
Sherena memeluknya ayahnya .terharu dengan kasih sayang yang ia dapatkan dari sang ayah.meskipun ia dibesarkan tanpa seorang ibu.namun dari ayahnya saja ia sudah merasa lengkap.ayah yang bisa menjadi ayah sekaligus ibu baginya.
"Kapan rencana kalian akan menikah ?"tanya ayah sherena menoleh ke Elden dan putrinya.
Sherena tidak menjawab .ia belum merencanakan waktu yang tepat untuk menikah dengan Elden .semua keputusan ia serahkan kepada pria yang sudah menjadi tambatan hatinya.
"Satu Minggu lagi pak" ucap Elden semangat .ia tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya.
Sherena dan ayahnya terkejut .keduanya saling pandang .sedangkan Sherena hanya mengangkat bahunya pelan sebagai jawaban dari tatapan mata ayahnya.
"Satu Minggu lagi?Apa tidak terlalu cepat nak?" tanya ayah sherena menautkan alisnya .
"Jika bapak tidak keberatan ,satu Minggu lagi saya akan menikahi putri bapak .bapak tidak sudah khawatir. semua sudah saya siapkan" ujar Elden yang mengerti maksud dari keraguan calon mertuanya itu .
"Saya tidak keberatan " ucap ayah Sherena tersenyum .
Jika ada yang bertanya siapakah orang yang paling bahagia saat ini ,jawabnya adalah Elden .sekarang hatinya sudah benar-benar tidak bisa kondisikan lagi.saat ini ia berasa sedang berada ditaman bunga bersama sang kekasih.
Ehemmmm
Suara deheman Sherena membuyarkan lamunan Elden.membuat pria itu sedikit grogi .
"Kamu lagi melamunkan apa ?" tanya Sherena dengan sorot mata tajam .ia mengira Elden sedang memikirkan malam pertama mereka .
" Jangan menuduh " ujar Elden yang membuat calon ayah mertunya berdiri meninggalkan mereka berdua .
"Ayah kamu pengertian " bisik Elden dengan mata menggoda.
"Dasar mesum " ledek Sherena memanyunkan bibirnya.
*
__ADS_1
*
Mobil sedan yang dikendarai Elden sedang membelah jalan raya .setelah niat baiknya bertemu dengan calon ayah mertua nya tersepakati dengan baik .
mereka berdua berbincang hangat,sesekali pembicaraan mereka mengarah ke area dewasa .bukan Elden namanya jika tidak memulai lebih awal pembicaraan dewasa tersebut.
"Kamu benar-benar kebelet kawin ya ?" ujar Sherena memutar mata malas saat Elden memonyongkan bibirnya seperti ingin mencium.
"Itu salah satunya .yang pertama karena aku tidak ingin kehilangan kamu " ucap Elden jujur sembari mencolek bibir Sherena dengan jari telunjuknya.
"Aku tidak yakin aku bisa berdiri tegak jika sudah menikah denganmu" ledek Sherena melempar pandangannya keluar jendela .
Yang dituduh malah tertawa terpingkal,karena apa yang dikatakan Sherena itu mungkin akan terjadi dan ia tidak memungkirinya.
"Aku hanya akan membuatmu tidak bisa tidur "Elden mengedipkan sebelah matanya ,kemudian kembali fokus menatap jalan raya.
Sherena bergedik ngeri membayangkan malam pertamanya nanti .namun berusaha untuk tidak berpikir sejauh itu dulu karena hubungan mereka masih sebatas sepasang kekasih.
*
"Aku masuk ya" ucap Sherena saat sudah berada di depan pintu apartemen .
Elden mendekatkan wajahnya,kemudian mencium bibir pink yang sudah menjadi candu baginya .ia menangkup kedua pipi Sherena agar gadis itu tidak mengelak .
"Terimakasih sudah mencintaiku" ucap Elden saat ciuman mereka sudah lepas .Elden mengusap bibir Sherena yang basah dengan jarinya.ia masih memandangi wajah cantik natural dihadapannya itu,seakan ia tidak pernah bosan .jika saja saat itu statusnya sudah menjadi suami bagi gadis itu, mungkin ia akan menggendong Sherena dan mengukung tubuh kecil itu dengan tubuhnya.
"Kamu memikirkan apa ?" tanya sherena curiga .
Elden hanya tersenyum,ia merasa malu karena sepertinya Sherena tahu apa yang sedang ia pikirkan .
" Aku pulang dulu " jawab Elden sengaja mengalihkan pembicaraan.kemudian kembali mendekatkan wajahnya . saat bibirnya ingin menyentuh bibir Sherena ,dengan cepat tangan wanitanya menahan kepala Elden .sehingga Elden tidak bisa merasakan kembali bibir ranum itu .
__ADS_1
"Fine " ucap Elden mangangkat kedua tangannya.kemudian berjalan berbalik meninggalkan Sherena yang masih berdiri didepan pintu.
Saat punggung Elden menghilang dibalik lift ,Sherena masuk kedalam dan mengunci pintu apartemen tersebut .ia Segera membersihkan dirinya di bathroom.merendam tubuhnya dalam genangan air yang ada dalam bathup .setelah dua puluh menit ,ia menyudahi mandinya dan mengenakan pakaian .kemudian keluar dari kamar menuju dapur untuk memasak makan malam .
...tok...tok...tok......
mendengar pintu diketuk ,Sherena berjalan untuk membuka pintu .
"Masak apa sher?" tanya Meta berjalan masuk dan menoleh kedapur. ia tahu Sherena sedang masak karena ia bisa mencium wangi dari masakan tersebut .
"Capcay kuah dengan ayam goreng tepung " jawab Sherena tersenyum ,kemudian kembali kedapur melanjutkan acara masak memasaknya.
Meta membersihkan dirinya dan Segera mengganti pakaian dengan piyama .
Saat ini Meta dan Sherena tengah menikmati makan malam yang sudah tersaji di atas meja.ia mengakui makanan yang dibuat temannya itu memang sangat enak.
" Jadi bagaimana dengan rencana pernikahan kalian?" tanya Meta sembari menyantap makanannya.
" Ayah sudah setuju ,dan seminggu lagi aku dan Elden akan menikah " jawab sherena menjelaskan.
"Seminggu lagi?berarti tuan Elden benar-benar menepati janjinya untuk membuat acara pernikahan kita bersamaan " ujar Meta senang.satu Minggu lagi ia dan Sherena akan segera menikah dengan laki-laki yang meraka cintai .
"Pastinya.apakah tuan Billy sudah menemui Tante mu ?" tanya Sherena .
"Sudah kemarin .Tante Ira sangat senang mendengar berita ini" ujar Meta dengan mata berbinar .
Keduanya tertawa bahagia .tidak ada yang lebih bahagia bagi seorang wanita yaitu saat ia di peristri oleh orang yang mereka cintai.
Setelah menyudahi makan malamnya ,kedua gadis itu beranjak dari meja makan.Meta masuk kekamar karena mendengar panggilan telpon dari billy.sedangkan Sherena tengah melakukan Video call dengan Elden disofa.seperti halnya manusia sedang dimabuk cinta . mereka tersenyum , kadang tertawa dan kadang bermanja .sehingga mereka tidak lagi mengenal waktu .jam sudah menunjukkan pukul 22.00 ,namun sambungan telpon dan video Call masih menyala .
*
__ADS_1
Sherena menyalakan lampu tidur ,kemudian merebahkan diri diatas ranjang .namun ia melihat Meta yang sudah terlelap dengan ponsel yang masih berada ditangannya.ia bangun dari tidur untuk meletakkan ponsel Meta ke atas nakas sebelah kanan .kemudian kembali merebahkan diri untuk mengistirahatkan tubuhnya yang lelah karena perjalanan yang ia tempuh saat bersama Elden tadi.meskipun hanya dua jam perjalanan,namun membuat tubuh sherena letih . saat ia akan memejamkan mata ,suara notifikasi ponselnya berbunyi ,namun enggan ia buka .tak lama ,mata Sherena sudah terpejam sempurna dengan nafas beraturan .pertanda ia sudah sampai ke alam mimpi.