Aku Si PEBINOR

Aku Si PEBINOR
EPISODE 25


__ADS_3

Radit melempar kasar tubuh sherena keranjang.kemudian berjalan mendekat dengan tatapan penuh amarah.Radit melepas baju dan melemparnya kelantai .dengan senyum penuh hasrat Radit menjambak rambut Sherena ,sehingga wanita itu mengerang kesakitan .Radit tidak mempedulikan tangisan Sherena.saat ini yang ada dalam pikirannya adalah menggauli istrinya itu .


"jangan lakukan itu mas ,please " Sherena menangis memohon agar Radit mengentikan aksinya .meskipun saat ini Radit sudah berada di atas tubuhnya.


Radit menarik baju Sherena, sehingga kancing piyama yang dikenakan gadis itu berserakan.


Sherena berusaha mendorong tubuh Radit .tapi tenaganya tidak cukup kuat untuk melawan kebuasan laki-laki yang sebentar lagi akan menjadi mantan suaminya itu.


" jangan sok jual mahal kau perempuan ja*a*g,kau sudah melakukannya bukan dengan pebinor itu? " bentak Radit sambil terus menciumi leher Sherena kasar.


"Leee..paaaass brengsek " Sherena mendorong kembali tubuh Radit dengan kedua tangannya .tubuh Radit bergeser ke samping .Sherena tidak menyia-nyikan kesempatan .dia berlari untuk membuka pintu, kemudian turun dari tangga .namun langkah kakinya terhenti saat mertuanya menaiki anak tangga .Sherena tidak sadar kondisinya sudah berantakan.kancing piyama yang dia kenakan sudah banyak yang lepas.


"kamu kenapa nak?" tanya papa Radit khawatir.


Sherena membenarkan piyamanya,kemudian menutup bagian dada dengan menyilangkan kedua tangannya.


" papa" ucap Sherena gemetar .


Saat itu pula Radit keluar dari kamarnya dengan bertelanjang dada.


sherena yang melihat kedatangan Radit segera berlari kebawah tanpa mempedulikan mertuanya.


" Apa yang telah kamu lakukan hah?" tanya papa Radit berteriak.


Radit hanya diam menunduk,tidak berani menjawab pertanyaan papanya .


*


*


Sherena berdiri didepan gerbang rumah Radit .dia tidak tahu harus menghubungi siapa.karena saat Radit membawanya pulang kerumah secara paksa ,dia tidak sempat membawa ponsel ataupun uang.


" Masuklah " Elden membuka kaca mobilnya .


Tanpa ragu,Sherena membuka pintu mobil dan Segera masuk kedalamnya.


Elden melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.melihat penampilan Sherena saat ini, Elden sudah bisa menebak kejadian apa yang sudah menimpa gadis itu .namun dia urung untuk bertanya.


"Terimakasih " ucap Sherena lemah dengan suara bergetar seperti menahan tangis.


Elden menoleh sebentar ,kemudian kembali menatap lurus kedepan .


"akan ku pastikan.saat persidangan nanti, hakim ketua mengumumkan perceraian kalian " ujar Elden dingin tanpa menoleh sedikitpun kesamping.


Sherena yakin ,suasana hati Elden sedang buruk.dia hanya diam .sesekali melirik kesamping kanan ,memastikan sang supir baik-baik saja.


Tiba-tiba elden menghentikan mobilnya di sebuah tobo baju ternama .Sherena hanya menunggu didalam mobil .


"Pakai ini " Elden sudah kembali membawa 1 kantong paper bag .kemudian menyodorkannya kepada Sherena.


Sebuah syal atau pashmina lebar isi dari dalam pape bag tersebut .Sherena mengenakannya dengan segera.

__ADS_1


*


Elden dan Sherena berjalan beriringan menuju apartemennya masing-masing.lebih tepatnya mereka menumpang di apartemen orang lain.


Saat mereka sampai di depan apartemen Billy ,Elden membuka pintu tanpa berbicara sepatah katapun.


Namun pinggangnya dirangkul dari belakang.membuat Elden menghentikan tangannya untuk membuka pintu.elden menggerakkan badan berbalik.saat ini tatapan mereka bertemu.Elden menarik sherena kedalam dekapannya.


"jangan tinggalkan aku " ucap Elden lirih sambil membelai rambut panjang gadis itu.


Sherena menggelengkan kepalanya cepat.


" aku dan mas Radit sebenarnya sudah sah bercerai dari segi agama.mas Radit sudah pernah mengucapkan kata cerai dihadapanku" ujar Sherena mengangkat kepalanya.


Elden menautkan kedua alisnya.


"benarkah?" tanya Elden ingin tahu.


" iya . bahkan selama aku jadi istri mas Radit ,dia tidak pernah memberiku nafkah lahir ataupun bathin" ungkap Sherena kembali menenggelamkan kepalanya di dada Elden .


Elden tersenyum sumringah.apa yang ia takutkan selama ini tidak pernah terjadi.dia mengaku salah sudah mencintai wanita yang bukan haknya.namun apa yang ia rasa benar-benar tulus .sebelumnya dia tidak yakin bisa memiliki perempuan dengan status istri orang.namun melihat kondisi rumahtangga Sherena dan Radit ,dia mulai yakin untuk merampas istri orang tersebut.


"Istirahatlah ,kamu pasti lelah bukan?" Elden mengendurkan dekapannya.


Sherena mengangkat kepalanya dan tersenyum manis memandang wajah laki-laki tampan di hadapannya.


"Good night " ucap Sherena sebelum meninggalkan apartemen yang di huni oleh Billy dan Elden.


*


*


"Brengsek....gara-gara si Pebinor sialan itu,semua jadi kacau " Radit mengepalkan tangannya erat . seharusnya tadi dia sudah bisa merenggut kesucian Sherena .namun wanita itu melarikan diri.


Radit melempar barang-barang yang berada disekitarnya .bantal dan guling sudah berserakan dilantai .


"aku harus melakukan sesuatu" gumam Radit berjalan mengambil ponsel yang ada di atas nakas.


"aku punya tugas untukmu" ucap Radit saat sambungan telpon di angkat oleh seseorang.


Setelah berbicara dengan seseorang melalui ponselnya,Radit menjatuhkan tubuhnya diatas tempat tidur .pandangannya menerawang jauh.dia berusaha memejamkan mata,namun tidak berhasil.


"Aaaahhhhhh...sial " Radit melempar selimut hingga jatuh kelantai .dia menjambak rambutnya kasar .


" dasar perempuan ja*an* ,bisa-bisanya dia menolakku " Umpat Radit kesal.


*


*


Pagi itu langit diselimuti awan tebal .pertanda sebentar lagi akan turun hujan.Meta bangun dari tidurnya ,kemudian langsung membersihkan diri dikamar mandi .setelah dua puluh menit ,Meta bermaksud hendak mengganti pakaian.namun langkahnya terhenti saat mendengar Sherena menggigau tidak jelas .

__ADS_1


"Sheren....kamu kenapa? astaga ,badannya panas sekali "ucap Meta panik.kemudian dengan tergesa-gesa dia mengenakan pakaiannya.


dia berusaha menghubungi Elden dan Billy ,namun tak seorangpun yang menjawab panggilan telponnya .


Meta berlari keluar untuk menemui Billy ataupun Elden.


tok ..tok...tok...


"Tuan...tolong buka pintunya" sahut Meta sedikit berteriak.


Pintu terbuka bersamaan dengan laki-laki yang masih mengenakan kimono putih.


"Waaauuuu...pemandangan indah sekali " ujar Meta dengan mata membelalak melihat penampakan dihadapannya saat ini.


" Dasar mesum,lihat air liur mu sudah menetes " ujar Billy melipat kedua tangannya .


" Ma'af tuan ,mubazir mengabaikan pemandangan seperti ini " Meta masih menatap intens dada bidang yang putih bersih itu.dia sampai lupa tujuan awal dia datang ke apartemen Billy.


"Sudah selesai?" tanya Billy dengan sorot mata tajam.


Seketika Meta tersadar saat melihat sorot mata buas seperti akan mencabik-cabik daging mangsanya.


" Ya ampun ,tuan cepat tolong Sherena " Meta memberitahu sambil menunjuk apartemennya yang ada disebelah.


"kenapa dia?" tanya Billy tegas .


"dia manusia atau siluman ? dalam keadaan panik seperti ini saja,dia masih bisa tetap santai" Gumam Meta dalam hati .


" kau tidak dengar ?"Billy meninggikan suaranya .sehingga Meta terlonjak kaget .


" Sherena badannya panas banget ,tolong bawa dia kerumah sakit tuan" ucap Meta memberitahu dengan kepanikan yang baru muncul setelah beberapa saat hilang .


Billy meninggalkan Meta yang masih berdiri di depan pintu.beberapa detik kemudian Elden berlari keluar .dia tidak menghiraukan Meta yang sedang berdiri menunggu.


"kenapa masih disini?" tanya Billy heran melihat gadis mesum yang masih berdiri melongo didepan pintu.


" eh...anu.aku pergi " ucap meta kelabakan .


"tunggu " sahut Billy saat Meta mulai menggerakkan kakinya meninggalkan apartemennya.


Meta yang merasa di panggil ,menoleh kebelakang .


" ada apa lagi sih tuan? nanti saya dimarahi lagi jika tetus-terusan menatap itu" meta menunjuk dada bidang Billy dengan ujung bibirnya.


" kau sengaja menggodaku?" tanya Billy mengangkat alisnya .


"Maksud tuan?" tanya meta heran.sedari tadi dia hanya melihat dada bidang Billy yang terlihat di balik kimono putihnya.tapi sekarang Billy menuduh menggodanya .


"Kancingkan kemajamu dengan benar " Billy menatap kancing kemeja meta yang hanya dikancingi separo.


Meta kaget melihat kemejanya yang hanya dikancingi di bagian bawah saja .sedangkan tiga kancing kemeja bagian atas lepas begitu saja ,sehingga memperlihatkan pembungkus aset berharga nya.

__ADS_1


Menyadari hal itu, Meta menutup bagian kancing yang belum terpasang dengan menyilangkan kedua tangan didadanya.kemudian dia pergi menyisakan rasa malu dihatinya.


__ADS_2