
Melihat begitu banyak pesan yang dikirim Elden untuknya,Sherena pun berniat untuk membalas pesan tersebut.
" Aku sudah memberimu ma'af berkali-kali,tapi apa kamu menghargai sedikit saja perasaan ku ? kamu sudah berjanji bahkan menyebut nama tuhan,tapi kamu sendiri melanggarnya.bagaimana caraku mempercayaimu lagi ?" Sherena mengutarakan semua isi hatinya.sialnya pesan yang ia kirim tersebut langsung garis biru dua yang artinya Elden sudah membaca pesan yang ia kirim tersebut.buru-buru Sherena mematikan ponselnya Kembali.
"Ternyata Elden belum tidur " Gumam Sherena.ia melirik jam di dinding.ia bingung kenapa Elden masih belum tidur.padahal sudah semalam ini.malahan hampir subuh.Sherena berpikir saat ia meng aktifkan ponselnya ,ia yakin Elden pasti sudah tidur .tapi dugaannya salah.
Tak mau berpikir lebih keras lagi,akhirnya Sherena memutuskan untuk kembali tidur.
*
Sedangkan sejak kepergian Sherena ,Elden tidak bisa memejamkan matanya sama sekali.bahkan untuk merebahkan tubuhnya di atas ranjang pun tidak bisa.ia terus memikirkan istrinya yang pergi dari rumah tanpa se izinnya.ia tidak mengira Sherena sanggup melakukan itu.ia berpikir,istrinya akan selalu mema'afkan kesalahan yang ia Buat.tapi semua pikiran-pikirannya itu semua zonk .
"Kamu dimana sayang ". gumam Elden .tiba-tiba ia teringat akan applikasi yang ia dan sherena gunakan .applikasi berbagi lokasi.ia dan Sherena memang sudah mengaktifkan berbagi lokasi ke hp masing-masing.
Elden mengernyitkan dahinya saat tahu keberadaan Sherena saat ini.setaunya istrinya tidak punya teman yang tinggal diarah tersebut.
Lalu Elden berusaha menelpon Meta. berharap Meta tahu siapa teman atau kerabat Sherena yang tinggal di daerah yang berhawa dingin itu.
"Selamat pagi Tuan " jawab Meta saat panggilan diangkat oleh Meta.
"Met , kamu tahu siapa teman atau mungkin kerabat istriku yang tinggal di xxx ?" tanya Elden antusias.ia berharap Meta tahu karena ia sudah sangat kangen juga merasa bersalah terhadap Sherena.
Namun jawaban Meta membuat imajinasinya terpuruk.ingin sekali ia menghubungi ayah mertuanya untuk menanyakan hal itu.tapi ia takut ayah mertuanya akan marah besar kepadanya.
Tanpa berpikir panjang lagi ,Elden mengganti pakaiannya dengan pakaian santai .ia memilih untuk tidak datang ke kantor hari ini .semua pekerjaan ia serahkan kepada billy.kalaupun ia paksakan untuk bekerja , itu tidak akan membuatnya konsentrasi karena terus memikirkan istrinya.
Elden sudah Sampai di titip maps dimana keberadaan Sherena semalam.ia berjalan pelan sesekali bertanya kepada orang yang lewat disana dan menanyakan keberadaan istrinya dengan memperlihatkan foto sherena. tapi setiap ia bertanya. tak seorangpun mengenali sherena.dengan rasa kecewa ia menaiki mobilnya dan kembali menempuh jalan raya dengan kecepatan sedang.
...braaakk...
Suara benturan terdengar begitu keras.seseorang menabrak mobil bagian belakangnya.segera Elden turun dari mobil dan melihat apa yang sebenarnya terjadi.
__ADS_1
" Anak sekolah " teriak seseorang yang melihat ada seorang anak laki-laki mengenakan seragam sekolah tergeletak tak berdaya di belakang mobil Elden.
"Ayo bawa kerumah sakit " ajak Elden kepada orang- orang yang ada di sana .ia mengarahkan orang- orang tersebut untuk menaruh anak remaja tadi kedalam mobilnya.
Ternyata anak laki-laki yang berseragam putih abu itu mengendari sepeda motornya dengan kencang .entah karena apa ,tubuh anak laki- laki itu terlempar hebat ke mobil Elden bagian belakang.
Saat sudah sampai dirumah sakit , siswa putih abu itu langsung di letakkan di atas brankar dan langsung ditangani oleh dokter.
Elden dan orang yang ikut mengantar anak sekolah tersebut ikut melapor ke polisi laka lantas.mereka menceritakan kronologis kejadiannya kepada pihak kepolisian.
Setelah semua dirasa beres,Elden kembali melajukan kendaraannya untuk mencari Sherena.ia tidak tahu mau kemana,yang jelas saat ini ia harus menemukan istrinya. baru ia sadari sehari tanpa kehadiran Sherena,ia sudah merasakan setengah jiwanya pergi.
"Sayang , Kamu dimana ? " gumam Elden memijit kepalanya yang teras pusing.
*
*
tok...tok...tok...
Meta masuk saat sudah dipersilahkan masuk.ia Segeran duduk dikursi yang ada di depan meja kerja Elden .namun yang duduk dikursi itu bukan Elden melainkan Billy.
" Tanyakan soal pekerjaan saja " sahut Billy seperti mengerti apa tujuan istrinya menemuinya saat ini.
ckkkk
Meta mendengus kesal melihat sikap suaminya yang tidak ada rasa peduli dengan Masalah orang lain.lebih tepatnya masalah temannya dan bos suaminya.
"Kamu kenapa sih ? " tanya Meta sewot dengan gaya mata yang sengaja disipit-sipitkan seperti akan menerkam mangsa.
Billy tidak menjawab pertanyaan Meta yang menurutnya tidak penting.ia terus mengerjakan setumpuk kertas yang ada dimeja kerjanya.lebih tepatnya meja kerja Elden.tanpa menghiraukan kehadiran Meta yang menunggu informasi akurat darinya.
__ADS_1
Brak
Mendengar suara meja yang digebrak dengan tenaga yang lumayan besar membuat Billy menghentikan pekerjaannya.ia menoleh kepada wanita yang ada didepan meja kerjanya.
"Mau apa ? " gertak Meta saat melihat Billy menatapnya dengan sorot mata tajam.
"Jangan mendekat " sambung Meta menaikkan sebelah tangannya memberi isyarat kepada Billy .
Namun Billy tidak menghiraukan peringatan yang Meta berikan.ia terus mendekati wanitanya hingga jarak antara wajahnya dengan wajah Billy tidak ada ajak lagi.
Jantung Meta berdegup dengan kencang saat posisi mereka yang sangat dekat.perlahan matanya turun kearah bibir Billy yang selalu membuatnya candu.setelah sadar ,dengan cepat ia membuang muka .ia mencoba menarik nafas dan membuangnya perlahan.
Bukannya menjauh , Billy malah menarik pinggang Meta sehingga tubuh wanitanya menempel sempurna dalam pelukan Billy.
" Kenapa ?kamu takut ?"tanya Billy saat mendengar detak jantung Meta yang tidak beraturan.
" Aku ..." Meta tidak bisa melanjutkan ucapannya karena saat ini bibirnya sudah dikunci rapat oleh bibir Billy Dengan lembut tapi menuntut.
Ciuman yang awalnya biasa saja berubah menjadi panas. tangan nakal Billy sudah menyusup kedalam kemeja yang Meta kenakan untuk memainkan benda kenyal yang selalu jadi favoritnya.
Tak sanggup mendapat serangan manis dari Billy,tanpa sengaja Meta mengeluarkan nyanyian merdu yang membuat Billy semakin bergairah.
Aw
Meta terkejut saat tubuhnya melayang digendong oleh Billy. Billy membawanya masuk kedalam ruangan pribadi Elden.
" Jangan,nanti tuan Elden marah " Tolak Meta yang takut jika Tuan Elden tau jika ruang pribadinya dipakai untuk mantap-mantap.
"Persetan " ujar Billy yang sudah tidak bisa menahan gairahnya.ia meletakkan tubuh istrinya diatas tempat tidur.jari-jarinya sudah berhasil menanggalkan semua yang menutupi tubuh Wanitanya.dengan nafas memburu ,ia menciumi leher Meta dan tak lupa memberi tanda kepemilikan disana.kemudian turun kebukit kenyal Meta.
Perlakuan Billy membuat Meta sudah tidak bisa menunggu lama lagi.dengan cepat tangannya membantu Billy melepas kemeja dan celana yang tadi suaminya kenakan.
__ADS_1
Pergulatan panas itu tidak dapat dihentikan lagi.kedua insan yang tengah mereguk nikmat dunia itu mengerang saat penyatuan berakhir dengan tumpahan hangat dirahim sang istri.