
Setelah pekerjaan selesai dan waktu pulang sudah tiba ,semua karyawan mulai meninggalkan gedung SJY Group. begitupun dengan Meta yang sudah berada dalam mobilnya menuju rumah Sherena untuk menjemput Syauqi yang hampir tiap hari ia titipkan kecuali hari libur.
Saat mobil yang ia kendarai telah sampai di dalam rumah Sherena,ia melihat mobil Elden yang juga baru sampai di rumah tersebut.
"Tuan ". sapa Meta saat Elden sudah turun dari dalam mobil.
"kenapa tidak masuk ?". tanya Elden saat melihat Meta yang lebih dulu datang tidak langsung masuk kerumahnya.
"Ah iya ,terimakasih tuan ". ucap Meta gugup.pasalnya ia tidak enak langsung kedalam rumah pada saat Elden juga sudah ada disana.jadi ia memutuskan untuk menunggu Elden masuk lebih dulu.
Elden masuk kedalam rumah lebih dulu,sedangkan Meta dan Roger mengikuti dari belakang.
"Kau tunggu disini , aku ke atas dulu " Perintah Elden pada Roger.
Sedangkan Meta langsung menemui Mba Titi untuk menjemput putrinya.
"Gimana Syauqi hari ini mba ?". Tanya Meta saat sudah bertemu dengan mba Titi.
"Seperti biasa Bu, Syauqi masih aktif. tadi makannya juga lahap ". ucap Mba Titi menjelaskan.
"Syukurlah , Sheren mana mba ?". tanya Meta lagi saat ia tidak melihat sahabatnya itu.
"Ada dikamar Bu, tuan muda Aaron tadi sedikit rewel ". Sambung Mba Titi.
"Kenapa ,apa Aaron sakit ?".tanya Meta mulai panik.
" Sepertinya masuk angin Bu,tadi nyonya sudah kasih minyak kayu putih buat tuan muda ". ucap Mba Titi.
"Lalu apa ada perubahan?" tanya Meta.
" Sepertinya sudah Bu, saat ini tuan muda sdg tidur ditemani nyonya".jawab Mba Titi.
"Ah kalau begitu tolong sampaikan pada Sheren, saya pulang dulu ya mba ". Meta segera pamit dari rumah Elden.sebenarnya ia ingin bertemu dengan Sherena dan Aaron.Namun rencana itu ia urungkan karena Elden sudah terlebih dahulu masuk kedalam kamar.
"Om...Om..." . ucap Syauqi saat berpapasan dengan Roger yang tengah duduk di sofa.
__ADS_1
"Eh ,anak pintar mau pulang ?" tanya Roger sembari berdiri mendekat ke arah Meta dan Syauqi.
" Ndong...ndong ". Syauqi merentangkan tangannya saat Roger sudah berada di dekatnya.
Paham apa yang dimaksud oleh anak yang sudah berusia tujuh bulan itu,Roger segera menggendong tubuh anak kecil yang tadinya berada dalam gendongan Meta.
Syauqi tertawa terbahak saat Roger menoel hidungnya yang mancung.kedua tangan kecilnya menyentuh pipi Roger, kemudian ia mencium pipi Elden dengan mulut yang masih menganga.sehinga saat ini pipi Roger sudah basah dengan air liur anak kecil itu.
"Ah ma'af kan anak saya tuan Roger ". Meta yang melihat Syauqi berbuat seperti itu segera mengambil Syauqi dari gendongan Roger.
"Tidak apa ". ucap Roger sembari mengeluarkan sapu tangan dari kantong jas nya dan me lap bekas air liur Syauqi tadi.
"Jangan begitu lagi ya nak ". Meta melarang Syauqi untuk melakukan hal seperti tadi tang meyebabkan pipi Roger basah.
"Pa...pa..." .Tiba -tiba Syauqi memanggil Roger dengan sebutan pa.padahal tadi anak kecil itu memanggil Roger dengan sebutan Om.
Meta semakin merasa canggung saat mendengar ucapan Syauqi kepada Roger. sedangkan Roger masih tersenyum kepada Syauqi.
"Saya permisi pulang dulu tuan ". pamit Meta meninggalkan ruang tengah dari rumah Elden.
"Eh Sheren, aku pikir kamu tadi masih di atas ". ucap Meta.
" Aaron sudah tidur , dan Elden sedang di kamar mandi .kamu makan malam disini saja.aku mau masak banyak soalnya".ucap Sherena.
"Apakah ada tamu ?".tanya Meta memastikan.
"Tidak ada ,hanya ayahku ,kak Erix dan Roger ". jawab Sherena.
"Lain kali saja Sheren". Tolak Meta dengan halus.
"Ayolah Met ,sekali - kali ".bujuk Sherena agar Meta bersedia menerima tawarannya.
Akhirnya Meta terpaksa menerima ajakan Sherena untuk makan malam dirumahnya.sehingga ia memutuskan untuk duduk di sofa .sedangkan Roger sudah berjalan menaiki anak tangga menuju ruang kerja Elden.
"Kamu disitu saja Met,biar aku yang masak ". ucap Sheren saya melihat Meta ikut berjalan menuju dapur.
__ADS_1
"Tidak apa Sheren,aku senang memasak ".jawab Meta yang sudah lebih dulu menitipkan Syauqi pada mba Titi.
Kedua wanita itu mulai berkecimpung di dapur.keduanya terlihat sangat lihai dalam memasak. apalagi Sherena yang memang sudah dari dulu pintar dalam mengolah makanan.
Sementara itu Erix juga sudah sampai dirumah milik Elden. sedangkan ayah Sherena berada didalam kamar untuk beristirahat.karena sejak Erix pergi ke kantor tadi pagi , ayah Sherena memilih untuk beristirahat didalam kamar. faktor usia membuat ayah Sherena mudah lelah.
Erix berjalan menuju ruang tengah.karema tidak melihat siapa- siapa, ia berniat ke dapur untuk mengambil minum.namun langkahnya terhenti saat mendengar obrolan wanita.sehingga ia mengurungkan niatnya untuk masuk kedapur.dan hanya berdiri dekat tiang mini bar.
"Kamu harus bisa membuka hati untuk pria lain Met , kasihan Syauqi butuh sosok ayah ". ucap Sherena sambil terus memotong sayuran.
"Entahlah Sheren, aku belum memikirkannya.aku masih belum bisa melupakan Billy ". jawab Meta.
"Sebaiknya kamu pikirkan lagi. bukan hanya Syauqi yang butuh sosok ayah, tapi kamu juga butuh sosok suami ". sambung Sherena membujuk Meta agar tidak terus larut dalam kesedihannya.
" Akan kau pikirkan". ujar Meta terpaksa.ia tidak enak hati Gatsu terus membantah omongan Sherena.meskipun ia tahu sahabatnya itu punya tujuan baik untuknya dan Syauqi.
Sherena tersenyum senang melihat Meta yang setuju dengan nasehat yang ia sampaikan.
Sedangkan Erix yang mendengar semua pembicaraan dua wanita itu tampak berpikir.
Harus ia akui sejak Meta masih menjadi istri Billy, ia sudah tertarik pada wanita itu.namun ia tidak ingin merebut kebahagiaan wanita yang ia cintai dari suaminya.sehingga ia mengubur dalam niatnya itu.hingga pada akhirnya ia mendengar kematian Billy, disitulah ia mulai pada rencana untuk mengambil simpati wanita yang sudah membuat hatinya jadi tidak menentu itu.
"You'r mine". Gumam Erix dalam hati .
*
Makan malam sedang berlangsung. Elden yang melihat cara Erix melirik Meta merasa curiga. entah mengapa ia tidak begitu suka jika Erix menaruh perasaan pada Meta. meskipun Erix adakah kakak iparnya sendiri.
ehemmm
Suara deheman Elden membuat Erix merasa jika ia kepergok saat melirik janda anak satu yang tengah makan di hadapannya.karena tidak ingin ketahuan , ia berusaha fokus pada makanan yang ada dipiringnya.
"Dasar adik ipar lucknut ". Gumam Erix dalam hati.
Sementara Roger tidak menghiraukan situasi yang sudah bisa ia baca.ia tetap menikmati makanannya.
__ADS_1