
Setelah kepergian Elden ,Sherena Kembali kekamarnya.ia sudah tidak sabar mendengarkan sesuatu yang ia rekam dari video yang telah ia taruh di bawah jok mobil milik suaminya.
Sayang punya siapa ?
sayang jangan cemas
perasaan mas juga tidak enak
kemaren malam mas pulang agak malam
mas tidak mau berurusan dengan orang tidak mas kenal
jangan itu-itu terus diulang
sebentar yang
sebentar ya
Begitulah suara Elden yang ia dengar .ia tidak bisa mendengar apa yang di bicarakan perempuan dalam sambungan telpon karena ia hanya menaruh ponsel nya untuk merekam kegiatan sang suami saja.seketika dada sherena terasa sesak.namun ia berusaha untuk tetap menjaga untuk tidak emosi.yang membuatnya merasa sedih,cara Elden memanggil dan berbicara dengan perempuan itu sama persis dengan Elden berbicara dengannya.manis dan lembut.
" Aku mau tanya , siapa perempuan yang kamu panggil sayang di sambungan telpon tadi siang ?" saat ini Sherena sedang berbicara dengan Elden dengan sambungan telpon.
"Maksud kamu apa sayang ?" ucap Elden.
"Ada seseorang yang mengirimi aku percakapan kamu dengan perempuan Yang aku tidak kenal suaranya " bohong Sherena.
" Tunggu aku pulang " begitu jawaban singkat elden.
Sherena masih duduk di sofa yang ada di dalam kamarnya menunggu kedatangan Elden untuk menjelaskan semua kecurigaannya selama ini.
dan benar saja,selang lima belas menit suara mobil Elden sudah terdengar memasuki pekarangan rumah.
" Sayang " itulah ucapan yang keluar dari bibir Elden pada saat pintu kamar terbuka.ia berjalan mendekat dimana Sherena tengah duduk di sofa dalam keadaan tenang namun tidak dengan sorot matanya.tidak pernah Elden melihat istrinya memandangnya dengan tatapan membunuh seperti sekarang ini.
" Tolong jelaskan dengan sejujur-jujurnya " ucap sherena tegas.
__ADS_1
Elden duduk sofa persis disamping sherena.
" Ma'afkan aku , aku hanya bercanda memanggilnya dengan panggilan sayang" ujar Elden sembari menarik tangan Sherena untuk diciumnya.
" Lanjutkan" tegas Sherena.
" Oke , nama perempuan itu Rhanie.dia bekerja sebagai LC ( lady companion ) di sebuah cafe .berawal dari beberapa Klien aku yang mengajak kami untuk penyegaran di cafe yang dipilih oleh salah satu Klien .tapi mereka menggunakan jasa LC dan juga menyuruh salah satu dari LC tersebut untuk menemaniku juga "
Sherena mengangkat alisnya memberi isyarat agar Elden melanjutkan ceritanya.
" Setelah pertemuan malam itu,dia mulai mengirimi aku pesan.hanya sekedar menyapa,tapi lama - lama dia semakin sering menghubungi aku dan kami jadi lebih akrab dengan dia" ujar Elden dengan hati-hati.
" Seakrab apa ? apa sudah pernah bertukar keringat ?" tuduh Sherena yang membuat Elden spontan berdiri dari duduknya.
"Kamu kenapa sih ? aku tidak ada hubungan spesial dengan perempuan itu.dia hanya perempuan yang menjual jasanya untuk melayani tamu pada saat di room karoeke " tutur Elden dengan suara sudah mulia meninggi.
" Wah , kamu sudah bisa marah sekarang .yang salah siapa yang kena marah juga siapa " ledek Sherena.
" Ma'afkan aku .aku hanya tidak suka dituduh seperti yang kamu bayangkan.aku hanya mencintai kamu.dan untuk panggilan sayang itu sudah menjadi hal yang biasa bagi mereka yang bekerja sebagai wanita penghibur di cafe-cafe " terang Elden.
Suasana sudah tidak memungkinkan untuk adu argumen dengan Elden.sehingga Sherena memilih untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan memberikan Elden ma'af.bagaimanapun ia tidak ingin rumah tangganya kandas untuk yang kedua kalinya .setelah sebelumnya ia pernah gagal menyelamatkan rumahtangga dengan Radit.
*
kembali Elden pulang subuh dengan mulut berbau alkohol.mungkin karena lelah,Elden tertidur masih dalam mengenakan pakaian kerjanya.
Melihat ponsel milik suaminya terdekat begitu saja di atas kasur,Sherena mulai menyalakan hp Elden dengan hati-hati.ia mulai mendownload aplikasi sadap pesan di ponselnya.kemudian menautkannya dengan ponsel milik Elden.tak lupa Sherena juga mengaktifkan lokasi Elden ke ponsel miliknya.
*
"Kamu sudah bangun ?" tanya Sherena setelah empat jam menunggu suaminya bangun dari tidurnya.
" Sayang ,aku mau mandi dulu.mau kekantor " ucap Elden sembari bangkit dari tidurnya menuju bathroom.
Sembari menunggu suaminya selesai mandi,Sherena juga bersiap-siap untuk pergi ke hotel tempat ia bekerja.bukan untuk bekerja ,namun untuk menemui temannya.
__ADS_1
Pintu kamar mandi terbuka , terlihat Elden dengan wajah segarnya tengah mengeringkan rambutnya yang masih basah dengan handuk.
*
" Aku berangkat duluan ya " ucap Elden setelah selesai menghabiskan makanannya.
" Hati-hati ya " dengan penuh kasih , Sherena menarik tangan sang suami untuk diciumnya.dan Elden membalas memeluk istrinya yang kadar kecantikan masih tidak luntur.
Setelah mobil hitam milik Elden sudah tidak terlihat. Sherena pun juga ikut masuk kedalam mobil miliknya.karena hari ini ia punya janji bertemu dengan teman seprofesinya di hotel tempat ia bekerja.hotel dimana sipemiliknya adalah suaminya sendiri.
Sherena tersenyum saat semua karyawan dan petugas hotel lainnya menyapa dengan sebutan nona.dan itu membuatnya merasa asing.saat ia sudah sampai disebuah ruangan yang sangat berkesan baginya,ia langsung disambut hangat oleh teman-temannya,tak terkecuali kepala cheff.sehingga membuat Sherena jadi tidak enak hati.
Tanpa terasa ,Sherena sudah mengabiskan waktu 2 jam untuk melepas rindu dengan teman- temannya.sebenarnya ia masih betah berlama-lama disana,namun ia harus pulang untuk mempersiapkan makan malam untuk Elden.karena ia ingin memasak makanan kesukaan suaminya itu.
Sherena dua puluh menit menyetir mobilnya sendiri membelah jalan raya,ahirnya ia sampai dirumah.pada saat ia hendak menaruh tas nya.ia teringat applikasi Sadap pesan yang sudah ia download dari ponselnya.buru-buru ia membuka ponselnya dengan pola huruf S.lalu membuka applikasi yang menjadi tujuannya.
yank sudah makan ?
deg
kalimat singkat dari sipengirim yang bernama RHANIE.
pada saat ia masih meperhatikan isi pesan dari penyadapan ponsel suaminya ,tiba-tiba panggilan video masuk dari laki-laki yang berstatus suaminya.
"Hai,sudah pulang ya ?" tanya Elden saat panggilan video di buka oleh Sherena.
"Baru saja ,kamu sudah makan ?tanya Sherena.
"Sudah sayang " sambil mengarahkan kamera ke Makanan yang sudah habis yang ada di meja kantornya.Elden hari ini makan siang dikantornya bersama Billy.
Sherena tersenyum melihat wajah suaminya dilayar ponsel.dalam hatinya ia ingin sekali bertanya perihal pesan singkat dari perempuan bernama RHANIE itu.
bahkan saat panggilan video ditutuppun,sang suami masih belum membalas pesan dari wanita itu.sedangkan Sherena sangat ingin tau apa yang akan dibalas oleh suaminya.
mas sedang pijit ➡️ elden
__ADS_1
ya ➡️ rhanie
Sebuah kalimat yang singkat namun sudah sanggup melukai hati seorang istri.