Aku Si PEBINOR

Aku Si PEBINOR
EPISODE 74


__ADS_3

Tubuh Billy di masukkan ke dalam pesawat dengan brankar.hari ini adalah jadwal keberangkatan mereka ke Singapura untuk pengobatan Billy.


Untung saja kedua anak yang masih kecil itu anteng.sehingga tidak membuat orang tua mereka pusing karena saat ini mereka juga sebenarnya sudah pusing memikirkan Billy.


Tak ada senyum dari orang-orang yang ada dalam pesawat itu.apalagi saat melihat Billy meringis kesakitan memegangi kepalanya.


"Sakit ?" tanya Meta khawatir.


Billy mengangguk pelan namun tetap meringis menahan sakit.


"Tuan , suami saya ". Sahut Meta saat menghampiri Elden yang tengah mengendong Aaron yang sedang tertidur dipangkuannya.


Elden langsung berdiri dan melihat kondisi sambil terus menggendong putra kecilnya.


"Bil,kau tidak apa - apa ?" Elden panik saat melihat Billy meringis kesakitan.


"Sayang kamu kenapa ?" Tanya Meta sambil menangis karena tidak tega melihat suaminya yang seperti menahan sakit.


Meta memeluk suaminya erat sambil terus menangis.sedangkan Syauqi di gendong oleh Sherena.


"Ya Tuhan " suara Meta bergetar merangkul erat tubuh suaminya.


"Sabar Met " . Sherena berusaha menangkan Meta yang mulai menangis tersedu-sedu.


Sedangkan Billy semakin meringis kesakitan.membuat semua orang disana menjadi panik.


"Berapa lama lagi ?" tanya Meta kepada anak buahnya.


" Kurang lebih lima jam lagi Tuan ".ucap salah satu anak buah Elden.


"****". Elden berjalan mendekat ke brankar Billy .


"Tahan Bil, sebentar lagi kita sampai ". sambung Elden masih panik melihat Billy yang masih meringis.


Sedangkan Sherena dibuat kalang kabut oleh Syauqi yang tiba-tiba saja meronta minta untuk dilepaskan.


"Cup...cup sayang ". Sherena mengelus lembut kepala Syauqi agar anak itu berhenti menangis.

__ADS_1


Bukannya berhenti menangis , justru suara tangis Syauqi semakin besar.


Sherena mendekatkan Syauqi dimana Billy berbaring menahan sakit.tiba-tiba saja gadis kecil itu mengangkat tangannya ke arah Billy.


" Letakkan ia disamping Billy " ucap Elden kepada Sherena.


Seketika gadis itu diam saat berada disamping Billy.tangan kecil gadis itu memegang kepala Daddynya.kemudian menciumnya dengan mulut yang menganga seperti mau makan.


Melihat pemandangan seperti itu membuat Sherena tidak bisa menahan air matanya.hingga tanpa sadar ia menangis terisak.begitupum dengan Elden,selain panik ia juga merasa sedih saat melihat Billy meremas rambutnya .apalagi melihat Syauqi yang sepeti berusaha memenangkan Daddy nya.


^^^arrghhhh^^^


Erangan suara itu membuat semua orang yang ada di sana terkejut.bagaimana tidak ,Billy yang tadinya susah untuk berbicara karena penyakit yang ia derita tiba-tiba sekarang ia mengeluarkan suara yang keras.


"Sayang ,kamu ....." .Meta memeluk Billy dengan sangat erat melihat suaminya sudah bisa bersuara meskipun saat ini Billy sedang menahan rasa sakitnya.


"Sebentar lagi , kamu akan mendapat pengobatan lebih baik" . ucap Meta terus memeluk suaminya .


"Kau harus kuat bil,kau harus sembuh .atau aku akan memecatmu " . ancam Elden dengan berharap Billy takut dan melawan sakit yang ada ditubuhnya.


Billy kembali bersuara dengan tangan yang terus meremas rambutnya.


semua orang menjadi semakin panik ,sedangkan untuk sampai ke singapura membutuhkan waktu kurang lebih empat jam lagi.


Tiba-tiba Billy diam seiring dengan gerakan tangannya yang tadi meremas rambutnya juga ikut diam.


Melihat itu Meta berteriak memanggil nama suaminya.sedangkan Syauqi yang tadi diam sekarang ikut menangis dengan keras.degan cepat Elden menggendong gadis kecil itu karena hampir saja terjatuh.


"Kenapa dengan Billy ?" tanya Sherena panik.


Perawat yang tadi di bawa Elden memeriksa keadaan Billy.dua orang perawat itu saling pandang setelah memeriksa Billy yang terbaring tidak bedaya.dan kemudian mereka menggeleng .


"Apa maksud anda menggeleng seperti itu hah ?" hardik Elden dengan nafas yang sudah berat.sedangkan matanya sudah memerah dengan buliran bening sudah mulai berjatuhan dipipinya.


"Suami saya kenapa ?" Meta sudah tidak bisa mengendalikan dirinya.ia terus mengguncang tubuh suaminya.


"Sabar Nyonya,suami anda sudah tiada ".ucap salah satu perawat dengan sangat hati-hati.

__ADS_1


Tidaaaaaakkkkkk


Bugh


Tubuh Meta terjatuh kelantai dan kemudian salah satu anak buah Elden membantu mengangkat tubuh Meta dan diletakkan di atas tempat tidur yang ada di area istirahat.


Elden meraih tubuh Billy yang sudah tidak bergerak .kemudian merangkul tubuh itu kedalam pelukannya.sedangkan Syauqi terus menangis seolah tahu Daddy nya sudah pergi meninggalkannya untuk selamanya.


"Bangun ... aku perintahkan kau untuk bangun ". teriak Elden sembari terus mengguncang tubuh asisten pribadinya itu.namun sekuat apapun Elden menyuruh tubuh yang sudah tidak bergerak itu ,Billy tidak juga bangun.senyum indah tersungging dari bibir Billy seolah dia sudah bahagia karena saat terakhirnya didampingi oleh istri dan anaknya serta orang - orang kesayangannya.


Seketika tubuh Elden lemah tidak seperti tidak bertulang.ia terjauh namun masih menggendong Syauqi dalam pelukannya sehingga gadis kecil itu tidak kenapa-napa.


Sherena segera menghampiri Elden dan Syauqi yang terduduk dilantai.kemudian memeluk mereka dengan uraian air mata.


Elden melepas rangkulan Sherena ,kemudian memandangi wajah polos tak berdosa yang masih berada dalam pelukannya.dengan air mata yang masih mengalir ia mencium gadis kecil itu.


" Ma'afkan aku ..." . ucap Elden memeluk erat tubuh mungil itu.


Baru kali ini Elden merasa kehilangan orang yang membuat dirinya kehilangan separuh dari dirinya.


dulu sewaktu kedua orang tua nya meninggal ia masih bisa berdiri tegak.tapi sekarang saat asisten pribadinya tidur untuk selamanya membuat tubuhnya tidak berdaya.untuk berdiri saja saat ini tidak punya kekuatan.


Sedangkan Meta sudah mulai siuman dari pingsannya.dengan berlari ia keluar dari ruangan tempat ia tadi di baringkan. tiba - tiba langkah kakinya terhenti saat melihat orang yang telah memberikannya kebahagiaan masih tidur seperti tadi.


"Met..." Sherena yang melihat Meta berdiri dengan tatapan yang tidak bisa di ungkapkan perlahan berjalan mendekati temannya itu.


Tangis Meta pecah saat Sherena merangkul tubuhnya.ia tidak pernah bermimpi jika suaminya terlalu cepat meninggalkannya disaat usia pernikahannya baru seumur jagung.apalagi Syauqi yang masih berusia tiga bulan harus kehilangan sosok daddy-nya.


"Kenapa Sheren ? kenapa ini terjadi pada kami ?" Isak Meta tanpa mengurai pelukannya.namun dapat Sherena rasakan ,saat ini tubuhnya ikut berguncang karena Meta sudah mengeluarkan semua sesak didadanya.


"Sabar Met , Billy sekarang sudah tidak sakit lagi ". ucap Sherena ikut menangis.


*


Disebuah lapangan yang luas dimana banyak batu nisan berjejer ,disana jugalah saat ini Elden ,Sherena ,Aaron ,Meta dan Syauqi berada.sedangkan orang-orang yang tadinya banyak melayat sudah pergi meninggalkan tempat peristirahatan Billy.


Meta masih saja duduk di samping gundukan tanah yang menutupi seluruh tubuh suaminya.Syauqi yang ia peluk ikut meraba tanah yang masih basah itu akibat siraman air mawar para pelayat.

__ADS_1


__ADS_2