
Sepasang manusia dimabuk cinta sedang berada di sebuah pusat perbelanjaan.berjalan saling bergandengan tangan.sesekali tertawa kecil.
Radit dan Gracia sedang menuju toko perhiasan untuk membeli cincin pernikahan mereka nanti.
"Aku nginap dimansion kamu ya mas" ujar Gracia sambil bergelayut manja di lengan Radit .
" Kamu menginginkannya ?" bisik Radit ditelinga Gracia .yang dibalas dengan anggukan oleh Gracia .
Saat Radit membukakan pintu mobil untuk Gracia ,seorang pengendara motor menabrak Radit hingga terjungkal .
Gracia berlari menghampiri Radit.
"Mas...bangun mas " Gracia mengguncang-guncang tubuh Radit .namun Radit hanya diam tidak berdaya.
kemudian orang-orang disekitar datang membantu dan membopong tubuh Radit kedalam mobil Radit atas perintah Gracia.grancia mengemudikan mobil ke rumah sakit terdekat.
" suster ,tolong pacar saya " teriak Gracia kepada perawat yang berlalu lalang di area rumah sakit.
para perawat segera mengangkat tubuh Radit keatas brankar untuk di bawa ke ruang IGD.
" Anda tunggu diluar nona" ,ujar salah satu perawat kepada Gracia saat Gracia ikut berjalan masuk kedalam IGD. Gracia mengangguk pelan ,kemudian duduk dikursi yang ada di sekitar pintu luar IGD .
Gracia terlihat sedang asyik dengan ponselnya.seperti mengirim pesan kepada seseorang.
30 menit berlalu ,dokter dan perawat keluar dari IGD.
Gracia bangun dari duduknya,kemudian menghampiri dokter yang sudah akan menutup pintu ruang IGD.
"gimana dok?" tanya gracia.
" luka dikepalanya cukup parah" Ucap
dokter menjelaskan .
" Apa pacar saya bisa disembuhkan dok?" tanya gracia lagi ingin memastikan.
" Saya tidak bisa memastikan saat ini .masih ada beberapa pemeriksaan lagi" sahut dokter kepada Gracia .lalu dokter dan perawat tersebut pamit meninggalkan Gracia .
*
*
Pukul 02.00 dini hari Sherena terbangun dari tidurnya.tiba-tiba dia teringat Radit.sambil menyandarkan kepalanya di headboard,Sherena mengambil ponselnya yang di letakkan di atas nakas.ada beberapa pesan masuk dan beberapa panggilan telpon dari ayahnya.sherena merasa telah terjadi sesuatu dengan ayahnya.karena tidak biasanya ayah menghubunginya malam-malam begini.kemudian dia membuka pesan dari ayahnya.sherena menutup mulutnya,tidak percaya dengan apa yang dia baca.
"Mas Radit ".gumam Sherena.
Kemudian Sherena bangun dari tempat tidur dan mengganti pakaian.saat sudah berada diluar apartemen ,Sherena melihat Elden sedang berdiri di dekat tangga dengan kepala menatap langit-langit bangunan tersebut.sherena melangkahkan kakinya menuju lift, berusaha tidak mempedulikan laki-laki yang telah mengambil ciuman pertamanya.
__ADS_1
"Kau mau kemana malam-malam begini?" tanya Elden yang membuat Sherena menghentikan langkahnya .
Sherena membalikkan badannya.
"Mas Radit kecelakaan " ucap Sherena ragu.
"Kau masih peduli dengannya?" Elden memastikan perasaan Sherena.
" Aku....." Sherena menghentikan ucapannya saat tubuhnya sudah di dekap kedalam pelukan Elden.
"Aku tahu,kamu tidak mencintainya kan?" tanya Elden dengan menangkup pipi Sherena .
Sherena merasa ketar ketir dengan situasi itu.lagi-lagi dia merasakan hembusan nafas Elden karena antara wajahnya dan wajah Elden hanya berjarak kira-kira 15Cm.
" Aku akan mengantarkanmu kerumah sakit " ucap Elden berbisik ditelinga sherena ,yang semakin membuat gadis itu tidak karuan.ada perasaan aneh yang dia sendiri tidak tahu saat Elden terlalu dekat dengannya.
kemudian Elden menarik tangan Sherena berjalan menuju lift.saat di dalam lift pun,Sherena berusaha menjaga jarak dari Elden.
" Aku akan kembali menciummu kalau kau berani bergeser dari sisiku " ancam Elden sambil menarik pinggang Sherena sehingga tubuh keduanya sudah menempel tanpa celah.Elden tidak bisa menghentikan keinginannya untuk tidak mencium gadis yang sudah berada di dalam dekapannya.kembali Elden mencium bibir ranum berwarna pink itu. tiba-tiba ia menghentikan tautan bibirnya ,kemudian tersenyum.
"Kamu membalasnya berarti kamu juga mencintaiku " ujar Elden senang.
Saat Sherena akan menjawab ,lift terbuka .keduanya buru-buru melepas pagutan dan merapikan pakaian mereka.
Saat di dalam mobil ,Sherena hanya diam .dia merasa malu.sesekali Elden melirik kesamping.
" kamu kenapa kikuk begitu?" tanya Elden sembari menggenggam tangan Sherena dengan tangan kirinya.
"kamu berterimakasih karena aku menciummu ?tenang saja,aku akan lebih sering melakukannya " ujar Elden sambil mengedipkan sebelah matanya .
Ucapan Elden mendapat pukulan ringan dilengannya.Elden tertawa saat melihat gadisnya terlihat malu-malu."kamu akan segera jadi milikku " bathin Elden.
Sherena dan Elden berjalan menuju ruang perawatan.radit memang sudah dipindahkan keruangan.
Sherena mengetuk pintu pelan.karena tidak ada balasan,Sherena memberanikan diri untuk membuka pintu .pemandangan pertama yang dia lihat Radit tidur sendiri dengan selang infus dan oxigen.sementara di sofa dia melihat seorang perempuan yang dia kenal sedang tertidur.sherena memberi isyarat kepada Elden untuk menunggunya diluar .dan di balas anggukan oleh Elden.
"Mas..." ucap Sherena melihat keadaan suami yang sudah melontarkan kata cerai dihadapannya.
"kenapa bisa jadi begini ? bukankah kamu ingin sekali bertemu denganku di pengadilan nanti?" ucap Sherena sendu .kemudian melempar pandangan ke sofa.dilihatnya Gracia tidur dengan nyenyak .bahkan Sherena masukpun dia tidak sadar.
Diluar Elden duduk dikursi yang ada depan ruang rawat radit.ingin rasanya Elden mengintip apa yang dilakukan wanitanya didalam.cemburu sudah melanda hatinya.dia memutuskan untuk masuk kedalam ruangan tersebut ,pada saat tangannya sudah memengang knop pintu,seseorang dari dalam sudah terlebih dulu membukanya .
"ada apa ?" tanya Sherena heran melihat Elden berada di depan pintu.
" tidak ada apa-apa .aku hanya ingin memastikan kamu tidak kenapa-napa" ujar Elden sambil menoel hidung mancung wanita dihadapannya itu.
yang ditoel malah melet ,sehingga membuat otak mesum Elden menari-nari dikepalanya.
__ADS_1
"kita pulang" tanya Elden lagi dan di balas anggukan oleh Sherena.
*
*
tombol angka 4 dalam lift sudah di tekan oleh Elden.saat pintu terbuka mereka keluar saling bergandengan tangan.
" Aku masuk ya" ucap Sherena saat pintu apartemennya sudah terbuka.bukannya menjawab Elden malah ikut masuk .
"mau ngapain ?" tanya Sherena sedikit berteriak.namun Elden langsung menutup mulut Sherena dengan bibirnya.
"Mpphhh...." Sherena berusaha mendorong tubuh Elden .nafasnya sudah hampir berhenti diserang laki-laki buas.
Elden melepas pagutan bibirnya.kemudian tersenyum.
"kau harus sering-sering berlatih. ciumanmu payah " ujar Elden tertawa. membuat wajah sherena memerah.
"Dasar mesum " protes Sherena sembari mendorong tubuh Elden keluar.
"sher" terdengar suara serak meta khas bangun tidur sambil.
Meta yang melihat Sherena mendorong tubuh Elden membelalakan matanya.
Sherena kaget dengan kedatangan meta yang tiba-tiba.dia berhenti mendorong tubuh Elden.
"tidak seperti yang kamu lihat" ujar Elden datar sebelum meta berpikir yang macam-macam.
"tuan kenapa ada di apartemen saya subuh begini?" tanya meta heran .
"tadi Elden nganterin aku ke rumah sakit " Sherena menimpali.
"rumah sakit? siapa yang sakit ?" tanya meta semakin bingung.
"mas Radit kecelakaan " ujar Sherena dengan jujur.
"trus kenapa tuan Elden masuk ke apartemen saya ?" tanya meta menunggu jawaban dari Elden.
" Aku hanya mengantar wanitaku sampai ke dalam " Elden melirik sherena dengan senyum tipis.
Meta menggaruk tengkuknya yang tak gatal.heran melihat Elden yang katanya mengantarkan Sherena kerumah sakit .sementara dia berada di dalam apartemennya .
" Sudah..kamu jangan berpikir yang tidak-tidak .aku tidak malakukan apapun disini.aku hanya....."Elden melirik sherena .yang dilihat menggelengkan kepalanya pelan.seolah-olah memberikan kode untuk tidak mengatakan apapun.
"terimakasih sudah mengantarkan ku" ucap Sherena sambil terus mendorong tubuh Elden keluar .
*
__ADS_1
*
Terimakasih sudah mampir di novel saya .Mohon dukungan teman-teman semua.jangan lupa tinggalkan jejak ya...🤗😘🙏