Aku Si PEBINOR

Aku Si PEBINOR
EPISODE 16


__ADS_3

Di Gedung SJY grup semua karyawan berkutat dengan tugas masing-masing.tak terkecuali Meta sang sekretaris.


tok...tok...tok...


Meta membuka pintu setelah mendapat izin untuk masuk.lalu menyerahkan berkas-berkas kepada Elden untuk di tanda tangani.


"saya sudah menyiapkan berkas untuk meeting hari ini dengan perwakilan Griya Grup tuan" Sahut meta .


Elden hanya diam ,Griya Grup mengutus perwakilan untuk meeting nanti.karena pemimpinnya sedang dirawat dirumah sakit .


"kenapa dia pakai kecelakaan segala sih " bathin Elden mengumpat .


"tuan..." panggil meta yang menyadarkan Elden dari lamunannya.


" kamu boleh keluar " perintah Elden yang dibalas anggukan oleh meta .saat meta berada di depan pintu ,Billy masuk .kedua tubuh mereka beradu ,sehingga membuat meta terhuyung ke belakang .namun dengan cepat Billy menangkap nya.


tatapan mereka bertemu.meta kemudian memejamkan matanya.


"Ehemmmm......" Elden berdehem sehingga membuat ke dua pasangan tersebut tersentak.


" kamu kenapa pakai pejam mata segala ?" bisik billy ditelinga meta.


." saya pikir tuan mau mencium saya " ujar meta malu .


"kalian pikir ini tempat mesum?" sahut Elden ketus.sembari berjalan mendekati keduanya."saya bisa menikahkan kalian sekarang juga kalau kalian mau" .sambung Elden serius.


" saya mau tuan" jawab meta semangat dengan senyum tersungging dibibirnya .


Billy menyenggol lengan meta dengan sikunya.meta malah menatap Billy dengan sorot mata tajam .


" anda kenapa sih tuan? tadi anda ingin mencium saya.dari pada berbuat mesum,mending kita nikah saja " ujar meta menantang laki-laki disebelahnya itu.


"hussssstt...." Billy menatap meta dengan tatapan ingin membunuh.


Meta yang sadar dengan situasi semakin mencekam, berusaha untuk tersenyum di hadapan bosnya.


Setelah mendapat izin Elden,Meta keluar dengan raut wajah masam.


sementara diruangan Presdir ,Elden menatap Billy dengan tatapan tidak bersahabat.


" kau menyukainya ?" tanya Elden datar.


"kita harus bersiap -siap untuk meeting tuan" sambung Billy mengalihkan pembicaraan.


"Brengsek" umpat Elden sembari melempar map ke kening Billy.


begitulah kedua orang itu.seperti Tom and Jerry .selalu ribut jika bertemu.


*


*

__ADS_1


Sherena berjalan menyusuri rumah sakit.


" ayah,papa " sapa Sherena saat dia melihat ayah dan papa mertuanya .kemudian mencium punggung tangan ke dua laki-laki paruh baya itu.


"sher,papa mau tanya .kenapa Gracia yang menunggui Radit dirumah sakit ?" tanya papa Radit meminta penjelasan kepada Sherena.


" nanti aku ceritakan ya pa,Sekarang kita fokus untuk kesembuhan mas Radit dulu " ujar Sherena meyakinkan mertuanya.


"Nak,kalian baik-baik saja kan?" sambung ayah Sherena yang merasa ada sesuatu yang terjadi antara Sherena dan Radit.


" ayah tidak usah banyak pikir .semua baik-baik saja kok" jawab sherena sambil tersenyum untuk menyembunyikan masalah yang tengah terjadi.


kemudian dokter datang untuk memeriksa Radit .


" bagaimana suami saya dok?" tanya Sherena serius.


"masih belum ada perkembangan ,nanti akan kita lakukan CT scan " ujar dokter memberitahu.


Setelah dokter pamit keluar ,Sherena mendudukkan bokongnya di kursi sebelah Radit .Sambil terus menatap pria yang berstatus suaminya itu.


"kenapa bisa jadi begini mas? bangunlah, aku akan mewujudkan semua keinginanmu.kamu ingin menikah dengan Gracia bukan? aku sudah ikhlas ". ujar Sherena pelan ditelinga Radit .takut ayah dan papa mertuanya dengar.


tok...tok...tok...


suara ketuk pintu dari luar dan menampakkan sosok laki- laki Yang membuat perasaan sherena jadi tidak menentu.


" Elden " .gumam Sherena.


Elden yang melihat Sherena duduk di samping Radit,membuat hatinya panas.namun berusaha tersenyum. kemudian menyapa orang-orang yang ada didalam ruang perawatan Radit.


"Terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk bezuk anak saya " ucap papa Radit Sopan.


Sherena bangun dari duduknya .


" Tuan Elden,perkenalkan ini papa mertua saya dan yang disebelah ini ayah saya " ujar Sherena sopan kepada Elden .


Ekspresi wajah Elden berubah saat mendengar ucapan formal Sherena kepadanya.sherena yang menyadari perubahan ekspresi dari wajah laki-laki gagah yang berdiri disampingnya itu hanya bisa tersenyum.


"Pa, Ayah...aku mau ke kantin sebentar.papa dan ayah mau titip apa?" tanya Sherena sopan⁰


*


Suasana di kantin rumah sakit tidak terlalu ramai pembeli.mungkin karena sudah lewat jam makan siang .


Sherena menyantap soto ayam yang tadi dia pesan .


"Hebat sekali kamu ya " ujar Elden yang datang tiba-tiba dengan tatapan dingin.


Sherena menghentikan suapan soto ayam nya, karena melihat ekspresi wajah Elden yang sama saat terakhir dia keluar dari ruangan perawatan Radit.


"Maksud kamu? tanya Sherena heran .sembari meletakkan sendok ke piring.

__ADS_1


"Sejak kapan kamu memanggil saya dengan sebutan TUAN ?" Elden menekan kata tuan.


Sherena yang menyadari maksud dari perkataan Elden mencoba menahan tawanya.


"Ada Yang salah ?" tanya Sherena balik.


" ya jelas salah donk" suara Elden sedikit berteriak.Elden masih tidak terima dengan panggilan yang Sherena lontarkan kepadanya.


"Husstttt" . Sherena meletakkan telunjuk dibibirnya.


"ini tempat umum ,ngomong jangan nge gas.nanti meledak " .


ucap Sherena santai sambil menyendokkan kembali soto ayam kemulutnya .


Elden semakin dibuat bingung dengan tingkah Gadis yang telah mencuri hatinya itu.


"Sekali lagi kamu panggil aku dengan sebutan TUAN,aku akan menciummu ditempat umum" ancam elden yang membuat Sherena menyemburkan makanannya mengenai meja .


"Kamu kenapa sih ?aku sengaja panggil kamu dengan sebutan TUAN supaya mertua dan ayah ku tidak berpikir macam-macam tentang aku dan kamu " jelas Sherena berbisik.


senyum mengambang dari bibir Elden.kemudian Elden mendudukkan bokongnya di samping Sherena.


cup...


Satu kecupan mendarat di pipi Sherena.


Sherena beranjak dari duduknya menatap Elden dengan mata melotot.


" Apa yang kamu lakukan?


ujar Sherena dengan emosi yang mulai tak terkendali menghadapi sikap Elden yang semena-mena.


"itu artinya Kalau ditempat lain aku boleh menciummu?" tanya Elden dengan sorot mata menggoda.


Sherena benar-benar kewalahan menghadapi sikap Elden .tapi dia mengakui,ada rasa nyaman saat bersama laki-laki itu .


"aku harus pergi " ujar sherena yang kemudian berjalan meninggalkan kantin.


sementara Elden masih duduk ditempatnya dengan senyum indah terbit dibibirnya.


*


Sherena sudah berada di dalam ruang perawatan Radit .dia hanya melihat papa mertuanya saja.


"ayah Kemana pa?" tanya Sherena sopan .


"tadi katanya mau keluar sebentar" jawab papa Radit sembari berdiri.lalu mengusap kepala Sherena


"kamu harus sabar ya,Radit pasti akan sembuh" ujar papa Radit tersenyum .


Pintu terbuka,terlihat laki-laki paruh baya dengan wajah datarnya .

__ADS_1


"Ayah dari mana saja?" tanya Sherena menyelidik .


namun ayahnya hanya melontarkan tatapan tajam .sehingga membuat ia berpikir keras,ada apa dengan ayahnya .padahal tadi ayahnya masih bersikap manis.tapi sekarang seperti telah terjadi sesuatu .


__ADS_2