
Hari-hari Sherena disibukkan dengan mengurus putra kecilnya.begitu pun dengan Elden serta Merta ikut membantu mengasuh sang putra.
Saat Elden dan Sherena disibukkan dengan tumbuh kembang putranya yang semakin aktif bergerak ,sedangkan pasangan Billy dan Meta tengah berada diruang persalinan.
Berbeda dengan Sherena, menurut penuturan dokter, Meta tidak bisa melahirkan secara normal dikarenakan placenta previa.mau tidak mau langkah terbaik adalah operasi Cesar meskipun sebenarnya Meta ingin sekali melahirkan normal.
Billy memberikan semangat kepada sang istri saat proses operasi tengah berjalan.buliran bening lolos mengalir di sudut mata keduanya saat mendengar suara tangis makhluk kecil yang baru dikeluarkan dari dalam perut Meta.,
Billy segera mengambil alih untuk menggendong putrinya.kemudian diserahkan kembali kepada perawat yang ingin membersihkan bayinya.
"Terimakasih sayang " .bisik Billy ditelinga Meta kemudian mendaratkan ciuman di kening sang istri.
Billy mengikuti perawat yang tadi membersihkan bayi nya untuk segera di azhani.
Setelah dirasa semuanya sudah siap ,perawat membolehkan Meikut mendorong brankar tempat Meta di baringkan untuk pindah ke ruang rawat inap VIP yang sebelumnya sudah ia pesan.
Meta tidak ingin bayinya di taruh di box bayi,ia hanya ingin bayinya ditidurkan di sampingnya agar ia puas memandang wajah cantik sang putri yang memiliki wajah campuran dari Wajahnya dan Billy.
tok...tok...tok...
Elden dan Sherena berjalan masuk meskipun
belum terdengar suara menyuruhnya masuk.
" Hai Met,selamat ya " .Sherena memeluk Meta ikut merasakan bahagia atas kelahiran anak pertama dari temannya itu.
" Terimakasih Sheren, Aaron mana ? " Meta mengedarkan pandangan untuk mencari sosok kecil tampan putra dari Elden dan Sherena itu.
" Aaron dirumah. tadi ia tidur ,jadi aku tidak tega untuk membangunkannya" . jawab Sherena apa adanya.
Dua pasang suami istri itu terlibat obrolan santai .Elden dan Billy sibuk dengan obrolan seputar bisnis.sedangkan Sherena dan Meta membicarakan tentang hal-hal lucu sampai ke perjodohan anak mereka nantinya.tentunya tidak diketahui oleh Billy dan Elden.
__ADS_1
" Kami pulang dulu ya ,cepat pulih ".Sherena pamit untuk pulang setelah satu jam ia dan Elden disana.tak lupa ia mencium pipi merah yang tertidur lelap di samping Meta itu.
Selepas kepergian Elden dan Sherena barulah putri dari Billy dan Meta mengeluarkan suaranya dalam bentuk tangisan.
Meta segera memeriksa apakah bayinya sedang ngompol atau pup.ternyata tidak ,namun si bayi masih terus menangis.
"Aku akan panggil perawat ".ucap Billy panik melihat putrinya yang semakin lama semakin menangis kencang.
"Jangan dulu ,mungkin dia haus ". Meta Segera membuka kancing piyamanya untuk mengeluarkan sumber ASI kepada buah hatinya.
Billy merasa kagum melihat Istrinya yang cekatan mengurus putrinya.tidak seperti ibu baru yang canggung saat melihat bayinya menangis.
Billy kembali duduk di sofa yang ada diruangan itu untuk beristirahat.karena ia merasa kepalanya sedikit pusing.
"Kamu sakit ?" Tanya Meta panik melihat Billy meringis sembari memijit pelipisnya.
"Aku hanya..." . ucapan Billy terhenti saat tubuhnya tumbang ke lantai.
Meta berteriak melihat suaminya tergeletak begitu saja dilantai.dengan cepat ia menekan tombol yang tidak jauh dari tempat tidurnya saat ini.
"Sabar Bu, saya akan panggilkan dokter ". Perawat tersebut berlari keluar dari ruangan itu dan kembali bersama seorang dokter dan dua orang perawat lainnya.
"Suami saya kenapa dok ?" .tanya Meta sambil menangis membayangkan yang tidak-tidak terjadi pada suaminya.karena selama ini ia tahu suaminya jarang sakit bahkan tidak pernah sakit saat ia mulai menikah.ia tau Billy kuat dan selalu menjaga pola makannya.
"Saya akan membawa ke rumah pemeriksaan untuk memeriksa lebih lanjut ". ucap dokter laki- laki yang berlalu keluar membawa Billy dengan brankar.
Tiba - tiba bayi mungil itu melepas ASI dan menangis kencang membuat Meta semakin panik.Meta segera menyambar hp yang berada tidak jauh dari brankar nya.
"Sheren ,tolong aku ".Meta semakin terisak saat panggilan pertama langsung di angkat oleh Sherena.
" Ada Apa Met ?" taya Sherena khawatir .
__ADS_1
Setelah menceritakan semuanya kepada Sherena ,Meta berusaha menenangkan bayinya yang masih saja menangis.seolah-olah bayi itu tau jika saat ini Daddy nya sedang sakit.sudah berapa kali Meta berusaha memberikan ASI kepada putrinya ,namun tidak diterima olah bayinya membuat Meta menangis sejadi-jadinya.
" Ya Tuhan ,ada apa ini ?" isak Meta sambil terus menggendong putrinya kedalam pangkuannya.
Ingin sekali ia turun,tapi tangannya masih tertancap Jarum infus.
"Met Ada apa ?" tiba -tiba Sherena berlari masuk keruangan Meta tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
Elden Segera mengambil putri dari asistennya itu dari gendongan Meta.karema melihat kondisi Meta yang mulai lemah.
"Billy di sana " Meta menunjuk keluar.
"Sabar Met,kamu tenang dulu" . Sherena merangkul Meta untuk menenangkannya.
"Tadi Billy jatuh disitu " .Isak Meta sambil menunjuk ke arah lantai dekat sofa.
" Kamu gendong , aku akan liat Billy ". ucap Elden sembari memberikan bayi mungil itu kepada Sherena.dan dengan langkah cepat ia keluar dari ruang inap Meta.
Saat ini Elden menunggu di depan pintu ruang pemeriksaan dimana di dalamnya Billy tengah di periksa oleh dokter.
" Bagaimana Dok ?" Tanya Elden melihat dokter keluar dari ruangan itu.
Dokter hanya menghela nafas kemudian menghembuskannya perlahan.
"Mari kita bicara di dalam " dokter mengajak Elden untuk masuk ke dalam ruangan tempat Billy di periksa.
Saat masuk pandangan Elden langsung tertuju kearah Billy yang tergelatak tidak berdaya di brankar dengan jarum infus ditangannya dan oksigen yang ikut terpasang .seketika hatinya terasa pilu melihat keadaan orang kepercayaannya itu.wajah Billy yang biasanya datar sekarang pucat pasi.sungguh pemandangan yang tidak ingin Elden lihat.
"Tuan Billy menderita penyakit yang serius ". Ujar dokter dengan ekspresi yang tidak ditebak.
"Tolong bicara yang jelas dok " . Elden tidak menyukai cara dokter itu menyampaikan apa yang tengah terjadi pada Billy saat ini.seolah-olah ia sedang bermain tebak-tebakan.
__ADS_1
"Ma'af tuan, Sebaiknya kita tunggu hasil pemeriksaan laboratoratorium .saya tidak berani berasumsi ".dokter itu berharap hasil observasinya tidaklah benar.
Elden mengembuskan nafas kasar .ia tidak bisa menunggu lagi penyakit apa yang sebenarnya Billy derita.jika penyakitnya berbahaya sekalipun ia akan siap untuk membawa Billy berobat keluar negri.yang lebih membuat Elden iba adalah bayi mungil yang baru saja lahir .ketakutannya terhadap penyakit Billy tentu saja berdampak kepada istri dan anaknya.