
Sherena berjalan menuruni anak tangga .kemudian pergi menuju dapur untuk bermain dengan wajan panci dan spatula .
"Jangan non,biar mba aja yang masak" ucap mba Nani yang datang tiba -tiba .
" Ga apa-apa kok mba,aku senang kok" sahut Sherena mengeluarkan daging dari dalam freezer .
kemudian memotong - motong wortel dengan cekatan.
"Masak apa hari ini cheff ?" ujar Elden yang mengagetkan Sherena karena tangan laki-laki itu langsung merangkul pinggangnya dari belakang.
"Astaga Elden ,kamu ngagetin aja .datang kok tiba-tiba begini " Sherena menoleh kebelakang sebentar.
"Kalau datangnya diundang ,jailangkung donk namanya" sambung Elden sudah mulai keluar aslinya .mulut emak-emak komplek .ia masih terus memeluk Sherena .seperti sudah jadi candu baginya memeluk gadis itu.
Sherena bergerak berbalik ,kemudian mengangkat pisau yang ada ditangannya .
"Barusan aku habis motong wortel,sekarang aku mau potong apa lagi ya?" ucap Sherena seperti berpikir ,kemudian melirik bagian bawah Elden.
Merasa pusakanya sedang dalam bahaya,Elden segera mundur beberapa langkah.kemudian meletakkan kedua tangannya untuk menutupi pusaka berharganya itu .
"What are you doing ?" pekik Elden kaget .
Sherana tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi laki-laki yang sedang ketakutan dihadapannya saat ini.ia tidak menyangka laki-laki yang sok berkuasa dan bicara seperti kaleng rombeng itu bisa takut juga dengan gertakannya.
"Ya ampun Elden ,hp mana hp.aku mau foto kamu " masih dengan gelak tawa yang tidak terkendali.ia memegangi perutnya yang sakit karena banyak tertawa.
" Sudah Puas?" ledek Elden dengan posisi tangan yang sudah berpindah .tidak lagi menutup benda pusakanya.
"Perutku sakit " Sherena masih saja tertawa .Elden memang bisa mengembalikan moodnya yang hilang .ia sudah mulai melupakan kejadian yang baru saja ia alami.
emp...empp..empp
Sherena tidak bisa bersuara lagi .Elden menciumnya tanpa jeda .menangkup kedua pipinya sehingga gadis itu tidak bisa melepaskan kuatnya tangan kekar itu.
Elden terus menciuminya dengan lembut .lama-lama ciuman itu berubah jadi ciuman panas.Sherena gelagapan karena tidak bisa bernafas.saat ia membuka mulut ,justru lidah Elden masuk menerobos rongga mulutnya .baru kali ini ia merasakan ciuman Elden membuat jantungnya berdegup kencang.
Melihat Sherena sudah tidak bisa bernafas,Elden melepas pagutan bibirnya .kemudian mengusap bibir tipis gadis itu dengan jempolnya.seringai tipis muncul disudut bibirnya.
"Itu hukuman buat mu" ujar Elden menatap tajam Sherena .ingin sekali ia mencium lagi bibir tipis berwarna pink itu.namun kasihan karena Sherena sudah kehilangan tenaganya.
"Baru berciuman saja kamu sudah mau pingsan .bagaimana dengan malam pertama kita nanti?mungkin kamu sudah masuk ICU " ledek Elden dengan tawa yang ditahannya.
__ADS_1
Perkataan Elden membuat bulu kuduk sherena merinding,ia tidak bisa membayangkan bagaimana Elden memperlakukannya saat nanti ia menjadi istri dari laki-laki mesum itu.
"Tidaakkkk" teriak Sherena membayangkan malam pertamanya hingga ia harus masuk ICU.
Elden tertawa terbahak - bahak.kemudian meninggalkan gadis itu dengan segala pikirannya.ia memilih untuk duduk disofa ruang keluarga sambil menunggu makan malam yang dimasak oleh calon istrinya itu.
*
Di apartemen,Meta merebahkan tubuhnya diranjang .ia teringat Sherena yang masih belum pulang.kemudian ia mengambil ponsel berniat untuk menghubungi temannya itu.namun justru panggilan masuk lebih dulu berbunyi dari ponselnya.ia tersenyum saat melihat nama kontak sipenelpon.
"Halo tuan " jawab meta dengan suara lembut
" Saya tunggu diluar Sekarang " perintah Billy kemudian memutus sambungan telponnya.
Meta menatap heran pada ponselnya .ia duduk di ranjang dengan pikiran berkelana entah kemana.
"Sekarang bukan jam kerja ,tapi dia se enak jidatnya main perintah " Meta malah memaki-maki ponselnya sendiri .
kemudian ia berjalan membuka pintu apartemennya .seorang pria mengenakan kaos putih dengan celana santai sedang berdiri membelakanginya.
"Tuan?" sahut Meta penasaran .
"Kau akan pergi dengan pakaian seperti itu?" tanya Billy melirik Meta dari ujung kaki sampai ujung rambut.
Merasa diperhatikan dengan tatapan mengejek ,Meta ikut melirik pakaian yang ia kenakan saat itu.
"Astaga " ujar Meta kemudian berlari masuk.
Billy tertawa lepas saat gadis itu berjalan tergesa-gesa.tentunya tawa Billy tidak didengar oleh Meta .karena ia mulai tertawa saat Meta sudah masuk kekamarnya.
"Kita pergi kemana Tuan?" Tanya Meta yang sudah berdiri disamping sang asisten Presdir.
Billy menoleh sebentar "Malam begini kau pakai baju tanpa lengan seperti itu?"ujar Billy membuang pandangannya.ia memang tidak suka dengan perempuan yang mengenakan pakaian terbuka.
Meta kembali melangkah masuk dengan mulut seperti mulut bebek.
"Bagaimana dengan ini Tuan ?" tanya Meta setelah berganti pakaian .
" Ayo berangkat " ujar Billy karena merasa penampilan Meta saat ini sudah tepat .ia menarik tangan gadis dihadapannya itu .
Didalam mobil Meta sesekali melirik Billy.sedangkan yang dilirik hanya diam .
__ADS_1
"Seperti bukan manusia saja " bathin Meta yang merasakan saat ini ia pergi dengan makhluk astral.
" Ehemmm..."
"Oh my God , makhluk astral bisa berdehem juga ternyata " bathin meta,kemudian mengalihkan pandangannya keluar jendela .
Mobil berhenti disebuah restoran Jepang yang mewah .keduanya berjalan beriringan.kemudian mereka duduk di meja paling ujung yang sepertinya sudah di booking terlebih dahulu.
Lima belas menit kemudian,datang beberapa orang menyajikan makanan di meja tersebut.
" Saya belum pesan apa pun,tapi kenapa orang-orang itu membawa makanan untuk kita sebanyak ini tuan?" tanya Meta setelah para waiter tersebut meninggalkan mereka berdua.
"Diam " ucap Billy singkat.
"Astaga...aku benar-benar akan menjadi gila setelah ini " bathin Meta menggerutu .ia masih belum mau menyantap makanannya .sedangkan pria yang duduk didepannya saat ini sudah mulai memasukkan makanan ke dalam mulutnya .
"Makanan ini tidak bisa bungkus " ujar Billy datar karena melihat Meta sama sekali belum memakan makanannya.
"Fix pulang dari tempat ini aku akan menjadi penghuni rumah sakit jiwa " Meta Kembali Meronta ,tentunya meronta dalam hati saja.
" Apa kau menyuruhku untuk menghabiskan semua makanan ini?" tanya Billy lagi dengan sorot mata tajam.setajam pisau cater.
Meta menghembuskan nafas kasar .mau tak mau ,suka tak suka ,ia harus memakan makanan yang sudah tersaji tersebut.sebenarnya ia juga suka dengan makanan Jepang,tapi tergantung mood tentunya.jika moodnya baik ,maka makanan tersebut bisa ia habiskan .begitupun sebaliknya.
"saya butuh bantuanmu" ucap Billy tiba-tiba setelah ia menyelesaikan makan malamnya.kemudian ia melirik Meta sebentar.
"Apa yang bisa saya bantu Tuan ?" tanya Meta penasaran .selama ini ia hanya disuruh-suruh pada jam kerja saja.sekarang jauh dari kata jam kerja .lebih tepatnya mau masuk jam tidur
"Apa kau mau menjadi kekasihku??
Tanya Billy dengan tenang .
biuurrrr..........
Wajah Billy basah dengan minuman yang disembur Meta kewajahnya .ia mengambil saputangan dari dalam saku celananya, kemudian membersihkan wajahnya yang basah.
"Ma'afkan saya tuan.saya tidak sengaja .habisnya tuan minta saya jadi kekasih anda dengan tiba-tiba.saya belum memastikan bagaimana perasaan saya kepada tuan"ujar Meta panjang lebar.
"Hanya pura-pura" sahut Billy .
Deg
__ADS_1