Aku Si PEBINOR

Aku Si PEBINOR
EPISODE 53


__ADS_3

Tersungging senyum disudut bibir Sherena.tidak sia-sia usahanya untuk menyadap pesan masuk dari ponsel suaminya.karena bagaimanapun suaminya mengatakan tidak ada hubungan apa-apa dengan perempuan yang bernama RHANIE itu ,namun hati kecilnya tidak bisa di bohongi.feeling seorang istri itu seratus persen benar.jika ditanya bagaimana perasaan Sherena saat ini ,jawabannya adalah sangat kecewa.karena sudah jelas-jelas suaminya berjanji dan bersumpah untuk tidak mengulangi kesalahannya .namun saat ini ia disuguhkan bukti yang menyakitkan lagi.


Elden......


Sementara itu Elden sedang sedang duduk di kursi kerjanya .dimana juga ada Billy yang duduk di depannya.


" Apa yang anda lakukan berdampak buruk terhadap mental istri anda tuan " ucap Billy .


" Aku hanya bersenang-senang.tidak ada hubungan spesial antara aku dan rhanie "ujar Elden sembari mengeluarkan ponsel dari saku kemejanya.


Billy yang tidak bisa berkata apa - apa lagi pamit meninggalkan ruangan tersebut.sebenarnya ia tidak tega dengan sherena.dan sampai saat ini ,ia tidak menceritakan kelakuan Elden kepada istrinya .karena ia takut Meta pasti juga akan merah besar kepadanya.


Saat Billy sudah meninggalkan ruang kerja , Elden menjawab panggilan telpon dari istrinya


" Sayang ada apa ?" tanya elden dengan manis.


" Pulang kerja nanti kamu langsung pulang kerumah ya " ujar Sherena tidak kalah manisnya.


" Wah ,ada apa ya ? jadi penasaran ?" ujar Elden dengan tertawa kecil


" Aku ada kejutan buatmu "


Saat panggilan telpon terputus ,perasaan Elden jadi tidak enak.ia merasa ada sesuatu yang akan terjadi.namun ia berusaha untuk menepisnya.


Sudah setengah jam Elden termenung diruang kerjanya.ia masih menebak-nebak kejutan apa yang akan di berikan Sherena untuknya.tanpa berpikir panjang ,ia memutuskan untuk pulang kerumah lebih cepat.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih dua puluh menit,akhirnya Elden sampai kediamannya.ia langsung menuju lantai dua dan segera masuk kedalam kamarnya.


Saat pintu kamar terbuka ,ia melihat Sherena tengah duduk santai di sofa dengan ponsel yang berada ditanganya.hal yang tidak biasa ia dilakukan istrinya itu.biasanya jika ia pulang kerja ,Sherena langsung mambantunya membuka jas dan dasinya.nanun saat ini tidak seperti biasanya.perasaan Elden semakin tidak karuan. ia berjalan mendekat ke arah istrinya.

__ADS_1


"Sa...." belum selesai Elden meneruskan panggilan spesial kepada istrinya itu ,Sherena justru menaruh jari telunjuk dibibirnya.


" Kamu kenapa jadi tegang begitu ? " tanya Sherena berusaha santai.padahal hati kecilnya ingin sekali berteriak dan menjambak-Jambak rambut suaminya.


" Tidak kenapa-napa .kamu.....ada kejutan apa buat aku ?" ucap Elden terbata.


Mendengar pertanyaan yang keluar dari bibir suaminya , Sherena mendekatkan ponselnya tepat di wajah sang suami.sehingga terlihat jelas wajah Elden yang panik.


"Apa ini ? " tanya Elden bingung.


"Selain aku ,siapa yang kamu panggil dengan sebutan sayang ?" terdengar suara Sherena penuh tekanan.


Deg


Elden semakin panik , perasaan tidak nyaman yang ia rasakan dari tadi sepertinya akan terjawab.


" Sayang jangan cemas . perasaan mas juga tidak enak , kamu tidak lupa kan dengan kalimat itu ?" tanya Sherena dengan tatapan tajam.


"Ternyata selama ini kamu masih membohongi aku.diam- diam kamu masih berhubungan dengan perempuan itu " ujar Sherena dengan nada yang mulai meninggi.


" Sayang aku bisa jelaskan " ucap Elden berusaha membujuk.


"Kalau begitu jelaskan sekarang "


" Aku minta ma'af .aku janji tidak akan mengulanginya lagi " Elden berusaha membujuk istrinya dengan merangkul lengan mungil sang istri.namun Sherena menepisnya.


"Semudah itu?kamu memikirkan perasaan aku tidak ? bagaimana begitu lembutnya kamu memanggil dia dengan panggilan sayang.melebihi cara kamu memanggil aku .apakah dia begitu spesial ? atau kamu malah mencintainya ?" rentetan pertanyaan keluar dari bibir Sherena.


"Tidak seperti yang kamu pikirkan,awalnya aku bercanda memanggil dia sayang. dan akhirnya keterusan " ujar Elden menunduk.

__ADS_1


"Dan kamu mencintainya bukan ?"


" Tidak sayang " protes Elden cepat.


"Kalau begitu kamu hubungi dia sekarang dan jangan lupa gunakan speaker phone " pinta sherena.


Tanpa menunggu lama ,Elden mengeluarkan ponselnya dan Segera menghubungi perempuan yang bernama RHANIE itu. Dalam obrolan tersebut, Elden meminta Rhanie untuk tidak menghubunginya lagi .


Seminggu setelah kejadian itu,hubungan suami istri itu sudah mulai membaik.mulai terlihat canda tawa.sebenarnya saat Elden berselingkuhpun tidak ada yang berubah darinya .ia masih tetap manis terhadap Sherena,keuangan pun tidak pernah dikurangi untuk istrinya.


Diatas ranjang berukuran big size itu,Elden tidur dengan nyenyak.sedangkan Sherena masih duduk diatas ranjang memandangi wajah tampan prianya.tiba-tiba bolamatanya melirik ke arah ponsel Elden yang terletak di atas nakas.perlahan ia membuka ponsel milik suaminya itu.ia mulai membuka applikasi peta dimana ada opsi linimasa .disana terlihat semua perjalanan Elden.


Tiba-tiba ia ingat kejadian dimana Elden pulang kerumah dalam keadaan kemeja terbalik.samoai saat ini ia hafal tanggal dan jam kepulangan Elden saat itu .setelah ia buka linimasa tanggal yang membuatnya curiga selama ini,akhirnya ia menemukan suatu tempat dimana suaminya saat itu.betapa kagetnya Sherena dan ia tidak percaya sama sekali dengan apa yang ia lihat.


Pukul 03.09 wib terlihat disana perjalanan Elden menuju sebuah hotel dan check out pukul 06.11.


Terjawab sudah teka teki kemeja terbalik selama ini.seketika darahnya mendidih , nafasnya menjadi sesak.karena masih penasaran,Sherena terus membuka perjalanan Elden dilinimasa selama bulan februari dan Maret .dimana Elden mengaku ia bertemu dan berkenalan dengan perempuan yang bernama RHANIE itu di bulan Januari.


Sorot matanya tajam ,saat tanggal 30 Januari pukul 04.02 ia melihat linimasa Elden pergi ke homestay PM dan check out pukul 06.09.


tatapannya sekarang berpindah ke arah Elden yang tengah tertidur pulas.


Tega kamu......


Sherena mencoba untuk menahan kesedihan dan amarahnya .ia memilih untuk melihat langit malam dari balkon kamar dari pada melihat wajah tampan suaminya itu.wajah tampan nan teduh yang membuat hati nya hancur sehancurnya.ia tidak menyangka Elden tega berbuat seperti itu.pahal selama ini ia sudah berusaha menjadi istri yang baik.melayani dan mencintai Elden dengan sepenuh hati.tapi semua rasa cintanya dibalas dengan sebuah pengkhinatan.


Padahal dulu ,Sherena pernah mengatakan kepada suaminya untuk tidak terlalu dekat dengan makhluk yang bernama perempuan . karena perempuan itu makhluk baper.jika perempuan sudah merasa nyaman dengan seorang laki-laki,maka si perempuan akan menaruh hati kepada laki-laki tersebut.


Sedangkan pola pikir laki-laki tidak bisa ditebak.terkadang ia juga merasa nyaman dengan perempuan tersebut meski ia sudah mempunyai istri sekalipun.dan bisa juga si laki-laki hanya sekedar nafsu kepada si perempuan yang telah ia buat nyaman tadi .Semua alasan berputar di benak Sherena.

__ADS_1


__ADS_2