
"Cukup Gracia ". bentak Erix , ya wanita itu adalah Gracia.
"Kenapa sayang ?aku tahu siapa kamu.aku tahu bagaimana liarnya kamu menikmati tubuhku dulu"
Gracia semakin mendekatkan tubuhnya ke tubuh erix.kemudian membenamkan kepalanya ke dada bidang milik Erix.
"Ayo ". Erix menarik tangan Gracia dan berjalan menjauh dari apartemen Meta
"Apa yang telah kau lakukan ******?" Erix mengetatkan rahangnya menahan emosi.
"uuuuu takuuuttt ". ucap Gracia pura-pura bergedik ngeri melihat sosok yang pernah intimnya dengannya dulu.
"Aku peringatkan , jangan pernah menganggu ku dan mengatakan hal buruk tentang wanita itu ". ancam Erix dan memilih berbalik meninggalkan Gracia tepat didepan pintu apartemennya.namun baru satu langkah Erix berjalan, Gracia sudah menarik tangan Erix dengan kasar.sehingga kaki Erix mundur beberapa langkah dimana saat ini ia sudah masuk kedalam apartemen gracia.
Tanpa menyianyiakan kesempatan , gra ia Sherena mengunci pintu apartemennya.
" Apa - apaan ini ?". Erix yang terkejut saat ini ia sudah berada di dalam apartemen Meta berdua saja.
Gracia tersenyum smirk dan berjalan mendekat ke arah Erix. saat tubuhnya sudah menempel sempurna dengan tubuh Erix,ia berusaha kembali menggoda Erix dengan jari-jati nakalnya yang mulai bermain di dada bidang milik Erix .
Namun Erix tidak tinggal diam,dengan segera ia menghempaskan tangan Gracia yang sudah mulai turun ke bawah.
"Dasar ******". ucap Erix menyapa tajam wanita yang tengah berada di hadapannya.
Gracia tidak menyerah begitu saja.dengan kasar ia membuka pakaiannya.hingga saat ini tidak ada satu helai benangpun yang menempel ditubuhnya.
Erix yang melihat pemandangan seperti itu mengalihkan pandangannya.karena sebagai laki-laki normal ia sudah mulai tidak tenang apalagi saat ini Gracia meliuk-liukkan tubuhnya seolah tengah menikmati permainan panas.
"Mau kemana sayang ?". Gracia segera menarik tangan Erix saat lelaki yang pernah hidup dengannya meski tanpa status yang sah itu hendak membuka kunci pintu apartemennya.
"Hentikan Gracia ". hardik Erix yang mulai terpancing emosi.
Gracia kembali berusaha mendekatkan tubuhnya pada tubuh Erix.jari-jarinya kembali beraksi mulai melepas kancing kemeja Erix satu persatu.sedangkan tangan satunya lagi sudah menyentuh area sensitif Erix.karena tidak ada penolakan, Gracia lebih cepat melancarkan aksinya.dimana saat ini kemeja yang tadi Erix kenakan sudah terlepas.wanita itu merapatkan tubuhnya yang polos ke tubuh Erix . ia bisa merasakan hangat nya tubuh yang tengah menyatu itu.
Saat Erix memejamkan matanya , Gracia mulai membuka ikat pinggang celana pria yang tengah menahan hasrat itu. dalam hitungan detik saat ini pun Erix juga sudah polos tanpa sehelai benangpun.
Senyum penuh kemenangan terkambang dari bibir Gracia.ia menarik tangan Erix untuk masuk kedalam kamarnya.begitupun dengan Erix yang menuruti ajakan Gracia.
__ADS_1
Gracia mendorong tubuh Erix pelan ke atas ranjangnya.lalu ia pun mulai menaiki tubuh Erix. Gracia mulai mencium bibir Erix dengan lembut .awalnya Erix hanya diam tak membalas aksinya,namun lama kelamaan Erix ikut membalas ciuman itu saat Gracia mulai menciumnya dengan rakus.
Pergulatan panas itu tidak dapat dihindari.saat ini Erix yang mengendalikan tubuh Gracia.dengan gerakan sedang ia bergerak maju mundur untuk mencari pelepasan yang sudah lama tidak ia dapatkan.
Erix membaringkan tubuhnya disamping Gracia setelah permainan itu selesai.
"Mau kemana ?" tanya Gracia saat erix bangun dari tempat tidur itu.
"Kamar mandi ". ucap Erix berjalan meninggalkan Gracia sendiri di ranjang.
Setelah lima belas menit ,Erix keluar dari kamar mandi dan langsung mengenakan pakaiannya yang berserakan dilantai ruang tengah Apartemen Gracia.
Gracia ikut berdiri dan kembali mengenakan pakaiannya.ia ikut menyusul Erix keruang tengah.
"Ternyata kamu masih sama seperti dulu ".ujung susut bibir Gracia terangkat saat ia mengatakan itu.
"Tidak akan terulang lagi ". ketus Erix sembari membenarkan kemejanya.
"Sayangnya aku tidak yakin ". ujar Gracia.
Erix berjalan keluar meninggalkan Gracia yang terus mengejeknya.
tok...tok...tok...
" Kamu ". ucap Meta saat pintu terbuka.
" Boleh aku masuk ?". tanya Erix.
"Ah ma'af tuan. bukannya saya tidak mengijinkan anda masuk,tapi saya ingin beristirahat". Jawab Meta hati-hati .karena ia takut Erix akan tersinggung dengan ucapannya.
"Baik lah ,selamat beristirahat". sahut Erix kemudian berbalik dan berjalan meninggalkan apartemen Meta dengan perasaan kecewa.
"Aku ingin memilikinya ". gumam Erix dalam hati sambil terus berjalan keluar menuju area parkir.
*
Ditempat lain, Elden dan Sherena tengah berbincang di kamarnya.
__ADS_1
"Sayang ,aku ingin menjodohkan Roger dengan Meta ".ucap Elden
Sherena nampak berpikir setelah mendengarkan ucapan Elden tadi. mungkin apa yang di katakan Elden itu benar adanya.Meta memang butuh sosok bersandar disaat ia lelah. namun disisi lain Sherena juga tidak yakin Meta akan menerima tawaran Elden.karena bagaimanapun Meta pasti belum bisa move on dari Billy. ya ,wanita memang seperti itu.ia akan sulit melupakan seseorang yang begitu berharga Bagi hidupnya.
"Kamu setuju kan sayang ?". tanya Elden saat Sherena hanya diam saja ketika ia menyampaikan niatnya.
"Ah iya sayang ". sahut Sherena gugup.
Elden merasa istrinya saat ini tengah berbohong.bisa ia lihat dari sikap Sherena yang gugup dalam menjawab pertanyaannya.
"Kamu kenapa ?". Tanya Elden ingin tahu apa yang Sherena sembunyikan.
"Begini, apa tidak terlalu cepat Meta melepas masa jandanya ? baru tujuh bulan loh sayang Billy meninggal ". ucap Sherena menjelaskan kepada Elden.
" Tapi Syauqi butuh sosok seorang ayah ". ujar Elden.
"Kamu benar sayang , tapi aku tidak yakin Meta bisa membuka hatinya secepat ini ". Ucap Sherena.
"Mari kita coba. kamu bantu aku untuk mendekatkan Roger dengan Meta ". Pinta Elden dengan senyum terkambang dibibirnya.
"Baiklah sayang". akhirnya Sherena setuju dengan rencana suaminya.
" Tapi apa Roger mau dengan Meta ?".tanya Sherena tiba-tiba. karena selama ini ia melihat Roger biasa saja saat bertemu dengan Meta. tidak seperti kakaknya yang jelas sekali menyukai temannya itu.
" Serahkan semuanya padaku ". ucap Elden dengan menoel hidung mancung milik istrinya.
"Lalu bagaimana dengan adik Aaron ? apa kita akan membuatnya ?" tanya Elden yang sontak mendapat tatapan tajam dari Sherena.
"Aww,sakit sayang ". Elden mengelus pinggangnya yang di cubit oleh Sherena.
"Itu hukuman untuk suami yang nakal ".ledek Sherena kemudian menarik selimut hingga menutup kepalanya.
Elden tersenyum melihat tingkah istrinya yang menurutnya sangat menggemaskan.dengan pelan ia menarik selimut yang menutup semua tubuh Sherena.
"Mau apa ?" ujar Sherena saat selimut nya sudah dibuka oleh Elden.
"Ayolah Sayang,kita buat adik untuk aaron.kaishan Aaron bermain sendiri ". rengek Elden.
__ADS_1
"Siapa bilang Aaron bermain sendiri ? ada Syauqi yang selalu bermain dengan anak kita ". protes Sherena kemudian menutup kembali tubuhnya dengan selimut.
TERIMAKASIH TELAH MAMPIR DISINI , JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK LIKE DAN KOMEN. BIAR AUTHOR TAMBAH SEMANGAT MENULIS 🤗🥰🌹