Aku Si PEBINOR

Aku Si PEBINOR
EPISODE 51


__ADS_3

" Jelaskan sejelas-jelasnya " ucap Sherena sambil melirik tidak suka kepada perempuan yang masih duduk di sofa .


Elden mengajak Sherena untuk ikut duduk di sofa tersebut ,namun Sherena menolak .


" Sayang , kenalkan dia teman aku " ucap Elden.


" Teman ? teman yang mana ?" tanya Sherena curiga.


" Oh iya ,aku kesini cuma bertanya tadi kenapa telpon aku tidak di angkat? makanya aku kesini .tapi ternyata kamu sedang sibuk .aku pamit ya " Sherena melangkah keluar tanpa mempedulikan panggilan Elden.


Dengan rasa campur aduk ,Sherena berjalan tanpa menyapa Meta yang sejak tadi menunggunya.langkah kakinya semakin cepat.dadanya begitu sesak melihat laki-laki yang berstatus suaminya dirangkul oleh perempuan lain .yang membuatnya kesal , suaminya sendiri tidak berusaha untuk mengejar kepergiannya.


*


*


Pukul 05.00 WIB. Elden sampai dirumah dan langsung masuk kekamarnya.ia mendapati Sherena tidak berada ditempat tidur.namun ia bisa mendengar suara gemircik air dari dalam bathroom.


Elden menghempaskan tubuhnya di atas ranjang tanpa membersihkan diri terlebih dahulu. tidak berselang lama , ia mendengar suara pintu terbuka dari arah kanan. ia melihat Sherena keluar dari kamar mandi dengan pakaian rumah.namun tidak mengurangi kadar kecantikan wanitanya.


" Sayang " sapa Elden masih dalam keadaan berbaring.ia menepuk tempat tidur untuk mengajak Sherena mendekatinya.


Namun tiba-tiba kedua bola mata Sherena melihat ada yang aneh dari Elden .kemeja yang dikenakan terbalik . ia mendekat dan mengamati untuk memastikan penglihatannya.


" Tadi kamu berangkat kerja dengan kemeja yg rapi .tadi waktu aku ke kantor kemeja juga masih tapi .tapi kenapa sekarang kemeja ini terbalik ?" tanya Sherena mengintimidasi.


Dengan santai Elden melihat kemeja yang ia kenakan.


"damn" gumam Elden dalam hati.


dengan hati-hati ,ia berusaha tetap tenang.agar istrinya bisa menerima penjelasannya.


" Pulang dari kantor , aku di ajak klien ke Klasika Cafe " ucap Elden sembari bangun dari tidurnya.


Sherena masih mendengarkan cerita Elden yang menurutnya ada sesuatu yang aneh.


" Mereka minum dan aku juga ikut minum karena merasa tidak enak dengan mereka" sambung Elden .


" Minum minuman beralkohol ?" tanya Sherena

__ADS_1


Elden hanya mengangguk.


"Lalu ?"


" Aku pusing dan mabuk,aku juga muntah sampai mengenai kemejaku.jadi aku membuka kemeja ini dan menyuruh pelayan disana untuk membersihkannya.setelah beberapa jam kemeja ini dikembalikan oleh pelayan tersebut.dan aku kenakan lagi .tapi aku tidak sadar kalau aku memakainya dalam keadaan terbalik ".ucap Elden meyakinkan.


"Kalau begitu istirahatlah ,akan ku buatkan masakan kesukaanmu " Entah kenapa sebagai seorang istri ia merasakan kalau suaminya tengah berbohong.meskipun tidak ada bukti , bisa ia Pastikan feelingnya sebagai seorang istri tidak pernah salah.


Hari demi hari berlalu seperti biasa.perlakuan Elden kepada Sherena tetap tidak berubah.ia masih perhatian dan manis kepada sang istri.


" Aku berangkat kerja dulu sayang " Elden mencium kening sherena.dan dibalas Sherena dengan menciumi tangan sang suami.


Setelah lima belas menit Elden meninggalkan rumah,sherena berniat menghubungi suaminya untuk menanyakan sang suami minta dimasakin apa buat makan malam.namun saat ia mencoba menghubungi,terdengar nada sibuk.ia mencoba untuk menelpon kembali .namun masih sibuk.ia bersuara untuk berpikir positif .namun semakin lama ,perasaanya semakin tidak menentu.ia kembali mencoba untuk mengubungi sang suami.


" Ada apa sayang ?" terdengar suara yang dinanti-nanti Sherena.


" Ma'af, aku menelpon kamu untuk menanyakan mau aku masakin apa untuk makan malam nanti ?" tanya Sherena.


" Tidak usah repot-repot sayang,aku nanti pulang telat lagi.ada pertemuan penting dengan Klien dari Tokyo ".ujar Elden.


Sherena duduk di sofa dengan pikiran yang melanglang buana.akhir-akhir ini ia merasakan ada yang aneh dengan suaminya.dulu Elden selalu disupirin oleh Billy .sekarang lebih suka mengendarai sendiri.


Karena tidak ingin ribut,Sherena hanya diam dan tidak banyak bertanya.namun hati kecilnya tidak bisa tinggal diam .ia harus melakukan sesuatu.


Pukul 11.00 wib Elden bersiap-siap untuk berangkat kekantor.hal yang sangat berbeda dengan dulunya .biasanya ia selalu berangkat kerja pagi.


Saat Ini elden tengah menikmati sarapannya yang kesiangan.


" Sebentar sayang, aku ke mobil kamu dulu mau ambil majalah fashion " ucap Sherena yang diberi anggukan oleh Elden.


Didalam mobil , Sherena menyimpan Handphone yang ia baru ia beli .ia menyapa video dalam keadaan ON. lalu ponsel tersebut ia taruh di bawah jok mobil tengah .


" Ketemu ? "


" eh ...itu ...ada kok " Sherena berusaha santai agar tidak ketahuan.


" Aku berangkat kerja dulu ya " Elden mencium kening istrinya dan memeluk erat tubuh Mungil itu.


"Semoga tidak ketahuan " gumam Sherena dalam hati.

__ADS_1


kemudian ia kembali masuk kedalam rumah dan ingin membuat sesuatu didapur sembari mengisi waktu.ia mencoba resep cake marmer yang baru ia dapat .bergelut dengan tepung,gula dan mentega membuat suasana hatinya sudah mulai membaik.terkadang ia ingin masuk kerja ,namun tanggal cutinya masih lama.


*


*


Sherena berjalan keluar rumah saat mendengar suara mobil Elden. dengan senyum terkembang dibibirnya yang merona menyambut kedatangan sang suami .


" Sudah pulang ? " sapa Sherena setelah sang


kekasih hati keluar dari mobil hitam kesayangan.


Elden merangkul Sherena dan mendekatkan hidungnya ditelinga sang istri.


" Aku pengen " bisiknya membuat Sherena tersipu malu.


Deru nafas menyeruak di dalam kamar yang luas itu.entah keringat siapa , yang jelas kedua insan yang tengah bergulat itu sama-sama berkeringat.


Sherena menggelinjang pada saat sentuhan lembut lidah Elden menyentuh titik sensitifnya.


******* yang keluar dari mulut sherena semakin membuat Elden bersemangat menyetubuhi sang istri.


erangan panjang dari keduanya menyudahi permainan mereka.elden membaringkan tubuhnya disamping Sherena dengan nafas seperti Habis marathon.tidak berselang lama ,ia tertidur karena kelelahan .


Berbeda dengan Sherena.setelah pergulatan panas itu,ia langsung membersihkan diri untuk mengganti pakaian. perlahan ia berjalan keluar menuju mobil untuk mengambil benda Yang akan menjadi bukti keanehan Elden selama ini.


Ponsel yang ia taruh di bawah jok mobil telah ia dapatkan.namun ia tidak mau mengambil resiko untuk membuka ponsel tersebut.bisa saja tiba-tiba elden bangun dan mengetahui semua yang ia lakukan.sherena tersenyum tipis sembari mengenggam ponsel miliknya itu.


" Semoga tidak ada yang aneh " gumamnya dalam hati.


Ia Kembali ke kamar untuk mengistirahatkan tubuhnya yang telah bekerja keras melayani suaminya.namun pada saat ia hendak menaik handle pintu ,tiba-tiba saja pintu kamar terbuka .


" Kamu dari mana ? " tiba-tiba Elden dari kamar dengan pakaian yang sudah rapi .kaus hitam dengan celana jeans berwarna senada.


Sherena terlonjat kaget ,namun ia berusaha menyembunyikan ketakutannya.


" Sayang , kamu sudah rapi .mau pergi kemana malam- malam begini ? " tanya Sherena memperhatikan penampilan suaminya.


" Ma'af ya , aku mau menemani klien penting ke cafe biasa " ucap Elden tersenyum.

__ADS_1


Tanpa banyak tanya,Sherena terpaksa mengizinkan suaminya untuk pergi bertemu dengan klien penting yang suaminya katakan.


__ADS_2