
Dengan penuh tanda tanya ,Meta mengetuk pintu ruang Presdir .
tok...tok...tok...
Meta masuk setelah diizinkan oleh penghuni ruang Presdir.ia dipersilahkan duduk.jika ia boleh memilih ,ia tidak ingin berada disituasi seperti ini lagi.dimana ia di intimidasi dengan beberapa pertanyaan yang tidak masuk akal .
"Rilex,tidak usah tegang begitu " ucap Elden yang melihat adanya kekhawatiran di wajah sekretarisnya itu.
Meta menarik nafas kemudian membuangnya pelan .itu ia lakukan untuk menetralisir rasa canggungnya.
"Ada yang bisa saya bantu tuan?" tanya Meta yang sudah mempersiapkan hati dan pikirannya menghadapi larva gunung berapi.
"Mmmm....saya hanya ingin kamu tidak terlalu murah dicium oleh orang ini .tanpa status apa-apa,kamu mau saja dicium.sekarang kamu harus lebih berhati-hati,karena orang ini sudah punya kekasih.tadi saya makan siang,kami bertemu dengan wanita yang menjadi kekasihnya itu" ucap Elden sambil melirik Billy yang melongo mendengar perkataannya.
"Mampus kau " bathin Elden yang senang melihat ekspresi asistennya itu .ia sudah berhasil mengerjai laki-laki yang saat ini menatapnya dengan mulut menganga.
Meta terkejut mendengar pernyataan Elden,ia menggeleng tak percaya dengan sifat Billy terhadapnya.setelah kejadian Billy menciumnya waktu itu,ia mengira Billy tertarik padanya .tapi sekarang ia mengetahui bahwa Billy sudah mempunyai kekasih .Meta berdiri dari duduknya ,kemudian berjalan mendekati pria yang saat ini juga tengah menatapnya.
Plak
Billy mengusap pipinya yang terkena bogem lima jari ala Meta .kemudian ia melirik bosnya yang tengah tertawa dan menutup mulutnya dengan tangannya.
"Jangan pernah meminta saya untuk menjadi kekasih anda lagi ,meskipun jadi kekasih pura-pura sekalipun" Ancam Meta menunjuk wajah Billy yang masih terus menatap gadis itu.
Meta pergi meninggalkan ruangan yang mencekam itu dengan sedikit berlari.kemudian membanting pintu dengan keras.
Brak
Elden terlonjak kaget dengan keberanian Meta.namun saat ini hatinya sangat puas telah berhasil mengerjai sang asisten .kemudian ia melepaskan tawanya yang tadi ia tahan-tahan .dan saat ini ruangan itu dipenuhi suara tawa Elden.
"Kenapa anda Melakukannya tuan?" protes Billy yang tidak menduga masalah sepele tadi bisa jadi seserius ini.
"Kenapa?tidak suka ?" tanya Elden menatap intens wajah Billy yang masih ada tanda lima jari berwarna merah hasil seni Meta untuk sang asisten.
" Salah saya apa tuan?" tanya Billy yang tidak habis dengan jalan pikiran bosnya .
"Masih tidak ingat salah kamu apa?apa perlu saya jabarkan ?" ujar Elden melipat kedua tangannya di dada.
__ADS_1
"Oke fine,akan aku jelaskan .kesalahan kamu yang pertama adalah tidak berani mengutarakan perasaan kamu yang sebenarnya kepada Meta .kesalahan kedua adalah kamu hanya diam saat aku dan Radit adu mulut" ujar Elden panjang lebar .
"Tapi tuan ....." belum sempat Billy melanjutkan ucapannya ,jari telunjuk Elden sudah terangkat keudara.
drt...drt...
Elden merogoh saku jasnya saat mendengar nada dering yang berbeda untuk nomor spesial.
"Halo sayang " sapa Elden saat sambungan dari seberang sana terangkat.
"Aku bosan dirumah .boleh tidak aku jalan-jalan di taman belakang rumah kamu ?" tanya Sherena .
"Tentu sayang.jangankan untuk jalan-jalan,menemanimu tidur setiap malam akan aku lakukan " ucap Elden melirik Billy seolah ingin memanas-manasi asistennya itu.
"Jadi pebinor saja bangga " gumam Billy .
Elden memutuskan panggilan saat Sherena sudah mengatakan kalimat ajaib untuknya .
"Beraninya kau " geram Elden yang tadi sempat mendengar umpatan billy saat ia menelpon Sherena tadi.
Billy hanya diam,tidak menggubris perkataan dari bosnya itu .akan panjang urusannya jika ia terus meladeni setiap omongan Elden.
*
*
kali ini Gracia mendominasi tubuh Radit ,ia meliuk-liukan tubuhnya saat berada di atas tubuh sang kekasih .erangan panjang menghentikan kegiatan panas itu .tubuh Gracia ambruk di dada bidang Radit .
"Jadikan aku istrimu,aku janji akan memberikan yang lebih baik lagi untukmu" bisik Gracia dengan Nafas tersengal -sengal.
Radit kembali menciumi tubuh gadis polos yang masih berada diatas tubuhnya itu.ia bermain-main dengan gundukan sexy yang menjadi favorit nya.lalu ia menaruh tubuh Gracia disampingnya.kemudian ia naik keatas tubuh gadis itu.suara manja lolos dari bibir Gracia yang membuat Radit semakin bersemangat menggempur tubuh gadis itu.
Entah berapa kali mereka melakukan pergulatan panas dikamar itu .kedua manusia yang masih tidak mengenakan satu helai benangpun itu terlelap kelelahan .
*
Saat Radit terbangun ia tidak mendapati Gracia dikamarnya.ia berjalan menuju kamar mandi hendak membersihkan diri.Radit membulatkan matanya saat melihat Gracia terduduk lemah dilantai .
__ADS_1
"Kamu kenapa ?" tanya Radit panik sembari mengangkat tubuh gadis itu kedalam pangkuannya .lalu menggendongnya untuk masuk kekamar dan menaruhnya dengan baik diatas ranjang yang sudah berserakan itu.
"Aku tidak tahu .aku hanya merasa pusing dan mual" ucap Gracia lemah.
"Akan aku panggilkan dokter " Radit menyambar ponsel nya dan Segera menghubungi dokter pribadinya.
Dua puluh menit dokter yang ditunggupun datang .dokter Ari langsung memeriksa perempuan yang terbaring lemah diranjang itu.
"Bagaimana dok?" tanya Radit melihat dokter Ari yang sudah selesai memeriksa Gracia.
dokter Ari tersenyum kemudian menjelaskan hasil pemeriksaannya tadi .
"Untuk lebih jelasnya bawa dia ke dokter obgyn.sepertinya sia sedang hamil " jelas dokter Ari.
Duarr.....
Bagai tersambar petir ,Radit terkejut mendengar pernyataan dokter Ari .begitupun dengan Gracia , ia juga tak kalah terkejutnya.
dokter Ari meninggalkan sepasang kekasih itu.
"Ini tidak mungkin " Radit menjambak rambutnya kasar.ia berjalan mondar mandir dikamar itu .
"Apanya yang tidak mungkin mas ? sekarang aku hamil Anak kamu.dan kamu harus segera menikahiku" ujar Gracia dengan tangis yang sudah pecah .
Radit terlihat menimbang- nimbang perkataan Gracia .kemudian ia duduk di sisi ranjang.
"Baiklah. aku akan segera menikahimu" ucap Radit serius .
Nampak senyum bahagia yang keluar dari bibir Gracia .ternyata kehamilannya memuluskan rencana yang sudah ia susun dengan Erix .
"Terimakasih Mas" ujar Gracia sembari merangkul Radit .
*
Keesokan harinya sesuai janji Radit,ia menikahi perempuan yang sudah ia hamili.ia menikahi gadis itu hanya secara siri.pernikahan mereka ikut disaksikan oleh Papa Radit .
Saat ini Gracia sudah resmi menjadi istri Radit Pratama .mereka masuk kekamar setelah akad pernikahan selesai.saat sudah berada disisi ranjang ,Radit merebahkan tubuhnya. ia ingin memejamkan mata dan terlelap menghilangkan segala kekacauan yang terjadi.Gracia ikut merebahkan diri disamping laki-laki yang berstatus suaminya itu.saat ini ia tidak ingin mengganggu Radit ,ia bisa melihat suaminya seperti memikirkan sesuatu entah itu apa.
__ADS_1
Akhirnya mereka terlelap tanpa melakukan kegiatan apapun.