
Ruang persidangan sudah diisi oleh beberapa orang .
Radit didampingi papa dan pengacaranya.sementara Sherena didampingi ayahnya saja.
Hakim ketua sepertinya berusaha mendamaikan kedua belah pihak.sementara Radit sebagai penggugat hanya diam.tidak mengatakan kata setuju ataupun menolak .
sementara itu , Sherena sebagai tergugat pun hanya diam .
Hakim ketua kembali bertanya kepada kedua pasangan yang sedang duduk di hadapannya.
Tiba-tiba Radit memberikan pernyataan yang membuat semua orang tercengang.
" saya ingin membatalkan gugatan saya yang mulia " ujar Radit dengan lantang.
deg
Sherena menggelengkan kepalanya ,tidak percaya dengan apa yang dilakukan Radit saat ini. Radit yang sebelumnya sangat kukuh dengan pendiriannya untuk menceraikan Sherena ,sekarang berbanding terbalik.
"bagaimana dengan tergugat ?" tanya hakim ketua kepada Sherena yang sedang menatap Radit tidak percaya.
" saya ....saya keberatan yang mulia " ucap Sherena mengalihkan pandangannya dari Radit kemudian menatap lurus kedepan.
Kali ini Radit yang tidak percaya dengan apa yang istrinya lakukan.biasanya Sherena selalu patuh pada perintahnya .tapi sekarang ini dia dibuat kaget dengan penuturan Sherena.
Setelah melalui beberapa kali perdebatan ,akhirnya sidang perceraian tersebut ditunda Minggu depan.
*
*
"Kamu kenapa jadi gini sih?" Radit mensejajari langkah Sherena yang berjalan dengan cepat saat keluar dari ruang persidangan.
"kenapa gimana maksudnya mas" Sherena menghentikan langkahnya.
" Apa karena dia ?" Tanya Radit menunjuk Elden yang baru keluar dari mobilnya.
Sherena yang tidak mengerti ikut melihat arah tunjuk Radit .laki-laki yang sudah memenuhi hatinya saat ini berjalan mendekat.
"Anda tidak punya malu rupanya " Radit langsung mencecar dengan tuduhan saat Elden berada disamping Sherena .
"kamu kenapa sih mas ?" ujar Sherena yang heran dengan tingkah Radit marah-marah tidak jelas.
Elden tersenyum sembari membuka kacamata hitamnya .
" bagaimana sidangnya ?" tanya Elden kepada Sherena .
" Ditunda satu Minggu lagi " ujar Sherena tidak semangat.
Hati Radit merasa tercabik-cabik saat tangan Elden merangkul pinggang Sherena yang masih berstatus istrinya.
"Lepaskan tangan anda dari pinggang istri saya ! " Radit menepis kasar tangan Elden .
Elden yang masih tersenyum ,berjalan selangkah ke arah Radit .sehingga saat ini ,Elden dan Radit berhadap-hadapan.
__ADS_1
" jangankan merangkul pinggangnya ,lebih dari itu sudah saya lakukan " bisik Elden ditelinga Radit .
Radit mengepalkan kedua tangannya .saat ini dia benar-benar marah .
" Ayo pulang " Radit menarik paksa tangan Sherena .
" Sakit mas" pekik Sherena berusaha menarik tangannya.
" Dia sudah tidak tinggal lagi dirumah anda ,saat ini dia tinggal di sebelah apartemen saya.kami setiap hari bertemu.kamu bisa tahu sendiri apa yang dilakukan sepasang kekasih " Ucap Elden seperti menabur garam diatas luka Rafit.
Bugh....
Elden mengusap bibirnya yang sedikit mengeluarkan darah.
"Astaga ..." Sherena panik melihat darah keluar dari sudut bibir Elden.
" Apa yang kamu lakukan mas ?" pekik Sherena dengan amarah sudah dari tadi dia pendam.
" Seharusnya aku yang bertanya ,apa yang kamu lakukan dengan dia dibelakangku ?" Hardik Radit tidak terima .dia merasa Sherena telah mengkhianatinya.
" memangnya apa yang aku lakukan? trus apa yang kamu lakukan di belakang ataupun dihadapanku dengan Gracia ?" Sherena meninggikan suaranya karena tidak terima dengan segala tuduhan Radit .seolah-olah dialah yang bersalah paling fatal.
"itu bukan urusanmu .kamu istriku , kamu harus menjaga harga diriku dan tubuhmu dari bajingan ini" Radit menunjuk Elden dengan tatapan sinis .
" kenapa baru sekarang anda peduli dengannya?selama ini anda kemana saja?asyik main Ludo ?atau jangan-jangan Anda sering main jungkat jungkit dengan wanita itu?" tuduh Elden yang tak terima Radit membentak Sherena dihadapannya.
Ucapan Elden semakin membuat amarah Radit memuncak.
"Anda seperti kehabisan perempuan saja .masih banyak perempuan single diluar sana.kenapa harus istri saya ?" Radit benar-benar tidak percaya , seorang pengusaha sukses jadi perebut istri orang.
Sherena melihat Elden sudah mulai tersulut emosi ,dia langsung merentangkan kedua tangannya agar kedua laki-laki di hadapannya itu berhenti untuk saling adu mulut.
"cukup...apa kalian tidak malu jadi tontonan banyak orang ?" Sherena melihat sekelilingnya,ada beberapa orang yang melihat perdebatan antara Elden dan Radit.
" Dan kamu mas ,kamu tidak usah menyalahkan orang lain dengan apa sudah terjadi dengan rumahtangga kita.jauh sebelum kehadiran dia ,hubungan kita juga tidak pernah baik" Sherena sengaja menunjuk Elden agar Radit tidak menyalahkan Elden sebagai penyebab keretakan rumah tangganya.
" kamu membela pebinor sialan ini? seringai Radit menatap tajam bergantian Sherena dan Elden.
" memangnya kenapa kalau saya pebinor ? saya mencintai istri anda " Elden berbicara jujur .mengejutkan Sherena yang tengah perang argumen dengan Radit.
" kenapa sih si gila ini ?kejujurannya memperburuk keadaan saja " bathin Sherena menatap Elden seolah meminta penjelasan dengan apa yang laki-laki itu ucapkan.
Radit menarik paksa tangan Sherena ,berjalan membawanya ke dalam mobil yang telah berada di parkiran.
Sementara itu Elden berusaha menghentikan tindakan Radit.
" Tunggu.." pekik Elden membuat Radit menghentikan langkahnya.
" ada apa lagi ? "tanya Radit datar.
Sebenarnya Elden merasa cemburu karena Radit menggandeng tangan Sherena.tapi dia berusaha untuk tidak menampakkannya.
" Biarkan dia pulang ke apartemen,bukankah Anda sudah mengusirnya ?" ujar Elden .
__ADS_1
"Apa hak anda untuk melarang saya? saya ingin mengajaknya pulang kerumah.ya anda tahu lah apa yang dilakukan suami istri dikamar?" Radit sengaja memanas-manasi Elden .
Dan benar adanya ,Elden mengepalkan kedua tangannya.dia tidak ingin membayangkan hal-hal buruk.walaupun dia sadar posisinya saat ini.
" Aku akan ikut kamu mas,tapi untuk membicarakan masalah kita.setelah itu aku akan pulang ke apartemen " sahut Sherena karena sudah mulai kesal dengan sikap Radit .
" Sayang..." sapa seseorang sembari memeluk Radit dari Belakang.
Radit terkejut dan langsung menoleh ke belakang.
" Gracia " Radit tidak percaya , Gracia datang disaat yang tidak tepat.
" Aku kangen " sambil bergelayut manja di lengan Radit .
"kau " ucap Elden dan Gracia bersamaan .
Sherena dan Radit heran ,karena sepertinya Elden dan Gracia saling kenal.
" kamu mengenalnya ?" tanya Sherena meminta penjelasan .
Elden hanya menganggukkan kepalanya.
" Dia teman kuliahku" jawab Elden santai .
" Dia dulu pernah mengejar-ngejarku" ucap Gracia berbohong kepada Radit.
" What? bukannya kamu yang dulu mengejar-ngejarku?" Elden tidak habis pikir dengan perempuan licik yang dulu pernah jadi teman sekelasnya pada saat duduk di bangku kuliah.
" Ternyata anda tidak berubah.dulu mengejar-ngejar Gracia.sekarang mengejar istri saya " . Radit tersenyum sinis sambil menatap intens pria mapan yang sedang berdiri dihadapannya.
Elden menepuk kedua tangannya dan tertawa.
"Kalian itu cocok.yang satunya tukang selingkuh ,dan yang satunya lagi pembohong handal " Elden tersenyum kecut memperhatikan Radit dan Gracia .
" Sudah ..sudah...aku mau pulang ke aparteman saja.dan kamu mas ,urus saja perempuan ja*a*g itu " ujar Sherena menunjuk Gracia .
" Kau bilang apa hah? " pekik Gracia kesal.
Elden mengejar Sherena yang sudah meninggalkan perdebatan di area parkir gedung pengadilan agama tersebut.
" masuk" ajak Elden sambil membukakan pintu untuk Sherena.
Sherena mengangguk tanda setuju.kemudian duduk dikursi depan sebelah kemudi.
Elden masuk dan mulai menjalankan mobilnya.
"makan siang yuk" ajak Elden saat mobil sudah berhenti disebuah restoran mewah.
" kebetulan ,aku juga sudah lapar" ucap Sherena tanpa basi basi .
hal itulah yang membuat Elden semakin tergila-gila dengan istri orang itu .gadis yang apa adanya dan tidak banyak tingkah.
*
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak sebagai penyemangat yaa......🙏🤗😘