
Sudah tida bulan lamanya Billy menjalani pengobatan di Amerika.sedangkan Elden tidak bisa setiap hari untuk menemani asisten pribadinya itu karena pekerjaan yang sudah menumpuk karena sudah cukup lama ia tinggalkan.begitupun dengan istri dan anaknya yang harus ia jaga.namun bukan berarti Billy sendirian dirumah sakit tersebut. Elden sudah menyiapkan orang-orangnya untuk menemani Billy dan selalu memberitahu perkembangan Billy setiap hari.
Hari berganti hari ,bulan berganti bulan.sudah tiga bulan lamanya Billy berada di Amerika.Membuat Meta tidak bisa membendung rasa rindunya kepada suaminya itu.apalagi saat ini anak nya yang sudah berusia tiga bulan tiga hari belum merasakan kasih sayang sang ayah.
"Anak mommy yang cantik mau ketemu Daddy ga ?" Meta mengajak putri cantiknya berbicara.
"Kamu lucu banget sih sayang ". ucap Meta mencubit lembut pipi putrinya yang menggemaskan.
drt...drt...drt...
Meta menoleh kesumber suara yang berasal dari ponselnya.
"Sheren ada apa ?" .tanya Meta saat panggilan ia jawab.
"Aku mau main ke apartemen kamu sama Aaron ya". ucap Sherena dan di iyakan oleh Meta.
"Kak Aaron mau kesini ,Syauqi senang ga ?". tanya Meta dengan tersenyum melihat interaksi putrinya saat di ajak bicara seolah-olah bayi tiga bulan itu paham apa yang Meta sampaikan.
Suara ketukan pintu dari luar membuat Meta harus berjalan untuk membukakan pintu yang sebenarnya ia tau siapakah tamu yang berkunjung di apartemennya saat ini.
"Hai Met... Syauqi mana ?". Tanya Sherena saat ia tidak melihat gadis kecil yang mempunyai pipi montok semontok bakpao itu.
"Ada dikamar " .Meta berjalan lebih dulu untuk membawa putrinya keluar menemui Sherena dan Aaron.
Kedua sahabat itu terlibat obrolan ringan , sesekali tertawa melihat tingkah anak-anak mereka yang lucu.
"Sheren, Syauqi sudah berumur tiga bulan.apa kami boleh menemui Billy di Amerika?". tiba-tiba Meta memulai obrolan serius.
Mendengar ucapan permohonan Meta membuat Sherena berpikir.apalagi mengingat kondisi Billy saat ini yang tidak bisa di ajak komunikasi.tentu saja membuat Meta menjadi sangat terpuruk.
__ADS_1
"Aku janji akan membujuk Elden untuk mengabulkan permintaanmu ". walau sebenarnya Sherena tidak yakin akan jawaban dari Elden.tapi di sisi lain Meta punya hak atas suaminya.mungkin dengan tingkah lucu Syauqi akan membuat Meta kuat melihat kondisi suaminya.
Sementara itu orang suruhan Elden yang menjaga Billy selalu memberikan informasi tentang kesehatan Billy kepada Elden.dimana saat ini Billy tengah melakukan pengobatan terapi radiasi.karema menurut dokter Smith ,terapi radiasi tersebut menggunakan partikel radioaktif yang tidak terlihat untuk membunuh kanker.
Diruang kerjanya, Elden tidak bisa berkonsentrasi untuk membaca berkas-berkas yang menumpuk untuk ia tanda tangani.semenjak Billy sakit ,ia merasa ketar ketir dengan pekerjaannya.biasanya asistennya itu yang selalu membantu semua pekerjaannya.dan saat ini ia tidak mau untuk mencari pengganti Billy meskipun hanya untuk sementara sampai Billy benar-benar sembuh.
Elden berjalan ke arah jendela ruangannya yang bisa melihat keadaan diluar.
tiba-tiba memikirkan nasib Meta dan anaknya ya g sampai saat ini belum bisa berkomunikasi dengan billy.harus ia akui apa yang ia lakukan itu memang terbilang egois.tapi semua itu ia lakukan bukan tanpa alasan.semuanya sudah ia pikirkan matang-matang.namun saat ini ,ia merasa iba dengan sekretarisnya itu.
Elden mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Sherena.setelah mengatakan apa yang tadi ia pikirkan kepada istrinya,ia langsung menuju apartemen Meta untuk menjemput istri dan anaknya.
Jalanan saat ini memang jamnya orang pulang kerja.sehingga Elden terjebak macet yang cukup panjang.ia berniat untuk menghubungi Sherena memberitahukan kalau ia masih di jalan terjebak macet.namun saat ia menoleh ke kiri ia melihat seseorang yang sangat ia kenal berjalan berdua bersama Erix.
"Ayah . Gumam Elden saat melihat ayah mertuanya masuk kedalam mobil Erix.
Saat Elden berniat untuk turun dan bermaksud untuk menghampiri ayah mertuanya,jalanan sudah mulai lancar sehingga ia mengurungkan niatnya untuk menemui sang ayah mertua yang tadi ia lihat bersama Erix.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih tiga puluh lima menit ,akhirnya ia sampai di apartemen Meta.dan saat ini Elden tengah duduk di sofa bersama Aaron.bermain - main dengan putra tampannya yang ia rindukan.
"Ma'af Tuan ". Tiba-tiba Meta menghampiri Elden yang tengah asyik bermain dengan putranya.
Sedangkan Elden sudah bisa menebak apa ayang akan Meta sampaikan kepadanya.
" Saya tau ". ucap Elden singkat.
"Saya sudah memikirkan dan akan mempersiapkan keberangkatanmu beserta putrimu ke Amerika ". sambung Elden.
Sepertinya Do'a Meta dikabulkan oleh Tuhan.ia tidak menyangka Elden menyetujui keinginannya utk menemui Billy. suami yang sangat ia rindukan setelah tiga bulan lebih berpisah dengan suaminya.
__ADS_1
"Te...terimakasih tuan ". tidak bisa menahan air mata karena terharu dengan ucapan Elden.
"Apa kita juga ikut sayang ?" tanya Sherena yang sebenarnya juga ingin ikut bersama Meta melihat langsung kondisi asisten pribadi suaminya.
Elden menoleh ke arah istrinya yang tersenyum manis kepadanya.ia bisa melihat jika istrinya sebenarnya juga ingin ikut bersama Meta ke Amerika.
"Apa kamu ingin ikut ?" bukannya menjawab ,Elden malah balik bertanya.
"Tentu saja ,asalkan kamu juga ikut dengan kami ".ujar Sherena dengan binar bahagia di matanya.
Nampak Elden berpikir menimbang saran dari istrinya.
"Baiklah , akan ku kerjakan semua pekerjaan ku besok.setelah semua selesai kita berangkat ". ujar Elden setelah memikirkan matang-matang.
Setelah cukup lama bertamu ke apartemen Meta ,Elden dan Sherena pamit untuk pulang.
"Sayang ,tadi aku melihat ayahmu bersama rekan Bisnisku " . Elden menceritakan kepada istrinya apa yang ia lihat saat tadi ia dijalan hendak menuju apartemen Meta.
Mendengar ucapan Elden, Sherena menautkan kedua alisnya.baru tadi malam ia menghubungi ayahnya untuk menanyakan kabar.dan jelas-jelas ayahnya juga bilang bahwa ayahnya sedang berada dirumah.tapi barusan suaminya mengatakan kalau ayahnya ada di kota ini bersama salah satu rekan bisnis suaminya.
"Apa iya ? aku tidak yakin ". ucap Sherena ragu.
"Mungkin aku salah liat ". sambung Elden yang juga ragu dengan apa yang ia lihat tadi siang.
Sherena menggendong Aaron yang tertidur dan turun dari mobil saat mereka sudah sampai dirumah.saat ia berada di depan pintu kamarnya,Elden menyuruhnya untuk meletakkan putranya di kamar sebelah yang merupakan kamar putranya sendiri.
"Tapi ..." ucapan Sherena terhenti saat melihat kode mata yang diberikan Elden.
"Habislah aku ". gumam Sherena yang masih bisa di dengar oleh Elden.sehingga suaminya itu tersenyum simpul mendengar ucapannya.
__ADS_1