
Akhirnya mereka menyudahi acara mandinya masing-masing tanpa ada kegiatan lainnya.
Sherena yang lebih dulu selesai mengenakan pakaian langsung turun menuju dapur untuk memasak sarapan.
"Biar saya saja mba" ucap Sherena sudah berada didapur .
"Baik Non" Mba Nani meninggalkan Sherena yang mulai dengan hobby nya itu .
Wangi masakan sudah tercium sehingga membuat perut menjadi lapar.
Elden berlari saat menuruni anak tangga dan langsung menuju dapur.
"Kamu masak apa ?" tanya Elden melingkarkan tangannya ke pinggang Sherena.
"Kebiasaan ,bikin kaget aja " ucap Sherena menoleh kebelakang sebentar.
"Lepas dulu " Sherena menurunkan tangan Elden yang bertengger dipinggangnya.kemudian ia berjalan menuju meja makan untuk menaruh makanan yang ia masak tadi.
Elden duduk dengan dagu bertumpu didagunya.ia terus memperhatikan gadis yang tengah mengambilkan semangkok soto ayam.
"Makanlah " Sherena menaruh semangkok soto ayam kehadapan Elden .
Namun Elden tidak menyentuh mangkok yang berisi soto ayam tersebut, ia masih terus memandangi perempuan cantik yang sedang menatapnya heran.
"Kenapa?" tanya Sherena menautkan alisnya .ia mengira jika Elden tidak menyukai soto ayam buatannya.
"Suapin" ujar Elden tersenyum.
Sherena memutar mata malas.kemudian duduk di sebelah Elden .lalu mulai menyuapi bayi besar itu.
terlihat Elden mengangguk-angukkan kepalanya sambil terus mengunyah.
"Kita berangkat sekarang Tuan?" tiba-tiba Billy datang dan sudah berdiri di ujung meja makan.
Elden menoleh kesumber suara .
"Kau tidak lihat saya lagi apa?" Ucap Elden Kesal.kemudian kembali membuka mulutnya saat Sherena menyodorkan sendok yang berisi makanan kedalam mulutnya.
"Ma'af "ujar Billy tenang.
"Tuan Billy ayo sarapan ,ini masih banyak lho" tawar Sherena kepada asisten pribadi Elden .
Billy menunduk saat Elden menatap kearahnya.
"Bukan type saya tuan" gumam Billy yang bisa didengar jelas oleh Elden .
"Maksud kamu apa?" ujar Elden geram
"Saya tunggu diluar tuan " Billy berjalan keluar untuk menghindari perang argumen dengan bosnya.karena percuma saja adu pendapat dengan manusia bernama Elden Sanjaya itu ,karena ia tidak akan menang .
"Asisten kurang ajar "pekik Elden melempar buah jeruk ke arah Billy.
Sherena tergelak melihat kelakuan dua pria tampan yang berbeda karakter itu.
"Aku mau siap-siap dulu"ujar Sherena saat Elden sudah menghabiskan makanannya.
"Kamu mau kemana ?" tanya Elden.
"Mau pergi kerja "ujar Sherena sembari berjalan kedapur membawa piring kotor.
"Kamu tidak usah bekerja hari ini" Ujar Elden berdiri dari duduknya .kemudian berjalan menyusul ke kedapur.
__ADS_1
"Kenapa ?" tanya Sherena heran.
"Radit masih mengintaimu" ucap Elden sembari menghembus nafas kasar .ia cemas jika Sherena berada diluar sana tanpa pengawasan.
Sherena terdiam sesaat.ia berpikir sejenak ,apa yang dikatakan Elden memang benar.ia masih trauma dengan kejadian kemarin.
"Kalau begitu aku akan menghubungi temanku dulu ,aku harus izin kepadanya" ujar Sherena sembari berjalan menaiki anak tangga .ia ingin kembali kekamarnya ,lebih tepatnya kamar elden.karena ia hanya menumpang di kamar itu.
"Kau lupa siapa Aku?" sahut Elden setelah mereka sampai dikamar luas itu .
Sherena membalikkan badannya menoleh kebelakang ."Memangnya kamu siapa ?" tanya Sherena .
"Aku pemilik hotel tempat kamu bekerja " ucap Elden menyombongkan diri.kemudian menggendong tubuh sherena dan membaringkannya di atas ranjang.
"Elden lepas ,apa yang kamu lakukan ? Sherena memukul lengan kekar pria yang tengah menggendongnya.
Elden tersenyum simpul saat tubuh sherena sudah terlentang diatas ranjang.ia ikut duduk disamping ranjang memandangi wajah gadis itu.ingin sekali ia melakukan sesuatu yang intim kepada gadis itu.namun mengingat hubungan mereka hanya berstatus Sepasang kekasih ,niat itu ia urungkan.
"Aku tidak tahan terus begini,secepatnya aku akan menikahimu " bisik Elden ditelinga gadis itu.kemudian ia mengecup singkat bibir ranum yang sudah menjadi candu baginya.
"Aku pergi ya" Elden hendak berdiri ,namun tangannya ditarik oleh sherena sehingga tubuhnya jatuh di atas tubuh gadis itu.
Mereka saling tatap ,entah jantung siapa yang saat ini berdegup dengan kencang.
"Jangan memancingku " ucap Elden yang mengangkat kepalanya.
tiba-tiba benda kenyal menyentuh bibirnya.ia terkejut dengan keberanian sherena yang saat ini tengah mencium bibirnya.makin lama ciuman itu makin panas.Elden tidak tinggal diam ia ikut membalas dan menyesap bibir gadis itu.tangannya sudah menyusup kemana-mana.
"Sial ,aku tidak bisa menahannya " umpat Elden dalam hati.ia melepas jasnya dan membuang kesembarang tempat .seketika ruangan itu berubah menjadi panas ,padahal pendingin ruangan masih menyala.
pada saat tangannya ingin melepas kaos yang di kenakan Sherena ,tangan gadis itu menahannya.Elden menautkan alisnya.
"Jangan sekarang " ucap Sherena yang hendak duduk dari tidurnya.
Elden mengentikan tangannya.kemudian mengatur nafas yang sudah tersengal-sengal.terlihat kecewa diwajahnya.bagaimana mungkin Sherena menahannya ,sementara gadis itu sendiri yang memancing birahinya.Elden turun dari ranjang dan mengambil jasnya yang tergelak dilantai .kemudian pergi begitu saja tanpa menoleh sedikitpun.
Brak
Terdengar pintu ditutup dengan keras.membuat penghuni didalamnya terkejut.sherena tertawa terpingkal -pingkal.ia merasa berhasil mengerjai Elden .namun ia juga salut dengan laki-laki itu karena masih bisa menahan hasrat yang sudah diubun-ubun.
*
Digedung SJY Group lantai dua belas,Elden duduk dan memutar-mutar kursinya.kepalanya masih sedikit terasa pusing .ia memijit pelipisnya kemudian pindah duduk disofa.
"Apa anda sedang sakit tuan?"Tanya Billy yang melihat wajah Elden memerah.
Elden menoleh sebentar, kemudian berdiri dan masih memegangi kepalanya .
"Aku tidak tahan dengan statusku.aku harus segera menikahi Sherena " ujar Elden berjalan mondar mandir .
"Apa yang sudah terjadi tuan?tanya Billy lagi.
Elden menghentikan langkahnya, kemudian menatap Billy dari atas sampai bawah.
"Jangan memandangi saya seperti itu tuan" ujar Billy mulai bergidik ngeri melihat tatapan bos nya kepadanya.
"Apa yang kau pikirkan?" tanya Elden sembari menjitak kening asistennya itu.
"Bagaimana hubunganmu dengan Meta?" sambung Elden.
"Saya tidak ada hubungan apa-apa dengan dia tuan" ucap Billy santai .
__ADS_1
"Apa kau pernah menicumnya?
Deg
Billy terdiam .apa dia harus mengatakan kalau dia pernah mencium gadis itu.dan bagaimana reaksi Elden saat ia mengatakan yang sebenarnya.
tok...tok...tok...
" Masuk "
Meta masuk dengan tumpukan maps ditangannya .
"Tuan ,ini semua berkas -berkas yang harus tuan tanda tangani .
"Kenapa dia datang dalam keadaan seperti ini " umpat Billy dalam hati.
"Aku ingin bertanya padamu mungkin sedikit privacy " ujar Elden yang duduk dikursi kebesarannya.
"Apa yang ingin tuan tanyakan ?ucap Meta yang ikut duduk setelah Elden mempersilahkannya duduk.
Elden menoleh kesamping menatap Billy yang tengah berdiri .terlihat jelas raut wajah asistennya sedang tegang.
"Kena kau " bathin Elden dengan seringai dibibirnya.
"Apa kau pernah dicium olehnya ?tanya Elden menunjuk Billy Yang terlihat semakin gugup.
Meta terkejut dengan pertanyaan yang dilontarkan untuknya.apa ia harus menjawab jujur.apa Billy sudah mengatakan kepada bosnya .jika ia mengatakan tidak,ia takut Billy sudah lebih dulu mengatakan yang sebenarnya.
"Apa saya harus menjawabnya tuan?"tanya Meta hati-hati.
"Apa saya terlihat main-main?" sahut Elden datar.
Meta semakin gugup,ingin sekali ia kabur dan berhambur di pantai untuk mendinginkan panas tubuhnya.
"Saya...saya sudah pernah dicium oleh tuan Billy " ujar Meta menunduk sembari menekan salivanya.
"Kau boleh keluar " sambung Elden .kemudian berdiri melipat kedua tangannya.
Tawa Elden pecah saat Meta sudah menghilang dari balik pintu.ia berjalan memutari Billy yang masih berdiri .
"Kau tidak perlu malu,aku hanya ingin menanyakan sesuatu kepadamu " tanya Elden meledek .ia ingin tahu apakah yang dirasakan Billy sama persis dengan yang ia rasakan
"Pada saat kau menciumnya,apa yang kau rasakan ?" tanya Elden menyelidik.
Sementara itu Billy masih bungkam.dia masih berdiri tegap namun keringat sudah mulai menetes dari keningnya.
Elden kembali tertawa terbahak-bahak.ia sangat terhibur dengan wajah asisten yang ia lihat saat ini. tidak bisanya wajah sang asisten tegang seperti itu.
"Kau kenapa tegang begitu ?" tanya Elden masih dengan tertawa .
"sepuluh menit lagi kita ada meeting tuan" ujar Billy melihat jam dipergelangan tangannya.
"Jangan coba-coba mengalihkan pembicaraan" ancam Elden yang masih menunggu jawaban jujur dari sang asisten .
"Dia sepeti bukan bos saja" bathin Billy melihat kelakuan bosnya.
"Kau mengataiku? tanya Elden yang bisa menebak bahwa saat ini Billy sedang mengumpatnya dalam hati.
"Saya akan mengatakannya nanti setelah rapat selesai " Ujar Billy meyakinkan bosnya .
Elden menyetujui apa yang dikatakan Billy .ia akan menunggu jawaban jujur Billy setelah rapat nanti selesai.
__ADS_1