
Sherena sedang berada di walk in closet mengganti pakaiannya dengan stelan piyama.kemudian berjalan ke ranjang untuk merebahkan dirinya.namun saat ia akan memejamkan matanya ,ia mendengar suara pintu dibuka.
Ceklek
Elden masuk dengan wajah yang merungut kesal .kemudian ia duduk disisi ranjang sambil melihat layar ponselnya.
"Sial" gumam Elden menunjuk diudara.
"Ada apa?" tanya Sherena bingung ,kemudian bangun dan duduk diranjang tersebut .
"ini" Elden memperlihatkan layar ponselnya.
"Wah...mereka makin mesra saja " ucap sherena tersenyum lebar melihat foto-foto Meta dan Billy yang sedang tertawa lepas .
"Apanya yang wah?" geram Elden merebut kembali ponselnya yang tadi berada ditangan sherena.
Sherena mengerutkan keningnya ,ia melihat kekesalan Dimata pria tampan yang tengah duduk disampingnya itu .
"Kenapa ?" tanya Sherena .
"Aku kira mereka masih marahan,tapi dugaanku salah.mereka justru tambah dekat "ujar Elden kesal .ia melempar ponselnya diatas ranjang,kemudian menoleh kesamping.ia melihat Sherena dengan segala kebingungannya.ia pun menjelaskan kejadian saat ia makan siang dengan Billy dan kejadian dikantor saat bersama Meta.
"Hahahaha" Sherena tertawa terpingkal pingkal mendengar penuturan Elden sembari memegangi perutnya.
"Kenapa kau malah tertawa ?" tanya Elden semakin kesal. bahkan sang kekasih ikut menertawakannya.
"Lalu aku harus apa?" masih tertawa .bahkan saat ini air disudut matanya sudah mengalir karena terlalu banyak tertawa.
"Menyebalkan " Elden menjatuhkan tubuhnya kasar keranjang .kemudian tidur membelakangi gadis yang sedang menertawakannya itu .
"Hei,ayolah jangan begini " Sherena mengguncang-guncang bahu Elden .namun orang yang dimaksud masih betah membelakanginya.karena Elden masih bertahan dengan kekesalannya,ia mencoba memeluk laki-laki itu dari belakang.namun belum juga ada pergerakan dari Elden.sherena tidak hilang akal ,ia menciumi leher laki-laki yang masih membelakanginya itu.dan benar saja ,Elden berbalik .
"Kau menggodaku ?" tanya Elden menarik pinggang Sherena kedalam dekapannya.
__ADS_1
"Tidak " Jawab Sherena singkat .sebenarnya tadi ia merasa ragu mencium leher sang kekasih. karena pasti akan berlanjut pada kegiatan selanjutnya.
dan ternyata dugaan Segeran salah.elden malah bangun dan turun dari ranjang .kemudian berjalan kesofa yang tak jauh dari ranjang tersebut .
"Kenapa?" tanya Sherena heran.
"Aku tidak mau tersiksa lagi.sebenarnya kapan kamu melayangkan gugatan kepada Radit ?" Elden merebahkan dirinya disofa ,kemudian menyelimuti tubuhnya sendiri .
Sherena menghembuskan nafas kasar,kemudian ia merebahkan diri di ranjang tanpa menjawab pertanyaan Elden .tidak berapa lama mereka pun terlelap dengan mimpi masing-masing.
*
Keseokan harinya ,Sherena bangun lebih awal .karena hari ini ia akan pergi untuk mengurus sesuatu.saat ia masuk kamar mandi ,Elden mengikutinya.
"Aku dulu" ucap sherena mendorong tubuh Elden keluar .
"Aku sudah tidak tahan " jawab Elden terus memaksa masuk .
"Apanya?aku mau buang hajat " ucap Elden yang sudah berhasil menerobos kamar mandi Karena tadi sempat dihalang-halangi Sherena .
Sherena malu sendiri dengan pikirannya ,kemudian ia keluar dan membiarkan Elden bersemedi di closet untuk beberapa menit.
*
Pagi itu sepasang suami istri masih bergelung dalam selimut.Radit terbangun karena merasa ada gesekan dari celananya yang mulai menyempit.kemudian menoleh kesamping dan melihat Gracia masih tidur.ia melihat tali baju tidur yang dikenakan Gracia turun.kemudian ia bangun dan sengaja melepas lingerie berwarna hitam dengan list maroon itu.
Gracia terbangun dan melihat Radit sudah berada diatas tubuhnya .
"aku mau kekamar mandi dulu" ucap Gracia yang mendorong tubuh Radit .kemudian ia turun dari ranjang dan berjalan masuk kekamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Radit ikut masuk,ia berinisiatif melakukan olahraga pagi didalam kamar mandi saja .
Radit mencumbu gracia dengan sedikit kasar .ia terus menggenjot gadis itu dengan berbagai gaya.seakan tidak pernah lelah ,mereka melakukan sampai tiga kali dan sepertinya mereka lupa bahwa Gracia sedang hamil.suara erangan dari keduanya memenuhi ruang kamar mandi tersebut.pertanda mereka sudah menggapai puncak kenikmatan.
__ADS_1
Radit mandi dibawah guyuran shower,sedangkan Gracia berendam di dalam bathup untuk menyegarkan dirinya dalam air yang sudah dicampur dengan cairan aroma therapy.
Lima belas menit mereka menyudahi mandinya,dan mengganti pakaian di walk in closet .Radit pergi ke kantor tanpa sarapan terlebih dahulu ,sedangkan Gracia pergi kerumah Erix tentunya tanpa sepengetahuan Radit.
Gracia disambut dengan pelukan hangat oleh Erix.
seperti biasa ,Erix meminta Gracia untuk melayani birahinya yang sudah beberapa hari ia tahan.mereka melakukan pergulatan panas itu di sofa .Erix selalu mendominasi tubuh Gracia ,sehingga gadis itu kewalahan.bagaimana tidak ,empat puluh lima menit yang lalu ia digempur habis-habisan oleh suaminya .sekarang ia harus melayani nafsu Erix yang sudah seperti setan .
Erix tidak mempedulikan rengekan Gracia yang kesakitan akibat ulahnya.ia masih saja menggoyang tubuh wanita yang saat ini sedang dalam posisi membelakanginya.ia masih terus menghujam miliknya kedalam gua lembap milik Gracia .seperti ada aliran listrik ,tubuh Erix bergetar hebat .saat ia mencabut miliknya,cairan berwarna merah keluar dari gua Gracia .
"Darah?" gumam Erix panik.kemudian membalikkan tubuh Gracia .
Gracia yang merasakan ada sesuatu yang mengalir di bawah sana ikut terkejut.ia berteriak histeris dan terkulai lemah tidak sadarkan diri.
Erix Segera mengenakan pakaian gadis itu dan Segera menggendongnya masuk kedalam mobil.lima belas menit mereka sampai dirumah sakit yang tidak jauh dari rumahnya.dokter Segera menangani Gracia.
"Anda suaminya?" tanya dokter yang keluar dari ruang penanganan.
"Benar dok" ucap Erix berbohong .
"Mari keruangan saya" ajak dokter itu yang berjalan menuju sebuah ruangan yang tidak terlalu besar .
"Kenapa dengan istri saya dok?tanya Erix setelah dipersilahkan duduk.
"Kondisi istri dan janin dalam kandungan istri anda baik-baik saja .hanya saja saran saya,jangan terlalu sering melakukan hubungan intim,karena akan membuat kontraksi sebelum waktunya" jelas dokter.
Erix menunduk malu.kemudian meninggalkan ruangan tersebut setelah pamit kepada dokter itu.lalu ia Masuk kedalam ruang penanganan dimana Gracia sedang terbaring dibrankar rumah sakit.setelah dokter memastikan kondisi Gracia sudah membaik,ia di izinkan pulang kerumah dengan beberapa peraturan yang harus ia patuhi sabagai wanita hamil.
Erix melajukan mobil kerumahnya .ia tidak mungkin mengantar Gracia kerumah Radit ,itu sama saja dengan bunuh diri.
merekapun sampai dikediaman Erix .Erix membantu Gracia turun dari mobil dan memapahnya masuk kedalam rumah. Erix menyuruh Gracia untuk beristirahat dikamarnya.
"Istirahalah.bukankah jam empat nanti suamimu sudah pulang ?" Erix meninggalkan Gracia dikamar.ia harus membuat gadis itu bisa kembali mengendarai mobil yang ia bawa tadi Agar Radit tidak curiga .
__ADS_1