
Pasangan unik itu tengah menikmati makan siang di sebuah resto pilihan Elden.sesekali mereka berbincang membicarakan hal-hal ringan.
" Meta kapan pulangnya sih?perasaan udh 2 hari belum balik juga " tanya Sherena sembari menyendokkan makanan kemulutnya.
" kenapa ? kangen? " ucap Elden melirik sekilas gadis di hadapannya.
" iya " jawab Sherena singkat .
Elden membersihkan bibirnya dengan tissue pertanda menyudahi makan siangnya.
" Aku mau melamar kamu setelah putusan sidang selesai" ucap Elden yang keluar dari topik pembicaraan.
Sherena yang sedang asyik mengunyah makanan,tiba-tiba tersedak.
"pelan-pelan makannya " Elden menyodorkan minum kebibir Sherena .
Sherena merasa salah tingkah karena laki-laki di depannya menatapnya dengan intens.
" jangan melihatku seperti itu" ucap Sherena membuang pandangan ke samping.
" Aku serius,aku ingin menikahimu " Elden menggenggam jemari Sherena.
"aku ...aku masih terikat pernikahan dengan mas Radit .dan saat di depan hakim ,mas Radit menarik gugatannya " ujar Sherena menunduk.
Elden mengerutkan keningnya.dia tidak menyangka Radit akan melakukan itu.
" bagaimana dengan kamu?" tanya Elden ingin tahu langkah Sherena selanjutnya.
" aku tidak ingin rujuk dengan mas Radit ,kamu bisa lihat sendiri kejadian di parkiran tadi" ungkap Sherena menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
senyum elden mengembang mendengar pernyataan gadis idamannya.
"apa itu artinya kamu sudah menerimaku jadi bagian penting dalam hidupmu?" tanya Elden menunggu jawaban.
Sherena tersenyum malu.kemudian menganggukkan kepalanya .
"you're mine " ucap Elden mengusap lembut pipi Sherena.
*
*
Sementara itu, Radit dan Gracia sedang berada di aparteman milik Gracia.keduanya saling melepas rindu.seperti yang sering mereka lakukan berdua,mereka melepas hasrat dengan permainan panas.erangan panjang membuat tubuh Radit ambruk di atas tubuh Gracia .
kemudian Radit turun dari atas tubuh Gracia.berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.dan gracia mengikutinya.
" aku masih mau " goda Radit saat Gracia mau masuk kedalam bathup.
Gracia tidak menolak.dia tetap melayani birahi buas laki-laki yang saat ini sedang menggerayangi tubuhnya.
__ADS_1
"aku bisa mati kalau terus begini " bisik Gracia saat Radit telah mendapat pelepasan.Radit hanya tersenyum menanggapi ucapan perempuannya.
setelah menyudahi kegiatan panas dan acara mandinya ,kedua orang itu berjalan menuju meja makan.
"kapan sidang kamu selesai?" tanya gracia.
" aku membatalkan gugatan" ucap Radit jujur.
" Apa?aku tidak salah dengar ?" Gracia kaget mendengar pernyataan Radit yang ingin membatalkan gugatannya.
"aku sengaja melakukannya ,agar bisa berlama-lama mengerjai dia dan pebinor sialan itu " ungkap Radit yang tidak ingin istrinya direbut oleh orang yang kuasanya berada di atasnya.
Gracia hanya diam tidak menanggapi lagi ucapan Radit .dia sedang berperang dengan otaknya.
"brengsek " bathin Gracia.
Setelah acara makan siang yang tertunda ,Radit meninggalkan apartemen milik Gracia.kemudian kembali ke kediamannya.
*
*
Sherena sudah berada di dapur.bermain dengan daging ,kentang ,kacang polong dan wortel .dia ingin membuatkan makan malam untuk Meta .Meta sangat menyukai beef steak .
Setelah 40 menit bermain-main dengan alat tempur dapur ,Sherena menyudahi kegiatannya .kemudian berjalan kekamar mandi yang ada dikamarnya untuk membersihkan diri .
Baru saja akan melangkah ,terdengar suara ketuk pintu .
Tubuh Sherena terpelanting saat Meta berhambur ingin memeluk gadis yang sudah membukakan pintu untuknya.saat ini tubuh Meta berhimpitan dengan tubuh sherena.
"ehemmmm" tiba- tiba terdengar suara deheman dari belakang.
"Eh tuan " Meta bergegas bangun dari tubuh sherena .begitupun Sherena,berdiri dengan muka kecut.
" Apaan sih kamu Met,sakit-sakit nih badan aku " ucap Sherena mengusap -ngusap tengkuknnya.
"kalau mau main tubruk-tubrukan ,mending sama aku saja " ucap Elden kepada Sherena .tidak perduli saat ini Meta , Billy Dan Sherena memandang tidak percaya dengan ucapan Elden.
" kalau begitu silahkan tuan" sahut Meta asal
Meta mendapat satu jitakan dikepalanya.
" kamu kalau bicara hati-hati " ujar Billy yang ingin menjitak kembali kepala Meta ,namun di tahan cepat oleh gadis itu.
" Salah saya apa tuan ? tadi tuan Elden katanya ingin main tubruk-tubrukan,makanya saya persilahkan " ujar Meta yang tidak paham dengan ucapan Elden .Meta mengira Elden mau mengajak sherena main catur.karena tuannya itu suka sekali main catur.
"Diam !" perintah Billy dengan mata tajam menatap Meta.
"Kebetulan kalian disini,aku sudah masak beef steak untuk makan malam".Sherena mempersilahkan ke tiga orang pemicu kericuhan tadi .
__ADS_1
Saat ini dua pasang manusia sedang menikmati makanan yang sudah tersaji dimeja makan .sherena duduk berhadapan dengan Elden.sementara Meta duduk berhadapan dengan Billy.
Meta melihat interaksi antara Elden dan Sherena .ia melihat Elden kadang tersenyum,kadang mengedipkan sebelah matanya seperti menggoda gadis dihadapannya .
"ehemmm" meta berdehem keras agar pemandangan yang dia lihat tadi tidak nampak lagi .
" habiskan saja makananmu ,dan mata jangan berkeliaran kemana-mana" ucap Billy pelan kepada Meta.
Meta menelan salivanya.tidak habis pikir dengan dengan laki-laki yang sedang menyantap makanan tepat dihadapannya.
Saat mereka sedang asyik menikmati makan malam,seseorang mengetuk pintu apartemen dari luar .
Meta hendak berdiri ,namun dicegah oleh Billy.
"duduk " perintah Billy dengan datar .kemudian berjalan untuk membukakan pintu.
"Kau " saat pintu sudah terbuka.Billy menahan orang tersebut agar tidak masuk.
"jangan halangi aku " lalu memaksa untuk masuk.
"wah..wah...wah...hebat sekali kalian.bisa makan malam bersama " sambung Radit bertepuk tangan dengan senyum sinis.
" Mas " ucap Sherena terkejut dengan kehadiran Radit yang tiba-tiba.
"kenapa ? kaget ? istri macam apa kau,sudah bersuami tapi makan malam bersama laki-laki lain ", ujar Radit menatap Elden dengan tatapan membunuh.
" lalu suami macam apa anda?sudah beristri tapi masih tidur dengan perempuan lain?" Elden tidak mau kalah .dia sudah tahu siapa Radit dari orang suruhan Billy.
Radit tidak terima dengan apa yang dikatakan Elden terhadapnya.meskipun yang dikatakan Elden benar ,namun dia tidak ingin Sherena tahu apa yang dia lakukan diluar sana.
"ayo pulang " Radit menarik kasar tangan Sherena .
"sakit mas" rengek Sherena berusaha melepas pegangan tangan Radit yang membuat pergelangan tangannya memerah.
" lepaskan dia " perintah Elden yang sudah gusar dengan tingkah Radit.
" oke , aku akan ikut kamu mas " ujar Sherena .dia tidak ingin Elden dan Radit bertengkar gara-gara dia .
Elden tertegun mendengar ucapan sherena.pikiran buruk sudah menari-nari diotaknya .dia tidak ingin Sherena pergi bersama radit.dia takut Radit akan melakukan sesuatu terhadap perempuan dicintainya.lebih tepatnya,Elden takut Radit akan meminta haknya kepada istrinya sendiri.
Elden hanya melihat kepergian Sherena dengan pikiran berkecamuk.dengan langkah kaki lebar,dia keluar meninggalkan apartemen Meta yang tentunya diikuti oleh Billy.
" Semuanya kan baik-baik saja tuan" ujar Billy menenangkan Elden yang sudah memperlihatkan amarah dari wajahnya.
" Kau suruh aku tenang ?bagaimana aku bisa tenang ,bajingan itu bisa saja tidur dan melakukan hubungan suami istri dengan Sherena berkali-kali " suara Elden menggema diruangan tersebut.untung saat ini mereka sudah berada di apartemen milik Billy.
" percayalah,nona Sherena pasti bisa mengatasinya" ucapan Billy yang belum bisa membuat Elden tenang.
Elden menjatuhkan tubuhnya disofa ,meremas rambut dengan kedua tangannya.
__ADS_1
"kau harus melakukan sesuatu " perintah Elden Dimana Billy sudah bisa menebak maksud tuannya.