Aku Si PEBINOR

Aku Si PEBINOR
EPISODE 82


__ADS_3

Acara makan malam telah usai. Sherena dan Meta beranjak ke dapur membereskan makanan yang tadi ada di atas meja untuk di pindahkan ke dapur. sedangkan Elden ,Roger dan Erix duduk di sofa yang ada diruang tengah.ketiganya nampak berbincang santai.


"Kapan kakak mengakhiri masa jomblo ?". Tanya Elden pada Erix. setelah ia tahu bahwa Erix adalah kakak Sherena, Elden memangil Erix dengan sebutan kakak.


"Ah itu ya , secepatnya saja ". jawab Erix tersenyum.


"Apa kakak sudah ada calon nya?" tanya Elden penasaran.


" Hmmm,belum.mau mencoba pendekatan ". jawab Elden santai.


"Cepatlah kakak menikah , karena sebentar lagi Roger juga akan menikah ". Ujar Elden yang membuat Roger melotot ke arah bos nya itu.


Elden yang paham akan tatapan asisten pribadinya itu hanya memberi isyarat lewat mata.


"Benarkah ?. tanya Erix.


"Tentu saja ".jawab Elden.


"Siapa ?" . tanya Erix lagi.


"Sekretaris ku". ucap Elden masih santai.


"What ?". Erix terlonjat kaget saat adik iparnya itu menyebut calon istri dari Roger.


Sementara Elden tersenyum penuh kemenangan.ia tahu kalau Kakak iparnya itu menyukai Meta. tapi ia lebih setuju Meta dengan Roger.


"Dasar adik ipar Luck*nut ,pasti dia sengaja menjodohkan Meta dengan asisten pribadinya itu". Gumam Erix dalam hati.


" Kakak senang kan kalau Roger menikah dengan Meta ?". tanya Elden mematikan.


"Hmmm ,aku tidak tahu ". jawab Erix ketus. saat ini ia benar-benar kesal pada adik iparnya itu .terlihat adik iparnya sengaja membuatnya panas.


"Mengibarkan bendera perang dia ". umpat Erix dalam hati.lalu ekor matanya melirik asisten pribadi Elden yang tengah bergelut dengan Ipad-nya.


Sementara itu Meta yang sudah siap membantu Sherena di dapur bersiap untuk pulang ke apartemannya mengingat hari sudah semakin malam.


Meta mengajak Syauqi pulang dengan menggendong gadis kecil itu yang nampak mulai mengantuk.


"Tuan Elden , tuan Roger ,tuan Erix saya permisi pulang dulu ". ucap Meta saat sudah sampai di ruang tengah dimana ke tiga pria itu masih duduk di sofa Yang ada diruang tengah tersebut.

__ADS_1


"Sebentar , kamu di antar Roger saja.kasihan anak kamu sudah mengantuk ". Ujar Elden.


"Saya tuan ?" tanya Roger memastikan.


"Iya kamu ". Jawab Elden menatap asisten pribadinya itu dengan tajam.


"Biar saya saja yang mengantarkan dia adik ipar ". Erix berdiri hendak bermaksud untuk mengantarkan Meta dan Syauqi untuk kembali ke apartemannya.namun Elden juga ikut berdiri menghalangi langkahnya.


"Kakak ipar tidak perlu repot-repot.biar asisten saya yang mengantarkannya ". Ujar Elden.


"Ma'af tuan,tidak usah. saya bisa sendiri ". Meta merasa tidak enak terjebak dalam situasi seperti sekarang ini.sehingga ia memutuskan untuk tidak di antar oleh siapapun.


"Kau tidak boleh membantah ". sorot mata Elden melirik tajam kepada sekretaris pribadinya itu.


Merasa takut, Akhirnya Meta menuruti perintah Elden untuk ikut bersama Roger mengantarkannya pulang ke apartemen.


"****" umpat Erix dalam hati melihat bagaimana Elden memaksa Meta untuk ikut bersama Roger.


Roger dan Meta berjalan keluar meninggalkan dua orang yang tengah menatap tajam dalam diam itu.


"Terimakasih tuan ". ucap Meta saat Roger membukakan pintu mobil untuknya.


Dalam mobil keduanya hanya diam dengan pikiran masing-masing.baik Meta maupun Roger tidak ada yang bersuara sedikitpun.hingga pada akhirnya mobil yang dikemudi oleh Roger telah sampai di depan lobby apartemen Meta.


Roger Segera turun dari dalam mobil kemudian berjalan keluar untuk membukakan pintu Meta.


Setelah Meta keluar dari dalam mobil , Roger segera mengambil alih Syauqi dalam gendongan Meta yang sudah tertidur pulas.


Meta merasa kaget namun tidak bisa berkata banyak karena Roger sudah berjalan lebih dulu meninggalkan Meta dengan semua keheranannya.


" Tunggu tuan". teriak Meta saat punggung Roger sudah mulai menjauh.


Keduanya masuk kedalam lift masih tanpa suara.setelah mereka sampai didepan pintu apartemen milik Meta ,Roger juga ikut masuk saat pintu telah dibuka oleh Meta.


"Biar saya saja tuan ". ucap Meta merasa tidak enak karena Roger ikut masuk kedalam apartemennya.


"Dimana kamarnya ". tanya Roger tanpa mempedulikan ucapan Meta.


"Ah iya Tuan,disana ".Tunjuk Meta ikut berjalan kearah kamarnya.

__ADS_1


Roger membaringkan tubuh Syauqi pelan ke atas tempat tidur. kemudian menyelimutinya batas dada.


"Terimakasih Tuan ".ucap Meta namun tidak digubris oleh Roger karena Roger berjalan meninggalkan kamar itu


" Jangan lupa kunci pintunya ". ujar Elden kemudian berlalu dari balik pintu.


"Dimana tuan Elden menemukan manusia seperti itu ?". tanya Meta dalam hati karena merasa aneh dengan sikap dingin Roger. persis sikap suaminya waktu ia dan Billy belum ada hubungan apapun.


Setelah punggung Roger tidak terlihat lagi, Meta menutup dan mengunci pintu apartemennya itu sesuai apa yang di katakan oleh Roger tadi padanya.


Meta berjalan kedalam kamarnya dan masuk kedalam bathroom untuk membersihkan diri.saat ia tengah berendam dalam bathup ,tiba -tiba ia me dengar suara bel berbunyi.


"Siapa ? apa tuan Roger balik lagi ?". Tanya Meta dalam hati. dengan terpaksa ia keluar dari dalam bath up dan membersihkan tubuhnya di bawah guyuran air shower. setelah dirasa bersih , ia menyambar kimono handuk untuk ia kenakan.


Meta berjalan keluar dan membuka pintu apartemennya.


"Tu...tuan Erix ". Sontak Meta kaget saat melihat sosok yang tadi ada dirumah Elden kini tengah berdiri tegak dihadapannya.


"ck sudah berapa kali ku blg,jangan kenakan itu saat membuka pintu".ucap Erix mengalihkan pandangannya ke arah lain karena saat ini ia tengah melawan gairahnya.sebagai laki-laki normal ia tentu merasa terpancing saat melihat tubuh putih Meta yang di bungkus dengan handuk kimono.namun handuk kimono yang dikenakan Meta memperlihatkan paha putih yang membuat sesuatu didalam sana terbangun.


"Erix ".sapa seseorang melihat Erix berada di depan pintu kamar apartemen Meta.


"Kau". ucap Erix kaget saat melihat wanita yang tengah berada di samping nya.


"Kamu disini juga ?". Tanya wanita itu namun ekor matanya melirik Meta yang masih berdiri dihadapan Erix.


"Tidak ,hanya ...". ucapan Erix terhenti saat melihat senyum wanita yang berdiri disampingnya.


"Apa dia salah satu wanita pemuas nafsu mu ?". wanita itu menatap Erix dan Meta bergantian


"Apa maksudmu ?". Umpat Erix saat wanita itu mengatakan Meta adalah wanita pemuas nafsunya.


"Lihat saja , dia menyambut mu dengan pakaian seperti itu .itu artinya dia sudah siap melayanimu".ujar wanita itu yang tersenyum smirk ke arah Meta.


"Tolong jaga ucapan anda ". kali ini bukan Erix yang berbicara, Meta yang sejak tadi diam mulai tersulut emosi dengan ucapan wanita yang ia tidak tahu siapa.


"Ups, Salah ya ?".ucap wanita itu menutup mulutnya dengan satu tangannya.


TERIMAKASIH TELAH MAMPIR DISINI.JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK.LIKE DAN KOMEN AGAR AUTHOR SEMAKIN SEMANGAT MENULIS🤗😘🌹

__ADS_1


__ADS_2