
" Aku mandi dulu " . namun belum baru saja ia berjalan satu langkah ,tangannya ditarik oleh Elden sehingga ia tersungkur ke dalam pelukan pria yang sudah menghadirkan Aaron dalam hidupnya.
Tidak ingin menolak ajakan Elden ,akhirnya Sherena menuruti apa yang suaminya inginkan.dan akhirnya ritual panas itu tidak dapat dihindari.
Sherena keluar dari kamar mandi setelah membersihkan diri.seperti biasa ia selalu membuatkan makan malam untuk suaminya.meskipun ada asisten rumah tangga yang membantunya,namun jika urusan dapur Sherena tidak ingin melibatkan mereka.
" Semoga pekerjaanmu cepat selesai ,sehingga kita bisa melihat keadaan Billy ".ucap Sherena ditengah santap makan malam.
"Aku usahakan " jawab Elden sambil terus menyendokkan makanan ke mulutnya.
*
*
Berkas-berkas yang menumpuk di atas meja kerja Elden menandakan ia sedang sibuk.bagaimanapun ia harus segera menyelesaikan pekerjaannya karena sudah berjanji kepada Sherena dan Meta untuk berangkat ke Amerika bersama-sama.
Hingga jam makan siang pun ia tidak bisa keluar dan hanya menyuruh salah satu karyawannya untuk membelikan makan siang untuk ia makan dirumah kerjanya.
Usaha tidak mengkhianati hasil,akhirnya pekerjaan Elden dengan sempurna meskipun ia sedikit terlambat untuk pulang kerumah.dan ia pun sudah memberitahu istrinya atas keterlambatannya.
Disinilah Elden sekarang berada,didalam mobilnya membelah jalan raya.ia sengaja berhenti di sebuah toko mainan anak-anak yang sudah menjadi kebiasaannya jika sudah melihat toko tersebut untuk membeli beberapa mainan kesukaan putra kecilnya.
"Selamat sore tuan Elden ".
Mendengar namanya dipanggil ,Elden menoleh ke arah sumber suara.
"Sore ".Elden membalas jabat tangan dari Erix yang kebetulan juga ada di toko mainan tersebut.
"Kenapa dia ada disini juga?bukankah dia belum menikah ",.gumam Elden dalam hati.
__ADS_1
"Mau beli mainan juga ?" tanya Elden saat melihat ditangan Erix sudah menjinjing sebuah keranjang belanja yang berisikan mainan anak laki-laki.
"Begitulah ,saya permisi ke kasir ". ucap Erix pamit dan melewati Elden begitu saja.
" Aneh ".gumam Elden melihat Erix yang membeli banyak mainan anak laki -laki.sedangkan setahunya Erix belum menikah.tiba-tiba ingatannya kembali pada hari sebelumnya dimana ia melihat Erix bersama ayah mertuanya.
Sebetulnya Elden hendak menanyakan hal itu kepada Erix,Namum pria itu sudah lebih dulu keluar dari toko mainan tersebut.
Setelah Elden membayar semua mainan yang ia beli ,Elden segera keluar menuju mobilnya diparkiran toko mainan itu.namun saat ia hendak masuk kedalam mobil, ia dikejutkan oleh seseorang.
"Ma'af tuan Elden,saya titip mainan ini buta putra anda boleh ?". Tiba-tiba Erix muncul dibelakang Elden.
"Eh Tuan Erix, saya pikir anda sudah pergi ". tanya Elden yang mengira Erix sudah pergi duluan.
"Tolong kasih ini buat putra kecil anda ".Erix meyerahkan dua kantong besar mainan kepada Elden.
"Jadi ini ..." . ucapan Elden terhenti saat Erix berlalu begitu saja setelah sebelumnya tersenyum dan menangkupkan kedua tangannya pertanda pamit.
Tidak mau semakin larut dalam pikirannya ,Elden masuk kedalam mobil dan mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang.
Setelah lima belas menit mengendari mobil. akhirnya Elden sampai dirumahnya.ia tidak mau minta bantuan asisten rumah tangganya untuk membawakan mainan dari mobilnya.karena ia sendiri yang akan memberi kejutan kepada putranya.bayang-bayang wajah Aaron membuatnya selalu rindu kepada putranya yang sudah berusia enam bulan.
"Sayang , Daddy punya kejutan buat kamu "?. Senyum lebar terkambang dari bibir Elden saat melihat putranya tengah berada diruang keluarga.
Begitupun dengan Aaron yang memberi respon baik kepada Daddy nya saat melihat daddy-nya pulang kerja.namun tidak untuk Sherena, ia tidak suka dengan cara suaminya yang terlalu memanjakan Aaron.hampir setiap hari Elden membeli mainan untuk putranya.padahal ia mendidik putranya menjadi anak yang selalu bersyukur atas apa yang telah ia punya.tanpa harus mubazir dengan sesuatu yang tidak terlalu penting.
"Sampai kapan ?". tanya Sherena.
"Apanya ?" tanya Elden balik karena ia tidak paham apa yang dimaksud oleh istrinya.
__ADS_1
"Mainan segini banyak buat apa ?". Sherena menunjuk mainan yang dibawa oleh suaminya.
"Ya buat Aaron lah sayang ".jawab Elden tanpa merasa bersalah.
Sherena memutar mata jengah.suaminya tidak bisa diajak kompromi dalam mendidik anak.selalu sesuka hati dalam memanjakan anak.ia takut anak nya tumbuh menjadi anak yang tidak mandiri .selalu mengandalkan apa yang orang tua nya punya.
"Lain kali jangan seperti ini lagi.mubazir ..." Ucapan Sherena terhenti saat melihat telunjuk Elden diletakkan dibibirnya.
"Jangan bicara lagi. atau aku akan ..." dengan mata dikedipkan dan mendekatkan wajahnya ke wajah Sherena.lalu mengecup lembut bibir berwana pink itu.
" Elden ,ada Aaron ". Sherena sedikit menekan suaranya dan membulatkan bola matanya kepada suaminya yang tidak tahu tempat itu .
"Makanya jangan banyak bicara lagi ,atau aku akan makan kamu di depan Aaron sekalian".ucap Elden yang membuat Sherena mencubit pingngangnya.
"hahahaha" Elden tertawa terbahak melihat ekspresi lucu istrinya.
"Besok pagi kita akan berangkat , apa aku boleh meminta hak ku dl ?" tanya Elden genit kepada istrinya karena ia tahu nanti jika mereka telah sampai di Amerika ,kegiatan panas tentu akan sulit Merrka lakukan.
" Tapi ...."
Kebiasaan Elden ,tidak mau mendengar pendapat orang lain .termasuk istrinya sendiri tiba - tiba ia langsung mengangkat tubuh langsing itu.dan memerintahkan baby sitter nya untuk menjaga Aaron sampai ia dan Sherena selesai bermain-main.
" Kamu ".
Elden tidak membiarkan istrinya bersuara.secepatnya ia menyambar bibir tipis milik istrinya sembari terus berjalan menuju kamarnya.lalu meletakkan tubuh istrinya di atas tempat tidur. saat Sherena berusaha untuk duduk,Elden menahan pundak wanitanya.kemudian menindih tubuh istrinya itu membuat Sherena tidak bisa berkutik lagi
" Mau memperkosaku ya ". ujar Sherena saat Elden menggesek gesekkan hidung mancungnya di belakang telinga Sherena.sebenarnya ia sudah mulai hanyut dengan sentuhan lembut yang diberikan suaminya .namun ia berusaha melawan.
Elden tidak mau membalas perkataan yang keluar dari mulut istrinya.saat ia terus menjelajahi tubuh putih itu sembari melepaskan satu persatu pakaian yang di kenakan istrinya.
__ADS_1
Suara ******* lolos dari mulut Sherena dan membuat Elden menyeringai melihat interaksi tubuh istrinya yang ingin meminta lebih.
Saat ini tubuh keduanya sudah polos tanpa sehelai benang pun.dengan lembut Elden mencium milik istrinya yang mulai basah.setelah melihat Sherena tidak bedaya akibat ulahnya ,ia mulai melakukan penyatuan yang membuatnya merasakan nikmat.sunguh tubuh istrinya membuatnya candu.