Aku Si PEBINOR

Aku Si PEBINOR
EPISODE 72


__ADS_3

Seperti yang dijanjikan Elden,saat ini mereka sudah berada dalam pesawat.menempuh perjalan yang cukup lama untuk bertemu dengan Billy.


Perjalanan panjang membuat mereka lelah meskipun bepergian dengan pesawat.karena baik Sherena maupun Meta harus tetap mengawasi anak mereka yang aktif bergerak.


Dan disinilah sekarang mereka berada.di salah satu negara besar. Meta yang tadi nya berpikir setelah dirinya sampai di negara paman Sam itu akan langsung kerumah sakit.namun ternyata tidak , Elden membawanya sebuah penginapan mewah bersama Sherena.dimana mereka sudah mempunyai kamar masing - masing .


"Sebaiknya kamu dan anakmu istirahat ". ucap Elden setelah mereka sampai di hotel yang telah di persiapkan Elden sebelumnya.


"Baik tuan,terimakasih ".Meta langsung menarik handle pintu dan masuk kedalam kamar bersama putrinya.begitupun dengan Elden dan Sherena .mereka juga ingin mengistirahatkan tubuh mereka.


" Anak Daddy belum tidur ?" .Elden mengambil alih menggendong putranya dengan mata masih terbuka lebar.


Entah apa yang dikatakan Aaron membuat Elden tertawa melihat tingkah putranya.rasa lelah nya hilang seketika saat bermain dengan Aaron . sementara Sherena sudah memejamkan matanya bersama guling dan bantal yang ada diatas tempat tidur.


"Ma...ma..." celoteh anak laki-laki kecil yang tengah bermain bersama Elden.


" Mommy tidur " jawab Elden saat melihat putranya menunjuk Sherena yang sudah terlelap.


"Ma...mik..." lagi- lagi Aaron berkata yang tentunya bisa di pahami oleh Elden.karena selama ini Elden juga ikut mengasuh putranya saat ia tidak sibuk bekerja.


Paham dengan maksud putranya ,Elden segera membuatkan susu formula untuk putra kecilnya itu.Saat ini Aaron memang sudah tidak lagi minum ASI karena sudah berusia enam bulan.hal lain karena produksi ASI Sherena sudah tidak banyak sehingga memutuskan untuk memberi putranya susu formula.takut akan tidak terpenuhinya gizi untuk Aaron karena ASI yang tidak banyak seperti pada awal melahirkan,akhirnya mereka memutuskan untuk memberikan susu formula tersebut.


*


*


Setelah beristirahat dengan cukup Elden , Sherena ,Aaron , Meta dan Syauqi berangkat dengan mobil yang sudah standby diparkiran untuk membawa mereka kerumah sakit.

__ADS_1


Selama perjalanan menuju rumah sakit Meta terlihat begitu gugup.pandangan matanya tertuju ke luar jendela .entah apa yang tengah ia pikirkan saat ini.antara senang dan takut.senang karena sebentar lagi akan bertemu dengan Billy , dan takut jika ia mengetahui hal yang tidak ia ingin dengar.


Sebetulnya apa yang dilakukan Elden selama ini sudah benar.ia tahu kalau hatinya tidak akan sanggup mengetahui kondisi suaminya.tapi ia berpura-pura kuat agar Elden mengizinkannya bertemu dengan suami yang sudah tiga bulan tidak bersamanya.


Saat ini mereka sudah sampai di lobby rumah sakit .kedatangan mereka sudah di sambut oleh anak buah Elden yang ia tugaskan berjaga disana selama Billy dirawat dirumah sakit tersebut.


"Mari tuan " . seorang pria tinggi bertubuh kekar dengan kulit sawo matang menundukkan kepada kepada Elden.


Elden,Sherena,dan Meta tengah berjalan mengikuti pria yang tadi menyapa Elden di lobby rumah sakit.setelah pada akhirnya mereka sampai didepan sebuah ruangan dimana pria berkulit sawo matang tadi berhenti tepat di depan pintu ruangan tersebut.


Elden memberi untuk kode masuk yang langsung di ikut oleh Sherena dan Meta.


Deg


Pandangan Meta langsung tertuju pada seorang pria yang tengah terbaring di brankar rumah sakit.sampai ia tidak sadar bahwa saat ini mulutnya terbuka lebar melihat orang yang sangat ia rindukan beberapa bulan ini.


Dengan langkah gontai Meta berjalan mendekat ke brankar tempat Billy berbaring.sungguh pemandangan yang menyayat hati bagi seorang istri.tubuh yang dulu kuat dan kekar ,sekarang kurus, lemah tidak berdaya.


Perlahan mata Billy terbuka seolah mendapat energi untuk bangun.senyum tipis mengambang dari bibirnya.apalagi saat melihat anak kecil yang berada dalam gendongan wanita yang ia rindukan selama ini yang ia yakini sebagai putrinya.


"Kamu sudah bangun ?" ucap Meta terharu melihat sorot mata sumianya.


"Apa yang kamu rasakan ?".Tanya Meta kembali setelah tadi Billy tidak menjawab pertanyaannya.


Billy hanya mengangguk pelan ,sedangkan tangannya perlahan menyentuh pipi Syauqi.


"Kenapa tidak menjawab pertanyaan ku ?" Meta merasa aneh dengan situasi saat ini.dua kali ia bertanya tak satupun Billy menjawabnya.

__ADS_1


"Meta ,kamu tenang dulu ".Elden berusaha menenangkan sekretarisnya itu.


" Tuan ,apa suami saya baik-baik saja ?" . tatapan Meta seperti meminta penjelasan.sementara air matanya sudah membasahi pipinya yang putih.


Elden mengembuskan nafas kasar .ia tidak tahu harus bagaimana menceritakan kepada istri asisten pribadinya itu.


"Billy...Dia..." Elden menjeda ucapannya saya air mata Meta semakin deras mengalir.


"Kenapa dengan suami saya Tuan ?" tanya Meta penuh harap.


"Billy kesulitan berbicara akibat penyakit yang ia derita ".jawab Elden yang membuat Meta dan juga istrinya terkejut.


"Kalian tenang saja ,dokter Smith akan membantu penyembuhan Billy ". sambung Elden.sebenranya ia tidak yakin karena sebelumnya dokter Smith sudah menceritakan perkembangan penyakit Billy dimana sel kanker nya sudah menyebar ke beberapa jaringan.


Meta menatap Billy dengan mata Yang sudah mulai sembab.namun suaminya tidak ada tatapan sedih kepadanya.


"Sayang , ini Syauqi anak kita ".Meta mendekatkan putrinya kepada Billy yang masih tersenyum.


"Sayang ,itu Daddy nya Syauqi ".Meta memberitahu putrinya.


Putri kecil itu tertawa melonjak kegirangan seolah minta di gendong oleh Billy.melihat interaksi Syauqi yang bahagia bertemu Daddynya membuat Meta semakin sedih.ia sudah membayangkan sat bertemu dengan Billy,suaminya itu akan memanggil namanya dan putrinya.namun semua diluar dugaannya.


Syauqi membuka mulutnya saat Meta mendekatkan putrinya itu ke wajah billy.air liur gadis mungil itu membasahi pipi Billy karena Syauqi tertawa sangat lebar.padahal sebelumnya Syauqi tidak pernah tertawa seperti sekarang ini.


Elden yang melihat pemandangan itu membuat hatinya perih.sejujurnya ia ingin meninggalkan ruangan itu,namun Sherena menahannya.begitupun dengan Sherena,ia tidak bisa menahan air matanya untuk tidak keluar.ia tidak tega melihat temannya menangis seperti itu.ia semakin takut jika Billy tidak bisa disembuhkan.bagaimana nasib Meta dan anaknya nanti. Syauqi butuh sosok seorang ayah yang akan melindunginya.namun sosok ayah itu tengah berbaring lemah dengan tubuh kurus dan rambut yang sudah mulai menipis.


"Met,kamu harus kuat ya. kamu harus percaya sama tuhan.tuhan pasti memberikan kesembuhan untuk Billy ".Dengan suara yang sedikit bergetar ,Sherena menenangkan temannya itu.

__ADS_1


Meta tersenyum pilu menatap temannya itu.


" Sheren , aku tidak kuat ". Meta memijit kepalanya yang terasa pusing.


__ADS_2