
Sementara di seberang sana Erix yang tadi tengah memperhatikan kedekatan Meta dengan Roger mengepalkan kedua tangannya.ia merasa ditikung oleh asisten pribadi iparnya itu.karena menurutnya ia lah yang lebih dulu mengenal Meta.
"Elden sialan ". umpat Erix masih mengingat ucapan Elden yang ingin menjodohkan Roger dengan wanita yang ia cintai.
Erix ikut melanjutkan perjalanannya dengan perasaan tidak menentu.ia ingin sekali menemui Meta ke apartemen setelah janda anak satu itu pulang dari bekerja.namun ia juga tidak ingin bertemu lagi dengan Gracia.dimana pertemuannya nanti kembali berakhir ke tempat tidur.dan ia tidak menginginkan itu terjadi lagi.
Setelah berpikir keras , Erix memutuskan untuk pergi kerumah Sherena.ada hal yang ingin ia sampaikan kepada adiknya itu.
Namun pada saat Erix baru saja sampai dirumah Sherena, ia juga melihat mobil yang tadi dikendarai oleh Roger telah terparkir dengan baik disana.
Segera erix turun dari mobilnya dan masuk kedalam rumah untuk memastikan apakah Meta juga ada didalam sana.
Baru beberapa saja ia melangkah,sudah di suguhkan dengan pemandangan yang membuat hatinya terasa sakit. bagaimana tidak layaknya pasangan suami istri,Roger tengah menggendong Syauqi sedangkan Meta terlihat tersenyum melihat interaksi antara Roger dan Putrinya.
ehem
Suara deheman itu membuat Meta dan Roger menoleh ke arah sumber suara secara bersamaan. Meta merasa aneh dengan tatapan Erix kepadanya.berbeda dengan Roger yang kelihatan tenang tanpa mempedulikan kehadiran Erix.
" Apa kau tidak bekerja ?". Tanya Erix pada Roger.
" Kami akan berangkat kerja setelah ini "? jawab Roger.
" Benar Tuan ". sambung Meta tidak nyaman berada dalam situasi seperti sekarang ini.
" Aku akan mengantarkan mu ". ucap Erix menawarkan diri.
Sejenak Meta terdiam karena tidak tahu apa yang akan ia perbuat.berada dalam posisi yang tidak mudah baginya. ia bisa merasakan perlakuan Erix kepadanya bukan hanya sekedar teman.tidak lebih dari itu.sedangkan ia tidak menaruh perasaan apa-apa kepada kakak temannya itu.
" Tidak bisa tuan , Meta tetap pergi bersama saya sesuai perintah tuan Elden ". Roger memberitahu semua yang Elden tugaskan kepadanya.termasuk tidak membiarkan Meta pergi dengan laki-laki lain meskipun itu adik ipar tuannya sendiri.
__ADS_1
" Kau membantahku ? ". Erix menatap tajam ke arah Roger.
"Apa yang di benarkan Roger benar kak, semua atas perintah Elden ". Sherena yang dari tadi memperhatikan interaksi tiga orang dewasa itu mulai bergabung agar tidak terjadi kesalahpahaman.
" Tapi kenapa ? ". tanya Erix meminta penjelasan kepada Sherena.
" Sudah kak, biarkan saja Roger dan Meta pergi ke kantor bersama ". Ujar Sherena.
"Tapi ... ". belum selesai Erix melanjutkan ucapannya, Roger dan Meta sudah terlebih dahulu meninggalkannya.
" **** " . umpat Elden kesal.
" Kakak mau makan ?". Tanya Sherena pada Erix yang masih dirundung amarah.
Bukannya menjawab, Erix pergi begitu saja tanpa pamit kepada adiknya itu.
Sherena yang melihat kakak nya itu hanya membuang nafas kasar.kemudian ia kembali membawa Syauqi masuk ke kamar anak-anak.
Seperti biasa ,Roger selalu membukakan pintu untuk Meta.hingga membuat Meta merasa tidak enak hati.
"Terimakasih Tuan " . Meta menundukkan sedikit kepalanya sebagai tanda hormat .
Roger hanya mengangkat sudut bibirnya, lalu menutup pintu mobil.mereka berjalan beriringan sehingga beberapa pasang mata menoleh ke arah mereka.ada yang memandang mereka dengan tatapan suka bahagia.ada yang memandang dengan tatapan iri,dan ada yang memandang dengan sekedarnya saja.karena tidak mau terlalu ikut campur urusan orang lain
Meta kembali ke meja kerjanya ,sedangkan Roger langsung masuk ke ruangan Elden tentunya dengan mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Bagaimana?". Tanya Elden saya melihat asisten pribadinya itu berjalan mendekat kearahnya.
"Semuanya Lancar tuan ". jawab Roger percaya diri.karena semua hasil meeting tadi berlangsung dengan baik.
__ADS_1
"Jadi kapan kalian akan menikah ?". tanya Elden tanpa basi basi yang langsung membuat mata Roger membulat sempurna.
"Maksud Tuan apa ?". Tanya Roger meskipun ia bisa menebak arah pertanyaan Elden kepadanya
"Ck,kau itu pura-pura tidak tahu atau sebenarnya sudah tahu maksud ku?" .Elden mengangkat satu alisnya menuggu jawaban Roger.
Roger merasa berada dalam situasi yang sebenarnya tidak ia inginkan.bukan berarti ia tidak menaruh perasaan kepada Meta, namun ia dan Meta masih terlalu canggung untuk membahas masalah penting seperti ini.dan mungkin saja Meta akan menolaknya karena ia tahu Meta masih belum move on dari suaminya yang sudah meninggal.
" Apakah tuan akan pulang cepat hari ini ?". Tanya Roger sengaja mengalihkan pembicaraan.
" Ah tentu saja, aku selalu rindu bermain dengan putraku.apalagi bermain dengan ibu dari anak ku.rasanya sangat nikmat sekali ".Elden sengaja mengatakan hal itu agar asisten pribadinya merasa gerah dan ingin cepat-cepat menikah dengan Meta.
" Baiklah , saya akan mengantarkan tuan " .ujar Roger tenang tanpa terpengaruh sedikitpun dengan apa yang barusan Elden katakan.
" Manusia seperti apa dia sebenarnya, ucapan Ku tadi tidak ada pengaruh baginya ". Umpat Elden dalam hati sambil menatap sinis kepada Roger.
Sedangkan Roger tidak mau ambil pusing dengan perubahan ekspresi wajah Elden.ia tetap tenang dan berdiri tegak di hadapan tuannya.
Brak...
"Aku mau pulang".setelah melempar pulpen ke mejanya, ia berjalan ke arah pintu keluar.
Begitupun dengan Roger yang juga ikut berjalan mengikuti langkah kaki Elden.
Bahkan sampai di dalam lift pun Elden dan Roger tidak bersuara sama sekali.mereka hanyut dalam pikiran masing-masing.lebih tepatnya keduanya sama-sama memasang wajah datar.
Saat ini keduanya tengah berada di dalam mobil dan membelah jalan raya.hingga pada akhirnya mereka telah sampai di rumah Elden. secepatnya Elden turun dari mobilnya tanpa menunggu Roger membukakan pintu untuknya.itu ia lakukan karena tidak suka dengan sikap Roger yang seolah menolak perintahnya untuk menikahi Meta.mantan istri dari asisten pribadinya yang lama.
" Eh Sayang kamu sudah pulang ?" Sherena menyambut Elden saat suaminya tengah berada di anak tangga paling bawah. tak lupa ia mengambil tangan suaminya dan mencium tangan hangat tersebut.
__ADS_1
Tiba-tiba Elden mempunyai ide untuk mengerjai asisten pribadinya itu.dengan cepat ia menangkup wajah istrinya dan mencium bibir istrinya dengan panas di hadapan Roger yang masih berdiri tepat di samping kedua insan yang tidak tahu malu itu.
Sherena berusaha melepaskan tangan suaminya yang kekar namun tidak berhasil.bahkan Elden semakin menjadi-jadi dan tangan nya yang satu lagi meraba2 punggung istrinya.