Aku Si PEBINOR

Aku Si PEBINOR
EPISODE 56


__ADS_3

Ditempat lain disebuah rumah mewah milik Elden Sanjaya tepatnya di dalam kamar pribadi miliknya,suasana mencekam sangat terasa dalam kamar tersebut.saat ini posisi Elden benar-benar terdesak. ia tidak mungkin lagi bisa berbohong setelah semua bukti perjalanannya di perlihatkan Sherena kepadanya.yang harus ia lakukan sekarang adalah jujur .


"Ya " begitu jawaban singkat elden Sebagai jawaban dari pertanyaan Sherena.


" kenapa ?" kamu bisa melepas hasrat kepadaku sebagai istri mu.tapai lihat apa yang kamu lakukan " ujar Sherena dengan hati dan pikiran yang sudah berkecamuk.ia tidak tahu lagi mau di kemanakan hubungan rumah tangganya yang sudah terbalut oleh sebuah pengkhinatan.


"Aku mabuk " ucap Elden sambil terus menatap mata Sherena.


" Mabuk? mabuk kamu bilang ? orang mabuk bisa mengendarai kendaraan dengan aman dan selamat sampai ke hotel ? itu yang dinamakan mabuk ?" kali ini suara Sherena sudah naik menjadi tujuh oktaf.


" Sayang aku minta ma'af " kembali Elden mencoba merangkul wanitanya namun lagi-lagi ditepis oleh sherena.


"Tega kamu ya ....di saat aku benar-benar tulus mencintai kamu, kamu malah menghancurkan semua itu" ujar Sherena dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


*


*


Setelah kejadian itu ,hubungan Elden dengan Sherena berubah drastis.sikap Sherena kepada suaminya sangat dingin.bahkan saat Elden mencoba untuk mendekatinya sekedar untuk memegang tangannya saja ,Sherena menolaknya.


"Sampai kapan sayang ?" tanya Elden yang merasa tidak nyaman dengan sikap dingin sherena.


" Beri aku waktu untuk menyembuhkan luka dan menata hati kembali " ujar Sherena tanpa melihat Elden.


Elden hanya mengangguk pelan dan tersenyum.setidaknya dari kalimat yang dilontarkan istrinya itu , ia akan di beri ma'af.


Dan benar saja, setelah empat hari berlalu Sherena sudah mulai menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri.tidak lagi murung dan mengurung diri didalam kamar.dan itu sudah membuat Elden cukup senang.

__ADS_1


Satu Minggu kemudian , Elden yang tengah berada diluar menghubungi Sherena meminta izin untuk mematikan ponselnya.


"Aku matikan Ponsel boleh ? " tanya Elden .


" Kenapa ?" tanya Sherena mulai curiga.


"Aku ditelponin terus sama sekretaris klien yang proposalnya aku tolak " jawab Elden.


" Kamu tinggal jawab saja tanpa mematikan ponsel " ucap Sherena semakin curiga.


"Baiklah sayang, aku pulang sebentar mau mandi "


Pulang kerumah hanya untuk mandi ,lalu Elden bersiap-siap lagi untuk pergi keluar.namun Sherena tidak melarangnya.


Lima belas menit Elden meninggalkan rumah, ia menghubungi sang istri.


" Lalu ?" tanya Sherena.


" Sebaiknya aku matikan saja selama lima belas menit " ujar Elden yang langsung mendapat izin dari Sherena .


Pada saat ponsel Elden mati dan tidak bisa dihubungi,Sherena mulai merasa ada yang janggal.karena selama ini ponsel milik suaminya tidak pernah panas ataupun rusak .tapi hari ini Elden meminta izin kepadanya untuk mematikan ponsel dengan dua alasan yang berbeda.


Berusaha untuk tetap tenang ,Sherena tetap menunggu Elden dirumah.lima belas menit waktu yang diminta Elden untuk mematikan ponselnya ternyata tidak benar adanya.tepat di satu jam ,Elden baru mengubunginya.


" Sayang " ujar Elden saat panggilan telpon di jawab oleh wanitanya.


" Kenapa lama sekali mematikan ponsel ? " tanya Sherena penuh curiga.

__ADS_1


"Aku lupa sayang , tadi mampir sebentar ke kantor lalu mampir ke resto sebentar buat makan malam " ucap Elden.


Tidak mau berlama-lama adu argumen dengan Elden ,akhirnya Sherena memilih diam.bukan berarti ia percaya begitu saja dengan apa yang katakan Elden.hati kecilnya mengatakan bahwa sang suami tengah berbohong.namun ia tidak mempunyai bukti untuk menanyakannya kepada Elden.


Bahkan saat Elden sampai dirumah pun, Sherena tidak mau bertanya macam-macam.tanpa menunjukkan rasa curiganya sedikitpun,ia terus bersikap seperti biasanya.sampai bukti dari rasa curiga nya itu ia dapat.


"Aku lelah " ajak Elden sembari membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur yang berukuran big size itu.


Sherena yang berdiri di samping tempat tidur ikut merebahkan dirinya di ranjang tersebut.ia berusaha memejamkan mata,namun mata itu hanya terpejam namun tidak tidur. ia terus memikirkan suaminya yang tadi entah pergi kemana.ia sangat yakin suaminya sedang berbohong kepadanya.ingin rasanya menangis , tapi ia tidak boleh lemah.masih ada cara untuk melanjutkan misi membongkar tabir pengkhinatan.kemudian ia menoleh ke samping dimana Elden sudah tidur nyenyak.


Wajahnya Elden yang tampan dan gagah.yang entah pernah di apakan oleh wanita yang bernama RHANIE itu kepada wajah suaminya.atau mungkin tubuh kekar suaminya itu pernah di peluk oleh perempuan itu.ya,kejadian yang sudah berlalu itu Kembali muncul di benak Sherena.sungguh ia belum bisa melupakan semua itu.bagaimana mungkin suami yang ia cintai berbagi keringat dengan wanita lain.sungguh miris dan menyakitkan jika mengingat semua peristiwa itu.


Tiba-tiba perasaan jijik pun kembali muncul.jijik saat berdekatan dengan elden.elden yang seorang presiden direktur tidur dengan seorang wanita penghibur dimana wanita tersebut bergantian menemani pria hidung belang.sungguh selera suaminya turun level.


Semua peristiwa itu terus berkecamuk.memory nya terus dan terus mengingat kejadian yang telah membunuh mentalnya itu.


Disisi lain Sherena ingin sekali mempertahankan rumah tangganya.namun jika Elden Kembali berkhianat,ia tidak yakin masih bisa bertahan.


"Ya Tuhan " gumam Sherena sembari memijit kepalanya yang terasa pusing.


Karena sudah merasa sangat mengantuk ,akhirnya Sherena tidur dengan ada jarak tidur yang ia buat.karena saat ia bayangan Elden tidur dengan wanita lain itu muncul ,ia kembali merasa benci dan sakit hati.


Ya,Sherena hanya manusia biasa.Elden juga manusia biasa yang tidak luput dari salah.namun pengkhinatan yang berulang-ulang itu tidak mungkin pergi dari benaknya begitu saja.benar apa yang dikatakan Sherena, Elden turun level.tidur dan pergi happy-happy dengan wanita yang jelas-jelas sangat jauh levelnya di bawah Elden.padahal Elden bisa mendapatkan wanita yang sejajar dengannya.tapi kenapa Elden bisa terjerumus kedalam sebuah perselingkuhan dengan seorang perempuan bernama RHANIE itu.


*


Pukul 05.30 wib, Elden bangun dari tidurnya.dan ia tidak melihat Sherena di tempat tidur lagi.tanpa berpikir panjang ,Elden berjalan ke arah bathroom untuk membersihkan diri.seperti biasa,ia harus pergi ke kantor untuk mengerjakan semua pekerjaannya.dimana hari ini ia sudah ada janji dengan beberapa rekan kerjanya dan harus menghadiri beberapa rapat penting.

__ADS_1


Dengan gagahnya ,Elden menuruni anak tangga satu persatu.ia tersenyum saat melihat sosok wanita yang bergelar Nyonya Elden Sanjaya tengah sibuk mempersiapkan sarapan untuknya.


__ADS_2