Aku Si PEBINOR

Aku Si PEBINOR
EPISODE 46


__ADS_3

Sementara itu dikamar sebelah,pasangan Meta dan Billy masih berada ditempat tidur .meskipun mereka tidak melakukan apapun ,namun keduanya memilih untuk istirahat karena keduanya sudah merasa sangat lelah.


Meta menggeliat meliukkan tubuhnya.hampir saja ia berteriak saat melihat seorang pria tidur disampingnya.setelah nyawa terkumpul sempurna,ia baru sadar statusnya saat ini.


"Sudah puas memandangiku ?" suara serak Billy mengagetkan Meta yang tengah menatap sang suami.


"Eh anu,aku harus kesana " menunjuk arah bathroom.


Saat Meta menurunkan satu kaki kelantai ,Billy sudah lebih dulu menarik tangan sang istri sehingga Meta tersungkur diatas dada bidang milik sang suami.


Tatapan keduanya bertemu dan jarakpun tidak ada lagi diantara mereka.hembusan nafas Billy mengenai wajah Meta yang memerah seperti kepiting rebus.tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan,Billy menempelkan bibirnya di bibir sang istri.namun Meta memalingkan wajahnya .sehingga membuta Billy menautkan kedua alisnya.


"Aku harus membersihkan diri dulu " ucap Meta malu.


Billy yang paham maksud dari sang istri segera menggendong tubuh langsing itu menuju bathroom.billy meletakkan tubuh Meta kedalam bathup yang sudah berisi air.ia menambahkan beberapa tetes aromatherapy kedalamnya.tak lama kemudian ia ikut masuk.pasangan suami istri itu masih mengenakan pakaian tidur.mata Billy menangkap pemandangan yang membuat birahinya naik.bagaimana tidak,pakaian yang dikenakan Meta basah kuyup sehingga mencetak tubuh bagian atas sang istri.


Billy mendekatkan wajahnya ke wajah Meta.sehingga tidak ada jarak sedikitpun di antara mereka berdua.hembusan nafas sang istri Mengenai kulit wajahnya.tak ingin menunda lagi,ia menempelkan bibirnya dengan bibir ranum milik istrinya.ciuman penuh gairah tidak dapat dihindarkan.hingga saat ini keduanya sudah polos tanpa sehelai benangpun.


Meta merasa tubuhnya melayang saat tangan kekar milik sang suami menggendongnya masuk ke dalam kamar dan merebahkannya pelan di atas tempat tidur.ia merasa malu melihat pemandangan di hadapannya saat ini.sesuatu dibawah sana yang selalu bersembunyi didalam celana sekarang bisa ia lihat.


"Tunggu " Meta menahan dada bidang milik sang suami.


"Kenapa sayang ?"


Deg


Meta tertegun saat mendengar sebutan yang diberikan suaminya untuknya.seketika wajahnya memerah seperti kepiting rebus.saat ia ingin menjawab pertanyaan Billy ,seketika mulutnya terkunci.bibir Billy sudah me***** bibir berwarna pink itu.


hmmmm....


Deru nafas keduanya semakin cepat saat Billy mulai memompa tubuh sang istri.seperti aliran listrik yang menjalar ditubuh keduanya,sepasang pengantin itu mengerang keras saat puncak kenikmatan itu telah tercapai.


"Berat "ucap Meta mendorong tubuh Billy yang ambruk diatas tubuhnya.

__ADS_1


sementara itu Billy hanya tersenyum puas melihat wajah sang istri yang masih terlihat malu-malu.


"Awww"


Meta memegang bagian bawah nya saat merasakan sakit pada saat ia akan bangun dari tidurnya.


"Kenapa?" tanya Billy cemas.


"Anu....itu ...sakit " ucap meta terbata sembari terus memegang bagian sensitifnya.


Billy yang menyadari maksud dari sang istri bangun dari tidurnya.lalu membantu Meta untuk berjalan menuju bathroom.


" Biar aku mandiin " ajak Billy sambil terus memapah tubuh sang istri.


Billy betul-betul memandikan Meta dengan baik.mulai dari menyabuni dan menyiram semua ia lakukan dengan sangat telaten.


namun sebagai laki-laki normal ,ia tidak bisa menahan hasratnya saat tangannya menyentuh bagian sensitif milik istrinya.


"Pelan-Pelan " rengek Meta saat merasakan kembali sakit di bagian sensitifnya.


"Tahan sayang" ucap Billy dengan nafas tersengal.ia terus memompa tubuh mungil milik sang istri.hingga pada akhirnya keduanya merasakan getaran hebat ditubuh masing-masing.


"I love you " bisik Billy merangkul pinggang wanita yang sudah menjadi istrinya itu.


Meta tersenyum mendengar penuturan sang suami kepadanya.lagi-lagi ia merasa melayang mendengar semua yang suaminya ucapkan.ia tidak menyangka pria yang selama ini ia anggap dingin ternyata sangat hangat dan perhatian kepadanya.


*


*


Saat ini Elden dan Sherena tengah menikmati sarapan berdua . energi yang terkuras habis akibat olahraga ranjang membuat mereka harus makan lebih dari porsi biasanya.elden yang biasanya sarapan dengan nasi goreng ,sekarang ada tambahan burger dengan segelas susu hangat.


Begitupun dengan Sherena,ia harus minum vitamin karena saat ini tubuhnya seperti remuk.setelah sarapan berdua selesai ,Sherena kembali merebahkan dirinya di ranjang.

__ADS_1


"Mau lagi?" ucap Elden yang sudah berdiri disisi ranjang.


"jangan sekarang please " geleng Sherena cepat.ia benar-benar tidak bisa melayani suaminya dalam urusan ranjang disaat kondisinya yang tengah teramat lelah.


"Istirahatlah " ajak Elden sembari ikut merebahkan tubuhnya di samping sang istri.


Bukannya tidur ,mereka malah bercerita kehidupan mereka masing-masing saat mereka masih kecil dulu. Elden menceritakan kisahnya yang dulu di asuh oleh sang nenek saat kedua orang tuanya sibuk dengan pekerjaannya diluar negri.


dari cerita Elden ,Sherena sudah sangat paham.ternyata jiwa kepo emak-emak komplek dari suaminya didapat karena sering diajak bermain ke rumah tetangga oleh sang nenek.ada rasa geli dihati Sherena membayangkan suaminya yang dulu ikut mendengarkan cerita dan gosip para emak-emak.


"Jangan menertawakanku" ucap Elden melihat senyum mengambang di bibir istrinya.


"Kamu lucu sayang " sahut Sherena sembari menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


"Sekarang ceritakan masa kecilmu " ucap elden.ia juga ingin tahu cerita masa kecil sang istri.ksrena selama ia dekat dengan Sherena ia belum pernah membahas ataupun bercerita tentang kehidupannya.yang ia tahu ,sherena menikah dengan Radit karena sebuah perjodohan.


Sherena mulai menceritakan masa kecilnya.bagaimana ia di asuh oleh ayah nya saja tanpa adanya seorang ibu.berkali-kali ia tanyakan kepada sang ayah dimana keberadaan ibunya.namun sampai saat ini ia belum mendapatkan jawaban yang pasti.entah rahasia apa yang ayahnya sembunyikan darinya,sehingga ia tidak boleh tahu cerita masa lalu kedua orang tuanya itu.


Melihat mata sang istri mulai berkaca-kaca,Elden merangkul Sherena ke dalam dekapannya.ada rasa iba mendengar cerita masa lalu istrinya itu .dari kecil istrinya sudah tidak mendapatkan kasih sayang seorang ibu ,sampai saat ia menikah dengan Radit ia juga tidak mendapatkan perlakuan yang baik.


"Aku akan selalu bersamamu sayang " bisik Elden ditelinga sang istri.ia mengeratkan dekapannya untuk membuat istrinya lebih tenang.


tok...tok...tok...


Elden mengendurkan pelukannya saat terdengar suara ketukan pintu.perlahan ia turun dari ranjang menuju pintu.


" Kau " ujar Elden saat pintu sudah terbuka .


"Kapan kita akan pulang kerumah tuan?" Billy sudah berdiri didepan pintu.


"Menganggu saja " umpat Elden melipat kedua tangannya.


"Dua hari lagi kita akan ke negara X untuk bulan madu ,jadi kita harus mempersiapkan semuanya " sambung billy.

__ADS_1


__ADS_2