Aku Si PEBINOR

Aku Si PEBINOR
EPISODE 86


__ADS_3

" S*** ". umpat Roger dalam hati melihat tingkah majikannya yang ia tau sengaja melakukannya di depannya.


Sherena mencubit pinggang suaminya saat ciuman mereka terlepas kemudian beranjak pergi meninggalkan kedua pria ber jas hitam tersebut.


" Kau boleh Pulang " . ucap Elden tanpa melihat ke arah Roger.


" Baik tuan ". Roger segera meninggalkan kediaman Elden dengan perasaan lega.


Mengetahui ada sesuatu antara Roger dengan suaminya , Sherena segera menghampiri suaminya kembali setelah ia pastikan Roger benar-benar sudah meninggalkan rumah nya.


" Apa terjadi sesuatu ? " tanya Sherena dengan tangan bersidekap di dada.


Elden melirik ke arah sumber suara yang sangat ia kenal.kemudian mendekatinya dengan tersenyum tipis.


" Aku capek , tolong siapkan air hangat " . bisik Elden ditelinga Sherena yang langsung membuat Sherena bergedik ngeri.


Sesuai permintaan Elden , Sherena menyediakan air hangat untuk suaminya berendam.tak lupa ia menumpahkan beberapa tetes cairan aroma theraphy kedalamnya.


Saat Sherena hendak keluar dari Bathroom , Elden sudah berdiri di depan pintu dengan tersenyum.


Sherena paham betul apa yang suaminya inginkan.namun kali ini Elden tidak beruntung. Sherena membisikkan sesuatu ke telinga Elden yang membuat Elden sedikit kecewa terlihat dari perubahan wajah suaminya.


Sherena merasa puas dengan ekspresi suaminya.sebenar nya ia juga tidak tega, tapi bagaimana lg.


Sedangkan Roger tengah berada di jalan raya mengendarai mobil dengan kecepatan sedan.


Pikirannya masih saja terganggu dengan apa yang dilakukan elden. dan itu membuatnya merasa tak nyaman.hingga pada akhirnya memutuskan untuk tidak pulang kerumah.


Dengan langkah tegap Roger berjalan menyusuri setiap lekuk ruangan.hingga pada akhirnya ia telah sampai didepan pintu apartemen Meta.


tok...tok...tok...


Seorang perempuan muda cantik keluar dari balik pintu dengan wajah sedikit bingung.


" Tuan.....". Sapa Meta heran.


" Apa aku tidak boleh masuk?". Tanya Roger Datar.


" Ah...silahkan tuan " .meskipun sedikit canggung. Akhirnya Meta tetap mempersilahkan Roger untuk masuk.


"Tuan mau min...." belum sampai Meta melanjutkan ucapannya. Roger sudah mengangkat satu tangannya.

__ADS_1


" Duduklah " .


Meta sedikit kaget atas perintah Roger. dia jadi bingung sendiri. yang punya apartemen siapa ? yang tamu siapa ?


Tapi tetap saja Meta mengikuti perintah Roger biar lebih cepat ia tahu maksud dan tujuan asisten pribadi bos nya itu datang ke apartemennya.


" Sebenarnya ada perlu apa tuan datang ke apartemen saya ?". Tanya Meta.


Roger melirik Meta sekilas, lalu mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan.


" Anak kamu mana ?". Tanya Roger saat tidak melihat Syauqi disana.


Meta ikut melihat arah pandang Roger yang mengamati setiap ruangan.


"hmm... Syauqi ada di kamar " . jawab Meta dengan tersenyum tipis.


" Sebentar tuan, biar saya buatkan dulu teh hangat " .tanpa menunggu balasan dari Roger. Meta segera menuju pantry. hanya memakan waktu lima menit , teh hangat sudah tersedia di atas meja tepatnya di depan Roger.


" Silahkan Tuan ". Ucap Meta mempersilahkan.


Takut Meta merasa tidak nyaman, akhirnya Roger segera meminum teh hangat buatan Meta. setelah menghabiskan setengah teh tersebut, ia menaruh kembali cangkir teh ke atas meja.


" Apa kamu tidak ingin mencari ayah baru buat syauqi ?" tiba-tiba saja pertanyaan itu keluar dari bibir Roger.


" Ma'af tuan , saya masih belum ada niat untuk itu " .jawab Meta singkat.


" Bagaimana jika sudah ada orang yang mau untuk menikahi mu ?".


deg


" Maksud tuan ? ". Tanya Meta memberanikan diri.meskipun tidak ingin ia lakukan karena dari tadi Roger menatapnya aneh.


" Will you marry me ?" .


Mata Meta membelalak sempurna mendengar kalimat ajaib yang keluar dari bibir Roger. sungguh ia tidak menyangka Kalau asisten pribadi bos nya itu benar-benar mengajaknya untuk menikah. dalam hati sebenarnya ia juga merasakan getar-getar cinta ke pada pria lajang itu.namun tidak berani menampakkan rasa itu.


ehmmm......


" Are You Ok ? " tanya Roger saat Meta tidak kunjung menjawab.malahan ibu satu anak itu justru melamun.


" Aaaa.....Ma'af tuan ".jwb Meta gugup.

__ADS_1


" Apa tuan sedang bercanda ?". Tanya Meta tak percaya.


Roger mengubah posisi duduk nya yang tadi menyandar berganti ke posisi lebih merapat ke meja.


" Apa saya terlihat seperti bercanda?". tanya Roger serius.


Meta semakin salah tingkah dengan tatapan Roger yang terlihat beda kepadanya.bahkan untuk menelan salivanya saja terasa sulit bagi nya.


"Tu...tuan, saya juga tidak sedang bercanda .saya hanya kaget dengan apa yang saya dengar ". Sahur Meta.


" Sekarang jawablah " . sebenarnya Roger sudah tidak sabar dengan jawaban yang akan keluar dari Bibir Meta.tapi ia berusaha nampak tenang di depan wanita tersebut.


Bukannya tidak mau menjawab,hanya saja Meta merasa aneh.dan hal yang wajar jika saat ini ia seperti orang bingung.sejenak ia berpikir sambil sesekali melirik ke arah Roger yang juga tengah menatapnya.


" Sebelum saya menjawab pertanyaan tersebut, saya juga ingin mengajukan sebuah pertanyaan kepada tuan dan tuan harus menjawabnya ". ucap Meta.


Nampak Roger mengangkat kedua alisnya.kemudian mengangguk pelan pertanda ia bersedia menerima pertanyaan dari Meta.


" Apa tuan memiliki perasaan kepada saya ?" . tanya Meta hati-hati.


Bukannya menjawab, Roger malah tertawa kecil.sehingga membuat Meta menatapnya dengan kesal.


Lalu tiba-tiba tawa kecil itu menghilang.saat ini suasana kembali canggung. Roger menatap Meta tanpa berkedip.sehingga membuat orang yang ditatap menjadi salah tingkah.


" Atapu ".


deg...


Meta membulatkan matanya dengan sempurna saat kalimat pendek itu keluar dari bibir Roger.


" Sa...saya " .ucapan Meta terhenti saat benda kenyal mendarat di bibir tipisnya.


Kedua pasang bibir itu beradu.Meta yang awalnya hanya diam, kini mulai membalas setiap serangan-serangan dari Roger. namun tiba-tiba Roger menghentikan permainan bibir itu.lalu menatap sepasang bola mata indah yang ada di hadapannya.


" Saya Sudah tahu jawabannya ". ucap Roger dengan senyum simpul di bibirnya.


Meta hanya menunduk malu.dia tahu apa yang di maksud oleh Roger.


" Istirahatlah,saya akan mengurus semua urusan pesta pernikahan kita ".Roger beranjak dari duduknya . lalu tersenyum sambil menoleh ke arah wanita yang tengah menatapnya dengan bingung.


Roger meninggalkan apartemen Meta setelah memastikan wanita itu telah mengunci pintu dari dalam.karena tadi ia sempat melihat Erix masuk ke apartemen sebelah.ia takut Erix mengunjungi Meta.dan melakukan hal yang tidak-tidak. karena ia tahu Erix juga menginginkan ibu anak satu itu.dan ibu anak satu itu sebentar lagi akan menjadi istrinya.

__ADS_1


Roger mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang menuju apartemennya.apartemen Roger tidak jauh dari rumah Elden.hanya berjarak Satu kilo.


__ADS_2