Aku Si PEBINOR

Aku Si PEBINOR
EPISODE 63


__ADS_3

Sementara itu disebuah apartemen milik Billy , Meta tengah sibuk mempersiapkan sarapan untuknya dan suaminya.sebeluk berangkat ke kantor keduanya selalu menyempatkan sarapan dirumah meski pekerjaan menumpuk selalu menunggunya.


Billy dan Meta memang satu kantor.tp mereka pergi dengan kendaraan yang berbeda dikarenakan Billy harus menjemput Elden terlebih dahulu.sedangkan Meta mengendarai mobilnya sendiri untuk pergi ke kantor.ya ,setelah menikah Billy membelikan Meta sebuah mobil putih yang cocok untuk oleh wanita.


" Sayang ,Aku dengar Sherena hamil ya ?" tanya Meta di sela-sela makannya.


"Ya " jawab Billy yang memang selam begitu jika ditanya .Billy tipikal orang tidak mau ikut campur urusan orang lain.kecuali Elden yang memberinya perintah.


"Begini banget ya punya suami kaku jika di ajak ngobrol.lentur nya cuma diranjang ". sindir Meta setelah meneguk segelas susu yang ia buat khusus untuk dirinya saja.


Mendengar kata LENTUR DI RANJANG membuat Billy tersenyum simpul.tapi semua yang dikatakan Meta memang benar.ia memang sangat lentur jika berurusan dengan ranjang.meskipun begitu ia hanya melakukan kepada Meta saja .


"Aku kapan hamil ya ,padahal sudah digempur setiap hari sama suami yang gladiator ". gumam Meta yang masih bisa didengar dengan jelas Oleh Billy.


pletak


"Aduh ". Meta meringis kesakitan saat kepalanya disentil halus okeh Billy.


"Kasar banget , sama aja kayak di kasur " . Meta langsung menutup mulutnya saat Billy menatap tajam ke arahnya.


Ingin sekali Billy memakan istrinya itu jika tidak mengingat untuk menjemput Elden untuk pergi ke kantor.


cup


Sebuah kecupan hangat mendarat di kening Meta.setelah itu Billy pamit untuk duluan pergi .


"Bos sama asisten sama-sama mesum " . umpat Meta sembari menaruh piring bekas sarapan tadi ke dapur.


Setelah itu Meta segera keluar dari apartemen untuk berangkat ke kantor.namun saat ia berjalan ke arah mobilnya ,ia melihat dua ban belakang mobilnya kempes.


"Astaga , kenapa kempesnya diwaktu yang tidak tepat sih ".gerutu Meta melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya.


Saat Meta akan memesan taxi online ,seseorang membuatnya terkejut.


" Naik mobilku saja .mau ke SJY grup bukan ?" tanya seorang pria dengan stelan formal .sangat manis dan tampan.


Meta tertegun melihat ciptaan tuhan yang maha indah berdiri disampingnya.namun pahatan wajah itu seperti ia kenali dan sangat familiar.tapi ia sendiri lupa mirip siapa.

__ADS_1


"Terimakasih tuan ,saya naik taxi online saja " . ucap Meta yang berjalan meninggalkan pria tampan tersebut .


Pria itu terus memperhatikan Meta sampai Meta menghilang di balik pintu taxi yang dinaikinya.


" Manis sekali ".gumam Erix .


Dengan gagahnya ia berjalan dan menaiki mobilnya.dengan kecepatan sedang ia membelah jalan raya.


*


Billy dan Elden sudah sampai diparkiran gedung SJY grup bersamaan dengan mobil yang di Kendarai Meta.


"Selamat siang tuan ".Meta memberi salam saat melihat Elden dan Billy keluar dari mobil.


Elden tersenyum melihat interaksi Dumai istri itu saat berada di kantor.Billy dan Meta benar-benar profesional dalam bekerja.bahkan saat di kantor Billy tetap memperlakukan Meta sebagai bawahan nya.begitu juga dengan Meta yang selalu sopan kepada Billy layaknya atasan dan bawahan.


Tiba-tiba muncul niat jahil Elden mengerjai asisten pribadinya itu.


"Met " .panggil Elden saat Meta berjalan tepat di belakangnya.


" Kamu jalan di samping saya ". ajak Elden sengaja memanasi Billy yang selalu tampak cuek.


" Baik Tuan ". jawab Meta sedikit gugup karena tidak mengerti maksud tuannya yang menyuruhnya berjalan disampingnya.bukankah sudah ada pria gladiator di sampingnya tuannya saat ini.


Sedangkan Billy tetap tenang melihat bosnya yang ia tahu sengaja untuk memanasi dirinya.


"Terserah anda tuan ". bathin Billy.


Saat ketiga orang itu keluar dari lift ,tiba-tiba Meta Tersandung dan hampir terjatuh jika saja seseorang dengan cepat menarik tubuhnya.pria yang tadi ia ia lihat saat di depan apartemennya.


"Lepaskan istriku " .ujar Billy dengan suara berat menahan kesal.


"Hahahaha " . gelak tawa Elden keluar saat melihat ekspresi lucu asisten pribadinya.baru kali ini ia melihat Billy cemburu.


"Ma'af, saya hanya membantunya " . ucap Erix yang juga ada di kantor itu entah ada tujuan apa.


Tidak suka dengan cara memandang Meta kepada pria yang baru saja menolong istrinya,dengan cepat Billy menarik tangan Meta dan meninggalkan Elden tertawa mencemooh.

__ADS_1


Tanpa mempedulikan Erix yang saat ini berdiri didekatnya, Elden pun mengikuti langkah Billy menuju ruangannya.


"Bekerjalah dengan baik dan jagalah kedua mata itu agar tidak melihat ke sembarang pria ".setelah mengatakan itu Billy langsung masuk keruangan Elden dimana Elden lebih dulu masuk saat ia tengah berbicara dengan Meta.


Elden menahan tawanya saat melihat ekspresi Billy .ingin sekali ia melepaskan tawanya jika tidak mengingat tatapan Billy kepadanya saat ini.


" Ada apa tuan ?". tanya Billy datar.


"Kau yang kenapa.tiba-tiba saja memasang wajah seperti orang kalah judi " protes Elden tidak mau kalah.


Tidak mau berdebat dengan bosnya,akhirnya Billy memilih untuk membuka agenda rapat Elden hari ini.


" Pukul 09.00 AM kita akan menemui salah satu Klien kita tapi mereka meminta bertemu di sebuah restoran ".ucap Billy memberitahu kepada Elden yang dilangsung disetujui oleh Elden.


tok...tok...tok...


Meta berjalan masuk saat sudah dipersilahkan untuk masuk oleh Elden.lagi-lagi Elden tidak bisa menahan tawanya saat melihat tatapan Billy kepada istrinya.


"Sudah lah Bil, istrimu hanya menatap pria itu dengan kagum.wajar saja karena yang ia tatap pria tampan ". ujar Elden membuat Billy menatap Elden tidak suka .


Paham akan situasi yang tengah ia rasakan saat ini ,Meta segera memberikan beberapa map dan lembaran kertas untuk ditanda tangani oleh Elden.


Setelah menaruhnya,Meta meminta izin untuk keluar melanjutkan pekerjaannya.


"Saya permisi tuan " . ucap Billy dan segera meninggalkan ruangan itu meskipun Elden belum mengizinkannya.


Saat Billy berada di depan meja kerja Meta ,ia duduk di kursi yang ada tepat di depan meja tersebut.


" Kenapa lagi ?" tanya Meta heran dengan sikap suaminya.


"Aku hanya memperingati ,kamu sudah mempunyai suami.jadi jangan pernah melihat ke pria lain ". ujar Billy membayangkan istrinya menatap kagum saat istrinya dirangkul oleh Erix di depan lift tadi.


Meta hanya mengangguk dan kembali melanjutkan pekerjaannya meskipun Billy menatapnya aneh.


"Kau milikku.selamanya milikku ".gumam Billy terus menatap istrinya yang sibuk dengan layar komputer.


Sebenarnya saat ini Billy juga heran kepada dirinya sendiri . akhir-akhir ini ia sangat posesif dan tidak ingin jauh dari istrinya .jika di bolehkan ,ingin sekali ia duduk dan menaruh kepalanya di paha istrinya.tapi ia sadar ,saat ini ia berada di kantor bukan dirumah.

__ADS_1


__ADS_2