
Hari berganti hari ,bulan berganti bulan.hingga saat ini kehamilan sherena sudah jalan sembilan bulan.Sejak kehamilan istrinya,Elden selalu menjadi suami siaga.sudah satu Minggu ini tidak pergi ke kantor hanya untuk menjaga istrinya.semua pekerjaan ia limpahkan kepada asisten pribadinya.meskipun saat ini Billy juga merasa khawatir dengan kehamilan Meta yang beranjak tujuh bulan.
Sherena dilarikan kerumah sakit saat sakit yang ia rasakan sudah lebih sering.saat ini Sherena dan Elden tengah berada diruang pemeriksaan.
"Pembukaan sudah lengkap ".ucap dokter Hanny yang akan menangani persalinan Sherena.
Para perawat menyiapkan peralatan yang di itukan untuk persalinan.
Berbeda dengan ibu hamil lainnya,Sherena terlihat lebih tenang saat menunggu kelahiran putranya.tidak dengan Elden ,Elden merasa cemas melihat darah yang sudah mulai keluar di sela-sela paha istrinya.
"Dok ..." ucap Elden data melihat darah semakin banyak keluar.
"Sabar pak,sebentar lagi putra bapak akan lahir ".jawab dokter Hanny yang mengerti maksud dari kecemasan Elden.
Oek...oek...oek...
Suara tangis itu menandakan lahirnya seorang penerus Sanjaya. Elden tidak bisa menyembunyikan tangisnya saat melihat perjuangan istrinya melahirkan putra yang ia nanti selama ini.
"Terimakasih Sayang ".bisik Elden saat putra nya di taruh di dalam pangkuan Sherena.
Kebahagiaan yang sempurna tengah menyelimuti keluarga elden.bagiamana tidak ,ia dikaruniai seorang istri yang setia dan sabar .dan saat ini ia juga di karuniai seorang putra tampan persis dirinya.
Saat ini Sherena sudah berada diruang ruang inap yang besar.Elden menaruh sang buah hati ke dalam box bayi saat mendengar ketukan pintu dari luar .ia melangkah membuka pintu dan sedikit terkejut melihat kedatangan rekan bisnisnya yang baru saja akan bekerjasama dengannya.
"Oh selamat siang Tuan Erix " .Elden menjabat tangan Erix yang datang seorang diri tanpa asisten pribadinya dengan membawa bucket bunga lili.
"Selamat atas kelahiran putra anda tuan Elden ,saya ikut merasa senang ".mimik bahagia terpancar nyata di wajah Erix saat melihat sosok manusia mungil tengah tidur didalam box bayi.ia berjalan mendekat ke arah box bayi dan tersenyum lebar,membuat Elden dan Sherena saling menatap.
"Silahkan duduk Tuan Erix ".ucap Elden berusaha menghalangi Erix saat sudah berada terlalu dekat dengan box bayi putranya.hal itu ia lakukan agar tidak sembarang orang yang mendekati buah hatinya.
"Ma'af ".Erix tersadar saat ini sikapnya diluar kendali.ia tidak bisa mengendalikan suasana hatinya yang tengah berbahagia melihat keponakannya yang sangat tampan.
"Mohon Ma'af tuan Elden ,saya tidak bisa berlama- lama disini.saya harus pergi ".Erix segera pamit dari ruangan itu dimana Elden dan Sherena sudah mengucapkan terimakasih atas kunjungan Erix .
__ADS_1
" Dia kan yang waktu itu ....." ucapan Sherena terhenti saat melihat anggukan kepala Elden.
"Kenapa waktu itu jamu tidak mengenalinya ?" tanya Sherena heran.
"Waktu itu aku belum kenal dengan tuan Erix .aku dan dia baru kenal saat dia menawarkan kerjasama dengan perusahaan kita.
Sherena hanya mengangguk dan tidak menanyakan tentang tuan Erix lagi.walau sebenarnya ingin sekali ia bertanya dimana tinggal pria yang baru saja jadi rekan bisnis uami nya itu.karena menurut hati kecilnya,ia berasa pernah mengenali sosok erix.tapi ia lupa dimana.dan ia juga tidak mau bertanya kepada suaminya karena takut Elden akan salah paham kepadanya.
Selama dua hari Sherena menginap dirumah sakit ,dan hari ini dokter sudah memperbolehkannya pulang kerumah.
Saat ia memasuki rumah ,ia dibuat terkejut dengan sambutan yang derikan oleh para asisten rumah tangganya.sungguh membuatnya terharu.begitu juga saat ia memasuki kamar baru putranya,kembali ia dibuat kaget dengan pernak pernik yang tertata rapi di kamar tersebut.
"Putra kita pasti suka ".bisik Elden di telinga Sherena.
"Terimakasih sayang ".Sherena mencium kedua pipi suaminya karena terlalu bahagia atas perlakuan manis Elden kepada dirinya dan putranya.
Pasangan suami istri itu lalu kembali ke kamar utama bersama putra nya yang lucu dan tampan.lalu Sherena menaruh nya di atas tempat tidurnya yang berukuran big size itu.entah karena apa ,tiba-tiba bayi mungil itu menangis sehingga membuat pasutri itu kalang kabut.
Tidak kebahisan akal ,Sherena membuka kancing kemejanya dan mengeluarkan satu bukit kenyal nya.
Sherena memutar mata jengah mendengar ucapan suaminya.bisa-bisa disaat genting seperti itu Elden berpikir mesum seperti itu.
Hap
Seketika suara tangis itu berganti dengan suara yang sulit Elden jelaskan.
"Sayang ,apa yang kamu lakukan dengan squishi ku ?" tanya Elden masih tidak percaya dengan apa yang dilakukan istrinya.memberikan mainan kesukaannya kepada putranya.
"Ckk...,aku sedang memberi ASI buat bayi kita.dan itu sangat baik untuk bayi ".ucap Sherena jengah melihat ekspresi suaminya.
" Tapi itu punya ku sayang ".rengek Elden seperti anak kecil yang es krim nya meleleh.
plak
__ADS_1
"Aduh " tiba-tiba bantal guling mengenai wajah Elden yang masih tidak terima dengan squishi nya yang telah direbut oleh putra nya sendiri.
" Kapan bisa buka puasa sayang ? " tanya Elden meraba - raba paha Sherena.
Karena tidak mengerti dengan pertanyaan Elden ,Sherena memberanikan diri untuk bertanya.karena setahunya,Elden tidak pernah puasa sunat .kecuali puasa ramadhan.
" Kamu puasa Senin Kamis sayang ?" tanya Sherena senang.
" Ck...bukan itu , tapi ini " .Elden mengambil tangan kiri Sherena dan menaruhnya tepat di senjatanya yang sudah mulai menegang.
"Astaga , aku baru saja melahirkan sayang . boleh seperti itu lagi jika sudah empat puluh hari " terang Sherena meyakinkan suaminya yang tengah digabut gairah.
"Apa ? aku bisa mati " terkejut mendengar perkataan Sherena,membuat Elden menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur tepat di samping sang istri.
Sedangkan Sherena hanya tersenyum melihat kelakuan suaminya yang seperti bocah.bukannya ia tidak mau melayani hasrat suaminya,namun saat ini kondisinya berbeda dengan kondisi sebelum ia melahirkan.dimana disaat hamil sekalipun Elden juga selalu memintak hak nya dan tak pernah sekalipun juga Sherena menolaknya.
Tiba - tiba ia berpikir dan merasa takut sendiri.
" Sayang ,ayo kita ke kamar mandi " ajak Sherena setelah meletakkan bayinya kabki ke atas tempat tidur.
" Aku tidak mau mandi " ucap Elden tidak bersemangat.
" Ayo.....". Sherena menarik paksa tangan Elden sehingga mau tak mau Elden mengikuti langkah Sherena menuju kamar mandi.
" Sayang ,aku....."ucapan Elden terhenti saat jari lentik Sherena membuka kancing celana yang Elden kenakan.dan saat semuanya terlepas , ia mulai memanjakan suaminya dengan gerakan maju mundur dari mulutnya.
Perbuataan Sherena itu membuat Elden merasakan nikmat luar biasa. sesekali ia sedikit menekan kepala Sherena untuk lebih memperdalam gerakan maju mundur kepada senjatanya.
aaghhhh......
Suara itu lolos keluar dari bibir Elden saat mencapai kenikmatan yang luar biasa.
Sedangkan Sherena merasa sedikit kesal dengan ulah suaminya.
__ADS_1
"Issh ...kenapa tidak kasih aba - aba mau keluar sih ?" rengek Sherena kesal karena Elden menyemburkan semua larvanya didalam mulut nya
"Ma"af sayang. tapi tadi terlalu nikmat " jawab Elden puas melihat ekspresi Sherena dengan bibir seperti bibir itik. 🤣