Aku Si PEBINOR

Aku Si PEBINOR
EPISODE 20


__ADS_3

Dokter tengah memeriksa kondisi Radit.


"Wah... perkembangan pak Radit sudah semakin baik,mungkin besok atau lusa bapak sudah bisa pulang ",Ucap dokter sembari melepaskan stetoskop dari telinganya.


"terimakasih dok" sahut Radit tersenyum .dia merasa senang karena sebentar lagi dia akan pulang kerumah .dan ingin secepatnya bertemu dengan Gracia .beberapa hari ini dia tidak bertemu dengan wanitanya itu.


Sherena bisa melihat dengan jelas kegembiraan Radit saat dokter menyatakan sebentar lagi dia sudah bisa pulang .ini bukan Masalah bisa pulang atau tidaknya .dia yakin, Radit sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Gracia.


"Beberapa hari lagi kita bertemu lagi di pengadilan mas.setelah putusan sidang dibacakan,status aku sudah berubah menjadi Janda ". Ucap Sherena menatap Radit dengan perasaan biasa saja.


" Aku yakin,kamu bisa mendapatkan pengganti yang lebih baik dariku.mungkin laki-laki pengganti itu Elden." Radit sengaja menyebutkan nama rekan bisnisnya itu.karena dia sangat yakin. Elden menaruh hati kepada istri yang tidak di akuinya itu.


Sherena nampak kaget dengan ucapan Radit.dari mana Radit mengambil kesimpulan bahwa Elden adalah penggantinya.dia tidak kaget kalau Radit mengenal Elden .karena Radit dan Elden sama- sama seorang pemilik perusahaan.kemungkinan besar mereka memang saling kenal.


" Aku ingin kita tidak memutus silaturahmi meskipun nantinya kita berpisah,apalagi aku sudah menganggap papa kamu seperti papaku sendiri." ujar Sherena tersenyum.


" Kamu bisa menghubungi Gracia untuk datang ke rumah sakit sekarang .kamu tidak perlu segan lagi,papa kamu sudah balik ke mansion." sambung Sherena dengan senyum tulus.


Radit yang baru menyadari itu,segera meminta ponselnya untuk segera menghubungi pujaan hatinya.namun senyum dibibirnya pudar ,nomor Gracia tidak aktif.sudah beberapa kali ia mencoba untuk menghubungi nomor wanita itu,tetap saja tidak aktif .Radit menjadi khawatir .takut terjadi sesuatu dengan Gracia.


"Mungkin dia sibuk." sahut Sherena yang menyadari kekhawatiran Radit.


"Terimakasih sudah mempedulikanku ."ucap Radit pelan.


Sherena merasa iba dengan Radit .terlihat sekali radit sedang berpikir keras .


" Kamu tidak perlu berterimakasih mas ." senyum tersungging dibibir Sherena .


tok...tok...tok....


"itu mungkin Gracia ." sahut Radit semangat.


"Sebentar mas ,biar aku yang buka ." Sherena berjalan menuju pintu keluar .dia dibuat melongo dengan kedatangan seseorang .


"Hai ,aku kangen." ucap pria yang mengenakan stelan jas warna navy yang tak lain adalah Elden.


" Dasar ga tau tempat ." bisik Sherena .takut Radit mendengar ucapan Elden tadi .

__ADS_1


" Boleh masuk ?" tanya Elden menunggu jawaban dari perempuan yang sedang melototkan mata kepadanya .


Dan Sherena mempersilahkan masuk tamu yang bergelar pebinor itu.


"Elden " Sapa Radit sembari Bagun dari tidurnya.


"Bagaimana keadaan anda tuan Radit ?" Tanya Elden sopan.namun matanya lebih sering menoleh kesamping Kanan.


"Saya sudah semakin membaik,terimakasih atas kunjungannya " balas Radit sopan.


"Bagaimana dengan penabraknya? apa sudah ditemukan ?" Tanya Elden ingin tahu.


" Belum ,saya tidak ingin memperpanjang Masalah.karena saat ini keadaan saya sudah semakin membaik" timpa Radit jujur .


"Anda tetap harus melaporkannya tuan Radit.bisa jadi kecelakaan yang menimpa anda bukan kecelakaan biasa .bisa jadi itu adalah unsur kesengajaan." Elden berusaha menyakinkan Radit.karena tindak pelaku kejahatan harus dihukum sesuai dengan perbuatannya.


Radit hanya tersenyum .kemudian mereka berdua membahas masalah pekerjaan.


Sherena duduk di sofa ,sesekali mendengarkan cerita mereka.cerita yang membosankan bagi sherena.karena yang dia tahu hanya masak ,masak dan masak.saat ini matanya sudah tidak bisa diajak kompromi .dalam hitungan detik ,matanya sudah terpejam dengan nafas yang beraturan.


Radit yang tidak sengaja melirik ke arah sofa, berusaha untuk bangun dari duduknya.


" Anda baru sembuh tuan Radit ,biar saya saja. " ujar Elden .


Elden berjalan melangkahkan kaki nya menuju sofa .kemudian membenarkan posisi tidur Sherena.


" Anda peduli sekali dengan istri saya.saya merasa tidak enak." sindir Radit sengaja untuk melihat ekspresi Elden.


" Ma'afkan saya tuan Radit ,karena sudah peduli kepada istri anda.saya juga merasa kasihan padanya .selama ini dia tidak mendapatkan haknya sebagai istri.jadi saya ingin sedikit memberikan hak nya." jawab Elden memanas-manasi Radit .


Sherena yang mendengar suara orang berdebat ,Segera membuka matanya .


dilihatnya Radit dan Elden sama-sama tersenyum .tapi senyum mereka bukan senyum tulus.tapi seperti senyum untuk mengibarkan bendera perang.


" Ada apa ini ribut-ribut?"tanya Sherena memastikan. sambil menatap bergantian kepada dua laki-laki di hadapannya.


Radit hanya tersenyum smirk. sementara Elden acuh tak acuh seolah tak terjadi apa-apa.

__ADS_1


" Sayang ,kamu suapkan aku makan donk.aku lapar nih " ujar Radit dengan suara manja yang dibuat-buat.lalu sesekali menoleh kearah Elden .


Sherena merasa bingung dengan situasi saat ini.yang satu suaminya,meskipun sebentar lagi akan bercerai.yang kedua adalah bos nya.bos yang suka menciumnya seenak jidatnya.tapi dia menyukai bos brengsek itu.


Sherena masih diam terpaku ditempatnya.


"ayo sayang ,kamu kok diam aja sih ? "sambung Radit memuyarkan lamunan Sherena.


" Sial ,apa maksudnya dia panggil-panggil sayang kepada Sherena. " bathin Elden mengumpat.wajahnya sudah mulai tidak bersahabat.


Sherena melihat perubahan sikap yang tiba-tiba dari kedua laki-laki tersebut ,ingin sekali mengerjai mereka.


" Ma'af mas,perutku sakit.aku harus ke toilet.biar tuan Elden saja yang menyuapi mas makan .beliau pasti tidak keberatan ." ucap Sherena kemudian berjalan menuju toilet yang ada dalam ruangan itu tanpa menunggu persetujuan dari keduanya.


Saat punggung Sherena menghilang dari mata,Elden mengeluarkan taringnya.


" benar-benar brengsek kau ya,kau sengaja kan?" umpat Elden tak terima.


"siapa yang brengsek ?dia istriku. yang brengsek itu anda .masa seorang pengusaha sukses ,tampan dan gagah mau merebut istri orang ." ujar Radit santai.


Ingin sekali Elden mencabik-cabik mulut laki-laki yang ada di hadapannya saat ini.namun dia tetap harus bermain cantik.jangan sampai Sherena menjauhinya karena hal kecil seperti ini


"istri yang kau campakkan maksudmu? " ketus Elden tidak mau kalah.


"siapa bilang?mana mungkin aku mencampakkan istri secantik dia.malahan setiap hari kami memadu cinta di ranjang. kadang-kadang di kamar mandi .kau tahu tidak ,desahannya menambah gairahku" ujar Radit yang tentu saja berbohong.karena selama ini dia tidak pernah menyentuh sherena sama sekali.


Wajah Elden semakin merah menahan amarahnya.dia tak terima dengan pengakuan Radit .


Untung Sherena segera keluar dari toilet.


" Kalian baik-baik sajakan?" tanya Sherena heran kepada laki-laki dewasa dihadapannya.


Dia melirik Elden yang wajahnya sudah seperti kepiting rebus .sedangkan wajah Radit masih terlihat santai.


Tiba-tiba Radit menarik kasar tangan Sherena ,sehingga wanita itu terjerembab ke dalam pangkuannya.Radit mengecup pucuk kepala Sherena dengan lembut.


Sherena melepaskan pelukan Radit,karena merasa tidak enak hati.

__ADS_1


Brak........


__ADS_2