
Elden dan Billy saat ini sudah berada direstoran untuk bertemu dengan kliennya.
"Dia ".gumam Billy saat melihat dua orang pria mendekat ke arah mejanya.
"Tuan ,dia " bisik Billy kemudian kembali diam saat Elden mengangkat tangannya.
"Senang bertemu dengan anda " . ucap Erix memberi salam kepada Elden dan juga Billy.
Erix saat ini pemilik perusahaan yang pernah ia rebut dari radit.semua itu ia lakukan karena dendam atas perlakuan Radit terhadap Sherena.
Setelah berbincang-bincang hangat sembari menikmati hidangan dan tawaran kerjasama yang di ajukan Erix kepada Elden diterima ,mereka berempat pergi meninggalkan ruangan VIP yang telah di booking sebelumnya.
"Kenapa dengan mu ?" tanya Elden saat melihat wajah Billy seperti tidak bersemangat.
"Entahlah tuan , jika perusahaan kita bekerjasama dengan perusahaan Tuan Erix maka tentu saja Ryan Erix akan sering mengunjungi kantor kita.
Elden menghentikan langkahnya tepat di samping mobil yang akan ia naiki
"Tentu saja ".ledek Elden dengan senyum penuh kemenangan.
Billy memutar mata jengah kemudian mengendarai mobil tentunya setelah Elden masuk kedalam mobil hitam tersebut.
Setelah sampai di kantor ,keduanya langsung menuju ruang kerja elden.
"Saya keluar sebentar tuan ".pamit Billy saat baru saja Elden menaruh bokongnya dikursi kerjanya.
" Payah ".sindir Elden yang tidak di gubris oleh Billy.
Billy menutup pintu kembali setelah keluar dari ruangan elden. tujuannya keluar tentu saja menemui istrinya.
"Kamu lagi apa ?" .tanya Billy datar.
"Ck..,tidak liat apa " .ketus Meta yang sibuk dengan layar komputernya.
__ADS_1
"Sinis banget ".gumam Billy yang bisa di dengar jelas oleh Meta.
Seketika Meta menghentikan kegiatannya mendengar ucapan Billy.dengan tangan menopang dagu ia menatap pria tampan yang sedang kusut itu.
"Sayang kenapa ?" tanya Meta dengan manja Yang sengaja dibuat-buat.
"Jangan meledek ". ketus Billy tidak suka dengan cara Meta memanggilnya . ia takut jika istrinya juga seperti itu kepada semua pria.dan itulah yang membuatnya uring-uringan.apalagi Elden menerima tawaran kerjasama dengan Erix yang sepertinya menyukai istrinya.bagaimana Billy tidak kesal.
"Ayo ceritakan ,sebenarnya apa yang membuat suamiku menjadi seperti ini ?" Meta mengelus lembut tangan Billy sehingga membuat pria yang tengah duduk di depan meja kerjanya itu mulai mencair.
"Aku tidak suka saja kamu dekat-dekat dengan pria yang memeluk kamu saat di depan lift itu ".ujar Billy terus terang.
Sedangkan Meta berusaha menahan tawanya.baru kali ini suaminya posesif kepadanya.walau bagaimana pun ia sangat menyukai suaminya dengan sikap yang sekarang ini.tidak seperti sebelumnya yang ciek dan dingin.suaminya hanya hangat saat di ranjang saja.
"Baik lah suamiku sayang ,aku tidak akan dekat-dekat dengan pria manapun ". jawab Meta tersenyum.
Billy tersenyum mendengar ucapan istrinya.meski ada keraguan dalam hatinya.
" Aku akan cepat-cepat membuatnya hamil,biar tidak ada pria manapun yang akan mengganggunya lagi ".bathin Billy.
"Dasar bucin ". ledek Elden melempar maps kewajah Billy yang baru saja masuk ke ruangannya.
"Apa sih Tuan ?" ujar Billy tidak habis pikir dengan bosnya yang selalu ikut campur urusan pribadinya.
Tidak ingin terus menerus meladeni Elden yang sering kali membuatnya jengkel , akhirnya Billy mengalah untuk tidak menjawab setiap ledekan bosnya itu. ia lebih memilih membuka agenda rapat Elden.
Begitu juga dengan Elden ,karena tidak mendapat respon dari asisten pribadinya itu.ia pun berniat untuk menghubungi istrinya.
"Sayang ,kamu banyak istirahat saja .kasihan anak kita ".ucap Elden saat panggilan langsung di angkat oleh Sherena.
"Kamu tau tidak sayang , aku bahagia sekali saat tau kamu hamil.dan itu artinya benih ku topcer tidak seperti..." Elden sengaja menghentikan ucapannya karena orang yang saat ini ia sindir menatap tajam kearahnya.
"Aku lanjut kerja dulu ,kamu baik - baik dirumah ya ". sambung Elden dan panggilan berakhir.
__ADS_1
"Beraninya kau menatap ku seperti itu ". ketus Elden.baru kali ada seorang asisten yang berani kepada atasannya.meskipun sebenarnya ia dan Billy bisa dikatakan seperti om and Jerry versi manusia.
" Saya tau anda sedang menyindir saya tuan ". ujar Billy datar.
" Baguslah kalau begitu " .jawab Elden puas.ternyata sindirannya langsung tepat sasaran.
*
*
Sementara itu disebuah ruangan yang luas dengan nuansa pastel,seorang pria tampan tengah duduk di meja kerjanya.dengan pulpen yang ia goyang ke kiri dan ke kanan.
"Apa sudah waktunya " gumam Erix.sebenarnya ia sudah tidak sabar ingin menemui Sherena dan mengatakan kepada Sherena siapa dia sebenarnya.sudah bertahun-tahun ia menyimpan rasa rindu.
Setelah perpisahannya dengan Sherena dua puluh satu tahun yang lalu akibat perpisahan ibu dan ayahnya,membuat ia dan sherena juga ikut terpisah.bahkan sampai saat ini ayahnya tidak mengenali dirinya.mungkin sudah terlalu lama.
dan yang lebih membuat hatinya sakit adalah Sherena tidak mengenalinya juga.saat pertemuannya dengan Sherena di Mall kemarin , Sherena pun tidak bisa menebak siapa dirinya.seharusnya ada kontak bathin antara ia dan sherena.
Salah satu alasan ia membuat Radit mantan suami Sherena hancur adalah perlakuan Radit kepada Sherena.setelah ia menyuruh orang mematai-matai rumah tangga Sherena dan radit.sejak itu lah ia tahu bahwa Sherena menderita dengan perlakuan radit.sejak itulah ia mendekat Gracia yang merupakan wanita perusak ditengah rumah tangga Sherena dan Radit.
Karena pesona dan ketampanannya di atas level Radit ,akhirnya ia bisa menjadikan Gracia sebagai orang yang membantu memuluskan rencananya.
Dan benar saja,akibat kerjasama itu akhirnya Radit kehilangan perusahaannya dan di ambil alih oleh Erix. menurut Erix semua yang terjadi dengan Radit belum seberapa dengan apa yang pernah Radit lakukan terhadap Sherena.
"Sheren , aku kangen ".gumam Erix menatap foto sherena kecil yang ia simpan selalu dalam laci meja kerjanya.
"Tidak akan ku biarkan siapapun menyakiti mu.termasuk suamimu sekalipun ".
Erix juga tau tentang perselingkuhan Elden dengan wanita yang bernama RHANIE itu .namun ia belum bertindak karena menurut informasi dari orang suruhannya yang bekerja di rumah Elden,Sherena masih mendapat perlakuan baik dari suaminya.
Hal itulah yang membuatnya menunggu langkah yang akan ia tempuh.Dan Meta,sebenarnya Erix mendekati Teman Sherena itu karena ia kagum dengan kecantikan Meta yang natural.namun ja tidak bisa berbuat banyak karena wanita yang ia kagumi sudah bersuami.ia tidak mau di cap sebagai pebinor seperti halnya julukan Elden.
"Ayah. aku juga kangen " Erix bergantian memandangi foto ayahnya yang sedang duduk di pondok perkebunan milik ayahnya itu.
__ADS_1
"Jika sudah saat nya ,kita akan kembali berkumpul .meski tanpa ibu ". sambung Erix dengan mata yang berkaca-kaca.