkuannya merasa kesal karena ulahnya.


"kamu juga menikmatinya " ucap Elden tak mau kalah .


"kamu ada apa sampai mencariku kesini ?" tanya Elden ingin tahu dengan tujuan pokok Sherena menemuinya.


"aku ....aku ...tidak melihatmu sejak kemarin.kamu kemana saja ?" tanya Sherena menunggu jawaban Elden .


Elden menarik pinggang gadis itu.kemudian kembali mendekatkan wajahnya .


" kamu kangen ya ?" bisik Elden ditelinga sherena.


.seketika wajah sherena sudah seperti kepiting rebus.Elden tidak bisa menahan tawanya.suara tawa menggelegar dalam ruangan itu.


" Aku hanya penasaran kamu kemana saja " jawab Sherena .tentunya berbohong.karena sebenarnya dia benar-benar kangen dengan laki- laki mesum itu.


Elden menautkan alisnya."aku tidak percaya " timpa Elden karena tidak puas dengan jawaban yang seharusnya membuat hatinya senang.


" Ya sudah kalau tidak percaya " Sherena hendak berdiri namun tangan Elden menahan pinggangnya.sehingga Sherena masih berada diatas pangkuan Elden .


" Aku akan menidurimu kalau kau masih berbohong " . Ancam Elden yang sontak membuat mata Sherena melotot.Elden tidak mungkin melakukan itu .dia hanya sekedar mengancam perempuan yang suka berbohong dengan perasaannya itu .


" sebenarnya aku....." Sherena menghentikan ucapannya.kemudian menatap bola mata berwarna abu-abu itu .


." apa ? tanya Elden ingn tahu .


" sebenarnya aku kangen " ucap Sherena ,kemudian menundukkan kepalanya karena malu .


"itu artinya kamu sudah mencintaiku ?" tanya Elden dengan mata berbinar .


" aku tidak tahu. aku hanya kangen ,dan aku tidak bisa sehari saja tidak melihat mu" sahut Sherena malu-malu.


" itu yang namanya cinta " sambung Elden memeluk gadis itu dengan erat.saking girangnya,Elden tidak menyadari seseorang sudah berada di sudut pintu .


"Ma'af tuan ,saya tidak melihatnya " ucap Gery kembali menutup pintu dengan cepat.


Elden tidak menanggapi.dia hanya fokus dengan wanita di pangkuannya. yang sudah berstatus kekasihnya.


*


*


Mohon dukungannya teman-teman .jangan lupa tinggalkan jejak sebagai penyemangat saya untuk menulis 🙏🤗😘

__ADS_1


__ADS_2