Aku Si PEBINOR

Aku Si PEBINOR
EPISODE 68


__ADS_3

Meta menjalani perannya sebagai orang tua untuk mengasuh anaknya sendiri untuk sementara waktu.saat ini ia sudah berada diapartemen sejak tiga hari yang lalu.sedangkan Billy masih dirumah sakit dan sampai saat ini ia tidak tau penyakit apa ayang di derita oleh sang suami.tidak adil memang , ia yang merupakan istri dari pasien yang bernama Billy tapi Elden tetap tidak ingin memberitahu penyakit Billy . ia hanya disuruh untuk sabar , tenang dan berdo'a.Mungkin bos nya itu sengaja menyembunyikan hal itu untuk menjaga psikisnya yang baru saja melahirkan.


"Met ,ayo makan " .ajak Sherena yang berkunjung ke apartemen Meta untuk membantu Meta memasak dan ikut mengasuh bayi yang berumur tiga hari itu.dan tentunya Sherena tidak datang sendiri .ia juga membawa Aaron sang putra yang berusia tiga bulan ikut bersamanya.


"Aku sengaja masak buat kamu Lo Met ,dan itu untuk dimakan bukan untuk di liatin saja ". ucap Sherena tidak tega melihat kondisi Meta yang murung.memang benar kata orang-orang,kebahagiaan seorang istri itu ada saat suaminya berada di sampingnya.apalagi keadaan Meta yang sudah menjadi seorang ibu .tidak mudah untuknya merawat anak seorang diri.maka dari itu Sherena ikut berpartisipasi membantu mengasuh putri kecil Meta.


Meta menyuapkan makanan yang tadi di masak oleh Sherena kedalam mulutnya.padahal makanan itu adalah makanan kesukaannya.tapi tiba-tiba selera makannya menghilang seiring dengan hilangnya separuh hatinya .


"Kamu harus makan Met,kasihan Anak kamu ". Sherena berusaha meyakinkan Meta untuk makan agar Meta dan bayinya selalu sehat.


"Aku boleh tanya?" Meta menghentikan suapan nya dan berharap Sherena mau menjawab pertanyaannya dengan jujur.


Ucapan Meta membuat Sherena terdiam sesaat .ia paham betul apa yang akan Meta tanyakan kepadanya.ia tidak mungkin memberitahu Meta tentang penyakit Billy karena mungkin akan membuat Meta shock dan tidak bisa menerima kenyataan.disisin lain Sherena juga tidak tega terus-terusan berbohong kepada temannya itu.


"Ya " jawab Sherena singkat.


"Kamu pasti tau kan suami ku sakit apa ?" saat ini mata Meta sudah mulai berkaca-kaca.sejak Billy tergelatak tak berdaya didepan matanya ,sejak saat itu pula ia tidak berhenti menangis.


Sherena bersusah payah menelan salivanya.apa yang ia takuti ternyata sudah ada didepan mata.serasa makan buah simalakama.ia tidak tau harus berbuat apa.jika ia tega ,mungkin ia akan lari dari sana dan meninggalkan Meta berdua saja bersama bayinya untuk menghindari pertanyaan yang jawabannya sangat sulit untuk dikatakan.


"Met,apapun itu yang penting kita berusaha agar Billy cepat sembuh ". Hanya itu yang bisa keluar dari bibir Sherena .jika ditanya rasa hatinya saya ini maka jawabannya adalah PERIH.perih melihat ekspresi Meta jika temannya itu tau penyakit billy yang sesungguhnya.dan ia merasa perih melihat bayi tak berdosa itu jika harus kehilangan ayahnya.


Meta tersenyum kelu mendengar ucapan Sherena yang menurutnya terus menutupi penyakit suaminya.sebegitu rapinya orang-orang terdekat nya menyembunyikan sesuatu yang berhak ia tau.


bahkan dokter pun ikut menyembunyikannya darinya.


"Ini tidak adil Sheren, aku istri Billy .dan Billy itu suamiku.aku berhak tau apa penyakitnya " . saat ini suara Meta sudah Bergetar.


Melihat itu membuat Sherena semakin bersalah.namun ja belum berani mengatakan yang sesungguhnya kepada Meta mengingat kondisi Meta yang hari demi hari bertambah lemah.


"Aku mohon Met , tolong pikirkan kesehatan kamu dan bayi kalian ". Sherena memeluk temannya dengan erat.bahkan saat ini pun ia tengah menahan tangis.tidak sanggup membayangkan apa yang terjadi nantinya.

__ADS_1


"Come on Bil,kamu harus sembuh " bathin Sherena .


Karena tidak juga mendapat jawaban ,Meta mengurai pelukan Sherena dan meninggalkan temanya itu di meja makan.kemudian ia masuk kedalam kamar.


" Ya Tuhan , aku harus apa ? " gumam Sherena menatap punggung Meta yang sudah menghilang di balik pintu.


" Apa aku katakan saja ? ". Sherena masih menimbang-nimbang takut jika ia salah bertindak.


Drt ..drt...drt...


" Halo " . ucap Sherena saat panggilan masuk dari nama kontak Daddy Aaron tertulis di layar ponselnya.


"Keadaan Billy semakin gawat,aku akan segera membawanya ke Amerika ".terdengar suara Elden panik.


"Apa keadaannya semakin memburuk ?" tanya Sherena was-was.


"Kenapa dengan Billy ?" tiba-tiba Meta sudah berada di belakang Sherena.


"Sejak kamu bilang APA KEADAANNYA SEMAKIN MEMBURUK ?". ucap Meta sangat yakin dengan pendengarannya.


"ooww itu ..itu..."


"Sudah lah Sheren , katakan saja.aku kuat kok ". ucap Meta berusaha menahan tangisnya.


"Aku dan Meta akan kerumah sakit sekarang ". ucap Sherena kepada Elden melalui panggilan telpon.ia berpikir mungkin sudah saatnya Meta mengetahui penyakit Billy . karena sebentar lagi Elden akan membawa Billy berobat ke luar negri dan Meta tidak mungkin tidak diberitahu.


*


Saat ini Sherena dan Meta berserta anak-anak mereka sudah membelah jalan raya. Sherena sengaja memutar arah untuk pulang kerumahnya terlebih dahulu untuk meninggalkan Aaron dan bayi Meta kepada pengasuh yang ada dirumahnya.


Dua puluh menit menempuh perjalanan dari rumah Sherena ke rumah sakit tempat Billy dirawat.

__ADS_1


Kedua wanita itu berjalan menyusuri lorong rumah sakit untuk menuju ruangan Billy dimana Elden sudah terlebih dulu ada disana.


ceklek


Pintu terbuka , pemandangan yang menyesakkan terlihat jelas oleh Meta.


" dokter...suami saya kenapa ?" tanya Meta saat melihat dokter tengah mencabut beberapa peralatan medis yang ada pada tubuh Billy.


"Tenang ,semua proses keberangkatan saya dan Billy sudah diurus ". ujar Elden yang sudah mempersiapkan semua keperluan keberangkatan ia dan Billy ke Amerika.


"Ma...maksud tuan ? suami suami saya mau dibawa kemana ?" tanya Meta semakin panik dan membuat suaranya mulai bergetar.


"Sabar Met,ini yang terbaik .Billy dibawa oleh Elden untuk berobat ke Amerika ". dengan cepat ia merangkul tubuh Meta yang hampir saja terjatuh.


"Tolong kerjasamanya Meta , saya ingin yang terbaik buat Billy ". ujar Elden datar.


"Tapi tuan, sebenarnya Billy sakit apa ?" tanya Meta mulai kesal dengan kebohongan yang terus saja ditutupi.


"kanker otak ".


plusshhh...


Jawaban singkat Sherena membuat Elden membelalakkan matanya kepada sang istri.


Sedangkan Meta menutup mulutnya tidak percaya dengan penyakit yang di derita oleh suaminya.


"Inilah salah satu alasan kami menutupinya dari kamu.kami takut kamu tidak kuat ". Ucap Sherena dengan suara menahan tangis.


Sedangkan Meta tidak menjawab ucapan temannya itu.yang ada dalam benaknya saat ini adalah penyakit berbahaya itu kenapa bisa datang pada suaminya yang selalu menjaga kesehatan.


"Kita tidak punya banyak waktu ". ujar Elden bersiap-siap keluar bersamaan dengan Brankar yang ikut membawa tubuh Billy ikut keluar dari ruangan itu.

__ADS_1


__ADS_2