Aku Si PEBINOR

Aku Si PEBINOR
EPISODE 61


__ADS_3

Saat ini Elden dan Sherena sudah berada diruang pemeriksaan dokter obgyn sesuai yang disarankan Andre kepada Elden kemarin.


Sherena tengah melakukan pemeriksaan USG yang langsung di tangani oleh dokter obgyn ternama di rumah sakit itu.


"Bagaimana dok ? istri saya sakit apa ?" tanya Elden penasaran.ia takut istrinya kenapa-napa.apalagi melihat dokter tersebut mengoles gel ke perut istrinya sebelum sebuah benda aneh di putar-putar oleh dokter Smith diatas perut istrinya.


Rasa penasaran Elden semakin meluap saat ekspresi dokter Smith tidak bisa ditebak.


" Jaga istri dan calon bayi anda dengan baik " ucap dokter Smith saat Elden dan Sherena sudah duduk setelah dipersilahkan.


" Maksud dokter ,istri saya hamil ?" Elden terkejut mendengar kalimat yang dilontarkan oleh dokter Smith .disisi lain ia sangat senang jika benar istrinya tengah mengandung benih unggul yang ia semprotkan kedalam rahim Sherena.


"Ya ,tapi istri anda harus menjaga kesehatannya.jangan terlalu banyak berpikir apalagi stres.itu akan sangat mengganggu perkembangan janin yang ada di rahim istri anda". ujar dokter Smith panjang lebar.


*


Setelah pulang keluar dari rumah sakit,Elden mengajak Sherena untuk berbelanja ke super market untuk berbelanja kebutuhan bayinya.


"Apa tidak terlalu cepat ?" Tanya Sherena .karena menurut cerita nenek moyang dulu tidak baik membeli perlengkapan bayi saat kandungan baru enam Minggu.


"Tidak apa sayang,kita juga harus beli susu hamil buat kamu.biar kamu dan bayi kita sehat " ujar Elden semangat.begitu senangnya Elden setelah tau istrinya hamil.itu artinya akan ada penerus Sanjaya.


Karena malas berdebat,Sherena terpaksa mengikuti kemauan suaminya yang cerewet.jika ia terus meladeni perdebatan itu ,tetap saja ia akan kalah.

__ADS_1


Disebuah pusat perbelanjaan besar di kota tersebut ,Sherena dan Elden tengah sibuk memilih perlengkapan bayinya nanti.ralat ,bukan sherena yang bersemangat .tapi Elden yang menggebu-gebu memilih perlengkapan calon anaknya.


Namun saat Sherena duduk menunggu Elden memilih perlengkapan tersebut ,seseorang menyapanya.


" Apa kabar ?" orang itu tersenyum ramah.pancaran matanya terlihat sangat menyayangi wanita yang tengah berada didepannya saat ini.


"Siapa ya ? apa kita pernah kenal ?" bukannya menjawab,Sherena malah balik bertanya kepada orang itu.pria tampan dengan senyum manis dibibirnya.


" Apa yang kamu lakukan disini ?" Pria itu enggan menjawab pertanyaan Sherena .ia memilih bertanya apa yang dilakukan Sherena di tempat itu .


Elden yang melihat seseorang yang tidak ia kenal mendekati istrinya ,Segera menghentikan aktivitasnya.


"Siapa sayang ?" tanya Elden kepada Sherena .namun Sherena mengankat bahunya.


"Jaga istrimu baik - baik ".setelah mengatakan itu ,pria itu langsung pergi begitu saja .Elden dan Sherena hanya saling pandang .


"Aneh ". gumam Elden terus menoleh ka arah pria yang terus berjalan menjauh.


Setelah semua perlengkapan yang di beli oleh Elden semuanya selesai ,mereka kembali kerumah.


"Kamu kenapa ?" tanya Sherena saya minta Elden seperti sedang memikirkan sesuatu.


" Tidak apa sayang, aku hanya memikirkan pria tadi.rasanya aku pernah melihatnya tapi dimana ya ?" Elden berusaha mengingat orang yang menyapa istrinya saat dipusat perbelanjaan tadi siang.

__ADS_1


"Aku tidak mengenalinya juga ,tapi aku merasakan hal aneh saat bertemu dengannya ". ucap Sherena jujur.memang pada saat pria yang mengenakan jas hitam dan kaca mata hitam itu menghampirinya ia merasakan sesuatu yang berbeda dalam hatinya.


"Jangan bilang kamu menyukai pria jelek itu ". tuduh Elden cemburu karena tidak suka mendengar penjelasan dari istrinya.


" kamu ngomong apa sih ? jangan samakan aku dengan kamu .aku tidak serendah itu menyukai orang lain disaat aku sudah mempunyai suami ".Sherena sengaja mengatakan hal itu untuk menyindir kelakuan Elden yang hampir membuat rumah tangganya berantakan.


Mendengar hal itu Elden memilih untuk tidak menanggapi perkataan Sherena.karena jika ia membalas ucapan istrinya ,pasti tidak jauh-jauh dari kasus perselingkuhan yang pernah ia lakukan sebelumnya.


"Mau mandi bareng ?" ajak Elden mencairkan suasana.


"Aku tau apa yang kamu pikirkan " .tuduh Sherena yang sudah paham maksud ajakan Elden untuk mandi bareng.karena tidak mau membuat Elden kecewa ,akhirnya ia menuruti kemauan suaminya itu.meskipun ia merasa tidak enak badan karena masih pusing dan mual.bagaimanapun ia harus tetap menjadi istri yang baik untuk suaminya terlepas apa yang pernah suaminya lakukan kepadanya.


Seharusnya jika hanya ritual mandi saja tidak akan memakan waktu satu jam.tapi yang dilakukan Elden dan Sherena adalah ritual suami istri.mengingat Sherena hamil muda ,Elden melakukannya dengan lembut dan santai.makanya memakan waktu yang agak lebih lama. bath up menjadi saksi bisu pertempuran panas antara dua insan itu.selama ritual berlangsung Elden beberapa kali mengelus perut istrinya yang masih datar .seolah-olah memberitahu kepada calon bayinya bahwa ia tangah menjenguknya.


Tangan Elden biasanya sangat agresif menyentuh bukit kembar milik istrinya.bahkan sebelum tau istrinya hamil ,ia sering mengisap p***Ng Sherena yang sudah menjadi candu baginya.tapi setelah dokter memperingatinya untuk tidak memberi rangsangan pada p***Ng wanitanya yang akan membuat Sherena kontraksi,maka hal itu tidak lagi ia lakukan.begitulun saat penyatuan berlangsung ,Elden melakukannya dengan pelan .meski sebenarnya ia ingin sekali menggempur istrinya dengan tenaga nya yang full.perlahan namun pasti ,akhirnya semburan larva hangat menyembur di rahim istrinya.


Setelah ritual mandi yang dibumbui dengan ritual panas selesai,keduanya mengganti pakaian.Elden menyuruh Sherena untuk duduk disofa.karena ia akan membuatkan susu untuk istrinya itu.


Sherena merasa terharu dengan sikap manis yang suaminya berikan.namun bayang-bayang perselingkuhan Elden Kembali menar-nari dibenaknya.


Ingin sekali ia melupakan kejadian pahit itu ,namun terasa begitu sulit.mungkin ia belum ikhlas menerima semuanya.apalagi sewaktu Elden mengkhianati pernikahan suci mereka ,tidak ada yang berubah dari sikap Elden.suaminya selalu bersikap manis kepadanya,selalu perhatian dan jangan lupakan sikap posesif prianya.


"Sayang ,ayo minum susunya dulu " .segelas susu telah dibuatkan Elden untuk istrinya.rasa bahagia mendengar kabar kehamilan istrinya membuat Elden semakin bahagia.

__ADS_1


Sherena menerima segelas susu yang sudah Elden buatkan untuknya.ia menatap lekat mata Elden.terlihat jelas sorot mata bahagia dari mata suaminya .mungkin ia harus segera melupakan kejadian pahit yang kemarin menimpanya .dan saat ini ia harus memikirkan calon bayinya yang ada dalam rahimnya.buah cintanya dengan Elden.


__ADS_2