Aku Si PEBINOR

Aku Si PEBINOR
EPISODE 13


__ADS_3

Elden dan Sherena berjalan mendekati kedua orang yang mereka kenal.


"kalian disini juga ? ".sapa Sherena yang membuat kedua orang yang di hampirinya menoleh.


" Sheren " sapa Meta girang kemudian spontan memeluk sherena.kedua orang itu adalah meta dan Billy .Billy yang sedang makan jagung bakar ,langsung meletakkan jagung yang belum dihabiskannya itu .


"tuan".Sapa Billy hormat .


yang disapa hanya diam .kemudian membisikkan sesuatu ditelinga asistennya itu .sang asisten paham.kemudian Billy mencoba untuk mengajak meta pindah tempat.


"kita disini saja,couple date ".ujar meta spontan dengan ekspresi girangnya.


Sherena,Elden dan Billy mengernyitkan dahinya mendengar ucapan meta.


"couple date?" tanya Sherena meyakinkan meta.


meta mengangguk senang.


" tapi aku dan Elden hanya sebatas bos dan karyawan saja".Sherena menjelaskan sambil menoleh ke Elden seolah minta jawaban .


" kata siapa ? kita ngedate kok".jawab Elden cepat .


Sherena membelalakkan matanya .tapi ada perasaan yang dia belum tahu apa saat Elden mengatakan kalau mereka sedang ngedate.


"Sherena hanya malu mengakuinya ".timpa Elden percaya diri.


"sudah..sudah...saya percaya kok tuan,anda dan Sherena ngedate".meta terpaksa pura-pura percaya agar tidak ada lagi perang argumen.


"tapi...." ujar Sherena yang terhenti karena jari telunjuk Elden sudah menempel di bibirnya .


"kamu ga perlu menjelaskan kepada mereka sayang ".sahut Elden Yang semakin membuat bola mata Sherena melebar.


"bagaimana kalau kita nonton ?" tawar meta semangat sembari melirik kearah Billy.seolah ingin mendapat persetujuan.


"boleh " jawab Elden singkat.kemudian senyum di bibirnya mengembang. setidaknya dia bisa berlama-lama berada di samping gadis pujaannya.


Billy dan Sherena hanya bisa pasrah.


*


kedua pasangan itu sengaja duduk terpisah atas permintaan Elden .


Elden dan Sherena duduk pada 2 kursi belakang dari tempat duduk meta dan Billy .saat film berlangsung ,beberapa kali Elden melirik gadis disampingnya .yang dlirik hanya tersenyum melihat adegan romantis di layar besar itu.


"Mau seperti itu ? " bisik Elden ditelinga sherena .dengan cepat Sherena menggelengkan kepalanya .


"Kalau mau juga ga apa".tawar Elden dengan seringai dibibirnya .


" Apaan sih ".jawab Sherena menepuk lengan Elden .


Elden mencoba membawa kepala Sherena untuk bersandar didada bidangnya .


namun Sherena menepis secara halus.


Elden hanya bisa pasrah.perempuan disampingnya bukan perempuan sembarangan.

__ADS_1


jika perempuan lain mungkin tidak akan menolak,tapi Sherena berbeda.semakin membuat Elden ingin cepat-celat memiliki calon janda yang cantik dan imut itu .


Penonton sudah mulai meninggalkan teater.begitupun dengan kedua pasangan yang tidak mempunyai hubungan spesial itu.


mereka kembali ke apartemen masing-masing untuk mengistirahatkan tubuh mereka. Elden Kembali menginap di apartemen Billy .sebenarnya Billy tidak betah berduaan di apartemen dengan bos nya itu .pikiran kotornya timbul.selama ini dia tahu bosnya tidak pernah dekat sama sekali dengan perempuan .itu yang membuat dia takut saat berdua di apartemen.


"kamu kenapa melihat saya seperti itu?"tanya Elden curiga .


" sebaiknya tuan tidur si mansion.disini banyak kecoak.saya lupa untuk menyuruh orang untuk membersihkannya" balas Billy berbohong .


Elden mengerdarkan pandangannya ke sekeliling ruangan .


" sepertinya aku betah disini ".ujar Elden sambil berbaring disofa.


"kau tidurlah duluan ,tapi jangan kunci pintu kamar" perintah Elden.


Billy semakin curiga .kenapa bos melarangnya untuk mengunci pintu kamarnya sendiri.


" kenapa tuan melarang saya untuk mengunci pintu kamar?.Protes Billy dengan tidak suka .


" berani melarang ?" gertak Elden sinis.


Billy tidak menggubris Elden .dia memilih untuk pergi ke kamar .tak lupa untuk mengunci pintu kamarnya.dia tidak peduli perintah Elden .yang penting kecurigaannya bisa menyelamatkannya.


*


*


Sherena sudah selesai membersihkan diri.kemudian bersiap-siap untuk tidur. Sherena tidur sekamar dengan meta.


" hmmm...gimana ya ?" Sherena nampak berpikir


.sebetulnya dia juga merasa Elden begitu perhatian kepadanya .namun dia tidak ingin berasumsi yang tidak-tidak.


"gimana apanya?".tanya meta penasaran.sembari membalikkan tubuhnya ke arah Sherena .


" ya ga kenapa-napa.aku tidak mau memikirkan hal itu . kamu tahu kan masalah Yang sedang aku hadapi?" . ujar Sherena melihat ke langit-langit kamar.


" kamu berhak bahagia,Radit sudah mengurus perceraian kalian.sudah saatnya kamu memikirkan kebahagiaan sendiri.misalnya....." meta menjeda ucapannya sambil menoleh ke arah Sherena dengan senyum jahil.


"misalnya apa?" tanya Sherena sudah bisa menebak apa yang akan meta sampaikan.


" ga jadi deh.Ayo tidur ".ajak meta sambil manaikkan selimut sampai lehernya.


Sherena menaikkan satu alis melihat temannya itu.teman centil,teman usil ,teman genit dan teman baper.itulah meta.


saat Sherena akan menaikkan selimut ke tubuhnya,suara hp dari ponselnya terdengar .


"nomor tidak dikenal ,siapa malam-malam begini menelpon?" gumam sherena.dia nampak berpikir dan pada akhirnya dia menjawab panggilan tersebut .


" halo sayang " .terdengar suara dari seberang sana .


"Elden?" sahut Sherena kaget.


" iya sayang ,kamu langsung kenal suara aku nih ? ". sahut Elden menggoda.

__ADS_1


" tunggu...tunggu ....,sayang? kenapa manggil aku sayang ?" sherena protes tapi tidak menaikkan volume suara.takut yang di sampingnya terbangun.


" kenapa ? aku ingin memanggil kamu dengan sebutan sayang".jawab Elden sembari terkekeh.


" kamu bukan siapa-siapa aku.kamu bukan suami aku dan kamu juga bukan pacar aku .jadi aku ga suka dipanggil seperti itu".Sherena merungut yang tentunya Elden tidak tahu.


" tapi aku sayang sama kamu".ucap Elden dengan suara lantang.


" tapi aku belum sayang sama kamu" .balas Sherena cepat.


Elden diseberang sana tertawa terbahak-bahak.


"belum katamu?berarti suatu saat bisa sayang kan?" .


Elden bersemangat menggoda gadisnya.


Tut.....Tut.....Tut.....telpon diputus sebelah pihak oleh sherena. Elden masih tertawa membayangkan ekspresi wajah perempuan itu .dia mengira sherena pasti merasa malu.


*


*


Sherena mengucek-ngucek matanya .sebetulnya dia masih mengantuk .karena semalam dia tidak bisa tidur .dia tertidur kira-kira jam 3.dia masih memikirkan perkataannya kepada Elden semalam.mungkin dia tidak bisa bertemu dengan Elden karena malu.


" kenapa sih aku?" .Sherena mengusap wajahnya gusar.


tidak mau larut berlama-lama dengan pikirannya, kemudian Sherena membersihkan diri di kamar mandi .


" buruan ,kita sarapan ".ajak meta sambil merapikan blazer nya.


"kamu masak? ".tanya Sherena heran .karena dia sama sekali belum masak untuk sarapan mereka.


" tuan Elden tadi kasih sarapan buat kita" .jawab meta tersenyum sambil mengedip-ngediokan matanya.


"tadi dia kesini?" tanya Sherena meyakinkan.dan dibalas anggukan oleh meta.


kedua gadis itu sudah berada di meja makan untuk menikmati sarapannya. Soto ayam pemberian Elden ludes seketika.


"ntar aja beresinnya".ujar meta kepada Sherena yang akan mencuci piring dan gelas bekas mereka sarapan tadi.


"tanggung nih ".balas sherena .


meta menarik tangan sherena.melangkahkan kaki keluar pintu luar.


"tuh ,kamu udah ditunggu bos besar ".ujar meta sambil melirik Elden yang sudah berdiri tidak jauh dari pintu kamar Billy .


" ckkk....aku pergi bareng kamu aja ".rengek Sherena berusaha menyembunyikan wajahnya .


" aku pergi bareng tuan Billy tercinta " . ucap meta tersipu .


meta menghampiri Billy yang berdiri di sebelah Elden.


"kita pergi sekarang Tuan?" tanya meta dengan senyuman semanis gula batu.


Billy berjalan lebih dulu tidak mempedulikan sama sekali ajakan meta .

__ADS_1


__ADS_2