Aku Si PEBINOR

Aku Si PEBINOR
EPISODE 54


__ADS_3

Pukul 01.00 dini hari Elden terbangun dari tidurnya ,ia melihat kesamping namun ia tidak melihat Sherena tidur disebelahnya . sorot matanya melirik kearah sofa,wanita yang ia cari ternyata tertidur disana.ia berjalan menghampiri Sherena yang tidur meringkuk seperti orang kedinginan.


"Sayang , bangun " Elden mengusap lembut bahu sang istri.sudah berapa kali Elden berusaha membangunkan Sherena ,namun wanitanya itu tidak kunjung bangun.ketika Elden mengelus pipi mulus Sherena ,tiba-tiba ia kaget .pipi mulus istrinya terasa panas .


" Sayang , kamu demam?" sontak Elden terkejut .


buru-buru ia mengambil ponselnya untuk mengubungi dokter pribadinya.namun saat ia berada di depan nakas tempat ia menaruh ponselnya tadi ,ia tidak melihat keberadaan ponselnya tersebut.ia berusaha mencari di bawah bantal dan tempat sekitar .tak juga bertemu.lalu ia kembali ke sofa untuk menggendong Sherena pindah ke tempat tidur . pada saat ia mengangkat tubuh Sherena ,ia melihat ponselnya berada di sofa tersebut.


"Kenapa ponselku bisa ada disini ?" Tanya Elden dalam hati saat Sherena sudah dibaringkan diatas tempat tidur.


Tanpa berpikir panjang , Elden segera menghubungi dokter pribadinya.


Selang lima belas menit ,Andre yang merupakan dokter pribadi Elden telah sampai dikamar utama .


"Siapa yang sakit ? " tanya Andre sembari mengeluarkan peralatan medisnya dari dalam tas yang ia bawa.


"Istriku " ujar Elden singkat . " cepat periksa " sambung Elden tidak sabar .


Segera Andre mengeluarkan peralatan medisnya dari dalam tas yang selalu ia bawa saat bertugas.


" Bagaimana ?" tanya Elden .


" Apanya ? saya bahkan belum memeriksa istri anda tuan .saya baru akan memeriksa ". jawab Andre sudah mulai agak kesal .ya ,meskipun Andre dokter pribadi Elden ,namun Andre sudah menganggap Elden sebagai saudara sendiri.karena dulu waktu Elden diasuh oleh neneknya,Elden sering diajak bertamu kerumah orang tua Andre.


"Kalau begitu cepat periksa " ujar Elden tidak mau kalah sangar.


Karena tidak mau adu argumen lagi ,Andre Segera memeriksa Sherena.sesekali ia melirik Elden yang berdiri di depan ranjang.kemudian kembali memeriksa Sherena yang masih tertidur.


" Hatinya hancur " ucap Andre singkat.kemudian memasukkan stetoskop yang tadi ia gunakan untuk memeriksa sherena kedalam tasnya.


"Hancur bagaimana? " tanya Elden bingung.


Sedangkan Andre menghembuskan nafas kasar.kemudian ia berdiri tepat disamping Elden yang masih menatapnya dengan tatapan tidak bersahabat.


" Istri anda seperti sedang banyak pikiran.apa ada sesuatu diantara kalian ?" tanya Andre memastikan dugaannya.


Elden menggeleng.ia pastikan hubungannya dengan Sherena sudah membaik . tapi kenapa Andre bisa mengatakan bahwa Sherena banyak pikiran .tiba-tiba ia teringat ponselnya yang tadi ia lihat di atas sofa pada saat ia menggendong Sherena dari sofa ke tempat tidur.


Ia mengambil ponsel tersebut yang sudah ia taruh di nakas setelah menghubungi Andre tadi.dengan teliti ia memeriksa semua applikasi yang ada dalam ponselnya.namun tidak ia temukan jawaban .

__ADS_1


" Ini resepnya.silahkan di beli di apotek " Andre menyerahkan secarik kertas kecil yang berisikan nama-nama obat.


Elden hanya mengangguk sembari mengambil kertas resep yang diserahkan Andre kepadanya.


"Jangan-jangan....." gumam Elden sembari memperhatikan Sherena yang masih tertidur.


Elden meminta Billy untuk membelikan obat yang disuruh oleh Andre.


"Sayang ..." ucap Elden mengelus rambut panjang Sherena.


Saat tangan Elden menyentuh pipi sang istri ,tiba-tiba Sherena bangun.


Tatapan mata Sherena terlihat tidak seperti biasanya.biasanya ia menatap sang suami dengan penuh cinta.namun saat ini terasa ada yang berbeda.membuat Elden semakin salah tingkah.


"Sa...sayang ,kamu sudah bangun ?" tanya Elden mencairkan suasana.


"Ya " jawaban singkat sherena.


"Kamu demam, aku sudah menyuruh Billy untuk membelikan obat " sambung Elden.


"Terimakasih " ucap Sherena memalingkan wajahnya ke arah balkon kamar.


Melihat perubahan sikap Sherena ,membuat Elden yakin telah terjadi sesuatu atau ada sesuatu yang sherena sembunyikan.namun ia tidak berani untuk bertanya.ia sibuk bertanya-tanya dalam hati ,kecerobohan apa lagi yang telah ia lakukan.


"Masuk "


Terlihat Billy masuk sembari membawa obat yang sudah ia beli di apotek.


" Ini tuan " ucap Billy menyerahkan kantong kecil kepada Elden.


" Terimakasih " jawab Elden singkat.


Billy pun meninggalkan kamar tersebut .karena sudah mencium aroma perselisihan.


"Sayang,minum dulu obatnya " tawar Elden sembari menyerahkan obat dan segelas Air putih kepada Sherena .


Sherena mengambil obat tersebut.ia bangun dari tidurnya dan meminum obat yang diserahkan Elden kepadanya.


" Terimakasih " ucap Sherena datar.

__ADS_1


"Sayang,sebenarnya apa yang telah terjadi ? Andre bilang ,kamu banyak pikiran ".Elden memberanikan diri untuk bertanya.


Mendengar pertanyaan seperti itu , Sherena menghembuskan nafas pelan.kemudian menatap sang suami yang saat itu juga sedang menatapnya.sebenarnya ia malas untuk membahas masalah yang terlanjur membuat hatinya sakit.rasa sakit diselingkuhi suami yang sangat ia cintai dan ia percaya.


Sherena mengira setelah kejadian panggilan sayang melalui telpon itu ,Elden sudah berubah.namun ternyata tidak.


"Sayang ,kamu tidak apa-apa ?" tanya Elden saat melihat Sherena menangis.dengan sigap ia membersihkan air mata yang menetes dipipi sang istri.namun Sherena menepis tangan Elden.


"Tidak perlu " Sherena memandang jijik kepada Elden.di benaknya saat ini adalah bayangan suaminya sedang melakukan hubungan intim dengan perempuan lain.


"Sayang sebenarnya ada apa ?" Elden terpaksa memberanikan diri untuk bertanya karena sudah tidak tahan dengan sikap dingin sherena kepadanya.


" Aku kira aku sudah bahagia ,namun aku salah " ujar Sherena.


"Aku kira aku mendapatkan suami yang setia ,namun aku salah ".sambung Sherena.


deg


Mendengar pernyataan Sherena ,Elden sudah bisa menyimpulkan apa yang membuat sang istri bersikap dingin seperti sekarang ini.


" Ceritakan semuanya " ucap Sherena tegas.


" Yang mana sayang ?" tanya Elden tidak tau harus mulai dari mana.


" H O T E L " jawab sherena mengeja kata hotel.


Elden menelan salivanya saat mendengar kata hotel.ia sudah tau apa yang ada di dalam benak istrinya itu.ingin berbohong ,namun tidak ada alasan .akhir nya ia memutuskan untuk menceritakan semuanya kepada Sherena.


"Setelah pulang dari cafe ,aku ajak dia check in di hotel " ujar Elden menatap mata Sherena.


"memangnya pa yang kalian lakukan ?" tanya Sherena.


Elden diam .ia tidak tau harus menjawab apa.ia berharap Sherena sudah tau apa yang ia lakukan tanpa harus ia berkata apa-apa yang ia lakukan di hotel saat bersama Rhanie.


"Kenapa diam ?"


"Melepas hasrat ?" tanya Sherena lagi ,karena Elden masih belum menjawab pernyataannya.


Seketika Elden mengangguk pelan .namun tatapannya tidak putus kepada Sherena.

__ADS_1


"Apa kamu mencintainya ?" tanya Sherena masih dengan datar .


"Sayang ,Ma'afkan aku " ucap Elden mengambil tangan Sherena dan saat ia ingin merangkul sang istri ,Sherena justru menepisnya.


__ADS_2