Aku Si PEBINOR

Aku Si PEBINOR
EPISODE 73


__ADS_3

Sherena memberikan Aaron kepada Elden dan mendekat ke arah Meta yang mulai memucat.


"Sini Met ".Sherena mengajak Meta untuk rebahan di sofa yang ada di ruangan itu .sedangkan Syauqi sudan lebih dulu di gendong oleh Sherena.


Melihat pemandangan itu membuat Billy bergerak untuk turun namun untung saja Elden melarangnya.


"Dia baik-baik saja " ucap Elden berusaha meyakini Billy.


Billy kembali berusaha untuk turun dari brankar namun tetap di halangi oleh Elden.


"Kamu disini saja ,dia hanya pusing ". sahut Elden kepada Billy yang ngotot ingin melihat kondisi Meta.


Akhirnya Billy mengalah menuruti perintah Elden.meski hati kecilnya ingin sekali mendekati istri dan anaknya.


Sedangkan Meta sudah diberi penanganan pertama oleh Sherena dengan membalurkan minyak kayu putih ke leher dan hidung.


Billy yang melihat istrinya dalam keadaan tak berdaya membuatnya tidak tega.ia sengaja duduk di brankar sambil terus memperhatikan istri dan anaknya secara bergantian.


" Kau harus cepat sembuh , kasihan anak dan istrimu ".Elden berkata pada Billy dan menatap pria yang tengah duduk bersandar di brankar tersebut.


Billy hanya mengangguk sambil terus menoleh ke arah istrinya yang sudah mulai siuman.senyum tipis menghiasi bibirnya saat melihat Meta bergerak.


"Kamu berbaring aja dulu " .Sherena mendorong pelan pundak Meta yang ingin bangun.


"Ma'afkan mommy nak ". ucap Meta lirih kepada Syauqi yang tengah di gendong oleh Sherena.namun anak kecil yang berada dalam gendongan Sherena itu justru menoleh ke arah brankar sambil memberatkan tubuhnya ke arah dimana Billy duduk bersandar.


"Sepertinya dia ingin ke Daddy nya ". sahut Sherena yang berjalan mendekati brankar.kemudian memberikan Syauqi kepada Billy yang sudah merentangkan tangannya untuk digendong.


Billy tersenyum dan menciumi pipi bulat milik Syauqi.ia terus memangku putrinya yang selalu nampak bahagia saat bersamanya.

__ADS_1


" Cantik bukan ?" ucap Elden kepada Billy menjelaskan bahwa anak kecil yang sedang ia pangku itu memang cantik di atas rata - rata.parasnya lebih mirip Billy dibanding Meta.mungjin hanya mata nya yang lebih mirip ke Meta.


Karena merasa sudah tidak pusing lagi,Meta berdiri dan berjalan pelan mendekat ke arah Billy.


ia merasa senang melihat putrinya selalu tertawa saat bersama Daddy nya.begotupun dengan Billy yang tersenyum kepada putrinya meskipun Billy tidak mengeluarkan suara.


"Kamu harus sembuh semi aku dan Syauqi". Sahut Meta memegang tangan Billy. ucapan Meta hanya di balas dengan anggukan dengan sebuah senyuman manis dari Billy.


Sherena menatap sendu kepada Elden karena tidak tega melihat kondisi Billy dan juga tidak tega melihat Meta sedih melihat kondisi Billy yang jauh dari ekspetasinya.


Elden mengusap lembut kepala Sherena karena menyadari istrinya saat ini sedang bersedih .sebenarnya ia juga merasakan hal yang sama , namun ia harus optimis agar Sherena dan Meta tidak larut dalam kesedihan.


"kamu disini dulu,aku akan menemui dokter ". Elden keluar dari ruangan itu.


Dan disinilah Elden sekarang ,di dalam sebuah ruangan dimana hanya ada ia dan dokter Smith.


"Apa sebegitu parah dok ?" tanya Elden setelah selesai mendengar penjelasan dari dokter Smith yang menangani penyakit Billy.


"dokter tau tujuan utama saya membawa Billy kesini ?" Tanya Elden dengan nada yang sedikit tinggi.


"Tentu saja " . jawab dokter Smith yang bisa merasakan kekecewaan di wajah Elden.


"Lalu kenapa tidak ada perkembangan yang baik untuk kesembuhan Billy ?" sambung Elden yang merasa sia-sia membawa Billy berobat ke negara paman Sam tersebut.


"Kalau memang anda tidak bisa menyembuhkan teman saya ,buat apa teman saya terus disini "ujar Elden geram sembari berdiri dari duduknya dan pergi meninggalkan ruangan itu.


Elden kembali ke kamar rawat Billy dan mulai bercerita kepada istrinya tentang semua penjelasan dokter Smith tentang penyakit Billy.tentunya tidak di dengar oleh Meta karena wanita itu sedang mengajak syauqi bercerita bersama Billy.


"Jadi sekarang apa rencana mu selanjutnya?" Sherena selalu siap apapun keputusan Elden karena suaminya itu akan melakukan yang terbaik buat Billy.

__ADS_1


"Aku akan bawa Billy ke Singapura ". setelah keluar dari ruangan dokter Smith tadi ,Elden langsung kepikiran untuk membawa Billy ke Singapura.


Kemudian Elden mendekat ke brankar Billy dan mengatakan rencananya soal pengobatan asisten pribadinya itu akan diteruskan ke Singapura .


"Ma'af tuan, apa suami saya tidak bisa disembuhkan ?". tanya Meta yang bisa menduga rencana Elden memindahkan pengobatan suaminya ke negara lain.


"Aku hanya ingin Billy cepat sembuh " . jawab Elden tanpa menatap Meta dan hanya menoleh ke Billy yang juga tengah melihat dirinya.


Meta hanya diam karena Susana hatinya saat ini kembali sedang tidak baik.baru saja dirinya,Billy dan Syauqi tersenyum bahagia.tapi sekarang ia dikejutkan dengan pemindahan pengobatan suaminya.


"Aku Takut " .bisik Meta pelan di telinga Billy.


Sedangkan Billy mengusap lembut pucuk kepala istrinya dan menggelengkan kepala memberikan isyarat agar Meta tidak usah takut tentang penyakitnya.


"Aku mohon ,berjuanglah demi aku dan Syauqi ". ucap Meta namun tidak lagi berbisik.ia menundukkan kepalanya untuk menghindari kontak mata dengan suaminya yang tengah menatapnya.ia takut Billy melihat air matanya yang jatuh.ia juga malu Elden akan mengatakan kalau dirinya adalah wanita lemah.


"Kamu harus kuat Meta , jangan jadi wanita lemah ".ucap Elden yang membuat Meta kaget.karena baru saja ia berbicara dalam hati tentang penilaian Elden terhadapnya.nanum tiba-tiba Elden mengatakan apa yang tadi ia pikirkan.seolah-olah bosnya itu bisa membaca pikirannya.


Sherena menggenggam jemari Elden dan memberikan isyarat untuk tidak mengatakan sesuatu yang membuat Meta semakin sedih.


"Ayo ikut aku ".Sherena mengajak suaminya keluar dari ruangan itu.dan membiarkan Meta lebih leluasa menumpahkan sisi hatinya.


"Mau kemana ?". Tanya Elden saya mereka sudah berada diluar.


"Aku lapar ". alasan itu lah yang Sherena buat agar suaminya mengikutinya.


Dan disinilah mereka sekarang,disebuah kantin yang ada dirumah sakit itu juga.


"Sayang , kamu jangan seperti kepada Meta ". ucap Sherena setelah mereka memesan makanan.

__ADS_1


Elden hanya menghembuskan nafas namun ia juga menyadari ucapan yang tadi ia katakan kepada Meta itu adalah salah.ia hanya tidak ingin sekretarisnya itu larut dalam kesedihan berkepanjangan.sedangkan dirinya tidak bosan untuk memberikan terbaik buat Billy.


Makanan yang mereka pesan sudah datang dan mereka makan dengan hening tanpa suara seolah-olah sedang larut dengan pikiran masing-masing.


__ADS_2