Aku Si PEBINOR

Aku Si PEBINOR
EPISODE 38


__ADS_3

Hari ini adalah sidang pertama Sherena dan Radit ,setelah sebelumnya Radit membatalkan gugatannya .sekarang justru Sherena yang menggugatnya .ayah Sherena dan papa Radit juga ikut hadir dalam persidangan tersebut . terlihat Radit menolak keras gugatan perceraian yang dilontar Sherena kepadanya.menurut Radit ,Sherena tidak bisa menggugatnya .karena istri sah nya itu tidak punya bukti atas tuduhan yang dilemparkan padanya.mereka sempat adu argumen hingga seseorang datang membuat keduanya terdiam.


"Saya membawa bukti bahwa tuan Radit memang berselingkuh yang mulia " ujar Meta berjalan menyodorkan sebuah amplop coklat besar kepada hakim.


Seketika ruangan menjadi hening ,Sherena menoleh ke arah Meta .temannya itu justru melempar senyum sembari menganggukkan kepala.


Sedangkan Radit nampak penasaran dengan isi amplop yang diberikan oleh Meta kepada hakim .ia menatap Meta dengan sorot mata membunuh.ia hendak berdiri menghampiri Meta ,namun hakim menyuruhnya duduk ditempat semula.


Setelah melihat bukti-bukti yang akurat dari Meta,disini nampak Radit sudah terbukti bersalah .selain berselingkuh,Radit juga menikah secara siri tanpa sepengetahuan istri pertama.


Akhirnya hakim mengetuk palu,Bahwa gugatan Sherena diterima .saat ini Radit dan sherena sudah resmi bercerai .


Radit berdiri mengepalkan tangannya.kemudian mendekat ketempat dimana Meta duduk .


"Beraninya kau" gertak Radit dengan tatapan tajam.


Meta hanya tersenyum ,kemudian berdiri tegak melipat kedua tangan didadanya.


"Kenapa tidak ?" ucap Meta santai .kemudian meninggalkan Radit dan berjalan ke arah Sherena .ia merangkul hangat temannya itu.nampak senyum kebahagiaan dari keduanya.


"Kamu berhutang penjelasan padaku" ucap Sherena tersenyum .


" Apapun itu,akan kujelaskan nanti" ujar Meta mengangkat jempolnya.


Sherena beranjak dari tempatnya berdiri saat ini.ia berjalan ketempat papa mertuanya duduk .ia mendudukkan bokongnya dikursi sebelah.


" Ma'afkan aku pa" ucap Sherena menggenggam tangan pria paruh baya itu .


" Kamu tidak salah nak,Radit tidak pantas untuk mu" ujar papa Radit mengelus rambut mantan menantunya itu.


Sherena memeluk erat tubuh yang sudah mulai menua itu.ia masih sayang dengan papa mantan suaminya itu.tapi ia tidak bisa bertahan setelah apa yang dilakukan Radit terhadapnya.dari awal pernikahan ,Radit selalu menuduhnya mengincar harta.dan perlakuan Radit yang tidak ramah sama sekali kepadanya.malahan Radit terang-terangan membawa kekasihnya kerumah .


*

__ADS_1


Di apartemen milik Meta ,Sherena merebahkan tubuhnya disofa .ia tersenyum getir memikirkan nasibnya .diusia nya yang masih tergolong muda ,ia sudah mendapat predikat janda .


"Mikirin apa?" tanya Meta dengan segelas air ditangannya .kemudian memberikan kepada temannya itu.


"Lucu ga sih met,tiba-tiba sekarang aku udh jadi janda aja" ujar Sherena mengambil gelas yang berisi air putih dari tangan Meta .


"Kamu harus tahu ,tuhan punya alasan yang tepat memberimu Masalah seperti sekarang.dengan kejadian ini,kamu bisa menjadi lebih kuat.yang namanya orang hidup ,pasti akan bertemu dengan Masalah.kerikil-kerikil dalam hidup itu wajar .tergantung bagaimana kita menghadapinya.saat ini kamu sudah bisa memikirkan kebahagiaanmu " ucap meta mengedipkan sebelah matanya .


"Maksudmu ?" tanya Sherena tidak paham.


"Tuan Elden menunggumu diluar " Meta berjalan meninggalkan sherena begitu saja .


Sherena beranjak dari duduknya ,kemudian berjalan keluar menemui seseorang yang tengah menunggunya.


"Elden " sapa Sherena saat sudah berdiri tepat di belakang pria yang tengah duduk disofa itu .


Elden menoleh kebelakang ,lalu berdiri dan tersenyum melihat kedatangan wanitanya. satu buket bunga ia berikan kepada Sherena .ia sangat senang saat buket bunga yang ia bawa di terima dengan baik oleh gadis itu.


"Are you Ok?" tanya Elden .


Keduanya saling tatap .Elden lebih mendekatkan dirinya ketempat Sherena berdiri.


ehemmm.....


Elden terkejut saat ia akan mencium kening Sherena.ia menoleh kesal pada sekretarisnya itu.namun ia tidak bisa marah ,karena berkat Meta sidang perceraian Sherena dan Radit dikabulkan oleh hakim.


"Ma'af tuan ,saya tidak melihat apapun " ujar Meta kemudian berjalan menuju dapur.


Sherena dan Elden tertawa bersamaan.keduanya duduk disofa sembari bercerita tentang pekerjaan masing-masing.sherena tidak mau membahas masalah persidangannya tadi dengan Radit .saat ini ia ingin membahas apa saja yang membuat hatinya senang.


Kedatangan Billy langsung disambut dimeja makan .mereka berempat tengah makan malam bersama .


"Kapan kau akan melamarnya?" Tanya Elden kepada asistennya sembari mengangkat kepalanya menoleh kearah Meta.

__ADS_1


"Secepatnya Tuan" jawab Billy tetap mengunyah makanan dalam mulutnya.


" Aku punya ide " ujar Elden kemudian meneguk minumannya sampai habis.


"Maksud tuan ?" tanya Meta bingung .


"Pernikahan kalian sebaiknya bersamaan dengan pernikahanku nanti " ucap Elden.


Sherena menghentikan suapannya.ia menoleh ke Elden minta penjelasan maksud dari ucapannya tadi .


Elden langsung memberitahu rencana yang akan ia buat. bahwa ia juga akan segera melamar Sherena kepada ayah gadis pujaannya .dan untuk pesta pernikahan,keduanya melaksanakan pesta secara bersamaan ditempat yang sama juga.


Meta tersenyum pertanda ia setuju dengan rencana Elden.ia kemudian menoleh ke arah sang kekasih dimana saat yang sama Billy juga tengah menokeh kearahnya.Billy mengangguk pelan , itu artinya ia juga setuju dengan rencana Elden .


" Aku tidak bisa menikah dengan Elden secepat ini" ucap Sherena tiba-tiba.


Semua orang menatap Sherena heran.bagaimana mungkin sherena menolak Elden atau menunda pernihannya.dan yang paling terkejut mendengar perkataan Sherena adalah Elden.


"Katakan padaku apa alasannya ?" tanya Elden dengan sorot mata tajam .


"Kamu tenang dulu. begini ,aku barusan bercerai dengan mas Radit .lalu apa kata orang nanti jika aku harus menikah dalam waktu yang tidak lama jaraknya setelah sidang perceraianku .kamu pahamkan ?" jelas sherena mengusap lengan Elden.


Elden terdiam sejenak ,ia mencoba mencerna perkataan Sherena tadi .sejujurnya ia memang sudah terlalu egois memikirkan kepentingan pribadinya saja .tanpa memikirkan perasaan sherena.


"Baiklah,aku mengerti "ujar Elden .


"Tapi berapa lagi aku harus menunggu?" sambung Elden memastikan keseriusan hubungannya.


" Tiga bulan " Jawab Sherena singkat .


"Kenapa lama sekali?bukankah dalam agama perempuan yang tidak pernah digauli sama sekali oleh suaminya kemudian ia bercerai,maka si perempuan bisa menikah lagi dengan pria lain tanpa menunggu waktu tiga bulan ?" jelas Elden .semenjak ia mengetahui Sherena masih perawan ,diam-diam ia pergi menemui beberapa ulama untuk menanyakan masalah tersebut dan ia pun mengetahui ketentuan hukum Islam itu bagi wanita yang sudah bercerai.


"Benarkah ?" tanya Sherena ragu .

__ADS_1


"Pokoknya aku tidak mau menunggu sampai tiga bulan .aku mau pernikahan kita diadakan dua Minggu lagi " protes Elden kesal .diusianya yang sudah matang untuk menikah ,ia ingin secepatnya merasakan mempunyai istri.


" Terserah " ucap Sherena memutar mata malas.ia merasa lelah berdebat terus-terusan dengan elden jika membahas masalah pernikahan .laki-laki itu selalu tidak sabaran untuk menikahinya.


__ADS_2