
Pagi menyapa seluruh penghuni bumi dengan cahaya matahari mulai menampakkan cerahnya.hari Minggu dimana semua orang menyukai hari itu,karena pasalnya orang-orang libur bekerja.begitupun dengan Meta yang sudah bangun dari subuh dan juga sudah menyiapkan sarapan untuknya dan Syauqi.
Meta memilih untuk membersihkan dirinya setelah sarapan bersama putri kecilnya .ia juga sudah terlebih dahulu membersihkan Syauqi. mumpung hari libur ,Meta memanfaatkan waktu mandi dengan melulur tubuhnya sendiri.ia yang biasanya mandi cuma lima belas menit sekarang sudah hampir satu jam ia belum juga selesai.
Sedangkan Syauqi sengaja ia bawa ke dalam kamarnya dengan beberapa mainan yang menemani putrinya bermain saat ia mandi.
Setelah dirasa bersih dari lulur yang tadi menempel ditubuhnya,Meta masuk kedalam bath up untuk berendam dengan air hangat yang sudah ia campur dengan cairan aroma teraphy.ia memejamkan matanya untuk mengistirahatkan tubuhnya yang lelah beraktifitas.tiba-tiba ia mendengar suara bel berbunyi yang membuatnya matanya yg tadi terpejam kini membulat sempurna karena merasa heran siapa yang datang pagi-pagi begini.
Meta melangkahkan kakinya menuju pintu keluar dengan hanya mengenakan handuk yang ia lilitkan ditubuhnya.
"Anda ". ucap Meta terkejut melihat seorang pria berdiri didepan pintu apartemennya dengan setelan olahraga.
Glek
Erix menelan ludahnya berkali-kali melihat penampakan didepan matanya.Ya,pria yang bertamu ke apartemen Meta adalah Erix.
"Tunggu sebentar , aku kedalam dulu" ucap Syauqi langsung pergi tanpa menunggu jawaban dari Erix.
"****, pagi begini sudah melihat yang begitu". umpat Erix yang membuat naluri lelakinya terpancing saat melihat tubuh putih Meta yang terbuka.apalagi tadi bagian atas tubuh Meta terlihat menyembul sebagian.
"Silahkan Masuk Tuan " ajak Meta saat ia telah selesai mengenakan pakaian santai.
Erix berjalan masuk kemudian mendudukkan bokongnya di sofa.
"Sebentar saya ambilkan minum ". ucap Meta menuju dapur.
"hmm..." jawab Erix tersenyum.
"Silahkan Tuan " . Meta meletakkan secangkir teh hangat dibatas meja.
"Terimakasih ". jawab Erix.
"Anak kamu mana ? ". tanya Erix mengedarkan pandangan keseluruh ruangan.
"Ada,bermain di dalam " ucap Meta ikut mendudukkan bokongnya di sofa di depan Erix.
" Ma'af bertamu pagi begini ". ucap Erix setelah menyeruput teh hangatnya.
Sedangkan Meta hanya diam tidak membalas ucapan Erix.karean jujur saja ia juga merasa canggung berada dalam satu rumah berdua bersama pria yang bukan siapa - siapa baginya.
" Kita sarapan diluar mau ?" ajak Erix.
"Ma'af tuan , saya sudah sarapan " . balas Meta.
__ADS_1
"Jangan panggil tuan, panggil saja Erix " . ujar Erix tersenyum .
"Ah baiklah tu...eh Erix " . ucap Meta ragu
"Begitu lebih baik ". ujar Erix terus tersenyum melihat ekspresi Meta yang lucu menurutnya.
Meta melirik kearah Erix dimana saat itu Erix juga tengah menatapnya.pandangan keduanya beradu membuat keduanya terdiam sejenak.
"Cantik " gumam Erix mengagumi kecantikan janda anak satu yang duduk didepannya itu.
"Ah , ada keperluan apa kamu kesini ?" tanya Meta memecah kecanggungan di antara mereka.
"Mmm...kebetulan lewat sini ,jadi aku putuskan untuk mampir ke apartemen kamu ". jawab Erix berbohong.karena sebenarnya ia pergi berolahraga selama satu jam dan berniat ingin pulang.namun tiba-tiba ia teringat Meta sehingga membuatnya memutar balik mobilnya ke apartemen Meta.
"Ah begitu rupanya. saya tadi masak nasi goreng ,apa kamu ingin mencobanya ?". Tawar Meta ragu.
"Tentu saja ". Erix segera berdiri dari duduknya dan mengikuti Meta menuju meja makan.
Erix tengah menikmati nasi goreng buatan Meta.
"Enak". ucap Ucap Erix sambil terus menghabiskan makananya tanpa sisa.
"Ya Ampuunn... ini orang belum makan berapa hari ?. gumam Meta kaget melihat nasi goreng yang barusan ia sajikan untuk Erix langsung lenyap dalam hitungan beberapa detik.
"Nasi goreng buatan mu terlalu enak ". sambung Erix tersenyum.
"Terimakasih ". balas Meta ikut tersenyum.
"Apa kamu berniat ingin mandi juga di sini ?" .ledek Meta melihat Erix yang masih saja belum bergeming dari tempat duduknya.
" Apa boleh ?". Tanya Erix serius.
"Tentu saja tidak ". jawab Meta singkat sembari melempar tatapan tajam.
" Santai Nona, saya tidak mandi sekarang " . jawab Erix membuta Meta mengerutkan keningnya.
" Tidak sekarang maksudnya apa ya ?" tanya Meta.
"Ah itu, aku tidak akan mandi rumah ini karena aku belum jadi suamimu ". jawab Erix pelan.
"Apa ?" .pekik Meta sedikit terkejut mendengar ucapan Erix.
"Apanya ? aku tidak mengatakan apa pun ?" elak Erix berusaha meyakinkan Meta.
__ADS_1
Setelah perdebatan kedua orang itu ,akhirnya Erix pamit untuk pulang yang langsung di setuju oleh Meta.karena sebenarnya Meta sudah merasa risih berdua dengan pria yang bukan siapa-siapanya.
"Lain kali jangan buka pintu saat kamu pakai handuk sepeti tadi.kasihan dengan senjata revolver milik orang yang melihatnya" .setelah mengatakan itu,Erix langsung pergi meninggalkan apartemen milik Meta.
Sedangkan Meta yang tidak paham apa yang tadi dikatakan Erix hanya mengembuskan nafasnya pelan.
"Tidak jelas banget itu orang ". umpat Meta dalam hati.
*
Dirumah mewah milik Elden tampak Sherena tengah bersantai bersama putranya.sedangkan Elden berada di ruang kerjanya bersama Roger . meskipun hari libur , tapi Elden dan Roger harus mempersiapkan segala sesuatu untuk menarik perhatian investor yang besok akan berkunjung ke perusahaannya.
"Bagaimana ?" tanya Elden saya melihat Roger masih berkutat dengan iPad ditangannya.
"Semua beres Tuan " .Jawab Roger memperlihatkan layar iPad nya kepada Elden.
" Perfect ".ucap Elden puas melihat hasil kerja asisten pribadinya itu.
"Kau jangan cemas Bil, dia juga sama seperti mu ". gumam Elden dalam hati memikirkan mantan asisten pribadinya yang telah meninggal.
"Kau boleh pulang ". ujar Elden kepada Roger setelah memastikan semua pekerjaan telah terselesaikan dengan baik.
"Baik Tuan ,saya pamit ". Roger berjalan keluar dari ruang kerja Elden dan menuruni satu persatu anak tangga.
Saat kakinya menginjak di lantai dasar , Aaron berlari ke arahnya.
"Om...om...jer..."ucap Aaron dengan suara khas miliknya.
"Anak pintar , sudah makan ?".tanya Roger kemudian ia berjongkok agar lebih leluasa berinteraksi dengan Aaron.
"udah...mam...nak...". sambung Aaron memberikan satu keping biskuit kepada Roger.
"Dia bilang sudah makan dan rasanya enak ". timpa Sherena yang tadi ikut menyaksikan putra berbicara dengan Roger.
Roger tersenyum lalu menggendong putra kecil bosnya itu.
"Apa rasanya enak ?". Tanya Roger pada Aaron yang masih memegang biskuitnya.
"Ya , nak ".Jawab Aaron yang membuat Roger tersenyum.meskipun ia tidak begitu paham dengan apa yang diucapkan Aaron ,namun yang barusan Aaron katakan sudah membuatnya mengerti.
Aaron turun dari gendongan Roger saat melihat Elden turun dari anak tangga .Anak kecil itu berlari menghampiri daddy-nya.
sedangkan Roger memilih untuk pamit karena merasa tidak enak berlama-lama di rumah itu.
__ADS_1
TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR KESINI , JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK .LIKE DAN KOMEN BIAR AUTHOR TAMBAH SEMANGAT UNTUK UP 🥰🌹