
Elden berjalan beriringan menuju ruang rapat.sementara itu Meta mengikutinya dari belakang.
sesampainya diruang rapat, beberapa orang sudah menunggu kedatang pengusaha muda itu.
Elden menyuruh Meta untuk maju kedepan.sekretarisnya itu mengangguk tanda setuju .kemudian Meta berdiri dan mulai melakukan presentasi.
"Jangan diliatin terus" ejek Elden ditelinga Billy saat mendapati sang asisten terus memandangi gadis cantik mungil yang tengah berbicara itu.
"Saya hanya sedang mendengarkan apa yang ia sampaikan tuan" jawab Billy yang membuat Elden memukul lengannya.
*
Setelah rapat selesai ,kedua orang yang berpengaruh di SJY group itu berjalan menuju cafe untuk makan siang.
saat mereka memasuki cafe ,dari meja samping kiri nampak sepasang manusia yang tengah berbincang sembari menikmati makan siang mereka.
"Jejak digital " bisik Elden di telinga Billy .yang membuat Billy ikut melirik kearah mata Elden sedang melirik sumber objek yang dimaksud.
Billy mengeluarkan ponselnya.kemudian mulai mengambil beberapa gambar orang yang tidak sadar akan kedatangan mereka.
"Beres tuan" ujar Billy memasukkan kembali ponsel kedalam saku jas kirinya.
Mereka duduk tidak jauh dari meja Radit dan Gracia .ya ,sepasang manusia itu adalah Radit dan Gracia yang tengah makan siang .
Billy memesan makan siang untuknya dan untuk Elden kepada waiter yang saat ini sudah berada di mejanya.
"Billy andreas ?" tanya waiter yang masih berada di meja Elden dan Billy .
Merasa namanya dipanggil dengan lengkap,Billy menoleh kesamping kanan untuk melihat orang yang memanggil namanya itu .ia mengernyitkan dahinya,kemudian melirik Elden yang duduk dihadapannya .Elden mengangkat bahunya acuh.
"Apa anda mengenal saya?" tanya Billy kepada waiter perempuan itu.
"Kamu sudah lupa rupanya.Aku Airin teman sekolah kamu dari SD sampai SMP" ucap airin tersenyum .
Billy hanya menghembuskan nafasnya .ia mencoba mengingat perempuan yang saat ini tersenyum menunggu jawabannya.
"Bagaimana ?Apa kamu ingat ?" Tanya Airin sembari mengguncang bahu Billy .
Billy dan Elden saling tatap.kemudian Billy melirik arah tangan Airin yang masih menempel di bahunya .
merasa ditatap dingin seperti itu, Airin menurunkan tangannya cepat .
"Ma'af saya lupa " ucap Billy datar .
__ADS_1
" Aku Airin yang pernah kamu kurung ditoilet waktu SMP dulu .kamu juga pernah menyembunyikan tugasku karena kamu marah saat aku tidak memberimu contekan.dan kamu juga pernah ..." Airin menghentikan ucapannya saat mata Billy melotot tajam kepadanya.
"Lanjutkan " ujar Elden yang membuatnya bersemangat mendengar rahasia dibalik dinginnya sifat asistennya itu .
"Kamu juga pernah memintaku untuk jadi pacarmu ,tapi saat itu aku sudah pacar " sambung Airin ragu.
Billy melempar pandangannya kesembarang arah.rasanya ia ingin sekali bersembunyi dimana saja .yang penting bisa menyembunyikan wajahnya yang sudah mulai memerah.
"Apa sekarang kamu sudah punya pacar?tanya Elden sehingga membuat Billy semakin malu.
"Belum tuan "jawab Airin tersenyum malu.
" Kalau begitu kamu masih punya harapan .dia sedang mencari calon istri " ujar Elden menunjuk Radit dengan sudut matanya.
Airin semakin tersenyum lebar .ia merasa seperti diberi angin segar.apalagi ia melihat Billy yang sekarang jauh berbeda dengan Billy yang dulu .Billy sekarang jauh lebih tampan dan berwibawa.
"Apa yang anda katakan tuan?" tanya Billy geram dengan sikap Elden yang sudah membuatnya berkeringat dingin.
Elden tertawa melihat perubahan wajah Billy yang mulai berkeringat .ia melihat sang asisten mengeluarkan sapu tangannya untuk mengusap keringat yang menetes.
"Tunggu apa lagi?cepat buatkan pesanan kami" sahut Billy geram ,karena teman SD nya itu masih berdiri tegak seperti tiang bendera di sekolahnya dulu.
"Baik,Segera aku antar" Airin meninggalkan dua laki-laki berkharisma itu .
*
"Disini juga ternyata " ujar Radit saat berjalan Melewati meja Elden.
Elden yang mendengar suara dari orang yang dia kenal, langsung berdiri kemudian tersenyum.
"Apa kabar tuan Radit ? sapa Elden masih dengan tersenyum.
"Cuihhh ,Dasar pebinor .seperti kehabisan perempuan saja" ujar Radit geram.ia sudah muak melihat tampang pengusaha muda itu .pengusaha yang di agung-agungkan oleh kaum hawa.
Elden masih tersenyum ,ia kemudian melirik perempuan yang berada di samping Radit.
"Lalu apa anda sudah menjadi suami yang baik untuk Sherena ? " Elden menoleh ke tangan Radit yang tengah merangkul pinggang Gracia .
Secepatnya Radit melepaskan rangkulan itu .ia gelagapan ,namun berusaha untuk menampakkan taringnya.
"Sudahlah Tuan Radit.anda tidak malu merangkul pinggang perempuan ini.bukankah anda sudah terbiasa melakukannya? bahkan lebih dari itu" ledek Elden .
Radit tidak bisa menahan emosinya .ia menarik kerah jas Elden dengan kedua tangannya .
__ADS_1
"Dasar Pebinor sialan " geram Radit dengan sorot mata membunuh .
" Sudah Mas ,malu dilihat orang" bujuk Gracia sembari melihat ke kiri dan kanan.
Elden melepas kasar tangan Radit dari kerah jas nya .kemudian mengibas-ngibas tangannya .
"Kasihan sekali anda.punya istri secantik Sherena disia-siakan.tapi anda tidak perlu khawatir .saya sudah menjaganya dengan baik .bahkan saya sudah merasakan apa yang tidak pernah anda rasakan" Ucap Elden dengan tersenyum mengejek.
Radit hendak memukul Pebinor yang sudah menjadi musuhnya sejak Elden menggagalkan rencananya untuk meniduri istrinya sendiri .namun Gracia menahannya.dan segera mengajak Radit meninggalkan tempat itu .
"Kenapa kau diam saja hah?" tanya Elden kepada asistennya yang sejak tadi hanya diam melihat perselisihannya dengan Radit tadi.
"Ma'af tuan,saya tidak bisa membela tuan karena apa yang dikatakan tuan Radit tadi memang benar" ujar Billy tegas.
"Apa maksudmu?" tanya Elden
"Tuan memang seorang PEBINOR " Billy tidak melanjutkan ucapannya karena makanan yang mereka pesan sudah datang.
"Awas kau " gumam elden dan ia tidak melanjutkan perdebatannya dengan Billy lagi .
Keduanya makan dengan diam tanpa berbicara sepatah katapun.sesekali pandangan mata mereka bertemu ,namun bukan pandangan mata yang bersahabat.
*
*
"Kamu kenapa sih mas marah - marah terus ?" tanya Gracia pada saat mereka sudah berada didalam mobil .
"Kamu tidak tahu apa yang dilakukan si Pebinor itu?" geram Radit mengingat kembali pertemuannya dengan laki-laki yang sudah merebut istrinya itu.
"Bukankah itu bagus ,kita bisa menikah secepatnya " ujar Gracia mengelus lembut paha Radit.
" Aku tidak jadi bercerai,aku sudah batalkan gugatan perceraian ku dengannya" jawab Radit.
Gracia terkejut mendengar pernyataan Radit .ia tidak menyangka Radit akan membatalkan gugatannya.sedangkan ia sudah menyusun rencana yang tidak Radit ketahui.
"Sial" bathin Gracia mengepalkan erat kedua tangannya.
"Lalu hubungan kita bagaimana mas?" rengek Gracia ,berharap Radit sedikit luluh dan iba terhadapnya.
"Bagaimana apanya?kita bisa melakukan hubungan intim kapanpun kamu mau,aku juga membiayai kebutuhan hidupmu .lalu apa lagi?" jelas Radit .
"Tapi kan..." belum sempat Gracia melanjutkan ucapannya ,Radit sudah lebih dulu menutup bibir Gracia dengan tangan kirinya.
__ADS_1