
*Tidak ada rumah tangga yang sempurna
terkadang kamu berdebat , bertengkar bahkan satu waktu berhenti berbicara satu sama lain.
Namun pada akhirnya ,
Rumah tangga tetaplah rumah tangga
Dimana cinta akan selalu ada
dan cinta karena Allah saja yang akan menjaganya
tetap hangat dan indah*
Kalimat yang tertulis didalam agenda pribadi milik Billy benar-benar menyentuh hati Meta. sebegitu besarnya cinta suaminya kepadanya.
"Sayang ,aku merindukan mu ". Meta memeluk buku agenda milik Billy kedadanya.tanoa terasa air matanya sudah membasahi pipinya yang sudah merona dengan blush on karena hari ini ia akan berangkat kekantor. namun pada saat ia tengah mencari cincin pernikahan yang biasa dipakai Billy yang ia taruh di dalam laci setelah meninggalnya Billy ,ia melihat buku agenda dengan cover hitam.
"Kumohon , datanglah dalam mimpiku meski hanya sebentar ". Isak Meta karena saat ini ia benar-benar merindukan sosok Billy disampingnya.karena Syauqi yang sudah mulai berbicara terus menanyakan Daddy nya.
"Mom...mom..." . Syauqi berjalan ke arah Meta dan memeluk kaki Meta sehingga membuat Meta tersadar dari pikirannya tentang Billy.
"Kenapa sayang ?", tanya Meta berjongkok.
"Don tklay ( don't cry )". Syauqi mengusap pipi Meta yang sudah basah dengan air matanya.
"Mommy rindu Daddy nak ". ucap Meta berusaha tegar dihadapan putrinya.
"Mom, muaccchh " . Syauqi mencium pipi Meta hingga membuat Meta merasa ada tenaga baru dalam tubuhnya.
"Sayang ". bukannya berhenti menangis. Meta malah semakin terisak karena melihat putrinya yang begitu pintar seperti daddy nya.Meta memeluk erat tubuh Syauqi.
"Pis Don klay gen ( please don't cry again ) ". ucap Syauqi terus menatap wajah Meta yang sendu.
Meta dan Syauqi berjalan keluar meninggalkan apartemen miliknya untuk pergi kerumah Sherena. seperti biasa ia selalu menitipkan Syauqi dirumah Sherena atas permintaan Sherena sendiri.
Setelah sampai dirumah mewah milik Sherena ,ia melihat sebuah mobil sedan hitam yang sebelum nya tidak pernah ia lihat di rumah Sherena.
"Ada tamu kah ?".Gumam meta dalam hati.
Meta berjalan masuk kedalam rumah dan langkahnya terhenti saat melihat seseorang yang ia kenal tengah duduk di sofa ruang tengah.
"Pagi Met , Pagi sayang ".sapa Sherena kepada Meta dan Syauqi.
"Eh sheren, dia ?" .tanya Meta heran.
__ADS_1
"Sudah duduk dulu yuk ,nanti aku ceritakan ". ujar Sherena menarik tangan Meta untuk ikut duduk di sofa bersama Elden , Erix dan ayahnya.
"Pagi yah ". sapa Meta kepada ayah Sherena karena Meta sudah lama mengenal ayah sahabatnya itu.
"Pagi nak ,apak kabar ?" tanah ayah Sherena.
"Baik yah ". jawab Meta kemudian duduk di samping Erix, karena disana lah sofa yang agak sedikit kosong.
" Kamu sudah kenal dengan kak Erix ?" tanya Membuat mata Meta bulat dengan sempurna.
"Kak ? Sheren panggil dia kak ?" gumam Meta dalam hati.
"Met...". panggil Sherena lagi karena Meta terlihat melamun.
"Ah iya , aku kenal kok Sheren.bekiau salah satu rekan bisnis tuan Elden". jawab Meta formal.
"Itu benar , tapi ada yang belum kamu ketahui ".Sherena kemudian memberitahu dan menceritakan siapa Erix sebenarnya.
"Ja...jadi...dia ".ucapan Meta terhenti karena Sherena mengangguk sambil tersenyum.
"Ya Tuhan , apa lagi ini ?" .gumam Meta dalam hati.
" Hai Met, senang bertemu dengan mu ". ujar Erix menyapa.
"hufft... sok baru kenal ". gumam Meta.tapi hanya dalam hati.
Erix membalas senyum Meta dengan tatapan yang terus tidak beralih dari janda Billy itu.
"Ehemmm..." . Sherena sadar akan tatapan Erix kepada Meta sehingga ia ingin membuat kakaknya itu sadar dari halusinasinya.ya mungkin saja kakak nya itu tengah berhalusinasi karena melihat dari tatapannya kepada Meta.
"Kamu sudah makan ?". Tanya Billy.
"Sudah Tuan ". Jawab Meta singkat.
"Met , aku ke Mba Titi dulu " . Ijin Meta untuk menemui mba Titi baby sitter Aaron sekaligus Syauqi.ia sengaja lebih cepat berlalu dari suasana saat ini karena merasa canggung dengan tatapan Sherena kepadanya dan juga Erix.
Sedangkan Erix tidak peduli dengan tatapan Sherena yang merasa curiga dengannya.ia masih terlihat santai meskipun Elden juga ikut-ikutan menatapnya dengan tatapan yang susah untuk di artikan.
"Tuan Elden ,Sheren, ayah ,tuan Erix.saya mohon pamit untuk ke kantor ". ucap Meta setelah menitipkan Syauqi pada mba Titi.
"Bareng Elden aja Met ".Ujar Sherena karena kebetulan Elden juga akan ke kantor juga.
"Ah tidak usah Sheren, aku bawa mobil kok ". Tolak Meta.
" Ya udah , hati-hati ya ". ujar Sherena.
__ADS_1
Sedangkan Erix melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya.
"Kenapa kak ?". Tanya Sherena.
" Kakak juga mau ke kantor,ada meeting pagi ini ". ucap erix berbohong.
"Sepagi ini ?". tanya Elden tidak percaya dengan kakak iparnya itu.
"Ah tentu saja " .Erix merasa saat ini ia sedang di curigai oleh adik dan iparnya.
Sherena berjalan mendekat ke tempat duduk Erix.
" jangan macam-macam dengan temanku ,Awas ". bisik Sherena sembari mengangkat tangannya yang sudah terkepal sempurna di depan wajah Erix.
"Uuuuu... tidak takut ".ujar Erix yang membuatnya tubuhnya terhuyung karena di dorong oleh Sherena.
"Kalian kenapa ?" tanya Elden curiga.
"Istrimu ini ,mendorong ku tanpa sebab". ucap Erix supaya Elden segera mengajak Sherena menjauh darinya.
"Ah kalau begitu sekalian timpa pakai martil kepalanya sayang". ujar Elden yang membuat Erix membulatkan matanya.
"Istri dan suami sama saja ". Gumam Erix yang masih di dengar oleh orang yang duduk disana.
" Aduuuuuuuhhhh... " . Erix mengelus ttelinganya yang tadi dijewer oleh Sherena.
"Kamu kenapa sih ?". tanya Erix kesal.
"Makanya jangan gatel ". sahut Sherena kemudian segera berdiri menyusul Elden yang sudah pergi meninggalkan mereka.
Erix menghembuskan nafas kasar setelah kepergian Sherena dan Elden. ia tidak menyangka adiknya yang kalem itu bisa juga membuat nya kesal.tapi ia begitu menyayangi sherena.bahkan ia berjanji akan menjadi orang yang pertama saat ada yang ingin menyakiti adiknya, tak terkecuali Elden sendiri.
"Ayah benar mau tinggal disini dulu ?".tanya Erix kepada ayahnya saat ia juga ingin berangkat ke kantor.
"Tentu saja nak ". Ujar Ayah .
" Kalau begitu aku pamit dulu yah ,nanti aku jemput ayah lagi ". Erix menyalami tangan ayahnya sebelum pergi dari rumah Sherena.
Erix berjalan meninggalkan rumah milik Elden.saat ia sudah sampai di luar rumah , ia berpapasan dengan Sherena.
" Awas ". lagi - lagi Sherena memberi ultimatum kepada kakaknya.
" Apaan sih ni anak ". umpat Erix saat Sherena lagi-lagi memberikan kepalan tangan padanya.
" Ingat , Jangan gatel ". Ancam Sherena kemudian berlari karena Erix menatapnya dengan tajam.
__ADS_1
TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR KESINI , JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK .LIKE DAN KOMEN BIAR AUTHOR TAMBAH SEMANGAT UNTUK UP 🥰🌹