
"Saya akan datang ke pesta pernikahan kalian " ujar dokter Al dengan senyum yang dipaksakan .kemudian berjalan meninggalkan sepasang kekasih itu.
"Kamu cemburu kan?" ledek Meta .
"Tidak " jawab Billy singkat.lalu melempar pandangan kearah luar .seketika keningnya berkerut melihat sosok yang ia kenal tengah duduk sendiri .
"Radit..." gumam Billy pelan namun bisa didengar jelas oleh Meta.
Meta ikut menoleh kearah pandangan Billy .ia juga tidak kalah kagetnya melihat sosok pria yang dulu selalu rapi,kekar dan tampan.sekarang orang tersebut kelihatan lebih kurus.
"Itu Radit ?" tanya Meta dengan suara yang cukup hanya mereka berdua saja yang mendengar.
"Ya" jawab Billy singkat .namun pandangannya tetap tidak lepas dari sosok pria yang sangat menyedihkan itu .
"kenapa dia jadi seperti itu ?" tanya Meta lagi. karena masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini.
"Perusahaannya di ambil alih oleh orang lain " jawab Billy jujur .kemudian ia menceritakan bagaimana perusahaan Radit yang tiba-tiba sudah berganti pemilik.dan saat ini Radit hanya tinggal disebuah perumahan minimalis .karena rumah yang sebelumnya juga sudah diambil alih orang lain.
Meta menutup mulut dengan tangannya.ia benar-benar tidak menyangka keadaan Radit memprihatinkan seperti itu .
"Apa mungkin itu karma atas semua perlakuannya terhadap Sherena selama ini ?" bathin Meta .ia tahu persis selama berumah tangga,Sherena sering kali disakiti bahkan tidak di anggap.dan sering kali Radit menghina temannya itu sebagai benalu yang numpang hidup dirumahnya.
*
*
Setelah keduanya sampai digedung SJY Group.tepatnya di depan pintu ruang Presdir,Billy dan Meta mengetuk pintu bersaman .dan mereka masuk setelah mendapat izin.
"Kenapa lama sekali?" tanya Elden sinis.
" Kami makan duluan tuan " jawab Billy santai .kemudian meletakkan makanan di atas meja .
"Silahkan tuan" sambung Billy.
Karena perut tidak bisa di ajak kompromi lagi,Elden memutuskan untuk tidak marah kepada asistennya itu .ia langsung duduk disofa disamping Sherena .
"Kalian boleh keluar " ujar Elden tanpa menoleh .
Elden dan Sherena mulai menyantap makan siang mereka yang sedikit terlambat karena ulah Billy dan Meta.
__ADS_1
"Setelah kita menikah nanti,apa kamu masih ingin bekerja ?" tanya Elden dengan mulut yang masih berisi makanan.
" Aku terserah kamu saja .kalau kamu melarangku bekerja diluar ,aku akan resign .tapi kalau kamu izinkan aku bekerja ,tentunya aku tidak perlu berhenti " jawab Sherena sembari menoleh ke arah Elden yang saat itu juga menoleh ke arahnya.
Elden tersenyum simpul.ia sangat beruntung mendapatkan wanita seperti sherena.
"Tidak sia-sia aku jadi pebinor " bathin Elden sembari menahan tawanya.
*
*
Sementara jauh diseberang sana ,Radit berjalan mengendarai sepeda motor miliknya.menyusuri jalanan yang mulai macet karena sudah masuk jam pulang kerja.saat berhenti di lampu merah,manik matanya menangkap sosok yang sangat ia kenal.Gracia tengah berjalan bersama seorang pria memasuki mobil warna hitam.ia segera menghampiri mobil yang dinaiki perempuan yang masih berstatus istrinya itu.
"Turun Gracia " teriak Radit memukul kaca mobil yang dinaiki perempuan itu.
"Mas Radit ?" Gracia menatap tidak percaya dengan sosok yang tengah berada di hadapannya.
"Dasar wanita Ja*la*Ng " geram Radit mengingat semua yang terjadi padanya akibat ulah istrinya itu.
"Ini kamu mas?" tanya Gracia dengan senyum mengejek.
"Itu semua gara-gara kamu bre*Ng*sek" geram Radit ingin menampar pipi wanita yang menertawakan penampilannya saat ini.namun secepat itu juga tangan Gracia menangkis serangan Radit.
"Jangan Coba-coba memukul aku mas .kamu mau aku laporkan ke polisi ? " ancam Gracia .
Kemudian mata Radit menoleh kekursi samping Gracia.seorang laki-laki yang tidak asing baginya tengah memainkan ponsel.
"Kau siapa ?" tanya Radit penasaran.
"kau berbicara dengan ku?" tanya Erix datar,kemudian kembali memainkan ponselnya.
"Tentu saja " sambung Radit penasaran.
Erix mengehembuskan nafas kasar.kemudian menaruh ponselnya di saku kemeja.
"Aku kekasih Gracia " ujar Erix masih dengan ekspresi tenang.
" Sejak kapan? " tanya Radit .
__ADS_1
"Sejak kamu menikahi Sherena " jawab Gracia tersenyum licik.
"Apa?jadi selama ini kau berselingkuh dibelakangku? " geram Radit dengan tangan mengepal.
Gracia hanya mengangguk kepala sambil terus tersenyum.ia merasa senang melihat ekspresi Radit yang kaget mendengar penuturannya.
"Sudah cukup ekspresi kagetnya?aku mau pergi " ujar Gracia sembari memasang seat belt nya.
"Dasar Bre*ng*sek,kau harus mempertanggung jawabkan perbuatannya " Radit mencengkram rahang Gracia dengan erat.
"Sakit mas,lepas " ujar Gracia sembari berusaha melepas tangan Radit.
...Bugggh...
Kejadian itu terjadi begitu cepat,tiba-tiba saja Erix sudah berada di belakang Radit .
tubuh Radit terhuyung ,sudut bibirnya mengeluarkan cairan merah segar.Radit mengusap sudut bibir dengan jempolnya.pukulan yang di berikan Erix begitu kuat,sehingga ia merasakan sakit luar biasa disekitar mulutnya.
"Jangan pernah main-main denganku" macam Erix kemudian masuk kedalam mobil dan meninggalkan Radit yang masih berdiri.
Mobil yang dikendarai Erix berjalan dengan kecepatan penuh.terlihat wajah tampan Erix seperti menahan amarah.Gracia gang memahaminya berusaha menenangkan suasana hati Erix saat ini .
"Sabar , bukankah dia sudah mendapat ganjarannya?" ujar Gracia hati-hati.ia takut Erix mengamuk jika mengingat kejadian masa lalu itu.
"Itu belum seberapa ,penderitaannya akan terus berlanjut". geram Erix tanpa menoleh sedikitpun ke arah wanita yang tengah duduk disamping kursi kemudi.
Gracia yang sangat hafal watak Erix hanya diam .ia tidak mau terlalu ikut campur urusan dendam Erix terhadap radit.namun jika Erix masih membutuhkan bantuannya,ia akan senang hati menolong.
Setelah dua puluh menit perjalanan,Erix dan Gracia sampai dirumah besar yang merupakan rumah milik Erix sejak dulu.
mereka berdua keluar dari dalam mobil dan langsung masuk kedalam rumah.
"Kita ke kamar saja yuk" ajak Gracia sengaja menggoda Erix .
Erix hanya menuruti ajakan Gracia .karena jujur ia juga menginginkan sentuhan setelah beberapa hari pergi keluar kota.
Saat sudah sampai dikamar milik Erix ,Gracia mendorong tubuh kekar Erix keatas ranjang.ia tidak peduli dengan perutnya yang mulai semakin membesar.karena semenjak hamil ,nafsu birahinya semakin tinggi .dengan cepat Gracia melepas pakaian yang dikenakan Erix dan secepat itu juga ia melepas pakaiannya sendiri .hingga saat ini keduanya sudah sama-sama polos tanpa sehelai benangpun.
"Aku menginginkanmu sayang" bisik Gracia kemudian mencium bibir Erix dengan ganas.saat ini tubuh Gracia berada di atas tubuh Erix.ia terus menciumi bibir kemudian beralih ke leher .sedangkan tangan Erix sudah berpindah ke area gunung kembar milik Gracia yang semakin montok semenjak wanita itu hamil.pergulatan panas itu tidak dapat dihindari.keduanya telah mereguk kenikmatan dengan sensasi permainan yang berganti-ganti.
__ADS_1