
Brak.....
Elden menutup pintu dengan kasar .sedangkan Radit tertawa terpingkal-pingkal.
"kamu kenapa sih mas?" Sherena heran dengan kejadian yang ia lihat.kemudian dia berjalan keluar bermaksud menyusul Elden.
Sherena setengah berlari menyusuri lorong rumah sakit .namun sosok yang ia cari tidak terlihat.
"kemana dia?" gumam Sherena sambil terus berjalan dengan mata liar melihat sekeliling.
*
*
Siang itu disebuah kamar ,sepasang manusia yang baru selesai memadu kasih terlihat sedang mengatur nafas.
pergulatan panas membuat tubuh keduanya berkeringat.
"Bagaimana dengan rencana kita ?" tanya Erix kepada perempuan yang berada disampingnya dalam keadaan polos.
"Sebentar lagi semua rencana kita akan berhasil ." jawab perempuan itu yang tak lain adalah Gracia .
Erix tersenyum smirk .orang yang ingin dia hancurkan sebentar lagi berada dalam genggamannya.
"Selama dua hari ini,aku tidak ingin menghubunginya dulu." ujar Gracia memainkan jari-jarinya di dada Erix .
Erix tersenyum ,kemudian kembali menaiki tubuh polos gracia.dan pergulatan panaspun terjadi berkali-kali.
*
*
Sherena sudah berdiri tepat di depan pintu apartemen Elden .lebih tepatnya apartemen Billy .karena selama beberapa hari ini Elden menumpang di apartemen itu.dia ragu untuk mengetuk pintu .bermacam dugaan terlintas di kepalanya.namun hatinya merasa gelisah setelah kejadian dirumah sakit tadi.dengan keberanian yang tidak seberapa ,Sherena mengetuk pintu apartemen.berkali-kali di ketuk,namun tidak juga ads jawaban.sudah 20 menit Sherena berdiri didepan apartemen Elden. namun yang dicari tidak kunjung menampakkan batang hidungnya.
*
Sherena tidak bisa memejamkan matanya.waktu sudah menunjukkan pukul 22.25 wib.biasanya jam 21.00 dia sudah tidur.sherena berinisiatif untuk kembali ke apartemen Elden.hanya dengan pakaian tidur, Sherena keluar dari kamar nya.mencoba untuk mengetuk pintu apartemen Elden.namun hasilnya masih sama .ZONK ....
Sherena kembali ke apartemennya.
" Nomornya juga ga aktif. " Sherena semakin dibuat bingung.dia terus menekan nomor kontak Elden di ponselnya.
perasaannya semakin tidak karuan.dia berusaha untuk tidur. miring kekanan miring kekiri.tapi pikirannya terus terbayang-bayang Wajah Elden.sampai pada akhirnya ,pukul 01.00 dini hari Sherena bisa memejamkan matanya.
*
__ADS_1
Hari ini Sherena sudah bersiap-siap dengan pakaian kerjanya.setelah beberapa hari izin karena harus merawat radit dirumah sakit dari pagi sampai sore.
"Pagi Mba" Sapa Intan salah satu rekan kerja Sherena.
" Hai Tan,selamat pagi" Sherena balik menyapa intan .
Intan memperhatikan penampilan sherena.wajah Sherena hari ini tidak seperti biasanya.
"capek banget ya mba ? mas Radit Udah pulang ke rumah ?" tanya intan ingin tahu karena Sherena terlihat sangat kelelahan.
Sherena terus menatap layar ponselnya.tidak menyadari kalau Intan yang sedang menunggu jawabannya.
"Mba...mba baik-baik aja kan?" tegur intan semakin panik.
"Eh ...Tan,sorry...sorry ....mba kurang istirahat" ujar Sherena merasa tidak enak .karena intan dari tadi seperti diabaikan.
"Ga apa - apa kok mba.atau mba izin lagi untuk hari ini .percuma kalau dipaksa kerja , mba juga ga fokus ." terang Intan .
Sherena berpikir sejenak .perkataan Intan ada benarnya juga .kalau dia terus memaksakan kerja hari ini,yang ada hasilnya akan mengecewakan.
"Mba ke ruangan executif cheff dulu ya. " ujar Sherena sambil pamit.
*
Tujuan Sherena hari ini adalah menemui Radit dirumah sakit.karena hari ini suaminya itu sudah di perbolehkan pulang.
" Ada apa dengan kamu nak? tanya papa mertua Sherena yang melihat menantunya seperti sedang banyak masalah.
Sherena berusaha tersenyum.dia tidak ingin mertuanya tahu masalah yang dia hadapi saat ini.tidak mungkin dia bercerita kalau saat ini hatinya sedang gundah memikirkan laki-laki lain.
" Tidak kenapa-napa kok pa,hanya saja tadi malam aku tidak bisa tidur ." ujar Sherena jujur.kemudian beralih menatap Radit.
Radit ikut memperhatikan penampilan Sherena.kemudian duduk dikursi roda yang sudah disiapkan sedari tadi .
"Dorong aku!" perintah Radit yang di balas anggukan oleh Sherena.
Saat akan masuk ke dalam mobil yang akan membawa Radit pulang.Radit meminta Sherena untuk memapahnya.sengaja Radit lakukan karena saat ini dia sadar, ada seseorang yang sedang mengawasinya.
Sherena pun memapah sesuai permintaan Radit .dan Radit tidak mau menyia-nyiakan kesempatan,Radit merangkul pinggang Sherena erat. Sherena ikut masuk kedalam mobil untuk mengantarkan Radit kerumah.
Mobil berjalan melintasi jalan raya.Radit dan sherena duduk di jok belakang.Radit terus memperhatikan Sherena.
"kalau ngantuk ,tidur sini " Radit menepuk pahanya menawarkan Sherena untuk tidur.karena wanita disebelahnya terlihat jelas sangat lelah.
"Terimakasih mas .setelah mengantarkanmu Sampai rumah ,aku nanti kembali ke apartemen saja ." Sherena memijit pelipisnya karena tiba-tiba kepalanya terasa pusing.
__ADS_1
Radit mengangkat satu alisnya .ingin rasanya Radit merebahkan kepala istrinya diatas paha.
" Malam ini kamu tidur di rumahku saja ." Radit berbicara tegas saat mobil sudah sampai di gerbang .
Sherena menatap heran ,sebelumnya Radit mengusirnya secara kasar.sekarang dia justru menyuruh untuk tidur dirumah.sherena merasa tidak nyaman dengan perubahan sikap Radit padanya.
kalau dulu dia berani mati-matian mempertahankan rumah tangganya. tapi untuk hari ini dan seterusnya ,dia sudah memilih tambatan hati baru .
Sherena menghembus nafas kasar.ada rasa rindu ingin bertemu dengan Elden. tapi Elden seperti marah kepadanya . dia berusaha melupakan sejenak kerinduannya.karena saat ini dia tengah berada dirumah Radit , dimana mertuanya juga berada disana.
"istirahatlah nak" papa Radit yang sejak tadi merasa kasihan kepada menantunya, menawarkan untuk istirahat.
" Aku balik ke apartemen saja pa ." jawab sherena lembut .sebenarnya dia merasa enggan untuk menolak ajakan papa mertunya Yang selama ini selalu baik kepadanya.tapi saat ini pikirannya sedang berada di tempat lain.memikirkan seseorang yang saat ini entah dimana keberadaannya.
" aku masih istriku.kau harus patuh kepada perintah ku. " Radit bersuara menatap Sherena tajam .kali ini dia mempunyai rencana untuk membuat hati Elden panas dingin.
" tapi kau sudah menceraikanku mas " bisik Sherena di telinga Radit , sembari melototkan matanya.
" belum berlaku sebelum ketuk palu ." Radit melangka dan menarik tangan Sherena ke atas menuju kamar mereka dulu.
Papa Radit yang menyaksikan interaksi antara putra dan menantunya merasa bahagia.dia berharap setelah ini hubungan Radit dan sherena bisa membaik.
" Tidurlah. "perintah Radit yang merebahkan tubuhnya keranjang.
Namun Sherena hanya diam tidak bergeming.membuat Radit bangun dari tidurnya.kemudian kembali menarik tangan Sherena .Sherena yang mendapat tarikan secara mendadak ,tidak bisa menahan tubuhnya yang sudah terjerembab di atas tubuh Radit.
"Jangan begini mas ." ucap Sherena berusaha beranjak dari tubuh radit.tapi Radit menahannya.semakin Sherena berusaha melepaskan diri ,semakin erat Radit memeluknya.
" sekali lagi kau berani beranjak dari dekapanku,aku pastikan kau akan kehilangan keperawanan mu" ancam Radit tidak main-main .
Sherena yang mendengar ancaman Radit semakin ketakutan.dia sudah tidak ingin mempertahankan rumahtangganya.jika sebelumnya Radit ingin melakukannya,dia akan melayani Radit dengan baik meskipun tanpa cinta.tapi keadaan sudah bebeda .Radit mencintai perempuan lain .sedang Sherena sendiri belum bisa memastikan arti perasaannya terhadap Elden.
"aku ingin tidur saja , " ucap Sherena sendu.
mendengar penuturan sherana,Radit mengendurkan dekapannya .dan menaruh tubuh sherena di sampingnya.
" Apa kau tidak mau main dulu ?" tanya Radit mengedipkan matanya.
" Main apa mas?" Sherena tidak paham dengan apa yang dikatakan Radit .karena tadi Radit menyuruhnya untuk tidur.tapi sekarang dia malah ingin mengajaknya main .
Radit mendekatkan wajahnya.antara wajahnya dan wajah sherena hanya berjarak satu jengkal.
" aku menginginkannya " bisik Radit ditelinga sherena .Tanpa persetujuan ,Radit langsung menaiki tubuh sherena.saat hendak mencium bibir bibir istrinya,sherena mendorong kuat tubuh Radit.
" jangan lakukan itu mas " Sherena yang merasa panik menyilangkan kedua tangan kedadanya.
__ADS_1
dia merasa menjadi wanita murahan .saat Elden menciumnya,dia hanya bisa pasrah .sekarang Radit ingin meminta haknya sebagai suami.dia tidak mau memenuhi permintaan Radit .dia tidak mau dicampakkan begitu saja setelah Radit berhasil mengambil kesuciannya.setelah Radit meminta haknya ,Radit pasti akan segera menikahi Gracia .yang dirugikan diposisi ini adalah Sherena.
Tok....tok....tok.....